
Terus melangkah, Bryan dan Gerry akhirnya sampai di hadapan Zein dan Chris yang sedang berlutut di depan gerbang Mansion. Tepat di belakang Bryan dan Gerry, ada sepuluh prajurit super dengan katana terikat di punggung mereka.
Dari arah lain Hugo datang dan dia segera bergabung dengan Tuannya. Kedatangannya disambut senyuman Bryan dan Gerry, lalu ketiganya bersamaan mengarahkan sorot mata tajam pada Zein dan Chris yang masih dalam posisi berlutut.
Keduanya dan anak buah mereka hanya berani berlutut, dikarenakan mereka tahu jika sedikit saja salah bergerak para sniper dengan mudah dapat membunuh mereka tanpa terkecuali.
Setelah beberapa saat melihat Zein dan Chris, Beyan melangkah maju dan dengan santainya dia menendang tubuh Chris sampai pria itu terpental, dan kepalanya menghantam aspal jalanan.
Tak berhenti dengan Chris, melihat Chris mengaduh merintih kesakitan, dia mengalihkan pandangan pada Zein dan dengan cepat dia menarik tubuh pria itu sampai jatuh tengkurap, lalu dengan begitu santai dia menginjak kepalanya.
Tentu injakannya tidak mematikan karena dia tidak ingin membiarkan ada yang mati di Mansion nya, meski saar ini dia berada di luar area Mansion.
Setelah menginjak kepala Zein, bisa dikatakan Bryan telah menundukkan sosok Zein, yang artinya dia telah berhasil menjadi penguasa dunia bawah, dikarenakan Zein selama ini adalah kekuatan utama di dunia bawah, yang menguasai sebagian besar kehidupan dunia bawah di negerinya.
Menguasai dunia bawah sama halnya dia telah menjadi sosok pembela kebenaran karena selama ini mereka yang menguasai dunia bawah adalah orang-orang yang melanggar norma kebenaran.
[Ding... selamat tuan rumah berhasil menyelesaikan misi utama > Bangkit sebagai pembela kebenaran]
[Mendapatkan hadiah misi utama > uang tunai $ 10.000.000.000, Kekuatan Keberuntungan Super, 10 Obat Kuat 24 Jam]
Uang hadiah dari sistem langsur ditambahkan ke dalam rekening Bryan, dan sekarang dia semakin kaya. Bahkan mungkin kekayaannya sudah melampaui kekayaan Keluarga Laurens.
Tentu saja Bryan senang karena berhasil menyelesaikan salah satu misi sistem, yang artinya dia tinggal menyisakan satu lagi misi sistem, dan dia yakin dapat menyelesaikannya sebelum tahun berganti.
‘Obat kuat 24 jam, aku tidak akan menggunakannya karena itu akan membuat para wanitaku tersiksa. Kekuatan Keberuntungan Super, sepertinya hidupku akan sentiasa diselimuti keberuntungan.’ Bryan berbicara dalam hati karena saan ini dia sedang berada di hadapan banyak orang.
Menyudahi interaksi dengan sistem, Bryan kembali fokus pada Zein yang saat ini berada di bawah kakinya. “Katakan padaku, dengan cara apa kau ingin mati!” ucapnya jelas.
“To-tolong jangan bunuh aku! Aku masih ingin hidup, dan aku berjanji akan melakukan apapun untukmu asalkan aku mendapatkan kesempatan hidup!” Zein terus memohon pada Bryan supaya tetap dibiarkan hidup, meski dia tidak yakin apa Bryan akan memberinya kesempatan hidup.
“Memberi kesempatan hidup padamu sama saja dengan membiarkan musuh kembali menyiapkan kekuatan untuk balas dendam, tapi membunuhmu hanya akan mempermudah akhir dari hidupmu.”
Bryan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu, dan detikkan berikutnya dia tersenyum. Senyumannya terlihat menawan, tapi bagi musuhnya senyuman itu terlihat sangat mengerikan, dan penuh ancaman.
“Hugo, bagaimana kalau kamu bawa dia ke markas dan buat dia menjadi orang cacat fisik dan mental? Jangan lupa juga buat dia menjadi sosok pria gagal dan tak lagi bisa bicara!” Bryan memberi perintah pada Hugo.
