Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Menjadi Orang Asing


__ADS_3

Suasana Mansion Bryan seketika menjadi hening setelah kehadiran Jacob diantara penghuni Mansion. Dari situasi saat ini jelas tidak ada satu orang pun di Mansion yang menginginkan keberadaan pria itu.


Saat semua orang bungkam tak bersuara, Dokter Rosaline pergi menghampiri Jacob untuk menanyakan maksud dari kedatangannya. Melihat Dokter Rosaline menghampiri Jacob, semua orang segera mengarahkan perhatian pada wanita itu, dan penasaran dengan apa yang ingin dilakukannya.


Saat ini keadaan Dokter Rosaline sudah jauh lebih baik dibandingkan sesaat setelah sesuatu yang sangat baruk hampir menimpa dirinya. Di hadapan Jacob dia sangat tenang dan menunggu apa yang diinginkan pria itu darinya.


Bryan sendiri bersama dengan Gerry juga berada di tempat yang sama dengan mereka. Gerry yang memilih berdiri di dekat Gladis, sedangkan Bryan hanya diam di tempat, menunggu apa yang akan terjadi antara Jacob dan Gladis.


Setelah menghela napas panjang, Jacob mulai bicara, “Aku datang untuk meminta maaf padamu! Aku tahu sulit bagimu memaafkanku setelah apa yang aku lakukan, tapi aku sangat berharap dapat maaf darimu, dan mungkin kita masih bisa berteman seperti di masa lalu!”


“Jacob, aku sudah memaafkan kesalahanmu di masa lalu, tapi tak akan pernah ada hubungan apapun diantara kita di masa depan! Di masa depan kita hanyalah orang asing yang tidak saling kenal!” jawab tegas Dokter Rosaline.


Setelahnya, Dokter Rosaline begitu saja berbalik arah lalu melangkah meninggalkan Jacob selesai dia bicara. Jacob mengejar dan mencoba meraih tangan wanita itu, tapi Bryan datang lebih dulu dan menahan apa yang ingin dilakukan Jacob.


“Keadaannya baru saja membaik setelah apa yang terjadi padanya, sebaiknya saat ini kamu jangan memaksakan kehendakmu padanya karena itu dapat kembali memperburuk keadaannya!” ucap Bryan dengan suara datar tanpa ekspresi.


Bryan melepaskan tangan Jacob yang sebelumnya terulur untuk meraih tangan Dokter Rosaline, dan membiarkan pria itu diam di tempat untuk beberapa waktu.


“Sebaiknya kamu tinggalkan tempat ini karena keberadaanmu hanya membuat keadaannya kembali memburuk!” Bukan Bryan yang berbicara, melainkan Nayla yang sejak awal tidak suka dengan keberadaan Jacob.


Para wanita telah mendengar dari Dokter Rosaline apa yang terjadi di antara sang Dokter dan pria bernama Jacob. Dari cerita Dokter Rosaline, mereka jelas tahu kalau Jacob adalah pria yang akan melakukan apapun demi keuntungannya.


Meski dalam situasi ini mereka membela Dokter Rosaline, tapi mereka juga tidak membenarkan kebohongan Dokter Rosaline tentang kematiannya, dan mereka menuntut Dokter Rosaline untuk segera mendapatkan maaf dari Bryan, dan menjelaskan secara rinci apa sebenarnya yang sudah terjadi pada dirinya selama ini.


Jacob menundukkan kepala tak berdaya mendengar ucapan Nayla. “Maaf aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa untuk mendapatkannya selain melakukan kebohongan terbesar selama hidupku!”

__ADS_1


“Kesalahanmu sudah termaafkan, tapi seperti apa yang dikatakan saudari Rosaline, di masa depan kamu hanyalah orang asing yang tak seorangpun dari kami ingin mengenal siapa dirimu!” ucap Eve lalu dia dan wanita lainnya pergi menyusul Dokter Rosaline yang pergi ke kamarnya.


Setelah kepergian para wanita yang sudah menghilang dari pandangan, di tempat yang semula ramai kini hanya tersisa tiga orang pria. “Kamu tentu tahu jalan keluar dari tempat ini!” ucap Bryan lalu dia pergi begitu saja meninggalkan Jacob yang kali ini berada di dalam pengawasan seorang Gerry, dan dikejauhan ada Hugo yang turut mengawasi keberadaannya.


Jacob pada akhirnya memutuskan pergi, tapi sebelum pergi dia menitipkan sebuah kotak pada Gerry yang berdiri di jalan menuju pintu keluar. “Tolong berikan ini pada Rosaline! Jika dia tidak ingin menerimanya, terserah kamu mau apakan benda ini,” ucapnya lalu dia pergi meninggalkan Mansion Bryan.


Gerry mengamati kotak pemberian Jacob yang harus dia berikan pada Dokter Rosaline. “Siapa juga yang mau menuruti keinginannya!” Daripada diberikan pada Dokter Rosaline, Gerry lebih tenang jika memberikan kotak di tangannya pada Bryan.


Pergi ke ruangan Bryan, Gerry memberikan kotak pemberian Jacob pada Bryan dan saat kotak itu dibuka keduanya dapat melihat sebuah gelang biasa. “Besok aku sendiri yang akan memberikan benda ini padanya,” ucap Bryan.


...----------------...


