
Malam harinya di sebuah hotel.
Mobil yang dikemudikan seorang wanita berhenti di depan hotel, dan seorang pria yang bertugas menyambut kedatangan tamu hotel dia segera membukakan pintu mobil.
Dengan pakaian yang tak mampu menutupi keindahan lekuk tubuhnya, wanita yang tak lain Jean keluar dari mobil, lalu dia menyerahkan kunci mobilnya pada pria yang membukakan pintu untuknya.
“Bantu aku memarkirkan mobil karena aku sangat terburu-buru!” ucap Jean yang langsung saja dia masuk hotel, melangkahkan kaki jenjangnya menuju lantai 5, dan kamar nomor 55 menjadi tujuannya.
Dia datang belum terlalu larut malam, dan karena ini akhir pekan banyak pasangan ingin menghabiskan malam di hotel. Tak peduli pasangan resmi atau bukan, mereka malam ini akan bersenang-senang sampai pagi.
Mengabaikan para pria yang mencoba menggodanya, Jean terus saja melangkahkan kaki, dan tak lama dia akhirnya sampai di tempat tujuan. Cukup dengan satu ketukan pelan, pintu kamar nomor 55 langsung terbuka dari dalam.
“Akhirnya pemeran utama pesta kita malam ini datang!” ucap Gerry menyambut kedatangan Jean, dan dia langsung saja mengunci pintu kamar setelah Jean masuk. “Malam ini kau pasti puas,” bisiknya pada Jean.
Gerry yang memiliki penampilan seperti James, membuat Jean tak kecewa meski harus menyerahkan tubuhnya, dan kekecewaan baginya semakin tak ada artinya saat dia melihat keberadaan empat pria lain yang tak kalah penampilan dibandingkan Gerry. Bahkan dia merasa mereka jauh lebih menarik dibandingkan Chris.
“Nona cantik, mari segera kita lakukan!” salah satu pria menarik Jean kedalam pangkuannya, dan dua pria bergerak melucuti pakaian serta rok yang digunakan Jean.
Dalam waktu singkat semua pria dapat melihat tubuh polos Jean, dan sekarang giliran mereka yang melepas seluruh pakaian.
Otot-otot tubuh mereka terlihat jelas oleh kedua mata Jean, dan wanita itu semakin terpana dengan milik mereka yang berurat dengan ukuran lebih besar dibandingkan apa yang dimiliki Chris maupun kedua asistennya.
Melihatnya saja sudah membuat miliknya gatal, dan dia ingin segera merasakan kenikmatan saat milik mereka mengaduk-aduk miliknya.
Gerry yang memiliki kesempatan menjadi yang pertama menikmati tubuh Jean, dia langsung saja melakukan apa yang menjadi keinginannya. Tak peduli apa Jean kesakitan ataupun menikmati perlakukan, dia terus saja melakukan apa yang membuatnya merasa nikmat, sampai akhirnya setelah tiga puluh menit berlalu dia menumpahkan cairan kenikmatan kedalam milik Jean.
“Nona Jean, aku sudah selesai untuk saat ini, dan sekarang saatnya mereka memberi kenikmatan bertubi-tubi padamu!” Mendengar itu, Jean merasa dirinya akan mendapatkan serangan dari keempat pria yang saat ini sudah mengelilinginya, dan benar saja mereka langsung memberi serangan kenikmatan padanya begitu Gerry menyingkir.
Duduk di sofa dengan pemandangan indah di depan mata, membuat Gerry tersenyum. “Malam ini kamu akan terpuaskan permainan kami, tapi esok hari kehidupanmu akan hancur sampai ke titik paling bawah!” gumamnya pelan di tengah suasana kamar yang dipenuhi suara Jean dan keempat pria yang sedang memburu kenikmatan.
Sementara itu di tempat lain, Chris sesaat yang lalu sedang mengerjakan pekerjaannya, saat ini dia berhenti bekerja, dan fokus melihat layar handphonenya. Matanya memerah dan napasnya mulai memburu melihat tayangan langsung yang menayangkan Jean sedang memberi pelayanan pada empat pria.
