Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Menghadiri Acara Pemakaman


__ADS_3

Perusahaan Bryan sedikit mengalami kemunduran saat berada di tangan Jean. Selain pemasukan perusahaan yang menurun, nilai saham perusahaan juga mengalami penurunan. Saat ini Bryan sedang melihat laporan keuangan yang diberikan Gladis padanya, dan dia mendapati banyak aliran dana yang masuk pada dua orang.


“Suruh James dan David datang ke ruanganku!” perintah Bryan pada Gladis yang segera saja menuruti perintahnya.


Tak lama James dan David yang sebelumnya merupakan asisten pribadi Jean, keduanya sudah berada di ruang kerja Bryan, dan tak ada dari mereka yang berani mengarahkan pandangan pada Bryan. Keduanya menunduk, sadar akan kesalahan mereka.


“Aku rasa kalian berdua sudah tahu kesalahan masing-masing!” ucap Bryan dengan suara dingin dan sorot mata tajam menatap kedua pria di hadapannya.


Bryan yang melihat keduanya hanya diam membisu tak kunjung membalas ucapannya, dia menggebrak meja kerjanya, membuat dua pria di hadapannya terkejut dan dengan tubuh gemetaran mereka memberanikan diri menatap Bryan.


“Kalian berdua sudah mendapatkan banyak keuntungan dari tubuh Jean, dan juga mengambil banyak keuntungan lainnya dengan memanfaatkan kedekatan kalian dengan wanita itu. Sekarang aku menuntut pertanggungjawaban atas perbuatan kalian!”


Bryan bangkit berdiri dari tempat duduknya, lalu kembali dia membuka suara, “Kembalikan semua yang kalian ambil dari perusahaan dan segera tinggalkan perusahaan ini, atau aku pastikan kalian melanjutkan sisa hidup di dalam penjara?”


Tenang Bryan berdiri di tempatnya menunggu jawaban dari kedua pria di hadapannya, tapi dalam diam dia hanya memberi mereka waktu satu menit untuk berpikir.


Sedangkan James dan David, keduanya berpikir keras menentukan pilihan, yang mana kedua pilihan sama-sama merugikan mereka. Akan tetapi, dengan memilih pilihan pertama setidaknya tidak akan membuat mereka mendekam di penjara.


“Tuan, saya akan mengembalikan semua yang saya ambil dari perusahaan, dan segera pergi meninggalkan perusahaan!” ucap James yakin dengan keputusannya.


David juga memutuskan sama persis dengan apa yang menjadi keputusan James, dan keduanya berjanji siang ini semua yang mereka ambil akan dikembalikan pada perusahaan.


“Aku hanya akan menunggu sampai siang ini! Jika siang ini kalian belum mengembalikannya, aku sendiri yang akan lebih dulu memberi hukuman pada kalian, sebelum nantinya aku menjebloskan kalian ke dalam penjara!”


Tak sekedar mengancam, tapi ancamannya akan menjadi sebuah kenyataan, jika keduanya mengingkari janji.


Setelahnya Brian membiarkan keduanya pergi meninggalkan ruangannya, tapi petugas keamanan akan memastikan keduanya tetap berada di perusahaan sampai siang ini.


Sendirian di ruang kerjanya, Bryan mulai memikirkan cara meningkatkan penghasilan perusahaan, serta membuat stabil atau bahkan meningkatkan nilai saham perusahaannya.


Memikirkan banyak hal, Bryan teringat saham yang dia miliki di beberapa perusahaan, dan dia ingin memanfaatkan semua itu untuk memperbaiki keadaan perusahaan yang seratus persen sahamnya adalah miliknya sendiri.


“Saham yang semula atas namaku, aku akan membuat saham itu menjadi milik perusahaan. Dengan begitu aku yakin nilai saham perusahaan akan meningkat drastis.” Bryan sangat yakin dengan rencananya, dan kali ini dia kembali membutuhkan bantuan Gerry dan Gladis.

__ADS_1


Memanggik keduanya untuk datang ke ruangannya, Bryan menceritakan pada mereka yang baru datang tentang kepemilikannya terhadap beberapa saham perusahaan ternama.


Mengetahui Bryan memiliki banyak saham di perusahaan lain terutama sahamnya yang ada di State Electricity Company yang mencapai tujuh puluh persen, tak ayal semua itu membuat Gerry dan Gladis sangat terkejut, dan mereka berpikir kekayaan Bryan saat ini hampir menyamai apa yang dimiliki kedua orangtuanya.


“Tidak sulit mengganti nama saham yang kamu miliki, kurang dari dua puluh empat jam aku pasti sudah menyelesaikannya!” ungkap Gerry.


“Aku akan membantu dengan menyiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk pergantian nama,” ucap Gladis.


Hanya dengan mendengar balas keduanya, Bryan sudah sangat tenang karena memiliki mereka, sahabat sekaligus rekan kerja yang bisa diandalkan.


Pertemuan mereka berlangsung singkat, lalu setelahnya Gerry dan Gladis segera meninggalkan ruangan Bryan untuk mengerjakan tugas mereka.


Untuk saat ini Bryan merasa masalah perusahaan telah terselesaikan, dan dia tinggal menunggu James dan Dave mengembalikan uang perusahaan yang mereka ambil.


