
Bryan berdiri di hadapan ratusan anggota kelompok dunia bawah yang berada di bawah kepemimpinannya.
“Bagaimana, apa kamu puas dengan mereka? Mereka adalah orang-orang terpilih dari ribuan orang yang mengikuti seleksi ketat dan juga kejam. Kesetiaan mereka sudah terjamin, dan mereka ahli dalam bidang masing-masing.”
“Jumlah keseluruhan mereka ada dua ratus orang, dan jika ditambah anggota lama, organisasi kita memiliki tiga ratus anggota,” ungkap Gerry.
“Aku cukup puas dengan mereka, tapi masih ada beberapa yang perlu meningkatkan kekuatan fisik. Oh iya, bagaimana dengan orang-orang yang dibawa Hugo, apa mereka sudah datang?” tanya Bryan.
“Beberapa dari mereka memang lemah dalam ketahanan fisik dan secepatnya aku akan menyiapkan program peningkatan fisik khusus untuk mereka. Soal orang-orang yang dibawa Hugo, kemungkinan siang ini atau sore mereka akan datang,” jawab Gerry.
“Begitu Hugo dan orang-orangnya datang, aku rasa tempat ini akan semakin ramai, dan beruntungnya kita memiliki tempat ini yang bisa menampung sampai ribuan orang,” lanjut Gerry berbicara dengan Bryan.
Bryan menganggukkan kepala dan dengan santainya berbicara dengan Gerry, “Mansion ini memang luas dan memiliki fasilitas sangat lengkap. Ada halaman belakang untuk mereka olahraga dan berlatih di luar ruangan, dan juga ada basement yang bisa digunakan sebagai tempat latihan di dalam ruangan.”
“Semua yang kamu ucapkan benar adanya, dan sekarang kita tinggal melengkapi perlengkapan yang belum lengkap. Dalam sepuluh hari, aku yakin tempat ini akan jauh lebih baik dari sekarang,” ucap Gerry percaya diri.
“Aku serahkan semua padamu, dan aku sarankan untuk merekrut beberapa anggota wanita!” ucap Bryan yang mana dia ingin ada anggota wanita, yang nantinya bertugas mengawal para wanitanya.
Gerry sendiri sebenarnya sudah terpikirkan untuk merekrut anggota wanita, dan sebelum dia meminta persetujuan Bryan, ternyata Bryan justru menyarankan dirinya merekrut anggota wanita.
“Tenang saja, aku akan merekrut anggota wanita terbaik untuk kelompok kita,” balas Gerry.
Bryan hanya menganggukkan kepala, dan setelah berkeliling melihat-lihat keadaan markas organisasi dunia bawah miliknya, Bryan kembali ke perusahaannya dan tentu Gerry ikut dengannya.
...----------------...
Setengah jam kemudian Bryan dan Gerry sampai di perusahaan, tapi baru juga berjalan sampai lobby, keduanya bersamaan mengerutkan kening melihat keramaian di lobby perusahaan.
“Kenapa tempat ini begitu ramai? Apa yang terjadi selama aku pergi?” tanya Bryan pada petugas keamanan yang datang menghampirinya begitu sosoknya terlihat di lobby perusahaan.
“Tuan, ada Tuan Louis Mallory yang baru saja datang dan saat ini menunggu kedatangan Tuan di atas,” jawab petugas keamanan, dan di atas yang dia maksud adalah ruang kerja Bryan.
“Keluarga Mallory yang merupakan keluarga terkaya kedua di negeri ini datang ke perusahaanku, sepertinya ada bisnis kecil yang ingin dia lakukan denganku,” ucap Bryan dengan suara dingin, lalu dia pergi ke ruangannya.
Melihat keberadaan Bryan semua karyawan segera menyingkir memberi jalan padanya. “Kalau kalian tidak lagi ingin bekerja denganku, segera kirim surat pengunduran diri kalian, dan kurang dari dua jam aku akan memastikan kalian tak lagi menjadi bagian dari perusahaan ini!” ucap Bryan tegas pada seluruh karyawan yang menunduk ketakutan.
Mereka sadar telah mengabaikan pekerjaan hanya karena kedatangan orang yang tak ada hubungannya dengan pekerjaan mereka. Apa yang barusan diucapkan Bryan adalah peringatan untuk mereka, dan mungkin itu adalah peringatan terakhir untuk mereka. Jika sekali lagi membuat kesalahan, bisa dipastikan mereka akan kehilangan pekerjaan.
