Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Penguasa Dunia Bawah Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Mendengar ucapan Elena seketika Bryan hanya bisa diam di tempat. Dia tidak menyangka jika Elena begitu berani menantang dirinya melakukan sesuatu yang seharusnya belum saatnya dilakukan dengannya.


Sedangkan Elena, dia tahu kalau Bryan belum ingin melakukan itu dengannya, tapi ada dorongan dalam dirinya untuk segera melakukan itu dengannya, dan dia merasa dorongan itu berhubungan dengan pil pemberian Bryan.


Akan tetapi, sebagai dokter dia tahu dorongan ini buka karena obat yang biasa digunakan para pria untuk menjerat wanita yang diinginkannya.


Dia masih dapat mengendalikan dirinya, tak seperti efek obat itu yang biasanya membuat para wanita kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Dia juga tidak merasa tubuhnya panas, dan itu semua sudah membuktikan kalau dirinya dalam keadaan normal, tapi dia sangat penasaran darimana datangnya dorongan, yang membuatnya sangat ingin memberikan kehangatan pada Bryan.


“Elena, mengingat hubungan kita yang baru saja membaik, sebaiknya jangan dulu melakukan itu! Masih banyak waktu untuk kita dapat melakukan semua itu, tapi itu tidak sekarang. Lebih baik kita melakukannya saat sama-sama menginginkannya, dan berada dalam situasi yang jauh lebih baik dari saat ini,” ucap Bryan lalu dia bangkit dari tempat tidur, mengambil handuk di lantai, dan kembali menutupi tubuh Elena menggunakan handuk.


Meski harus dirinya akui tubuh Elena sangat menggoda, tak jauh berbeda dengan godaan tubuh kedua wanita nya, tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk melakukannya, apalagi hubungannya dengan Elena belum sebaik hubungan antara dirinya dan dua wanita yang sudah saling berbagi kehangatan ranjang dengannya.


Ada gurat kekecewaan di wajah Elena saat Bryan menolak keinginannya, tapi di sisi lain dia juga merasa bahagia karena dipertemukan dengan pria yang begitu menghargai wanita.


Mengingat ucapan Bryan tentang masih banyak waktu untuk melakukan semua itu dengannya, Elena mengartikan kalau Bryan telah kembali menerima keberadaannya, dan jika itu benar dia tak akan lagi membuat kecewaa Bryan, meski nyatanya dia memang sudah tidak lagi membuat kecewa Bryan.


“Kembali pakai seluruh pakaianmu, dan kita nikmati dulu makan siang di tempat ini!” Jari tangan Bryan menunjuk makanan yang telah disiapkan pihak hotel atas permintaannya. “Kita akan kembali ke Mansion saat yang lainnya pulang kerja!”


Tak ingin membuat Bryan mengulang ucapannya, Elena segera memakai pakaian di depan Bryan, dan lagi-lagi dia menunjukkan tubuh polosnya di depan pria yang sama.


‘Sebuah keindahan memang sudah seharusnya menjadi milikku,’ ucapnya dalam hati sembari menahan gejolak di tubuhnya.


Dalam waktu yang tak begitu lama Elena kembali memakai seluruh pakaiannya, bahkan dia telah memakai riasan tipis di wajahnya. Selesai melakukan ini itu, dia pergi menghampiri Bryan yang menunggunya untuk makan siang bersama.


Menikmati makan siang bersama, keduanya seolah bernostalgia dengan apa yang pernah terjadi di masa lalu, saat mereka menikmati makan siang bersama di kantin. Meski suasana kantin saat tiba jam makan siang sangat ramai, saat itu mereka masih dapat menikmati makan siang bersama, dan menganggap keberadaan orang lain hanyalah hiasan.


Rasa makanan menu makan siang mereka terasa pas di lidah, membuat keduanya tak butuh waktu lama untuk menghabiskan seluruh makanan yang ada. Porsi makanan mewah tidaklah besar, jadi tak sulit bagi mereka menghabiskan seluruh makanan serta minuman yang sebelumnya telah tersaji rapi di atas meja.