Tau apa yang harus dilakukan pada Zein, Hugo menganggukkan kepalanya, tapi dia belum pergi dari tempat karena masih ada Chris yang belum mendapatkan kepastian, tentang hukumannya.
__ADS_1
Bryan menendang tubuh Zein setelah beberapa waktu menginjak kepalanya, lalu dia berjalan menghampiri Chris yang sudah duduk di atas aspal jalanan sambil meringis menahan rasa sakit.
Bukannya iba dengan keadaan Chris, Bryan justru kembali menendang pria itu, dan kali ini tendangannya jauh lebih kuat dari sebelumnya. Mendapatkan tendangan seperti itu jelas saja Chris terpental lebih jauh, dan baru berhenti setelah kepalanya membentur pembatas jalan dengan trotoar.
“Hugo, suruh yang lainnya membawa orang itu ke markas, dan lakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan pada Zein! Sedangkan untuk anak buah mereka, bersihkan tanpa sisa!”
Perintah bersihkan tanpa sisa yang diberikan Bryan dapat diartikan bunuh mereka semua, dan jangan ada yang dibiarkan hidup.
“Tetapi jangan melakukan itu di tempat ini! Bawa mereka ke tempat yang semestinya dan lakukan di tempat itu! Ingat gunakan api untuk membersihkan semuanya!” Tidak ada pemakaman, yang ada mereka yang mati akan langsung dibakar.
Hugo menganggukkan kepalanya, lalu dia menyuruh anak buahnya melakukan seperti apa yang diperintahkan Bryan. “Tuan, apa ada lagi yang perlu kami lakukan? Jika tidak ada aku dan yang lainnya akan menyelesaikan perintah Tuan!” ucap Hugo dan dia menantikan balasan Bryan.
“Masalah di tempat ini akan diselesaikan mereka yang berjaga di Mansion. Untuk sekarang itu saja perintahku, dan segera selesaikan tanpa adanya kecacatan!” balas Bryan tegas.
Hugo menganggukkan mengerti dan segera dia pamit undur diri kembali ke markas. Gerry sebenarnya ingin ikut Hugo pergi ke markas, tapi Bryan menahannya karena ada yang ingin dilakukannya bersama Gerry.
“Malam ini juga kita bersihkan sisa kekuatan yang dimiliki Zeis dan Zein! Untuk Zeis, dia sudah tidak ada harapan dapat menikmati hidup normal. Kalaupun hidupnya selamat, selamanya dia hanya bisa terbaring lemah di atas ranjanh.”
Bryan sebelumnya sudah memastikan keadaan Zeis dari dokter yang merawatnya. Operasi memang berjalan lancar, tapi dokter mendengar perintah Bryan yang hanya ingin dia menyelamatkan hidup Zeis.
“Kelihatannya kalian ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan. Bagaimana kalau kalian melibatkan kami?” tanya Nayla yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang Bryan.
“Benar kalian ingin ikut dengan kami? Jujur saja ikut dengan kami kalian mungkin akan melihat banyak kematian,” ungkap Bryan berterus terang.
Bukannya enggan ikut setelah tahu apa yang ingin dilakukan Bryan dan Gerry, keempat wanita tetap bersikeras ikut, termasuk Gladis yang setiap malam ikut pelatihan, yang dipimpin oleh Monica.
“Kalau begitu kita pergi setelah kekacauan di tempat ini dibereskan!” ucap Bryan.
Keempat wanita menganggukkan kepala lalu bersama-sama mereka masuk ke dalam Mansion, menunggu kekacauan di luar Mansion dibereskan.
Sambil menunggu dibereskannya kekacauan di depan Mansion, Bryan dan Gerry mencari tahu markas utama Zeis dan juga Zein. Sebuah keberuntungan letak markas mereka tak berjauhan, jadi sekali tepuk dua tempat langsung bisa dikuasai.
Bryan akhirnya dapat merasakan efek kekuatan Keberuntungan Super miliknya, dan keberuntungan itu terus berlanjut saat Gerry berhasil meretas cctv yang mengarah ke markas utama kelompok Zeis maupun Zein.
Dari tampilan yang ditunjukkan kamera cctv terlihat penjagaan kedua markas yang tidak terlalu ketat. Diperkirakan hanya ada ratusan penjaga karena kekuatan mereka sudah banyak berkurang, terutama kekuatan kelompok Zeis.