Disaat orang-orang di Mansion masih terlelap dari tidurnya, bahkan waktu matahari terbit masih membutuhkan waktu beberapa jam lagi, terlihat seseorang sudah memulai aktivitasnya, bahkan dia sudah menggunakan seragam lengkap.


Seseorang itu adalah Monica, dan disaat jam masih menunjukkan pukul tiga pagi dia sudah harus bertugas karena ada panggilan darurat dari anggotanya, tapi dia tidak menyangka jika ada sosok yang saat ini sedang mengawasi persiapannya.


Sangat familiar dengan suara Bryan, saat berjalan melewati ruang keluarga Monica langsung saja mengarahkan pandangan ke sumber suara. Meski lumayan gelap dengan penerangan minim, tak sulit baginya menemukan keberadaan Bryan.


“Anggota elite kepolisian yang baru aku bentuk di kota ini ingin melakukan penggerebekan markas salah satu kelompok dunia bawah yang selama ini menjadi penguasa pasar narkoba di kota ini. Dikarenakan ini adalah rencana penggerebekan dengan resiko tinggi, keberadaanku sangat dibutuhkan mereka,” ucap Monica.


Mendengarnya, Bryan segera bangkit dari tempat duduk lalu berjalan menghampiri Monica. “Kalau begitu aku ikut denganmu karena aku tidak rela membiarkan kamu berada di situasi berbahaya tanpa keberadaanku!” ucapnya.


Seketika wajah Monica memerah di tengah kegelapan begitu mendengar ucapan Bryan. Dia tidak menyangka Bryan mengatakan itu, dan tahu seperti apa kekuatan Bryan tentu dia tak menolak keberadaan pria itu di dekatnya.


“Aku tidak melarang kamu ikut, tapi kita harus segera sampai di tempat mereka kurang dari tiga puluh menit! ucap Monica sambil melihat jam di tangannya yang menyala redup di tengah kegelapan.

__ADS_1


“Aku tidak perlu melakukan persiapan lebih, jadi kita bisa berangkat sekarang juga,” ucap Bryan yang mana saat ini dia terlihat begitu santai dengan sandal karet, kaos polos, serta celana training.


Dibandingkan ingin pergi menangkap kelompok penjahat, penampilan Bryan saat ini lebih cocok jika dia ingin pergi tidur, tapi Monica mengabaikan persiapan asal-asalan Bryan, dan mereka segera pergi menuju tempat penggerebekan.


...----------------...


Dengan Bryan yang mengemudikan mobil, kurang dari tiga puluh menit mereka telah sampai di tujuan, dan seluruh anggota Monica segera merasa aneh saat mereka melihat penampilan Bryan.


“Jangan melihatnya dari apa yang terlihat karena itu semua hanya kamuflase untuk menyembunyikan kekuatannya!” ucap Monica pada semua anggotanya yang bingung melihat penampilan Bryan, dia tak hanya sekedar berucap, tapi di waktu bersamaan dia menusukkan sebuah belati ke arah Bryan dan semua anggotanya dapat melihat belati itu bengkok saat berbenturan dengan tubuh Bryan.


Hanya dengan melihat itu mereka tahu kalau pria di sebelah Monica bukanlah sosok sembarangan, dan mereka menilai pria itu jauh lebih berbahaya dibandingkan sosok Monica.


“Bagaimana, apa kalian sudah memastikan mereka semua berada di dalam sana?” tanya Monica memecah keheningan sembari mengarahkan pandangan ke bangun tiga lantai yang berada tak jauh darinya.


“Mereka semua sudah berkumpul di tempat itu, dan anggota yang lainnya telah membuat parimeter untuk mencegah siapapun keluar dari bangunan. Sampai saat ini belum terlihat satupun dari mereka meninggalkan gedung,” jawab wanita yang merupakan tangan kanan Monica.


“Saat ini di dalam bangunan terdapat tujuh puluh lima orang dan mereka semua bersenjata. Lima belas orang berjaga di lantai pertama, dua puluh orang di lantai kedua, sedangkan sisanya berada di lantai ketiga termasuk dengan lima orang yang mungkin menjadi target kalian,” ucap Bryan merinci jumlah musuh dan keberadaan mereka.


Dengan mata tembus pandang mudah bagi Bryan mengetahui semua itu. “Satu lagi, ada bom yang sewaktu-waktu bisa meledak, jadi sebelum masuk sebaiknya biarkan aku masuk bersama beberapa dari kalian yang memiliki keahlian menjinakkan bom!”


Semua orang tercengang mendengar itu, kecuali Monica yang sedikit banyak sudah tahu sekuat apa Bryan, dan seberapa banyak keahlian yang dimilikinya.


“Aku dan Jeni akan ikut denganmu masuk karena kami cukup ahli menjinakkan bom, tapi sebelum masuk setidaknya kamu menggunakan perlengkapan seperti yang kami gunakan!” Monica menunjuk mobil van berwarna hitam yang berisikan berbagai perlengkapan.


Tak ingin membuang waktu berharga, Bryan segera memakai perlengkapan seperti penutup wajah, pakaian khusus, sarung tangan, sepatu, dan dia mempersenjatai diri dengan belati dan pistol. Setelah semua perlengkapan selesai dia pakai, dia bersama Monica dan Jeni segera masuk ke bangunan tempat target penggerebekan berada.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2