Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Menjadi Orang Terkenal


__ADS_3

Bryan memutuskan kembali ke Mansion nya setelah memastikan semua keadaan telah dikuasai oleh anggota pasukan elite milik Monica. Sementara itu, Monica yang juga telah mempercayakan urusan yang tersisa pada anggotanya, saat ini dia sudah berada di dalam mobil bersama Bryan.


“Kenapa kamu ingin kembali ke Mansion bersamaku? Apa kamu yakin mempercayakan pembersihan tempat ini pada anggotamu?” Bryan bertanya begitu Monica sudah berada di dalam mobil yang sama dengannya.


“Mereka sudah terlatih melakukan tugas pembersihan, dan lagi target utama saat ini sudah diamankan di penjara khusus milik Departemen Kepolisian. Jadi, aku ingin menikmati sedikit waktu istirahat sebelum kembali bekerja siang nanti,” jawab Monica.


Menganggukkan kepala setelah mendengar jawaban Monica, Bryan segera memacu mobil kembali ke Mansion, dan kemungkinan mereka akan sampai di Mansion bertepatan dengan terbitnya matahari pagi.


Keduanya yang tidak memiliki bahan pembicaraan, mereka hanya diam di sepanjang jalan membuat suasana mobil menjadi begitu hening.


Baik Bryan maupun Monica, tak satupun dari mereka pandai memulai pembicaraan, jadi sangat wajar jika keduanya lebih banyak diam.


Tiga puluh menit berlalu akhirnya mereka sampai di Mansion, dan benar saja mereka sampai tepat terbitnya matahari. Masuk ke dalam Mansion, keduanya hanya melihat para pelayan yang sedang melakukan rutinitas harian mereka. Sedangkan untuk penghuni lain, kemungkinan mereka masih berada di kamar masing-masing.


Sebelum kembali ke kamarnya, Bryan mengajukan pertanyaan pada Monica yang juga ingin kembali ke kamar yang semalam dia tempati. “Monica, apa kamu seterusnya ingin tinggal di tempat ini?”


“Oh soal itu, tinggal di tempat ini memang menyenangkan karena banyak orang yang bisa aku ajak bicara, tidak seperti di tempatku dimana orang-orang nya sangat canggung saat bicara denganku. Namun, aku tidak mungkin memutuskan seterusnya tinggal di tempat ini tanpa persetujuan darimu dan yang lainnya.”


Monica memang merasa nyaman tinggal bersama di Mansion Bryan, tapi dia tak mungkin tinggal seterusnya tanpa persetujuan Bryan dan yang lainnya.


“Aku tidak keberatan jika seterusnya kamu ingin tinggal di tempat ini karena semakin banyak yang tinggal di tempat ini, tempat ini akan semakin ramai. Akan tetapi, kamu lebih dulu harus mendapatkan izin dari para wanita jika ingin seterusnya tinggal di tempat ini!” Bryan menghargai perasaan para wanitanya, jadi dia akan menerima semua keputusan mereka.


Monica segera saja menganggukkan kepala karena tahu apa yang harus dia lakukan, lalu setelahnya dia pergi menuju kamarnya, begitu juga dengan Bryan yang memutuskan kembali ke kamarnya.


...----------------...


Dua jam kemudian saat semua penghuni Mansion telah siap memulai aktivitas harian.


Bryan menghabiskan waktu satu jam setelah kembali ke Mansion untuk melanjutkan tidur. Setelahnya dia bangun, membersihkan diri, dan berkumpul dengan yang lainnya di ruang makan untuk sarapan bersama.


Setelah menyelesaikan sarapan pagi bersama, ingin menikmati hari bersantai, hari ini dia memutuskan untuk tidak pergi bekerja di kantor, melainkan dia akan menyelesaikan semua pekerjaan dari Mansion.


Bersantai sambil menikmati acara TV di pagi hari, Bryan baru tahu kalau namanya sudah terkenal dan saat ini dia telah menjadi sosok paling berpengaruh di seluruh kota tempat tinggalnya.


