
Ketika melihat Bryan dan yang lainnya pergi mengabaikan keberadaan mereka, salah satu pria yang dianggap Bryan sebagai sosok tidak penting bangkit berdiri, dan mencoba mengejar Bryan. Hanya saja dia tidak memiliki kesempatan mendekati Bryan karena Hugo lebih dulu menghentikan apa yang ingin dilakukan olehnya.
“Sebaiknya kamu tetap di sini dan jangan menambah masalah dengan tuanku!” ucap tegas Hugo pada pria yang seketika nyalinya menciut begitu dia melihat sorot mata Hugo, yang diarahkan padanya.
Sorot mata itu sangat tajam dan terasa sangat mengerikan, tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya, pria yang semula ingin mengejar Bryan, dia memilih kembali duduk tenang di tempat semula.
Sedangkan Hugo yang tak lagi melihat pergerakan orang-orang yang telah mengganggu suasana hati tuannya, dia bergegas pergi meninggalkan mereka, melangkahkan kaki menyusul Bryan dan yang lainnya, yang mana mereka telah menemukan ruangan khusus untuk menikmati makan siang bersama.
“Sekarang kita hanya bisa berharap pemilik Royal Company tidak melakukan sesuatu yang buruk pada kita!” ucap pria yang sesaat yang lalu ingin mengejar rombongan Bryan.
Pria satunya dan dua pria yang merupakan kekasih mereka mengangguk setuju. Sedangkan pria berkulit hitam, dia masih mengarahkan pandangannya ke arah kepergian rombongan Bryan. Saat ini dia memang takut pada kekuatan Royal Company, tapi dengan meminta bantuan seorang teman lama, dia memiliki keyakinan dapat menekan balik kekuatan Royal Company.
Teman lamanya memiliki kekuatan dan kekuasaan yang mungkin melebihi apa yang dimiliki Royal Company, lagipula teman lamanya tak hanya memiliki kekuasaan dan kekuatan di dunia bisnis, melainkan juga memiliki semua itu di dunia bawah yang penuh dengan darah dan kekejaman.
‘Dengan bantuannya aku pasti dapat meruntuhkan kekuasaan Royal Company dan aku akan merebut semua miliknya!’ ucapnya dalam hati dan dia masih berkeinginan besar memiliki kedua wanita pemilik Royal Company.
Di saat pria berkulit hitam merasa yakin dengan perencanaannya, Bryan dan yang lainnya sedang asik menikmati makan siang bersama. Makanan dan minuman terbaik telah tersaji di atas meja, dan dengan tenang semua orang menikmati makan siang mereka.
Tidak ada pembicaraan apapun selama mereka makan, yang ada hanya Nayla dan Eve yang bergantian memberi pelayanan pasa Bryan.
Selama tiga puluh menit mereka menikmati makan siang bersama, dan selesai makan siang mereka semua pergi ke perusahaan milik Bryan, termasuk Nayla dan Eve.
Gladis yang merasa keadaannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, dia juga ikut pergi ke kantor. Bukan pergi untuk bekerja, tapi dia ingin pergi dan menghabiskan waktu bersama Nayla dan Eve.
Tiga mobil beriringan pergi meninggalkan parkiran hotel, tempat keberadaan restoran yang menjadi lokasi makan siang semua orang yang berada di dalam mobil. Tanpa mereka semua sadari, di kejauhan ada seorang pria yang menatap tajam ke arah mobil mereka.
“Hari ini kalian bisa bersenang-senang bersama, tapi tak lama lagi aku akan melihat kalian merangkak di hadapanmu meminta pengampunan,” gumam pria sembari menatap mobil rombongan Bryan yang pergi meninggalkan parkiran.
Pria berkulit hitam adalah sosok yang masih ingin berurusan dengan Bryan, dan dia yakin dapat mengalahkan Bryan.
__ADS_1
...----------------...
Berada di ruang kerjanya bersama Gerry dan Hugo di saat para wanita menikmati waktu bersantai di ruang bersantai yang berada di sebelah ruang kerjanya, Bryan mulai melakukan pembicaraan serius dengan dua pria yang paling dia percaya sampai saat ini.
Saat ini satu jam telah berlalu setelah mereka meninggalkan restoran, dan dalam satu jam ini Bryan dengan bantuan Gerry berhasil mengungkap seluruh identitas dari orang-orang yang sebelumnya bertemu dengan mereka di restoran.
Tidak ada identitas istimewa dari dua pria dan dua wanita keturunan Asia Timur yang merupakan kekasih keduanya. Pria berkulit hitam seben juga tidak memiliki identitas istimewa, tapi semua terlihat berbeda saat melihat siapa-siapa yang memiliki hubungan dekat dengan pria ini.
“Dia ternyata memiliki hubungan pemilik kekuatan dan kekuasaan di dunia bawah, termasuk hubungan seperti saudara dengan Antonio,” ucap Bryan setelah dia mengetahui semua hal yang berhubungan dengan pria berkulit hitam.
“Lagi-lagi Antonio, sepertinya dalam waktu dekat kita sudah harus berurusan dengannya, dan ini jauh lebih cepat dari perkiraanku!” ucap Gerry yang sudah menebak jika tak lama lagi kekuatan Royal Company harus berbenturan dengan kekuatan Antonio, tapi semua bisa terjadi lebih cepat dari perkiraannya.
