
Malam hari setelah sepanjang sore menemani Eve bersantai di mansion, dengan mengendarai mobil Lamborghini nya, Bryan pergi menuju perusahaan Nayla.
Suara knalpot meraung-raung di sepanjang jalan yang dilaluinya, dan tak butuh lama untuknya sampai di tempat tujuan. Memarkirkan mobil di tempat parkir, Bryan melihat parkiran yang sudah lengang. Hanya terlihat beberapa mobil di parkiran, termasuk mobil Nayla.
Tidak ada resepsionis yang menyambut kedatangannya karena memang jam kerja karyawan telah berakhir, dan hanya tersisa beberapa karyawan yang sepertinya melakukan lembur sampai malam.
Naik ke lantai sepuluh, Bryan langsung menuju ruang kerja Nayla, dan setelah mengetuk pintu dia langsung masuk ke dalam ruang kerja Nayla.
Nayla sendiri yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, dia menyambut kedatangan Bryan dengan senyuman, meski senyumannya tak bisa menyembunyikan guratan lelah di wajahnya.
“Apa semua sudah selesai?” tanya Bryan pada Nayla yang masih merapikan meja kerjanya.
Nayla menganggukkan kepala. “Tinggal merapikan semua ini kita bisa pergi!” bergegas merapikan meja kerjanya, dia ingin segera pergi menghabiskan waktu dengan Bryan.
Tak hanya diam menunggu, Bryan bergerak membantu Nayla merapikan meja kerja yang memang sangat berantakan, dan butuh sepuluh menit untuk merapikan semua.
Melihat semua sudah tertata rapi, Nayla segera mengambil tasnya dan memeluk lengan Bryan.
“Dimana saudari Eve? Apa dia tidak ikut makan malam bersama kita?” tanya Nayla.
“Dia kelelahan setelah seharian bekerja dan ingin istirahat cepat karena besok pekerjaan berat sudah menantinya. Jadi, malam ini kita hanya makan malam berdua,” ucapnya menjawab pertanyaan Nayla.
Nayla hanya mengangguk, lalu bersama Bryan dia keluar dari ruang kerjanya.
Setelah mengunci ruang kerjanya dengan kunci khusus yang hanya dapat dibuka olehnya, Nayla meninggalkan perusahaannya sambil memeluk lengan Bryan.
Tak ada karyawan yang melihat kemesraan mereka, kecuali petugas keamanan gedung perusahaan. Namun mereka hanya sekali melihat, dan setelahnya mereka tak peduli dengan urusan anak muda.
“Aku tahu restoran romantis untuk makan malam, dan kebetulan restoran itu tak jauh dari tempat ini,” ucap Nayla begitu dia sudah berada di dalam mobil duduk di sebelah Bryan.
Bryan hanya menganggukkan kepala, dan menuruti apa yang menjadi kemauan Nayla. Lagipula kemauan Nayla bukanlah sesuatu yang membuatnya merugi.
Menyusuri jalanan malam kota yang cukup ramai, butuh waktu lima belasan menit untuk mereka sampai di tujuan. Di jalan tadi Nayla sudah memesan tempat, dan begitu tiba mereka bisa langsung menempati tempat yang telah dipesan.
“Aku sudah memesan salah satu tempat terbaik yang ada di lantai dua,” ucap Nayla begitu dia keluar dari mobil, dengan Bryan yang membukakan pintu untuknya.
Berjalan menuju lantai dua restoran, banyak mata menatap iri kearah mereka, terutama para pria yang iri dengan Bryan karena memiliki wanita dengan kecantikan sempurna di sebelahnya.
__ADS_1
Wanita cantik itu jelas adalah Nayla, dan dia yang memeluk mesra lengan Bryan menegaskan statusnya sebagai kekasih pria yang acuh dengan orang-orang di sekitarnya.
Tempat yang dipesan Nayla berada di balkon, dan hanya ada dua meja yang letaknya tak begitu jauh dari tempat mereka. Langit malam yang dihiasi jutaan bintang, membuat tempat yang dipesan Nayla terasa sangat istimewa.
Begitu Bryan dan Nayla duduk, makanan yang telah dipesan bersamaan dengan saat memesan tempat, semua makanan serta minuman diantar dan disajikan di atas meja.
Keduanya yang memang sudah lapar, dengan tenang mereka menikmati makanan, tapi baru juga setengah makanan yang mereka nikmati, keributan terjadi di lantai satu restoran, dan itu mengganggu acara makan malam mereka.
Bryan yang penasaran dengan apa penyebab keributan di lantai satu, tiba-tiba dia mendengar suara sistem di kepalanya, dan seperti biasa ada misi untuknya.
[Misi sampingan > tuan rumah harus mengusir para gangster yang membuat keributan di lantai satu restoran. Cara apapun diizinkan asalkan mereka pergi meninggalkan restorn]
[Hadiah misi > membuka sistem lotre, 10 tiket lotre]
[Hukuman kegagalan misi > tuan rumah kehilangan mobil Lamborghini Veneno]
Kehilangan sebuah mobil yang bisa dia beli dengan uang kekayaannya tak masalah untuknya, tapi hadiah dari sistem membuatnya sangat penasaran. Sistem lotre? Mungkin dia bisa mendapatkan hadiah menarik dari 10 tiket lotre yang akan diberikan sistem sebagai salah satu hadiah misi.
