
Setelah menikmati makan malam bersama dua wanitanya di mansion, Bryan melihat pesan dari temannya, dan ternyata temannya telah mendapatkan beberapa pria tampan yang akan digunakan untuk menjebak Jean.
Satu persatu Bryan melihat foto empat pria yang disiapkan temannya, dan dia merasa puas karena penampilan mereka jauh lebih baik dibandingkan Chris.
Melihat penampilan mereka berempat Bryan yakin Chris akan mengira hubungan Jean dengan mereka murni perselingkuhan, bukan hanya sekedar memburu kenikmatan.
“Sengaja hanya menyiapkan empat orang karena dia ingin menjadi yang kelima. Dasar pria, melihat yang bening langsung tergoda,” ucap Bryan setelah dia selesai membaca keseluruhan pesan temannya.
Malam indah Jean akan terjadi di malam akhir pekan ini, dan Bryan sudah tidak sabar menikmati malam yang akan menjadi salah satu malam terindah selama hidupnya.
“Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi padanya pada akhir pekan ini. Lagipula kenapa juga aku harus peduli pada pengkhianat, dan orang yang menginginkan kematianku?” Bryan hanya akan peduli pada orang yang peduli padanya, dan dia sama sekali tidak peduli pada orang-orang yang memiliki niatan buruk padanya.
Mematikan layar handphonenya, Bryan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dan mencoba memejamkan kedua matanya. Suasana malam yang tenang diiringi suara gerimis, membuatnya segera terlelap dalam tidur, dan mimpi indah.
...----------------...
[Ding... misi sampingan > olahraga pagi berlari sejauh 10 kilomet, batas waktu sampai jam 09.00]
[Hadiah misi > insting petarung super, dengan insting petarung super tuan rumah dapat merasakan bahaya sejauh satu kilometer dari keberadaan tuan rumah, selain itu tuan rumah juga akan memiliki gerak reflek empat kali lebih cepat dibandingkan orang-orang yang melatih kecepatan gerak reflek]
[Hukuman kegagalan misi > junior tuan rumah tidak dapat bangun selama lima tahun kedepan]
Bryan yang semula ingin tidur lebih lama, seketika dia terbangun setelah mendengar suara sistem memberinya misi, dan hukuman sadis yang akan dia terima jika gagal menyelesaikan misi tepat waktu.
“Sial! Aku harus segera menyelesaikan misi jika tidak ingin menjadi pria tidak berguna selama beberapa tahun ke depan!” Bergegas mencuci mukanya di kamar mandi, Bryan buru-buru mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga.
Untuk sepatu olahraga, barang-barang itu sudah ada di mansion nya begitu dia melihat apa saja yang ada di lemari penyimpanan sepatu miliknya. Tak tanggung, setidaknya ada sepuluh sepatu yang bisa dia gunakan untuk olahraga pagi.
__ADS_1
“Sekarang masih jam enam pagi. Jarak sepuluh kilometer bukan jarak yang jauh, kurang dari satu jam aku pasti dapat menyelesaikannya!” gumamnya dan segera dia keluar mansion untuk memulai misi sistem.
Melalui jalanan di sekitaran mansion miliknya yang masih sepi, Bryan berlari kearah danau alami yang berada tak begitu jauh dari mansion nya. Di sekeliling danau ada jalan setapak yang memang dibuat sebagai fasilitas lari. Dia bermaksud menyelesaikan misi dengan berlari mengelilingi danau.
“Orang-orang kaya yang tinggal di sekitaran tempat ini jelas mereka tidak akan menghabiskan waktu paginya dengan berolahraga di luar ruangan. Mereka pasti lebih menikmati olahraga di dalam ruangan dengan peralatan modern,” ucapnya sambil terus berlari.
Terus berlari dengan kecepatan maksimalnya, Bryan melihat wanita berlari tak jauh darinya, tepatnya wanita itu berada di depannya, dan sedang berlari santai.
Dari lekuk tubuhnya Bryan merasa tak asing dengan wanita itu, tapi karena hanya melihat dari belakang dan tak melihat wajah wanita itu, Bryan belum seratus persen yakin kalau wanita yang dilihatnya saat ini adalah wanita yang ada di dalam pikirannya.
Sekalipun menggunakan kemampuan mata tembus pandangnya, bukannya melihat wajah wanita itu, yang dia lihat justru sesuatu yang membuat juniornya mulai memberontak, dan akhirnya dia memutuskan melihat langsung dengan cara mendahului wanita itu.
Ketika berlari hampir sejajar dengan wanita yang membuatnya penasaran, akhirnya dia melihat sedikit wajah wanita itu dan pemikirannya tak salah. “Memang dia dan aku tidak menyangka dia tinggal di sekitaran tempat ini,” gumamnya lirih.
Wanita itu adalah Dokter Rosaline, atau identitasnya dulu adalah Elena, teman lama Bryan, sekaligus cinta pertamanya, dan juga wanita yang telah melakukan kebohongan besar pada Bryan. Bahkan karena kebohongannya Bryan sempat mengalami depresi, sampai akhirnya dipertemukan Jean yang nyatanya tak lebih baik dari Elena.