Diusia yang masih sangat muda dia telah mendapatkan kesuksesan instan, dan banyak yang memuji pencapaiannya serta banyak wanita yang mengidolakan dirinya.

__ADS_1


Banyak pengusaha tua yang memiliki anak perempuan ingin memperkenalkan anak perempuan mereka padanya, tapi sampai sekarang mereka tidak memiliki akses untuk menjalin komunikasi dengannya.


Bukannya ingin menjadi sosok misterius yang tidak ingin menunjukkan keberadaannya pada banyak orang, Bryan merasa akan sangat merepotkan jika terlalu banyak orang yang memiliki akses untuk berkomunikasi dengannya. Oleh karena itu, dia sangat membatasi orang-orang yang dapat melakukan semua itu dengannya.


Tak hanya besar di dunia bisnis, nama nya juga mengisi tempat penting kekuasaan dunia bawah, apalagi setelah dia mendapatkan hadiah sistem. Lebih dari setengah kekuasaan serta kekuatan dunia bawah sekarang adalah miliknya.


Semua informasi itu didapatkan Bryan dari Hugo yang memang dia tugaskan menjadi pemimpin utama kekuatan dunia bawah miliknya, menggantikan posisi Gerry yang saat ini fokus menjadi orang kepercayaannya di segala bidang.


Menjadi penguasa lebih dari setengah kekuasaan dan kekuatan dunia bawah, Hugo sangat percaya diri berurusan kembali dengan Antonio yang selama ini tak satupun orang berani mengusik kekuasaannya.


Dia ingin mengambil kembali apa yang dulu menjadi miliknya, tapi dia tidak ingin memungut wanita sampah yang dulu telah menghancurkan dirinya dengan cinta palsu. Dengan tangannya sendiri, bahkan dia ingin menghancurkan wanita itu.


Bryan yang sedang bersantai di ruang keluarga, dia melihat wanita yang sejak semalam memutuskan untuk kembali ke identitas lamanya. Elena, wanita itu telah kembali pada identitas lamanya, tapi dia belum mendapatkan maaf dari sosok pria yang sesaat yang lalu hanya sekilas melihat keberadaannya.


‘Jika dia membenciku itu wajar karena aku telah begitu lama membohonginya,’ ucapnya dalam hati.


Tak ingin mengganggu waktu bersantai Bryan, Elena ingin pergi ke Mansion miliknya untuk melihat keadaan Mansion yang beberapa hari ini dia tinggal, sekalian dia ingin mengambil beberapa barang yang dibutuhkan. ‘Entah sampai kapan aku akan tinggal di tempat ini, tapi tempat ini benar-benar membuatku nyaman.’


Melangkah keluar Mansion, Elena dikejutkan dengan sosok Bryan yang entah sejak kapan sudah berada di belakangnya, bahkan jarak diantara mereka tak lebih dari dua langkah.


Mendengar pertanyaan itu, dengan sedikit gugup Elena menjawab, “Ah itu, aku ingin melihat keadaan Mansion milikku dan mengambil beberapa barang.”


Bryan tidak melihat adanya kebohongan dari jawaban Elena, kemudia dia membalas, “Aku akan pergi mengantarmu!” ucapnya datar lalu dia melangkahkan kaki menuju garasi mobil miliknya.


Jarak Mansion Elena memang tidak terlalu jauh dari Mansion miliknya, tapi jika ingin mengambil barang-barang, Bryan berpikir lebih baik menggunakan mobil karena bisa membawa banyak barang dalam sekali jalan, dan tidak perlu melakukan perjalanan bolak-balik untuk melakukan sesuatu yang sama.


Elena mengikuti apa yang diucapkan dan diinginkan Bryan, bahkan jika saat ini Bryan ingin dia melompat dari atap gedung tertinggi di kota, dia tidak akan berpikir dua kali untuk melakukannya.


Baginya tidak masalah mengorbankan hidupnya asalkan dia bisa mendapatkan maaf dari pria yang tidak pernah hilang dari hatinya.