Awalnya Gerry mengira gesekan baru akan terjadi satu sampai dua bulan yang akan datang, dan itu akan dimulai dengan gesekan kecil kedua kekuatan.
Namun setelah yang terjadi hari ini Gerry memiliki keyakinan gesekan itu akan segera terjadi dan gesekan itu tidak diawali dengan gesekan kecil, melainkan langsung terjadi gesekan besar yang akan menentukan masa depan kedua kekuatan.
“Hugo, apa kamu masih ingat sekuat apa kekuatan yang dimiliki Antonio?” tanya Bryan pada Hugo yang diketahuinya di masa lalu pria itu adalah musuh bebuyutan Antonio, dan kalau saja di masa lalu dirinya tidak lemah karena wanita, dia tak akan kalah dari Antonio.
Bryan menganggukkan kepala mendengar itu dan dia cukup kagum dengan kekuatan yang dimiliki Hugo, dan dia merasa tak akan mudah mengalahkan pria itu apalagi jiga pria itu meminta bantuan kekuatan dunia bawah lainnya.
“Bagaimana menurut kalian jika kita mengambil alih kekuatan dunia bawah lainnya selain kekuatan yang berada di tangan Antonio?” tanya Bryan pada kedua orang di hadapannya.
Beberapa saat setelah mendengar itu Gerry dan Hugo bersamaan tersenyum menandakan mereka setuju dengan apa yang ingin dilakukan Bryan untuk mengambil alih kekuatan dunia bawah, selain yang berada di tangan Antonio.
“Tuan, untuk melakukan itu bagaimana jika saya yang melakukannya?” ucap Hugo yakin dapat melakukan semua itu untuk Bryan.
“Kamu memang yang akan melakukan semua itu dengan terjun langsung ke lapanga, tapi kamu tidak akan melakukannya sendirian!” Bryan mengarahkan pandangannya ke arah Gerry.
“Gerry akan membantumu dengan kemampuan yang dimilikinya, dan aku yakin dengan kerjasama kalian semua akan berjalan sesuai dengan keinginanku,” ucap Bryan memiliki keyakinan besar pada kerjasama antara Gerry dan Hugo.
__ADS_1
“Kamu bisa percayakan tugas ini pada kami!” ucap Gerry sangat percaya diri, dan dia yakin hasil pekerjaannya tak akan mengecewakan Bryan.
“Dalam beberapa hari ke depan aku menunggu kabar baik dari kalian!” ucap Bryan lalu dia mengakhiri pertemuan dan membiarkan Gerry dan Hugo kembali ke ruang kerja mereka masing-masing.
Tertinggal seorang diri di dalam ruang kerjanya, entah kena dia tiba-tiba teringat sosok wanita yang telah mengkonsumsi pil seperti yang dikonsumsi Nayla dan Eve. Bryan berpikir kenapa sampai sekarang wanita itu belum menghubunginya, atau berinisiatif menemuinya.
Semua itu hanya ada di pikiran Bryan, tanpa dia tahu sebuah kenyataan yang terjadi antara wanita itu dengan kedua wanitanya. Tanpa sepengetahuannya, wanita itu telah menjalin hubungan baik dengan kedua wanitanya.
Bahkan bukan hanya menjalin hubungan baik dan akrab dengan wanita itu, tapi kedua wanita Bryan juga memiliki hubungan baik dengan dokter wanita yang pernah merawat Eve, dan belum lama ini mereka baru tahu kalau dokter itu merupakan kenalan lama Bryan.
“Hah...”
Bryan menghela napas sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursinya. “Aku sudah memiliki dua wanita yang sangat sempurna, tapi kenapa aku masih terpikir sosok wanita lainnya,” gumamnya pelan sambil dia mencoba menghilangkan bayang-bayang Monica yang muncul dalam pikirannya.
Saat Bryan bangkit berdiri dan bermaksud menghampiri kedua wanitanya, dia merasakan handphone di sakunya bergetar, dan saat melihat layar handphone dia melihat panggilan telepon dari nomor tidak dikenali.
Begitu menjawab panggilan, Bryan mendengar suara seseorang berbicara padanya.
“Bryan, tolong aku! Ada beberapa orang yang tiba-tiba menculikku!”
Meski suaranya sangat lirih, Bryan sangat mengenali pemilik suara yang dia dengar. Suara yang dia dengan adalah milik Dokter Rosaline atau Elena, dan dari suara yang didengarnya dia yakin wanita itu tidak sedang main-main.
Walaupun masih marah dengan wanita itu, Bryan tidak begitu saja mengabaikannya. “Katakan padaku dimana kamu saat ini!” ucap Bryan.
Dokter Rosaline menyebutkan sebuah alamat, tapi sebelum melengkapi alamat yang disebutkan, dia mendengar suara teriakan pria dan tak lama panggilan teleponnya dengan wanita itu terputus.
Bryan terasa tidak asing dengan suara pria itu, dan dia segera meminta Gerry untuk mencari keberadaan Dokter Rosaline melalui seluruh kamera cctv yang tersebar di setiap sudut kota.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.