Selesai makan sambil menunggu yang lainnya pulang kerja, Bryan menghubungi Hugo untuk menanyakan situasi dunia bawah. Sedangkan Elena, dia saat ini sedang melihat film di TV besar yang ada di dalam kamar.


Dia tidak ingin mengganggu pekerjaan Bryan, karena itu saat tahu Bryan sedang menghubungi seseorang dia lebih memilih melihat film di TV.


“Hugo, aku tidak menyangka kalau kamu sudah mengambil alih sebagian besar kekuasaan dunia bawah hanya dalam beberapa hari. Sepertinya Antonio itu tak lagi bisa menghentikanmu!” ucap Bryan.

__ADS_1


“Tuan, saya akui dulu saya adalah pria bidoh yang lemah karena wanita, tapi untuk sekarang itu semua tidak akan terjadi lagi pada saya!” balas Hugo percaya diri.


Setelah apa yang terjadi pada dirinya di masa lalu, Hugo sudah belajar banyak dari semua itu, dan tidak mungkin dia terjebak situasi yang sama untuk kedua kalinya.


“Hugo, jangan dulu kamu menghancurkan keseluruhan kekuatan yang dimiliki Antonio! Sebaiknya hancurkan dia sedikit demi sedikit, dan biarkan dia merasakan penderitaan jauh lebih buruk dari apa yang pernah kamu alami!”


“Baik Tuan, saya akan mengingat semua kata-kata Tuan, dan saya pastikan dia akan menderita puluhan kali lebih menderita dari apa yang dulu pernah saya rasakan!” balas Hugo lalu sambungan telepon diakhiri oleh Bryan.


Kurang dari sepuluh menit waktu dia habiskan berbicara dengan Hugo dari awal sampai akhir. Setelah mengakhiri panggilan telepon dan mengarahkan pandangan pada Elena, dia melihat wanita itu tertidur nyenyak di sofa kamar hotel.


“Padahal ada tempat tidur nyaman, kenapa juga memilih tidur di atas sofa?” ucapnya pelan, lalu dia memindahkan Elena ke tempat tidur dengan cara menggendongnya.


Setelahnya tak terjadi apa-apa diantara mereka karena disaat Elena tertidur, Bryan sibuk dengan layar handphonenya, melihat pasar saham dan banyak lagi yang dia lakukan sambil menunggu jam pulang kerja para pekerja kantoran.


...----------------...


Beberapa jam berlalu, Bryan dan Elena telah berada di Mansion bersama dengan yang lainnya. Begitu sampai Elena langsung ditarik wanita lainnya menuju ke lantai dua, sedangkan Bryan, dia tertinggal di ruang keluarga bersama Gerry dan Monica yang tidak ikut naik ke lantai dua.


“Ceritakan padaku, apa yang sudah terjadi antara kamu dan Elena di hotel! Apa kalian sudah melakukannya?” tanya Gerry pada Bryan yang memancing keingintahuan Monica.


“Tidak banyak yang terjadi. Kami hanya bicara, makan siang bersama, dan setelahnya dia tidur. Dia bangun kita pulang bersama dan kebetulan saat sampai Mansion kalian juga baru sampai.” Bryan memberi jawaban sesuai apa yang sudah terjadi.


Gerry tidak melihat adanya kebohongan dari jawaban Bryan, begitu juga dengan Monica. Jika Monica terlihat biasa-biasa saja setelah mendengar jawaban Bryan, berbeda dengan Gerry yang sedikit kecewa dengan fakta apa yang terjadi antara Bryan dan Elena di hotel.


“Aku kira kalian sudah melakukannya, dan setelahnya kamu bisa melakukan dengan yang keempat,” ucap Gerry sembari melirik Monica.


Monica yang tahu maksud dari lirikan mata Gerry, dia melemparkan sepatu yang baru dia lepas ke arah pria itu lalu setelahnya pergi begitu saja meninggal ruang keluarga, pergi ke lantai dua Mansion menyusul para wanita lainnya.


