Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Mengabadikan Pertemuan


__ADS_3

Bryan memandang Jean yang seluruh tubuhnya tertutup selimut dan hanya menunjukkan wajah yang sedang terlelap tidur karena lelah. “Saat tidur dia masih sama seperti dulu, tapi selain itu, bagiku dia hanya wanita asing.”


Gerry yang mendengarnya, dia menepuk pelan bahu Bryan. “Diluaran sana masih banyak wanita yang jauh lebih baik darinya. Aku yakin tak butuh waktu lama bagimu untuk mendapatkan wanita terbaik, yang akan menjadi pendamping hidupmu.”


Senyuman terlihat di wajah Bryan saat Gerry membicarakan tentang pendamping hidupnya, dan bayangan Nayla serta Eve segera saja muncul dalam pikirannya. Dilihat dari sisi manapun, mereka jelas jauh lebih baik dibandingkan Jean.


Walau belum lama ini menjalin hubungan dekat dengan keduanya, tapi dalam waktu singkat dia tahu perbedaan mencolok antara kedua wanitanya saat ini dan Jean. Keduanya terlihat begitu tulus dengannya, sedangkan Jean, wanita itu hanya selalu memberi tuntutan padanya, dan menghabiskan semua hasil kerja kerasnya.


“Sebenarnya aku sudah mendapatkan wanita yang jauh lebih baik darinya, dan itu bukan hanya satu!” ungkap Bryan sembari menyunggingkan senyuman di wajahnya.


Gerry yang mengetahui semua itu, jelas dia sangat terkejut karena Bryan saat ini memiliki lebih dari satu wanita, selain itu dia juga penasaran siapa identitas dari wanita-wanita itu.


“Apa sekarang kamu berniat mempermainkan wanita setelah apa yang dilakukan wanita ini padamu?” tanya Gerry, dan dia sangatlah penasaran dengan jawaban Bryan.


“Aku tidak mempermainkan wanita. Kedua wanita yang saat ini dekat denganku, mereka tak masalah aku memiliki dua wanita, dan lagi beberapa hari ini mereka sudah tinggal bersamaku,” jawab Bryan dan entah kenapa Gerry yang mendengar semua itu merasa iri.


“Setelah ditimpa musibah, sekarang kamu justru mendapatkan ganti dua sekaligus. Ngomong-ngomong, apa aku mengenali kedua wanitamu yang sekarang?” Gerry begitu ingin tahu identitas wanita Bryan.


“Aku rasa kamu sangat mengenali salah satu dari mereka. Nayla, jangan bilang kamu tidak mengenalnya? Sedangkan wanita satunya, dia Eve, teman lamaku yang sempat putus kontak denganku selama beberapa tahun.” Meski saat ini keduanya tak berada di dekatnya, Bryan mengenalkan siapa kedua wanitanya pada Gerry.


Geery merasa senang mengetahui Bryan akhirnya memiliki hubungan spesial dengan Nayla karena dia tahu wanita itu sudah sejak lama mencintai Bryan, sekalipun Bryan telah bertunangan.


Untuk wanita satunya dia memang tak mengenalnya, dan barusan adalah kali pertama dia mendengar namanya. Namun dengan Nayla yang tak keberatan menerima keberadaan wanita itu, dia yakin wanita itu baik untuk Bryan.


“Semoga saja mereka adalah wanita terbaik untukmu!” ucap Bryan.


Bryan mengangguk. “Sebentar lagi pagi, sebaiknya kita segera tinggalkan tempat ini!” ucapnya, lalu dia dan Gerry segera keluar dari kamar yang ditempatin Jean.


Untuk keempat pria yang telah mendapat kepuasan dari tubuh Jean serta mendapatkan bayaran, mereka sudah beberapa waktu yang lalu pergi meninggalkan hotel dengan segala kepuasan yang didapatkan.


Bryan pergi ke parkiran menuju mobil Lamborghini nya, lalu dia segera tancap gas pulang ke Mansion. Sedangkan Gerry, dia yang ingin memastikan Jean keluar dari hotelnya, dia menunggu keluarnya Jean di ruang kerjanya, yang berada di salah satu kamar hotel hotel lantai dua.

__ADS_1


...----------------...


Chris yang baru keluar dari rumah sakit setelah mendapat perawatan dari semua luka di tubuhnya, saat ini dia memutuskan menunggu Jean keluar dari hotel, tapi hampir dua jam menunggu, dia tak kunjung mendapati mobil Jean keluar meninggalkan hotel. “Jangan-jangan dia sudah lebih dulu pergi meninggalkan hotel sebelum aku datang?”


Menggertakkan giginya marah, Chris bermaksud pergi meninggalkan hotel, tapi baru juga dia ingin kembali ke mobilnya, sebuah Lamborghini tiba-tiba berhenti tepat di depan mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.


“Yo teman lama, apa kabar?” Suara yang begitu dikenali Chris terdengar seiring dengan keluarnya pria pemilik mobil Lamborghini.


Suara pria itu sangat tidak asing bagi Chris. Mendengarnya dia merasa seolah mendengar suara orang yang sudah mati.


“Ka-kau, siapa kau? Kenapa suaramu sangat mirip dengan orang itu?” tanya Chris mulai ketakutan, tapi tak sedikitpun dia berpikir pria yang beru keluar dari mobil adalah sosok yang dikenalinya.


