Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Menyelamatkan Dokter Rosaline


__ADS_3

Bryan datang ke ruang kerja Gerry secara tiba-tiba, dan dia segera menceritakan semua pada Gerry kenapa dirinya tiba-tiba datang ke ruang kerjanya.


Mendengar keseluruhan cerita Bryan, Gerry tahu permasalahan yang sedang di hadapi Bryan, dan segera dia melakukan apa yang sudah terlalu sering dia lakukan.


Dengan peralatan terbaik yang berada di ruang kerjanya serta keahliannya yang tak perlu diragukan, tak butuh waktu lama bagi Gerry untuk mengetahui titik awal penculikan Dokter Rosaline.


“Dia mengalami penculikan saat baru keluar dari Mansion miliknya, dan orang-orang yang menculiknya seharusnya kamu tidak asing dengan mereka!” Gerry menunjukkan wajah-wajah orang yang menculik Dokter Rosaline pada Bryan.


Segera Bryan mengarahkan pandangan pada orang-orang yang telah menculik Dokter Rosaline. Cukup sekali melihat dia merasa tak asing dengan mereka, dan segera saja dia teringat beberapa pria yang beberapa hari lalu mengganggu Dokter Rosaline dan Jacob.


“Kemana pria itu? Bagaimana bisa dia membiarkannya tinggal seorang diri di Mansion?” Di Mansion milik Dokter Rosaline, Bryan sama sekali tidak melihat keberadaan Jacob, yang artinya wanita itu hanya tinggal bersama para pembantu.


Gerry menggeser gambar ke arah plat nomor mobil yang digunakan orang-orang yang menculik Dokter Rosaline, dan dia segera mencari keberadaan terakhir mobil itu.


Terus bekerja dengan keyboard komputer super canggih miliknya, Gerry mencoba mencari kamera yang menangkap gambaran keberadaan mobil, yang sedang dia cari. “Ini seharusnya tidak sulit dan sebentar lagi aku pasti menemukan keberadaannya!” ucapnya menyemangati diri-sendiri.


Kurang dari lima menit tiba-tiba muncul senyuman di bibir Gerry yang semula sangat serius melakukan apa yang sedang dia lakukan.


“Aku menemukannya, dan kebetulan mobil itu saat ini terparkir di bangunan belum jadi tak jauh dari tempat ini! Kebetulan juga ada lima kamera cctv mengarah ke tempat itu.”


Dia memutar rekaman beberapa saat yang lalu, dan di rekaman itu terlihat Dokter Rosaline yang diseret paksa masuk ke dalam gedung. Semua terekam dengan jelas, dan kejadian itu terjadi sekitar sepuluh menit yang lalu.


“Apa kamu perlu aku temani ke tempat itu?” tanya Gerry pada Bryan yang sedang melihat rekaman video di layar monitor, yang berada tepat di depannya.


“Cukup aku sendiri yang datang ke tempat itu, lagian tempat itu bisa dijangka lebih cepat jika aku berlari, dan lagi orang-orang itu sama sekali tidak berbahaya untukku!” ucap Bryan dan sosoknya langsung menghilang dari ruang kerja Gerry.


“Sangat cepat!” gumam Gerry melihat kecepatan yang ditunjukkan Bryan.


Dengan kecepatan yang dilihatnya, Gerry menghitung kurang dari satu menit Bryan akan sampai di gedung itu yang hanya berjarak tiga kilometer dari perusahaan tempatnya bekerja. “Jelas dia masih mencintai wanita itu tapi mencoba mengabaikannya. Semoga saja dia tidak terlambat, dan mereka dapat bayaran setimpal atas perbuatannya.”

__ADS_1


Mematikan semua peralatannya yang menyala, Gerry segera pergi menyusul Bryan karena dia ingin melihat pertunjukan berdarah secara langsung. Namun sebelum pergi dia menyempatkan diri mengirim pesan pada Gladis untuk memberitahu yang lainnya kalau dirinya dan Bryan ada sedikit urusan di luluar kantor, dan akan kembali sebelum jam kerja berakhir.


Sementara itu Bryan yang bergerak sangat cepat, dia sudah sampai di gedung yang belum sepenuhnya jadi, dan mobil yang terlihat di cctv masih terparkir di tempatnya. Tak membuang waktu, dengan kekuatan mata tembus pandang dia segera mencari keberadaan Dokter Rosaline, dan dia menemukan wanita itu berada di lantai lima gedung bersama sembilan pria dan juga di tempat itu terdapat dua wanita lainnya, selain Dokter Rosaline.


Sekilas melihat Bryan tahu kalau keadaan Dokter Rosaline masih dalam keadaan baik-baik saja. “Entah kenapa aku sangat marah pada mereka yang memiliki niat buruk pada wanita itu!” ucap Bryan dan langsung saja dia melesat menuju lantai lima gedung.


Sampai di lantai kelima, Bryan melihat empat orang pria yang berjaga di luar, sedangkan lima pria berada di dalam ruangan, melihat pertunjukan dari salah satu wanita yang telah melepas seluruh pakaiannya. Dengan mata tembus pandang, Bryan jelas melihat wanita itu terpaksa melakukan perintah kelima pria karena dia berada di bawah ancaman.


Dia bukan pria yang suka bermain-main dengan keadaan seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan, dan tanpa bertele-tele Bryan mengambil keputusan untuk segera menyelamatkan mereka.