Perasaan pada Dokter Rosaline yang dulu dia kenal sebagai Elena mungkin sudah memudar, tapi dia masih merasa ada amarah yang tersisa saat mengingat kebohongan besar wanita itu di masa lalu.
“Lebih baik aku menghindarinya daripada melampiaskan amarahku padanya!” ucapnya pelan dan dia terus melanjutkan lari, dan dia sudah setengah jalan menyelesaikan misi sitem.
Sampai di pinggir danau Bryan melihat beberapa orang yang ternyata juga sedang melakukan lari pagi, tapi mereka tak saling sapa karena memang tak saling kenal. Akan tetapi, saat Bryan hampir selesai melakukan satu putaran mengelilingi danau, tiba-tiba dia mendengar suara wanita memanggil namanya.
Menolehkan kepala melihat ke arah wanita yang memanggil namanya, Bryan mengerutkan kening begitu mengetahui siapa wanita yang memanggik namanya. Wanita itu tak lain adalah Dokter Rosaline, sosok yang tadi dia hindari keberadaannya.
“Sial! Bukannya menghindarinya, aku justru bertemu dengannya dan dia mengetahui keberadaanku,” ucapnya pelan, dan dia sedikit memperlambat larinya karena Dokter Rosaline terus memanggil namanya.
“Tuan Bryan, aku tidak menyangka bisa bertemu Tuan di tempat ini. Apa Tuan tinggal tak jauh dari tempat ini?” tanya Dokter Rosaline yang saat ini berlari tepat di sebelah Bryan, dan terlihat senyuman lebar di wajahnya.
__ADS_1
Bryan bukanlah tipe orang yang suka berbasa-basi. Setelah tahu siapa Dokter Rosaline yang sebenarnya, dia tak perlu menutupi apa yang diketahuinya. “Aku memang tinggal tak jauh dari tempat ini, dan aku juga tidak menyangka kalau Bu Dokter atau bisa aku panggil...” Bryan tidak melanjutkan ucapannya, dia memilih mempercepat larinya, mengabaikan Dokter Rosaline yang tiba-tiba diam di tempat.
Dokter Rosaline masih saja berdiri di tempatnya, dengan pandangan tertuju pada Bryan yang terus berlari menjauh.
“Apa dia sudah mengetahuinya? Akan tetapi, bagaimana dia bisa mengetahuinya sedangkan data kehidupanku seluruhnya tak berhubungan dengan kehidupanku di masa lalu?”
Dokter Rosaline terus memikirkan semua itu, bahkan tak menyadari kehadiran pria yang saat ini berada di sampingnya. Pria itu sejak beberapa waktu yang lalu terus memperhatikan Dokter Rosaline, bahkan saat Dokter Rosaline mendekati Bryan.
Namun saat melihat Dokter Rosaline berdiam diri di tempat setelah mendengar ucapan Bryan yang tak didengarnya, pria itu memutuskan pergi menghampiri Dokter Rosaline.
“Dia mengetahuinya, dan sekarang apa kamu menyesali perbuatanmu di masa lalu?” tanya pria itu, yang tak lain dia adalah Jacob, pemilik rumah sakit tempat Dokter Rosaline, teman lama Bryan, dan statusnya saat ini adalah tunangan Dokter Rosaline.
Meski sebagai tunangan, Jacob tahu kalau Dokter Rosaline tak benar-benar menginginkan pertunangan diantara mereka, bahkan dia sangat tahu siapa pria yang selalu ada di hati Dokter Rosaline dari dulu sampai sekarang.
“Tinggalkan aku sendiri!” ucap Dokter Rosaline yang begitu saja pergi meninggalkan Jacob.
Jacob membiarkan Dokter Rosaline pergi dan dia tak ingin mengganggunya karena keberadaannya justru akan membuat wanita itu bersedih.
“Bryan, maafkan aku! Seandainya malam itu tidak terjadi, aku tidak akan menjadi benalu di hubungan kalian.”
Jacob teringat peristiwa beberapa tahun yang lalu. Dia yang dalam keadaan mabuk berat karena baru ditinggalkan kekasihnya, tak sengaja dia bertemu Dokter Rosaline yang sama-sama sedang mabuk berat. Dikarenakan pengaruh minuman dan berhalusinasih, keduanya tak sadar satu sama lain, dan mereka bersama-sama menghabiskan malam panas di hotel.
Semula Jacob tak percaya jika wanita yang melakukan itu dengannya adalah Dokter Rosaline yang tak lain adalah Elena, tapi setelah Dokter Rosaline menjelaskan siapa dirinya, dia baru percaya jika Dokter Rosaline adalah Elena, dan dia telah merusaknya.
“Bryan, sekarang aku sungguh tidak punya muka bertemu denganmu, apalagi setelah apa yang kamu berikan pada keluargaku di masa lalu.” Jacob sadar kesalahannya tak akan pernah termaafkan oleh Bryan, dan kalau nyawanya bisa ditukar untuk kesalahannya dia tak keberatan melakukan semua itu.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.