Bryan adalah sosok pria yang beru keluar dari mobil Lamborghini, dan dia sama sekali tidak terkejut mengetahui Chris tak mengenali siapa dirinya. Penampilannya memang mengalami perubahan, tapi tidak dengan suaranya.


Jika saat ini yang dikenali Chris dari dirinya hanyalah suara, itu sangat wajar.


“Chris, bagaimana kamu bisa tidak mengenali teman lamamu ini? Bukannya kamu dulu pernah berjanji akan menjadi teman terbaik yang aku miliki? Sepertinya kamu telah melupakan semua itu setelah merebut wanitaku dan mencoba mengakhiri hidupku!” Ekspresi ramah yang semula ditunjukkan Bryan, seketika berubah menjadi begitu dingin setelah dia selesai bicara.


Tatapan mata Chris tertuju pada wajah Bryan, yang kali ini terlihat jauh lebih sempurna dibandingkan saat terakhir dia melihatnya.


“Ka-kau tidak mungkin Bryan! Dia sudah mati dan aku sudah memastikan kematiannya. Tangan ini yang telah membunuhnya, dan tangan ini juga yang telah menguburnya. Beritahu aku, siapa kau sebenarnya?” ucap Chris yang justru mengungkap seluruh kesalahannya.


Bukannya langsung membalas, Bryan justru tersenyum lalu dia mengeluarkan handphone dari saku bajunya, lalu dia tetap melanjutkan perekaman video yang sedang berlangsung.


“Chris, aku tidak pernah benar-benar mati olehmu, dan selamat kamu telah tertipu dengan mayat palsu yang aku siapkan untuk membuatmu terlihat seperti pria bodoh karena tak percaya dengan Martin!” ucap Bryan tenang.


“Ka-kau benar-benar masih hidup?” tanya Chris tak peduli dengan keberadaan handphone di tangan Bryan.


Bryan menganggukkan kepalanya membenarkan jika dirinya benar-benar masih hidup. Sebenarnya dirinya memang pernah mengalami apa yang dinamakan kematian, tapi berkat sistem kebangkitan dia bisa mendapatkan hidupnya kembali.


Setelah melihat anggukan kepala Bryan, barulah Chris sepenuhnya sadar dengan handphone di tangan Bryan. “Kau, apa yang kau lakukan dengan handphone itu?”

__ADS_1


“Oh, handphone ini, aku hanya sedang mengabadikan pertemuan kita, setelah kamu berusaha membunuhku,” jawab Bryan dengan santainya.


Chris tidak begitu saja membiarkan Bryan memiliki barang bukti atas apa yang dilakukannya. Dia bergerak mencoba merampas handphone Bryan, tapi sayangnya Bryan telah bersiap dengan segala upaya yang akan dilakukan Chris untuk mengambil handphone di tangannya.


Tangan panjang Chris terulur mencoba meraih handphone Bryan, tapi dengan cekatan Bryan mengarahkan tendangan ke arah kaki Chris, membuat pria itu jatuh tersungkur menciun aspal jalanan.


Namun Chris tak pantang menyerah. Dia segera bangkit dan kembali mencoba mendapatkan handphone Bryan.


“Berikan handphonemu, atau kamu ingin aku benar-benar mengirimmu ke alam kematian!” Chris mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya, dan dia menggunakan benda itu untuk mengancam Bryan.


Bukannya takut, Bryan justru tersenyum geli melihat pisau lipat milik Chris. “Apa kamu bermaksud membunuhku menggunakan benda kecil itu? Itu terlalu kecil mirip punyamu, yang tak bisa memuask Jean, dan pada akhirnya dia memilih mencari kepuasan dengan pria lain!”


Bryan tersenyum puas setelah mengatakan itu pada Chris, dan dia yakin pria itu sangat marah setelah mendengar perkataannya. Namun dia sama sekali tidak peduli dengan kemarahan Chris.


“Bryan, kali ini aku akan membunuhmu dan membuat tubuhmu menjadi makanan binatang liar!” Chris kembali menyerang Bryan, dan kali ini dia menggunakan pisau lipat sebagai senjata.


Berkali-kali mencoba menusuk dan mencabik-cabik tubuh Bryan, tak sekalipun Chris berhasil melukai Bryan yang begitu gesit menghindari serangannya. Sudah ratusan kali dia mencoba melukai Bryan, tapi tak satupun usaha yang dilakukannya berhasil melukai Bryan, yang ada dia justru kelelahan.


Sedangkan Bryan yang melihat Chris sudah mulai kelelahan dan serangannya semakin lambat, dengan gerakan sangat cepat dia menangkap pisau di tangan Chris. Dengan mudah dia menangkap bilah tajam pisau lalu mematahkannya, dan dia tak sedikitpun terluka.


Merasa sosok Bryan tak seperti yang terakhir kali di lihatnya dan lagi pisau yang begitu tajam tak berpengaruh padanya, Chris yang mulai ketakutan, dia perlahan mundur, mencoba menjauhi sosok Bryan.


“Kamu mau kemana? Apa kamu tidak menginginkan ini lagi?”


Bryan menunjukkan handphone berisi pengakuan Chris. Namun tak seperti sebelumnya dimana dia melihat Chris bersemangat merebut handphone di tangannya, saat ini dia melihat pria itu yang begitu ingin pergi melarikan diri.


“Chris, kau jangan pernah berpikir lari dari tanggungjawabmu! Hari ini kau dan juga Jean akan aku buat membayar apa yang telah kalian lakukan padaku!”


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2