“Markas kelompok Zein dijaga lebih dari dua ratus orang, berbanding terbalik dengan markas kelompok Zeis yang dijaga puluhan orang dengan persenjataan apa adanya.” Bryan menilai kekuatan kedua markas musuhnya.
__ADS_1
“Jelas saja penjagaan markas utama kelompok Zeis jauh lebih lemah dibandingkan penjagaan di markas kelompok Zein. Selain banyak anggotanya yang sudah kita bereskan, sejak awal kekuatan Zein memang lebih kuat dibandingkan kelompok Zeis,” ungkap Gerry.
Bryan menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang diutarakan Gerry, dan sekarang dia mulai menyiapkan orang-orangnya yang akan ikut serta dalam penyerangan. Untuk menyerang markas kelompok Zeis, dia mempercayakannya pada sepuluh prajurit super dengan keahlian serangan jarak dekat.
Sedangkan untuk penyerangan markas Zein, serangan akan dilakukan oleh kelompok di bawah kepemimpinannya.
...----------------...
Di markas utama kelompok pimpinan Bryan, Hugo senang karena diberi tugas yang sangat menyenangkan. Menyiksa musuh, tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan melakukan itu.
Membuat cacat Zein dan Chris, dia akan mengawalinya dari Chris dan dia melakukannya di hadapan Zein yang dipaksa terus membuka kedua matanya. Saat Zein menutup mata, akan ada pukulan yang menghantam perutnya dan pukulan baru berhenti saat dia mbuka mata.
Menatap Chris yang berdiri dengan lutut gemetar, Hugo menyeringai dan langsung saja dia melayangkan pukulan pertama ke arah wajah Chris.
“Baam...”
Pukulan Hugo telak menghantam wajah Chris, membuat pria itu roboh dengan darah bercucuran dari bekas pukulan Hugo yang merobek kulit wajahnya.
Melihat Chris roboh, Hugo menarik kaki kirinya, lalu kuat dia menginjak kaki Chris sampai terdengar suara tulang patah, dan terlihat jelas oleh semua orang kaki Chris bengkok ke arah yang tak seharusnya.
Tak berhenti hanya dengan kaki kiri, kaki kanan Chris juga mendapatkan perlakuan yang sama, dan Hugo sama sekali tidak peduli dengan teriakan Chris.
Selesai mematahkan kedua kaki yang berhasil membuat wajah Chris memucat menahan rasa sakit, kini Hugo berpindah pada kedua tangan Chris yang mendapat perlakukan sama persis seperti kedua kalinya.
“Penampilanmu sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya!” Hugo tersenyum sinis melihat penampilan Chris yang sangat berantakan dengan tangan dan kaki bengkok ke arah tak semestinya.
Operasi mungkin dapat kembali menata anggota tubuhnya, tapi tanpa uang bagaimana dia bisa melakukan itu? Dan lagi bukan hanya tangan dan kaki yang akan dibuat cacar Hugo, melainkan ada bagian lainnya.
“Sekarang tinggal membuat kamu menjadi pria bisu dan tak lagi menjadi sosok pria sejati!” Membuat Chris menjadi pria bisu, Hugo memotong lidah pria itu, dan selanjutnya dia memotong milik Chris sampai tak tersisa.
Di ruang penyiksaan sudah hadir empat dokter ahli dan peralatan perawatan. Mereka hadir bukan untuk menolong, tapi cuma sekeda untuk memastikan tak ada yang mati di ruang penyiksaan.
Di sisi lain, ketika melihat apa yang terjadi pada Chris, Zein tahu semua itu tak lama lagi akan terjadi pada dirinya. Mencoba memberontak sekuat tenaga, tapi semua sisa-sisa. Ingin menggigit lisak untuk bunuh diri juga tidak bisa dilakukan karena ada kain yang menyumpal mulutnya.
“Jadilah orang penurut! Jangan memberontak dan biarkan aku menyelesaikan perintah tuanku!” ucap Hugo di dekat telinga Zein.
Zein semakin memberontak tapi semua sia-sia, dan selanjutnya dia merasakan apa yang sebelumnya dirasakan Chris sebelum kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.