
Kedatangan Gerry di markas besar organisasi dunia bawah yang mana dia menjadi wakil pemimpin di organisasi ini, kedatangan mendapatkan sambutan dari beberapa anggota organisasi yang seketika menunduk hormat saat melihat kedatangannya.
Gerry membalas penghormatan mereka dengan anggukan kecil, dan setelahnya dia terus berjalan menuju salah satu ruangan di basement yang telah dirubah menjadi penjara sekaligus ruang penyiksaan.
Hanya dalam kurun waktu beberapa detik Gerry telah sampai di dalam ruangan penyiksaan yang mana ditempat itu terdapat lima orang pria, yang salah satunya adalah Louis Mallory, tuan muda dari keluarga Mallory yang telah membuatnya marah setelah pria itu berani melecehkan Gladis.
“Tuan, semua sudah kami persiapkan,” ucap pria, salah satu dari lima pria yang sebelumnya menjemput Louis di perusahaan Bryan.
Gerry hanya menganggukkan kepala, lalu dia melihat Louis yang kedua tangan dan kakinya terikat rantai. “Lepaskan dia dan biarkan kami bertarung selayaknya pria! Dengan begitu aku merasa jauh lebih puas,” ucap Gerry memberi perintah.
Mereka yang mendengar perintah Gerry, segera saja mereka melepaskan rantai yang mengikat kedua tangan dan kedua kaki Louis.
“Kalau kau ingin bebas dari tempat ini dalam keadaan hidup-hidup, kalahkan aku!” ucap Gerry pada Louis yang berdiri di hadapannya.
Jika sebelumnya dia merasa tak lagi ada harapan untuknya hidup, setelah mendengar ucapan Gerry, Louis merasa inilah kesempatannya untuk kembali mendapatkan kebebasannya.
Dia telah mempelajari berbagai jenis beladiri dan tubuhnya juga sangat terlatih, selain itu dia juga sering terlibat dalam pertarungan bebas di dunia bawah.
Dengan pengalaman, kekuatan, serta keterampilan yang dimilikinya, Louis memiliki keyakinan dapat mengalahkan Gerry dalam pertarungan bebas tanpa aturan. Kalau perlu dia akan membunuh lawannya.
Gerry sendiri cukup berpengalaman dalam beladiri, meski pengalamannya tak sebanyak Louis. Namun setelah mendapat kekuatan luar biasa dari pil pemberian Bryan, sekalipun ada seratus Louis, dia tak gentar berhadapan dengan mereka.
“Seharusnya kau langsung menyiksaku sampai mati selagi ada kesempatan, tapi karena kau ingin menyelesaikan semua dengan pertarungan, dengan senang hati aku akan mematahkan beberapa anggota tubuhmu sebelum akhirnya kau mati di tanganku!” Louis sangat percaya diri dapat mengalahkan Gerry.
Louis melihat sekeliling, dia melihat semua orang mulai menyingkir membiarkan dirinya hanya berhadapan dengan satu lawan. “Karena kau berinisiatif menginginkan pertarungan denganku, kau bisa maju lebih dulu!” ucapnya.
Tak banyak bicara, Gerry yang mendengar semua itu, dia langsung saja maju menyerang Louis yang jelas terlihat sangat meremehkan kemampuan bertarungnya.
“Hanya seorang amatir ingin melawanku, kau akan tumbang tak kurang dari sepuluh detik!”
Louis sangat percaya diri setelah melihat pergerakan awal yang dilakukan Gerry. Dimatanya, gerakan Gerry adalah gerakan seseorang yang masih amatir dalam pertarungan bebas.
__ADS_1
Namun saat Gerry melayangkan pukulan ke arah wajahnya, kedua matanya melebar melihat gerakan Gerry yang begitu cepat, dan dengan menyilangkan kedua tangannya di depan muka dia mencoba menahan serangan Gerry.
Sayangnya Louis salah memprediksi arah serangan Gerry. Serangan tak tertuju pada wajahnya, melainkan berbelok dan menghantam telak dadanya.
“Baamm... Crack... Aaaargh...”
Suara teriakan terdengar dari mulut Louis saat pukulan Gerry mengenai dadanya, dan diwaktu hampir bersamaan juga terdengar suara retakan tulang.
Tubuh Louis terdorong tiga langkah kebelakang dan dia merasakan rasa sakit di dadanya, dan napasnya mulai tidak teratur karena ada rasa nyeri yang meyakitan saat dia bernapas.
“Aku baru mulai tapi sepertinya kamu sudah begitu kesakitan,” ucap Gerry mencibir Louis yang meringis kesakitan, meski pria itu tal lagi berteriak seperti sebelumnya.
“Sial, dia sangat kuat dan cepat!” gumam lirih Louis menyadari kekuatan besar yang dimiliki oleh lawannya.
Sekarang dia mengerti kenapa pria yang menjadi lawannya memilih menyelesaikan semua dengan pertarungan bebas. Pria itu memiliki kekuatan dan kecepatan yang sangat luar biasa, meski gerakannya terlihat masih amatir, itu hanya sebuah tipudaya.
