Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Tidak Percaya Dengan Apa Yang Terlihat


__ADS_3

Lima menit berlalu.


Hanya dalam lima menit Bryan, Monica, serta Jeni, mereka berhasil membereskan lima belas penjaga di lantai ketiga, dan baru kali ini Jeni melihat kekuatan serta kemampuan yang dimiliki Monica tak berbeda jauh dengan apa yang dimiliki Bryan.


‘Aku yakin ada sesuatu diantara mereka,’ ucap Jeni dalam hati dan dia menunjukkan senyuman kecil tanpa terlihat oleh kedua orang di dekatnya.


Tak tau apa yang dipikirkan Jeni, Bryan terus berjalan menuju ruang tertutup bersama dengan Monica yang berjalan di dekatnya. Di dalam ruangan itu terlihat apa yang membuat dia ingin cepat pulang dan bertemu dengan kedua wanitanya.


‘Sialan, bagaimana mereka bisa seliar itu?’ ucapnya dalam hati, lalu dia segera mengarahkan pandangan bergantian pada Monica dan Jeni.


“Apa kalian tetap ingin masuk dan melihat apa yang terjadi di dalam sana? Jika tidak kuat melihat adegan panas antara pria dan wanita, aku sarankan kalian untuk tetap berdiam diri di tempat ini!” Bryan mengingatkan keduanya tentang apa yang akan mereka lihat, dan dia tak akan bertanggung jawab atas apa yang nantinya mereka lihat.


Monica tidak masalah melihat apa yang dimaksudkan oleh Bryan karena dia pernah melihat mantan kekasihnya melakukan itu dengan wanita malam. Sedangkan Jeni, dia yang juga tahu maksud Bryan, dia memutuskan tinggal di luar di ruangan karena tidak ingin melihat sesuatu yang belum pantas dilihat wanita muda sepertinya.


“Dikarena kamu sudah memutuskan ikut masuk bersamaku, jangan menyesal dengan apa yang segera kamu lihat!” ungkap Bryan dan langsung saja dia menendang sampai hancur pintu yang ruangan, yang mana di dalam ruangan itu terdapat lima belas orang yang sedang mengadakan pesta liar.


Masuk ke dalam ruangan, keberadaan Bryan dan Monica mengejutkan semua orang di dalam ruangan, termasuk lima pria yang langsung saja mengambil pistol, dan mengarahkannya pada Bryan dan juga Monica.


“Kalian siapa? Beraninya kalian mengganggu kesenangan kami? Apa kalia sudah tidak ingin hidup sampai berani mengganggu kami?” teriak salah satu pria sembari dia mengarahkan pistol di tangannya ke arah kepala Bryan.


Bryan dan Monica sama-sama tersenyum mendengar itu. “Kamu ingin tahu kami siapa? Kalau kamu ingin tahu siapa kami, aku hanya bisa memberimu satu jawaban, kami adalah orang yang akan menyeret kalian ke tiang gantungan untuk mempertanggungjawabkan seluruh pelanggaran hukum, yang pernah kalian lakukan,” jawab Monica.


Terlihat adanya ketakutan di wajah empat dari lima pria yang hanya menggunakan selimut untuk menutupi bagian milik mereka, sedangkan satu pria lainnya dia masih terlihat begitu tenang, bahkan senyuman sinis terlihat di wajahnya, dan senyuman itu dia tujukan pada Bryan dan Monica.


“Ingin menyeret kami semua ke tiang gantungan? Apa kalian pikir bisa melakukan itu pada kami?” tanya pria yang masih begitu tenang.


“Kenapa kami tidak yakin dapat melakukan itu pada kalian? Apa kalian berlima pikir dapat lari dari kami, sedangkan para penjaga kalian di setiap lantai bangunan ini telah berhasil kami lumpuhkan?” ujar Bryan menatap sinis kelima pria, sedangkan sepuluh wanita dengan panik mereka memilih menyingkir ke sudut ruangan lain, menjauhi lima pria yang telah membayar mahal mereka.

__ADS_1


Merasa percuma mengancam dua orang yang berdiri di depan pintu ruangan dengan pistol di tangannya, satu pria yang begitu tenang kembali berbicara, “Pistol kecil ini memang tidak cukup untuk menakut-nakuti kalian, dan lagi aku yakin kalian masih memiliki banyak anggota di luaran sana, tapi bagaimana kalau aku mengatakan di bangunan ini telah terpasang banyak bom?”


Mendengar itu, empat pria lainnya terkejut karena mereka tidak tahu menahu tentang keberadaan bom di tempat yang selama ini mereka jadikan markas utama. Sedangkan Bryan dan Monica, keduanya masih tetap terlihat tenang.


"Jika semua bom itu meledak, aku yakin kalian berdua dan seluruh anggota kalian di bangunan ini akan mati, meski sebagai bayarannya aku juga akan mati di tempat ini!” ucapnya sembari mengeluarkan remote control sebagai alat peledak bom jarak jauh.