Bryan hanya tersenyum kecil melihat Gerry mengelus kepalanya yang terkena lemparan sepatu kerja Monica yang jelas sangat keras, tapi dia sama sekali tidak khawatir Gerry mengalami cidera karena dia tahu sekuat apa kekuatan fisik pria itu.


“Lain kali jaga pandanganmu dari para wanita saat sedang berbicara, apalagi yang kamu bicarakan berhubungan dengan para wanita,” ucap Bryan.


Gerry yang mendengar itu hanya bisa tersenyum kecut karena merasa dirinya kurang peka pada situasi di sekitarnya.

__ADS_1


Sementara itu di balkon yang berada di lantai dua, setelah berganti dengan pakaian santai, semua wanita berkumpul di tempat itu untuk mendengar cerita Elena tentang apa yang sudah dia lakukan dengan Bryan di hotel.


Meskipun sudah tahu apa yang terjadi antara Elena dan Bryan di hotel, Monica tetap ikut berkumpul dengan yang lainnya setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Dia memutuskan untuk tinggal di Mansion milik Bryan, dan pakaian ganti sudah dia bawa dan diletakkan di kamarnya.


Sedangkan mereka yang belum tahu apa yang terjadi antara Bryan dan Elena di hotel, mereka meminta Elena menceritakan semua yang sudah terjadi dari awal sampai akhir.


Seperti ekspresi yang ditunjukkan Gerry setelah tahu kejadian yang sebenarnya, Nayla dan Eve terlihat kecewa, begitu juga dengan Gladis.


“Aku kita telah terjadi sesuatu diantara kalian,” ucap Nayla.


Mendengarnya Elena hanya tersenyum. Dia tidak menyangka kalau mereka justru ingin terjadi sesuatu antara dirinya dan Bryan.


Selesai mendengar cerita Elena yang membuat tiga wanita kecewa, sambil menunggu waktu makan malam, mereka para wanita terlibat dengan pembicaraan santai penuh dengan canda tawa.


...----------------...


“Hugo sialan! Dari mana dia memiliki keberania merebut beberapa wilayah kekuasaanku?” teriak Antonio setelah menerima laporan dari anak buahnya tentang Hugo yang berhasil merebut beberapa wilayah kekuasaannya.


Bukan hanya merebut satu wilayah, tapi sudah lebih dari seperempat wilayah kekuasaan Antonio berhasil direbut Hugo dan kekuatan di belakangnya.


“Bos, mungkin dia datang untuk membalas apa yang sudah kita lakukan padanya di masa lalu, dan lagi sekarang dia datang dengan bala bantuan pemuda bernama Bryan Laurens,” ucap Carl, tangan kanan Antonio.


“Orang itu, sepertinya dialah sosok di balik bangkitnya Hugo. Keluarga Laurens, kekuatanku tidak cukup untuk bersentuhan dengan mereka, tapi aku punya seseorang yang bisa membuatku dapat menghancurkan keluarga itu!” Dari wajah kusut, tiba-tiba muncul senyuman cerah di wajah Antonio.


“Apa Bos ingin meminta bantuan orang itu?” tanya Carl.


“Tidak ada pilihan lain selain meminta bantuan pada orang itu. Kekuatan kita sudah banyak berkurang akibat Hugo terus menggerogoti kekuatan kita secara perlahan, tanpa bantuan orang itu, dalam waktu singkat kita pasti jatuh dalam genggaman Hugo,” ucap Antonio sadar jika kekuatannya sudah jauh melemah akibat gempuran Hugo.


“Begitu dia bersedia membantu kita, Hugo maupun keluarga Laurens, mereka sama sekali bukan lawan sepadan untuknya, dan entah berapa jam mereka bisa bertahan dari serangan orang itu!”


Antonio tahu seberapa mengerikan orang yang ingin dia mintai bantuan. Kekuatan orang itu seratus kali lebih kuat dibandingkan apa yang selama ini dimilikinya, dan bisa dikatakan orang itu adalah sosok penguasa dunia bawah yang sesungguhnya karena dia menguasai sebagian besar kekuatan dunia bawah di seluruh negeri.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2