“Aku selama ini terlalu lembek pada mereka,” ucap Bryan pada Gerry yang mana mereka saat ini sudah berada di dalam lift.
Gerry menganggukkan kepala setuju karena dia memang merasa Bryan dulunya terlalu lembek dan baik pada para karyawannya, bahkan dia sangat pemaaf pada karyawan yang jelas-jelas membuat rugi perusahaan dan membuatnya harus bekerja lebih keras daripada para karyawannya.
Namun sekarang Bryan telah jauh berubah. Selain kuat, dia juga memiliki ketegasan yang memang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin, dan lagi dia tak lagi ragu menyingkirkan siapapun yang kelak hanya akan menjadi penghambatnya untuk berkembang.
__ADS_1
Keluar dari lift, Bryan langsung saja pergi ke ruangannya dengan Gerry yang berjalan bersebelahan dengannya. Dari tempatnya saat ini, dia melihat dua orang berpakaian rapi berdiri di depan pintu ruang kerjanya.
Jelas diantara mereka tidak ada sosok Louis karena mereka hanyalah bodyguard yang dimiliki pria itu, tapi sayangnya mereka berdua membuat kesalahan saat menghadang Bryan yang ingin memasuki ruang kerjanya. Mereka tidak mengizinkan Bryan maupun Gerry masuk ke dalam ruangan sebelum melewati pemeriksaan mereka.
“Kalian menyingkir atau aku akan mematahkan tangan kalian yang menghalangi jalanku?” ucap Bryan tegas.
[Ding... misi sampingan untuk tuan rumah. Mengusir Louis Mallory dari perusahaan]
[Hadiah misi > lima puluh persen saham Mallory Hotels And Resorts]
[Hukuman kegagalan misi > kehilangan seluruh saham State Electricity Company]
Bryan tersenyum senang mendengar itu dan tanpa menunggu balasan dua orang yang menghadang jalannya, dia langsung memegang tangan kedua orang itu dan langsung mematahkannya.
“Crack... Aargh...”
Suara tulang patah dan erangan kesakitan terdengar diwaktu hampir bersamaan saat Bryan mematahkan lengan kedua bodyguard Louis Mallory.
“Ini adalah perusahaanku, jadi aku berhak melakukan apapun di tempat ini! Orang luar seperti kalian tidak ada hal menyentuhku!” ucap Bryan datar, lalu dia masuk ke dalam ruangannya.
Bryan menutup pintu ruangan dengan cukup keras sedangkan Gerry langsung berlari menarik pria bernama Louis yang berusaha memojokkan Gladis, bahkan pakaian wanita itu sudah robek sebagian.
Melepaskan jas yang dia gunakan, Bryan menggunakan jasnya untuk menutupi tubuh Gladis yang menangis sesenggukan di pojok ruangan. Sedangkan Louis, pria itu saat ini berada di tangan Gerry, dan mustahil baginya bisa meloloskan diri dari cengkraman tangan Gerry.
“Apa kau pikir orang sepertimu memiliki kekuatan berurusan dengan keluarga Mallory?” ujar Louis begitu arogan.
“Tuan Louis, jika masalah ini sudah berhubungan dengan orang kepercayaanku, keluarga Mallory sekalipun tak akan bisa berbuat apa-apa saat berhadapan denganku!”
Bryan duduk di kursi kerjanya dan dia menyalakan laptop untuk mengecek hasil rekaman dari empat kamera cctv tersembunyi yang berada di ruang kerjanya. Semua rekaman kamera cctv sudah cukup sebagai bukti untuk menyeret Louis ke penjara, tapi Bryan tahu pria itu dapat segera bebas dengan kekuatan uang.
Bryan bangkit dari tempat duduknya lalu dia menunjukkan hasil rekaman kamera cctv pada Louis.
Melihatnya Louis sangat terkejut karena dia tak menyangka di ruang kerja pimpinan perusahaan terdapat lebih dari satu kamera cctv, dan lagi letaknya sangat tersembunyi.
Dengan uang dirinya bisa mendapatkan perlindungan dari hukum, tapi jika kasus yang menimpanya tersebar luar, bukan hanya nama baiknya yang akan tercemar, tapi dia juga akan mencoreng dan mencemarkan nama baik keluarga Mallory.