“Mereka ternyata cukup cepat menyelesaikan semuanya,” ucapnya setelah Gladis memberitahu kalau James dan David telah mengembalikan apa yang mereka ambil dari perusahaan.


Merapikan meja kerjanya dan melihat jam yang sudah menunjukkan waktu makan siang, Bryan bermaksud makan siang bersama Nayla dan Eve. Belum juga dia menghubungi salah satu dari mereka, Nayla lebih dulu menghubunginya, dan ternyata kedua wanita itu sudah menunggu di lantai bawah perusahaannya.


Saar keluar dari ruangan, Bryan melihat Gerry dan Gladis yang sepertinya ingin keluar makan siang. Merasa memiliki tujuan yang sama, dia mengajak bergabung mereka makan siang bersama kedua wanitanya.


Sistem telah menjamin mereka hanya mencintainya, dan apa yang dapat membuat mereka terpisah dengan dirinya hanyalah kematian.


“Benar-benar dua, dan lagi mereka jauh lebih sempurna dibandingkan si Jean, wanita bermuka tebal,” ucap Gerry pelan saat dia melihat interaksi yang begitu akrab antara Bryan dan dua wanita.


“Dua wanita cantik bersanding dengan Tuan, mereka pasangan paling sempurna yang pernah aku lihat,” ungkap Gladis.


Melihat semua orang telah berkumpul, Bryan membawa mereka semua menuju restoran ternama yang kebetulan lokasinya berhadap-hadapan dengan perusahaan miliknya.


Jarak restoran dan perusahaan sangatlah dekat, jadi mereka hanya perlu berjalan kaki untuk sampai ke restoran di seberang jalan.


Sekarang mereka semua telah berada di dalam restoran, dan menikmati menu makan siang sesuai selera dan keinginan masing-masing. Semua orang menikmati makan siang penuh keceriaan.


...----------------...

__ADS_1


Sore hari sebelum jam kerja berakhir, Bryan, Nayla serta Eve, mereka pergi menghadiri pemakaman Jean.


Tak banyak yang datang dalam acara pemakaman. Hanya keluarga, orang-orang terdekat Jean, serta mereka yang pernah mendapatkan manfaat saat wanita itu masih hidup. Gerry, Gladis, James dan David, mereka semua juga dapatan menghadiri acara pemakaman Jean.


Chris juga datang ke acara pemakaman, meski dia harus duduk di atas kursi roda. Meski membenci Jean setelah peristiwa malam itu, dia tetap merasakan kesedihan, dan tidak menyangka wanita itu pergi begitu cepat.


Ayah, Ibu, kakak, serta adik Jean, mereka menjadi orang yang paling sedih dengan kematian Jean. Namun mereka sama sekali tidak melihat keberadaan Bryan, yang selama ini masih mereka anggap sebagai tunangan Jean.


Ada atau tidak adanya Bryan, akhirnya mereka melanjutkan acara pemakaman sampai selesai.


Selesai tabur bunga di atas makam Jean, Ramon, kakak Jean, dia melihat pria yang sepintas mirip Bryan, tapi dia tidak yakin apa pria itu benar-benar Bryan karena hanya ada sedikit kemiripan diantara mereka.


Menghampiri pria yang dianggapnya mirip Bryan, Ramon menyapa pria itu, “Tunggu! Apa kamu ada sedikit waktu untuk bicara denganku?”


Bryan yang mengenal baik sosok Ramon sebagai kakak Jean, dia memberi waktu pria itu berbicara dengannya. “Bicarakan semua yang ingin kamu bicarakan padaku!” ucapnya.


Ramon yang sangar penasaran dengan identitas pria di hadapannya, langsung saja dia bicara, “Kalau aku boleh tahu, kamu siapa, dan ada hubungan apa kamu dengan Jean?” langsung dia bertanya ke inti dari apa yang ingin diketahuinya.


Bryan tak lagi ingin menyembunyikan identitas aslinya dari semua orang dan segera saja dia menjawab pertanyaan Ramon. “Aku Bryan, dan seharusnya kamu sudah mengenaliku!”


Ramon terlihat sangat terkejut begitu tahu pria di depannya benar-benar Bryan, pria yang selama ini menjadi tunangan adiknya. “Kalau kamu benar-benar Bryan, kemana saja kamu dari tadi malam? Kenapa kamu tak ada saat Jean kecelakaan?” tanya Ramon.


“Kamu sepertinya belum tahu kalau hubunganku dan Jean sudah cukup lama berakhir, dan setauku saat ini dia sedang menjalin hubungan dengan pria yang tadi terlihat duduk di kursi roda.”


Chris telah lebih dulu pergi jadi Bryan tak bisa menunjukkan langsung keberadaan pria itu pada Ramon.


“Jadi, hubungan kalian telah berakhir, bahkan dia telah bersama pria lain?” tanya Ramon memastikan. Sedangkan Bryan, dia hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


Ramon tidak menyangka hubungan yang waktu itu terjalin baik telah berakhir, dan lagi adiknya itu tidak memberitahu keluarganya jika tak lagi berhubungan dengan Bryan.


Bryan sendiri memiliki kesan baik di keluarga Jean dikarenakan seringnya dia membantu kebutuhan keluarga Jean, dan Ramon secara pribadi sangar menyukai kepribadian baik yang dimiliki Bryan.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2