Melihat Elena sudah berada di dalam mobil, Bryan segera tancap gas menuju Mansion Elena yang hanya berjarak ratusan meter dari Mansion miliknya. Saat berada di dalam mobil, persis dengan situasi saat Bryan bersama Monica, saat ini suasana mobil sangat hening, tak ada sedikitpun pembicaraan diantara keduanya.


Menemani Elena pergi ke Mansion miliknya, Bryan sama sekali tidak pernah terpikirkan atau terbayangkan untuk melakukan semua ini, tapi karena rasa khawatir yang entah bagaimana bisa muncul, dia akhirnya menawarkan diri mengantarkan Elena.


‘Semua ini terasa seperti mimpi karena aku bisa duduk di dalam satu mobil dengannya, meski suasana ini terasa begitu hening,’ ucap Elena dalam hati sembari dia sering curi-curi pandang kearah wajah Bryan.

__ADS_1


Memacu mobil di jalanan perumahan dengan kecepatan hampir mendekati pelan, dua menit waktu yang diperlukan Bryan untuk sampai di Mansion milik Elena yang ukurannya hanya setengah ukuran Mansion miliknya.


Di Mansion Elena ada empat penjaga yang ditugaskan langsung oleh Bryan untuk menjaga Mansion, sedangkan untuk pelayan, jika semula hanya ada dua pelayan, saat ini ada delapan pelayan yang berada di Mansion.


Hanya sekilas melihat, Elena tahu kalau orang-orang yang saat ini berada di Mansion nya, sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang dipekerjakan Bryan, hanya dua pelayan lamanya yang dia kenali.


Berada di dalam Mansion yang sebelumnya dia tinggali bersama Jacob, Elena tak lagi melihat barang-barang pria itu di dalam Mansion, yang menandakan pria itu sudah pergi bersama seluruh barang miliknya.


Pergi ke lantai dua menuju kamarnya, Elena merasa suasana Mansion nya jauh lebih hidup dengan banyaknya orang yang tinggal di Mansion nya.


“Keadaan tempat ini jauh lebih baik tanpa kehadiran dia,” ucapnya pelan, dan dia yang dimaksud Elena adalah sosok Jacob.


Berada di dalam kamarnya, dia memasukkan beberapa pasang pakaian ke dalam koper berukuran sedang. Selain pakai hangat, pakaian santai, dia tak lupa memasukkan beberapa pasang pakaian dalam ke dalam koper, bahkan ada dua pakaian cukup terbuka yang belum pernah dipakai juga dia masukkan ke dalam koper.


Saat ingin membawa turun koper miliknya yang cukup berat, Bryan ternyata sudah menunggu di ujung tangga menuju lantai satu, dan tanpa bicara satu katapun Bryan merebut koper di tangannya.


Dengan kekuatan miliknya mudah bagi Bryan membawa koper berukuran sedang yang penuh dengan pakaian. Sedangkan Elena, dia terus saja berjalan di belakang Bryan, dan tak ada keberanian membuka obrolan dengan pria di hadapannya.


“Apa masih ada yang ingin kamu bawa?” Bryan bertanya begitu dia dan Elena sudah berada di lantai satu.


“Semua yang ingin aku bawa sudah ada di koper itu,” Elena memberi jawaban sembari mengarahkan jari telunjuknya menunjuk koper di tangan Bryan.


Mengetahui taj lagi ada barang yang ingin dibawa Elena, Bryan segera memasukkan koper di tangannya ke dalam mobil. “Kalau kamu ingin pergi ke suatu tempat, katakan saja aku akan mengantarmu!” ucap Bryan sembari melihat Elena yang berdiri dengan kepala tertunduk.


“I-itu, apa benar kamu akan mengantarkan aku pergi ke tempat yang ingin aku kunjungi?” tanya Elena berharap ucapan Bryan adalah sebuah kebenaran.


“Aku sedang tidak sibuk, jadi katakan saja tempat seperti apa yang ingin kamu kunjungi!” ungkap Bryan.


“Kalau begitu, antarkan aku ke tempat ini!” Elena menunjukkan sebuah alamat pada Bryan.


Mengetahui alamat yang ditunjuk Elena padanya, Bryan segera tancap gas pergi ke tempat itu.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2