Bryan yang tahu harus melakukan apa, dia menyudahi makan malamnya untuk sementara waktu dan memutuskan segera menyelesaikan misi sistem.
“Aku ikut!” Nayla ikut dengannya, dan dengan kemampuan yang dimiliki Nayla tidak ada alasan baginya untuk tidak membiarkannya ikut. Meski begitu sebisa mungkin dia tak akan melibatkan wanitanya dalam masalah malam ini.
Sampai di tengah-tengah tangga menuju lantai satu dan melihat keadaan lantai satu yang berantakan.
Bryan meminta Nayla menunggunya di tempatnya saat ini, dan dia akan menyelesaikan semua dengan cepat supaya bisa melanjutkan makan malam yang sempat tertunda.
Dengan kemampuan yang didapatnya dari sitem, sekalipun anggota gengster menggunakan senjata api, itu tak akan melukai Bryan karena tubuhnya kebal terhadap berbagai jenis senjata.
“Baiklah, aku akan menunggu di tempat ini, tapi kalau aku melihatmu membutuhkan bantuan, dengan senang hati aku akan datang memberi bantuan,” ucap Nayla yakin kekuatannya dapat digunakan untuk memberi bantuan pada Bryan.
Bryan mengangguk sambil tersenyum, dan setelahnya dia berjalan menuruni tangga melihat secara langsung anggota gengster yang merusak pantai satu restoran.
Dihitungnya jumlah mereka, dan keseluruhan jumlah mereka ada lima belas orang. Tak ada yang membawa senjata api, tapi banyak diantara mereka yang membawa senjata tajam sedangkan sisanya membawa balok kayu untuk dijadikan senjata, sekaligus alat untuk menghancurkan barang-barang di restoran.
Pelayan restoran dan pekerja lainnya, mereka hanya bisa bersembunyi sambil melihat apa yang terjadi. Sedangkan pelanggan restoran, sebagian besar telah pergi, dan sisanya ikut sembunyi bersama para pelayan.
Selesai memastikan kekuatan anggota gengster, dengan penuh ketenangan Bryan menghampiri salah satu anggota gengster, dan begitu saja dia memukul tengkuk orang itu sampai pingsan.
__ADS_1
“Mereka hanya sekumpulan amatir yang kurang pelatihan,” ucapnya pelan dan dalam sekejap mata tujuh dari lima belas anggota gengster berhasil dilumpuhkan olehnya.
Delapan orang yang tersisa, mereka yang merasakan keanehan karena suasana menjadi lebih sepi dari sebelumnya, bersama-sama mereka menoleh, dan tak lama mereka melihat tujuh rekan mereka sudah jatuh tersungkur mencium lantai restoran.
“Apa yang sudah terjadi?” tanya salah satu anggota gengster tak menyadari keberadaan Bryan di sampingnya, dan tiba-tiba saja dia merasakan pukulan kuat di tengkuknya sebelum pandangannya menjadi gelap.
Menyadari keberadaan Bryan, dua orang yang berada di dekatnya langsung menyerang menggunakan senjata di tangan mereka.
“Tring... Tring...” Belati yang mereka gunakan menyerang berbenturan dengan tangan Bryan dan itu menimbulkan bunyi benturan antara besi dan besi, tapi jelas belati di tangan mereka berbenturan dengan tangan yang seharusnya tak sekeras besi.
“Sial! Dia sepertinya bukan manusia.” Mencoba melarikan diri setelah sadar kekuatan Bryan, tapi sayangnya dia tak pernah bisa melakukan itu karena pukulan Bryan lebih cepat mendarat di dagunya, dan seketika dia kehilangan kesadaran.
Satu lagi tumbang, satu lagi ikut tumbang menyusul sembilan orang lainnya, dan saat ini hanya tersisa enam anggota gengster yang mana tak satupun dari mereka berani bergerak menyeranh Bryan.
Melawan, mereka tidak yakin menang. Pergi melarikan diri adalah pilihan tepat untuk mereka, dan segera mereka berenam melakukannya.
Tak ada niatan bagi Bryan mengejar mereka yang telah pergi melarikan diri, tapi untuk mereka yang kehilangan kesadaran, Bryan meminta salah satu pelayan menelpon pihak kepolisian untuk menangkap mereka.
“Semua sudah selesai dan tidak terlalu memakan banyak waktu,” ucap Bryan begitu dia sudah kembali bersama Nayla.
Nayla tersenyum mendengarnya, tapi dia mengatakan tak lagi berniat melanjutkan makan malam, dan lebih memilih pulang ke mansion.
“Aku rasa makan malam di mansion jauh lebih tenang dibandingkan makan di luar,” ungkap Nayla.
Merasa juga tak lagi berselera melanjutkan makan malam di luar, melanjutkan makan malam di mansion adalah pilihan terbaik, dan lagi dia juga bisa makan malam bersama Eve.
[Ding... tuan rumah berhasil menyelesaikan misi]
[Mendapatkan hadiah misi > membuka sistem lotre, 10 tiket lotre]
[Sepuluh tiket lotre telah disimpan di ruang penyimpanan, dan kapanpun tuan rumah bisa menggunakannya]
Meski acara makan malamnya dengan Nayla harus berakhir lebih cepat, setidaknya dia terhibur dengan hadiah yang didapatkan dari sitem.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1
Hari ini satu bab dulu...