Bergerak sangat cepat, keberadaan Bryan awalnya tidak diketahui oleh empat orang yang sedang berjaga di luar ruangan, tapi saat jaraknya dengan mereka tersisa kurang dari tiga meter, mereka segera menyadari keberadaannya.


Akan tetapi semua sudah terlambat karena dalam satu kedipan mata Bryan telah berada di hadapan dua dari mereka, dan langsung melayangkan pukulan terkuatnya.


“Baang... Crack...”


Pukulan Bryan tepat mengenai kepala pria pertama yang membuat kepala pria itu mengalami goncangan hebat dan akhirnya jatuh tak sadarkan diri. Pria kedua juga mengalami hal yang sama, dan kini hanya tersisa dua pria yang mengeluarkan senjata api untuk menyerang.


Segera Bryan memukuli keduanya sampai kehilangan kesadaran, tapi dia tidak mengakhiri hidup mereka. Berhasil menumbangkan empat penjaga tanpa membuat suara keributan berlebihan, menggunakan mata tembus pandang dia mengamati apa yang terjadi di dalam ruangan tepat di depannya.


Saat ini keadaan tiga wanita di dalam masih dalam keadaan baik-baik saja. Meski salah satu dari mereka tak lagi mengenakan pakaiannya, wanita itu masih mempertahankan pakaian dalamnya. Melihat salah satu pria mencoba mengambil keuntun dari wanita yang lekuk tubuhnya membuat miliknya menegang, Bryan tahu dia harus segera bertindak.


“Braaak... Booomm...”


Sekali tendang Bryan menghancurkan pintu masuk ruangan yang terkunci dari dalam. Tanpa permisi atau setidaknya bicara pada mereka yang berada di dalam ruangan, dia langsung saja memberi pukulan telak pada dua orang yang berada di dekat pintu.


“Baaang... Baaang... Booomm...”


Kekuatan tinju Bryan yang menguasai berbagai jenis beladiri sangatlah mengerikan, cukup sekali pukul satu pria tumbang tak sadarkan diri, dan satu lagi pukulannya membuat tumbang pria kedua.

__ADS_1


“Si-siapa kaaa....”


Belum sempat pria ketiga menyelesaikan ucapannya, Bryan sudah lebih dulu melayangkan pukulan ke perutnya, membuat pria itu memuntahkan isi perutnya dan tak lama dia kehilangan kesadarannya.


Tersisa dua pria yang mana salah satu dari mereka sudah melepas seluruh pakaiannya sehingga membuat miliknya yang sebesar jari kelingking terlihat kedua mata Bryan, melihat itu Bryan kerasa jijik dan dengan cepat dia menendang sesuatu yang membuatnya merasa jijik.


“Aaarrrgghh...”


Erangan kesakitan terdengar dari pria yang kemungkinan besar benda pusakanya tak lagi bisa berfungsi setelah hancur tak berbentuk terkena rendang Bryan. Pria itu berguling-guling di atas lantai beton, dan tak lama dia pingsan dengan darah segar mengalir diantara kedua pahanya.


“Ka-kamu, pria waktu itu!” Tersisa satu pria, dan dia mengenali sosok Bryan meski tidak mengetahui namanya.


Tak membalas ucapan pria yang sudah gemetaran karena ketakutan, Bryan langsung saja bergerak maju memukuli pria itu. Dia sengaja tak menggunakan kekuatan penuh saat memukuli pria terakhir karena dia ingin memuaskan diri memukulinya.


Akan tetapi pukulan Bryan maaih terlalu kuat meski dia tak menggnakan seluruh kekuatannya. Pria yang dipukulinya sudah pingsan tak kuat menahan rasa sakit setelah menerima lima kali pukulannya.


Begitu pria yang dipukulinya pingsan, Bryan mengabaikan keberadaan pria itu. Dia memilih melihat keadaan Dokter Rosaline dan kedua wanita lainnya secara langsung.


“Segera pakai kembali pakaianmu sebelum aku melakukan apa yang sebelumnya ingin mereka lakukan padamu!” ucap Bryan pada wanita yang tubuhnya hanya berbalut pakai dalam.


Mendengar ucapan Bryan, wanita itu buru-buru memakai kembali pakaiannya, dan setelahnya dia membantu wanita di dekatnya melepaskan ikatan tali yang mengikat tangan dan kakinya.


Sedangkan Bryan, dia pergi menghampiri Dokter Rosaline, memastikan wanita itu dalam keadaan baik-baik saja. “Kamu tidak apa-apa?” tanya Bryan sekedar berbasa-basi.


Dokter Rosaline membalas dengan menggelengkan kepalanya, dari wajahnya terlihat dia masih ketakutan dengan apa yang baru dialaminya. Melihat sendiri apa yang terjadi pada Dokter Rosaline, Bryan merasa ketakutan wanita itu adalah sesuatu yang wajar.


Saat dia ingin membantu menenangkan Dokter Rosaline, suara sirene mobil kepolisian terdengar dari luar gedung, dan dengan kekuatan mata tembus pandang dia melihat Gerry datang bersama anggota kepolisian.


“Kenapa dia juga datang?” gumam Bryan melihat keberadaan Monica diantara anggota kepolisian yang datang.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2