Di tengah melihat itu, sebuah pesan masuk, menunjukkan alamat hotel serta nomor kamar tempat Jean sedang bersenang-senang dengan para pria.
__ADS_1
Tak peduli siapa yang mengirim pesan padanya atau yang menunjukkan video Jean dan para pria, Chris langsung pergi menuju alamat hotel yang tertera di layar handphonenya.
...----------------...
Setelah memarkirkan mobilnya di parkiran hotel, dengan langkah cepat yang mirip dengan orang berlari, Chris langsung saja masuk ke hotel dan menuju lantai lima. Dari raut wajahnya, siapapun yang melihat jelas mereka tahu kalau Chris sedang marah.
Orang-orang yang bekerja di hotel sudah sangat faham dengan apa yang dialami Chris. Bukannya menghentikan langkah Chris, mereka justru menyiagakan keamanan, untuk menetralisir jika terjadi keributan di hotel.
Chris tidak tahu menahu tentang persiapan pihak hotel, dan terus saja dia melangkahkan kaki.
Dengan emosi yang tak lagi bisa di tahan, begitu tiba di depan kamar nomor 55, dia langsung saja menggedor pintu kamar dan tak lama seorang pria dengan handuk yang menutupi sebagian tubuhnya membukakan pintu untuknya.
Menyingkirkan keberadaan pria yang membukakan pintu untuknya, Chris langsung saja masuk ke dalam kamar, dan seketika dia melihat apa yang sebelumnya hanya dilihat melalui layar handphonenya.
Apa yang dilihatnya saat ini jelas sebuah perselingkuhan, dan pelaku perselingkuhan itu tak lain adalah wanita yang dicintainya. Wanita yang berhasil dia rebut dari temannya sendiri, bahkan dia membunuh temannya demi wanita yang sekarang tubuhnya sedang dinikmati empat orang pria.
Sebelumnya dia belum terlalu yakin dengan apa yang dilihatnya melalui layar handphone, tapi sekarang setelah melihat secara langsung, tak ada alasan baginya untuk tidak percaya, dan langsung saja dia mengambil langkah maju mendorong empat pria yang sedang memburu kenikmatan bersama Jean.
Kedua mata Jean yang sebelumnya terpejam menikmati perlakuan empat pria padanya, merasa tak lagi ada yang memberi kenikmatan padanya, dia perlahan membuka mata, dan alangkah terkejutnya dia melihat sosok yang begitu dikenalnya berada di hadapannya.
Bukannya jawaban yang diberikan, melainkan Chris memberi tamparan sangat keras ke wajah Jean, bahkan bibir Jean sampai pecah dan mengeluarkan darah. Tak ada kenikmatan seperti sebelumnya yang dirasakan Jean, kini yang ada dia justru merasakan rasa sakit dan takut.
Sakit karena tamparan Chris, dan takut kehilangan pria yang dicintainya.
Meski dia memberikan tubuhnya pada pria lain untuk memberinya kepuasan, perasaan cintanya hanya untuk Chris, dan setelah malam ini sepertinya dia akan kehilangan semua itu.
“Apa ini yang dinamakan bertemu klien sampai kau membatalkan rencana liburan kita?” teriak Chris dengan sorot mata tajam tertuju pada Jean yang memegangi pipinya.
Chris sangat marah, dia tak menyangkal wanita yang dicintainya sanggup selingkuh di belakangnya. Bukan hanya dengan satu pria, tapi dengan banyak pria. Selain marah, sekarang dia juga jijik melihat keberadaan Jean yang beberapa waktu yang lalu masih memberinya pelukan hangat sebelum pergi.
Jean sendiri sangat memahami apa yang saat ini dirasakan Chris. Niat awalnya dia ingin menyembunyikan hubungan terlarangnya dengan James, sekarang dia justru menunjukkan sesuatu pada Chris keadaan yang jelas telah menghancurkan perasaannya.