“Hukum tentu tidak akan berlaku padamu, tapi nama baikmu dan juga keluarga Mallory pasti akan tercemar jika semua ini diketahui public. Hukum bisa kamu beli, tapi nama baik tidak akan bisa dibeli dengan uang, kecuali kamu menggunakan seluruh kekayaan keluarga Mallory untuk membuat semua orang menutup mata dan telinga atas semua ini!”
Tak menggunakan hukum untuk mengancam Louis, tapi Bryan lebih menekankan pada tercemarnya nama baik keluarga Mallory yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu.
“Apa yang kalian inginkan dariku supaya masalah ini cukup sampai di sini?” ucap Louis dengan suara meninggi, dan masih saja dia terlihat angkuh meski situasinya dalam keadaan terpojok.
Bryan sebenarnya sangat marah dengan Louis yang masih saja begitu arogan, tapi dia tahu ada orang lain yang jauh lebih marah pada Louis setelah apa yang dilakukan pria itu pada Gladis.
__ADS_1
“Minta maaf dengan cara bersujud di depannya, dan setelahnya orangku akan mengantarkan kamu keluar dari tempat ini!” Orang yang dia maksud jelas Gerry.
“Aku tidak akan sudi melakukan semua itu!” ucap Louis dan dia mengarahkan tatapan meremehkan pada Bryan, dan kali ini dia telah membuat habis kesabaran yang dimiliki Bryan.
“Kau benar-benar telah menyia-nyiakan kesabaran yang aku miliki!” Bryan melangkah maju, lalu dia memegang erat tangan Louis.
“Crack... Aaarrghh...”
Louis mengerang kesakitan saat Bryan begitu saja mematahkan tangannya. “Ini balasan karena kau berani menyentuh orangku!” ucap Bryan, dan tak berhenti dengan mematahkan satu tangan, dia juga mematahkan tangan lainnya milik Louis.
“Gerry, bawa keluar pria cengeng ini dari ruang kerjaku, dan setelahnya kamu bebas melakukan apapun padanya!” ucap Bryan, dan langsung saja Gerry menyeret Louis keluar dari ruang kerja Bryan.
Bryan bisa melihat kemarahan di wajah Gerry, dan dia yakin Louis akan bernasib jauh lebih buruk dari nasibnya setelah membuatnya kehilangan kesabaran.
Mengalihkan perhatiannya pada Gladis, Bryan segera menghubungi kedua wanitanya, dan menceritakan apa yang baru saja terjadi pada Gladis.
Mendengar ceritanya, kedua wanita itu bergegas pergi ke perusahaannya untuk menghibur Gladis.
Sementara itu Gerry yang membawa Louis ke basement perusahaan, dia menoleh ke samping dan melihat dua petugas keamanan yang sedang menyeret dua bodyguard Louis.
“Tuan Louis, selama ini tidak ada permasalahan diantara kita, tapi kau justru datang membuat masalah denganku. Berani menyentuh wanita yang aku cintai, kau harus menerima pembalasan jauh lebih menyakitkan daripada kehilangan kedua tangan!”
“Bruumm... Bruumm...”
Sebuah mobil berhenti dan lima orang pria keluar dari dalam mobil yang bisa membawa kurang lebih delapan orang.
“Bawa mereka ke markas, dan siapkan ruangan penyiksaan!” perintah Gerry pada lima orang yang langsung saja menjalankan perintahnya.
Secara kasar Louis dan kedua bodyguard nya dilempar ke dalam mobil.
Kelima orang kembali masuk ke dalam mobil setelah memasukkan tiga orang tambahan, dan segera mobil melaju meninggalkan basement perusahaan.
“Kalian kembali bekerja, dan aku yakin kalian tahu apa yang harus dilakukan!” kedua petugas keamanan adalah anggota lama kelompok dunia bawah yang direkrut Gerry, dan tentunya mereka adalah orang-orang yang dapat dipercaya.
“Tuan tenang saja, kami tahu apa yang harus dilakukan,” jawab salah satu dati mereka, kemudian mereka kembali ke pos jaga.
Gerry yang ditinggal sendirian, dia mengirim pesan pada Bryan. “Ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan di markas!”
Pesannya singkat, dan Bryan yang membaca pesannya, dia sangat tahu apa yang akan dilakukan Gerry. “Pria itu benar-benar bernasib sial!”
Bryan sangat tahu sekejam apa Gerry, dan ada kemungkinan esok hari tak lagi ada pria bernama Louis Mallory.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.