‘Sebaiknya aku tidak main-main jika masih ingin keluar hidup-hidup dari tempat ini, dan membalaskan apa yang telah mereka lakukan padaku. Memenangkan pertarungan ini, lalu setelahnya aku akan membuat mereka semua menyesal karena telah berurusan denganku,’ ucapnya dalam hati.
Gerakannya sangat cepat dan juga lincah, tapi semua usaha yang dia lakukan untuk menyerang Gerry, semua berakhir sia-sia.
Semua serangan Louis dipatahkan Gerry dengan begitu mudah, bahkan dia harus merasakan sakit di kedua tangannya saat berbenturan dengan tangan Gerry. Memukul pertahanan lawannya, Louis merasa seolah-olah sedang memukul kokohnya baru karang.
“Sudah cukup aku memberi kesempatan padamu menyerangku, sekarang giliranku menyelesaikan semua ini!” Gerry menatap dengan dingin keberadaan Louis, lalu dengan sekali gerakan yang sangat cepat dia berhasil mendaratkan pukulan tepat di wajah lawannya.
Seketika tubuh Louis kembali terdorong mundur sampai menghantam dinding ruangan setelah menerima pukulan Gerry. Namun semua tak berhenti hanya sampai disitu.
Melihat posisi lawan sudah tersudut, Gerry segera melakukan serangan bertubi-tubi yang sangat brutal, membuat lawannya sama sekali tidak bisa bereaksi terhadap serangannya.
"Kau hanya bisa omong besar, tapi nyatanya kau hanyalah orang lemah yang ditakdirkan mati di tanganku!” ucap Gerry sembari menghentikan serangan, dan dia melihat wajah Louis yang tak lagi berbentuk.
Louis benar-benar tak berdaya dengan sekujur tubuh dipenuhi luka. Luka memar, luka robek, patah tulang, hampir semua jenis luka luar dapat dilihat pada dirinya. Bahkan dia juga mengalami luka dalam yang membuatnya terus-terusan memuntahkan darah dari mulutnya.
__ADS_1
Hidup Louis sudah berada di ujung tanduk dan kapanpun ingin, Gerry adalah sosok yang sewaktu-waktu dapat mengakhiri hidupnya. Baginya, tak mudah jika menginginkan kematian Louis, dan lagi ini bukan kali pertama dia membunuh.
Dia sudah cukup lama berkecimpung di dunia bawah, dan tentu tak asing dengan kerasnya kehidupan di tempat itu. Pertarungan dan kematian sudah sering dia lihat, atau bahkan dirinya terlibat di dalamnya. Jika kali ini dia ingin mengakhiri hidup Louis, dia pasti melakukannya tanpa ragu.
“Ka-kau pasti menyesal jika berani membunuhku! A-aku adalah tuan muda keluarga Mallory, tentu kau tidak akan lepas dari buruan mereka jika membunuhku!” ucap Louis dengan suara sangat lirih, dan mungkin itu adalah ucapan terakhirnya karena setelahnya dia tak lagi memiliki tenaga untuk bicara.
Gerry bukannya takut mendengar semua itu, dia justru tersenyum tipis lalu meminta seseorang mengambilkannya sebuah belati. “Aku tidak takut dengan keluarga Mallory. Jika mereka berani macam-macam denganku, aku pastikan mereka bernasib sama denganmu,” ucapnya dengan suara datar dan sangat dingin.
Seseorang menyerahkan sebuah belati pada Gerry. “Sudah saatnya kamu pergi ke alam kematian, bertemu dengan dua bodyguard yang akan mengawalmu di alam kematian!” ucap Gerry seraya menusukkan belati ke dada Louis yang membuat pria itu seketika berhenti bernapas dengan mulut mengangga lebar.
Sebelumnya, dua bodyguard yang mengawal Louis, mereka lebih dulu mati di tangan anggota organisasi yang menyiksa keduanya tanpa ampun.
“Sring...”
Darah mengalir dari luka di dada Louis saat Gerry menarik belatinya. “Kamu matilah dengan tenang karena setelah ini aku yang akan datang ke keluarga Mallory dan mengurus semua keluargamu! Semoga saja mereka melawan, jadi aku bisa mengirim mereka untuk menemanimu!” ucap Gerry lalu dia meninggalkan Louis yang telah mengalami kematian tragis di tangannya.
Gerry menatap empat pria yang sedari tadi menonton pertarungannya. “Bereskan mayatnya!”
Mendengar itu, keempat pria menganggukkan kepala, dan bersama-sama mereka segera melakukan apa yang diperintahkan Gerry.
Sedangkan Gerry yang keluar meninggal ruang penyiksaan, dia segera membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian karena dia ingin kembali ke kantor untuk memastikan keadaan Gladis.
Jika terjadi apa-apa dengan wanita itu, dia berjanji hari ini juga akan mendatangi keluarga Mallory dan melenyapkan siapapun yang memiliki hubungan dengan Louis.
Meski harus mengorbankan nyawa, dia pasti melakukannya demi wanita yang sudah lama ada di hatinya, dan dia juga tahu kalau wanita itu memiliki perasaan yang sama dengannya.
“Keluarga Mallory, aku akan selalu mengingat apa yang terjadi hari ini!” ucap Gerry sebelum dia pergi meninggalkan markas organisasi, dan memacu mobilnya menuju kantor perusahaan Bryan.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1