“Aku yakin kalian berdua tidak ingin mati di tempat ini bersamaku, dan juga kehilangan banyak anggota berharga! Jadi, bagaimana jika kalian segera tinggalkan tempat ini, dan berusaha di lain waktu untuk menangkapku?” ujar pria yang sama dan terlihat dia sangat percaya diri.


Nyatanya apa yang ingin dia lakukan kalau benar-benar dilakukan, semua itu hanya membuat takut empat pria dan sepuluh wanita di pojok ruangan. Sedangkan Bryan dan Monica yang sudah tahu sebuah kenyataan, mereka sama sekali tidak merasakan rasa takut.


“Kalau kamu meledakkan semua bom di bangunan ini, silahkan kamu melakukan itu dan kita bisa bersama-sama mati di tempat ini!” ucap Bryan tenang sembari menunjukkan senyuman di wajahnya.


Pria yang memegang remote control di tangan kanannya, dia merasakan keanehan saat melihat ketenangan yang ditunjukkan dua orang di depan pintu, dan entah kenapa dia tiba-tiba memiliki firasat buruk tentang keberadaan bom, yang dia letakkan di tempat tersembunyi.


Menekan tombol di remote control yang berada di tangannya, tak ada yang terjadi setelah dia menekannya, bahkan meski berkali-kali memekan, sama sekali tidak ada yang terjadi. Jangankan ledakan besar, ledakan kecil saja tidak terjadi.


“Kebetulan kami berhasil menemukannya, sekaligus berhasil menjinakkan semuanya. Jadi, semua senjata tersembunyi yang kamu miliki sudah tak berguna,” ucap Bryan mengungkapkan kebenaran.


“Kalian semua sebaiknya menyerahkan diri secara baik-baik daripada melakukan perlawanan yang sia-sia!” ucap tegas Monica meminta lima pria menyerah secara baik-baik.


Tentunya mereka tak ingin begitu saja menyerah secara baik-baik, sedangkan di tangan mereka masih ada pistol yang dapat digunakan untuk perlawanan terakhir. Meski harus mati, setidaknya dua orang di depan pintu harus ikut mati bersama mereka.


“Siapa juga yang ingin menyerahkan diri secara baik-baik pada kalian? Daripada menyerahkan diri, lebih baik kami membawa kalian berdua mati bersama kami!” Mengarahkan pistol ke arah Bryan dan Monica, bersama-sama mereka menembakkan seluruh peluru, yang ada di pistol mereka masing-masing.


“Dor... Dor... Dor... Dor...”


Rentetan peluru melesat ke arah Bryan yang bergerak melindungi Monica, dan dengan mata kepala sendiri kelima pria melihat bagaimana peluru-peluru yang mereka tembakkan terpantul begitu menghantam tubuh Bryan.

__ADS_1


“I-ini tidak mungkin! Bagaimana bisa semua bagian tubuhnya kebal terhadap tembakan?” tanya salah satu pria yang telah kehabisan peluru pistolnya.


Dia tidak percaya meski melihat semua kejadian menggunakan mata di kepalanya sendiri. Bukan hanya dia, tapi empat pria lainnya juga sulit percaya dengan apa yang mereka lihat.


“Senjata mainan sama sekali tidak berguna untukku, dan sekarang giliranku yang menyerang kalian!” Dengan senyuman menghiasi wajahnya, sosok Bryan bergerak bagaikan bayang-bayang memukuli kelima pria yang tak berdaya berhadapan dengannya.


Hanya dalam beberapa detik saja mereka semua telah kehilangan kesadaran, tapi kematian masih jauh dari mereka.


Setelah menyelesaikan apa yang harus diselesaikannya, Bryan membiarkan Monica mengurus sisanya, meski pada akhirnya Monica menyuruh para pria anggota pasukan elitnya untuk membereskan kelima target utama penggerebekan yang mereka lakukan.


Untuk kesepuluh wanita penghibur, mereka akan dibawa ke kantor Departemen Kepolisian untuk dimintai kesaksian selama mereka menemani lima pria yang membayar mahal mereka.


Sementara itu, Bryan yang sudah berada di luar bangunan yang sekarang begitu ramai oleh anggota pasukan elite milik Monica, Bryan membersihkan dua belatinya yang berlumuran darah, begitu juga dengan kedua tangannya yang terdapat jejak cipratan darah.


Ketika Bryan menyelesaikan acara bersih-bersih nya, dia mendengar suara sistem menggema di kepalanya.


[Ding... tuan rumah berhasil menyelesaikan misis sampingan > tangkap semua orang di dalam bangunan]


[Mendapatkan hadiah misi > 20 pil prajurit super, kekuasaan setengah kekuatan dunia bawah]


Bryan yang mendengar semua itu tersenyum, dan bisa membayangkan seperti apa kekuatan miliknya di masa depan dengan adanya dua puluh prajurit super.


Dengan apa yang segera dimilikinya, dalam kurun waktu satu bulan dia yakin dapat menyapu bersih kekuatan dunia bawah yang merugikan banyak orang, dan dalam satu bulan kemungkinan besar dia sudah bisa menyelesaikan dua misi utama kebangkitan yang diberikan sistem padanya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2