Tak tau harus melakukan apa, Jean hanya bisa diam dengan kepala tertunduk. Dia tak lagi memiliki keberanian melihat wajah Chris, apalagi berbicara dengannya.
__ADS_1
Sementara Chris yang belum bisa mengendalikan emosinya, dia menarik rambut Jean, dan mencoba menyeretnya turun dari tempat tidur. Namun apa yang ingin dia lakukan dihentikan oleh Gerry dan empat pria lainnya.
“Kami tidak mengundangmu, jadi sebaiknya kamu segera pergi dari tempat ini dan jangan mengganggu kesenangan kami!” Salah satu pria mencengkram lengan Chris yang mencoba meraih rambut Jean.
“Cih, kalian tidak punya hak melarangku! Wanita ini adalah milikku dan aku bebas melakukan apapun padanya, termasuk jika aku ingin membunuhnya!” Chris sudah pernah membunuh, jadi dia merasa tak masalah jika kembali melakukannya.
“Sayangnya kami belum puas menikmati wanita ini, jadi kalau kamu ingin membunuhnya, sebaiknya biarkan kami lebih dulu memuaskan keinginan kami!” ucap pria yang mencengkram lengan Chris sembari menunjukkan senyuman lebar di bibirnya.
Chris mencoba memukul pria yang ucapannya semakin membuatnya marah, tapi bukannya berhasil memukul, dia justru lebih dulu terkena pukulan Gerry yang secara tiba-tiba melayangkan pukulan ke arahnya.
“Bugh....” Pukulan Gerry tepat mengenai hidup Chris, membuat darah mengucur deras keluar dari hidung pria itu.
Melihat keadaan Chris, Jean ingin memohon pengampun mereka, tapi ingat jika hidupnya terancam jika mengikuti Chris, dia tetap memilih diam, membiarkan Chris berharap dengan lima orang pria.
Sementara itu, Chris yang sudah terluka, bukannya menyerah dan pergi, dia justru mencoba memukul Gerry. Namun dua pria bergerak menangkap kedua tangannya, dan dua orang lain segera memukulinya.
“Sudah aku bilang, sebaiknya kamu pergi, tapi kamu justru memilih jalur kekerasan!” ucap Gerry. “Wanita yang kau rebut dari seorang teman, pada akhirnya dia juga mengkhianati cintamu!” kali ini Gerry berbisik di dekat telinga Chris.
Mendengar itu, Chris merasa lima pria yang bersama Jean memiliki hubungan dengan Bryan yang sudah mati di tangannya, dan entah kenapa dia merasa Bryan masih hidup seperti apa yang diyakini Martin.
Meski apa yang dia pikirkan benar, semua itu tak mengurangi amarahnya pada Jean, dan dia justru semakin ingin membunuh wanita yang telah mengkhianati cintanya. Kalaupun tidak memberi kematian untuknya, dia ingin wanita itu hidup dalam penderitaan.
Akan tetapi untuk saat ini dia tak bisa melakukan itu, jangankan untuk melakukan itu, untuk bangun saja dia sudah tidak mampu akibat pukulan bertubi-tubi dari dua pria yang tak kenal ampun padanya.
“Lempar dia keluar kamar, dan biarkan pihak keamanan yang membereskannya!” Gerry adalah pemilik hotel yang malam ini dijadikan sebagai tempat pembalasan oleh Bryan, dan sampai detik ini semua rencana berjalan lancar.
Segera tubuh Chris dilempar keluar kamar, dan keempat pria yang sudah kembali ke dalam kamar, mereka segera melanjutkan aktivitas bersenang-senang bersama Jean yang kali ini hanya diam tak agresif seperti sebelum kedatangan Chris.
‘Wanita murahan sepertimu memang pantas hanya dijadikan mainan para pria!’ ucap Gerry dalam hati.
Balas dendam malam ini berhasil, tapi Gerry tahu Bryan belum selesai dengan balas dendamnya sebelum kedua orang itu benar-benar hancur.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.