Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Akibat Salah Menghina Orang


__ADS_3

Saat ini bersama dengan Elena, Bryan berada di sebuah restoran yang seperti telah disewa untuk acara pribadi. Sebelum sampai restoran, Bryan terlebih dahulu membawa Elena belanja pakaian begitu tahu apa yang sudah menantinya di alamat yang ingin didatangi Elena.


Tak ketinggalan dia juga mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih layak untuk menemani Elena. Meski tak terkesan berpenampilan mewah, begitu keluar mobil, penampilan mereka langsung mencuri perhatian banyak orang. Namun seperti biasa, Bryan hanya mengacuhkan mereka.


“Sebenarnya kita bisa tidak datang ke tempat ini karena sebenarnya aku juga tidak terlalu ingin datang ke tempat ini,” ucap Elena yang sebenarnya tidak memiliki keinginan lebih menghadiri pesta ulang tahun salah satu teman Jacob, yang memiliki hubungan cukup baik dengannya.


Dia kali ini bersedia datang juga karena Bryan bersedia menemaninya.


“Kita sudah datang, setidaknya kamu bisa memberi ucapan selamat dan memberi hadiah pada orang itu, baru setelahnya kita pergi dari tempat ini,” ucap Bryan yang benar-benar tidak peduli dengan banyaknya orang, yang mengarahkan pandangan ke arahnya. Meski penampilan terbarunya sudah terekspos berbagai media, jelas masih banyak orang yang tak mengenalinya, terutama mereka yang tak peduli dengan berita perkembangan dunia bisnis.


Setelah berucap, Bryan segera membawa Elena masuk ke dalam restoran. Berjalan beriringan, dia tak masalah saat Elena tiba-tiba memeluk lengannya, mencoba menunjukkan kemesraan di depan banyak orang.


Sampai di ruangan utama tempat pesta ulang tahun yang cukup mewah sedang berlangsung, Elena yang masih memeluk lengan Bryan, dia membawa pria itu ke arah wanita yang hari ini sedang berulang tahun.


Namun, dia tidak menyanhka jika di tempat itu ada Jacob yang sedang berbicara dengan beberapa temannya, dan kebetulan dia mengenali hampir semua teman Jacob.


Mengabaikan keberadaan Jacob, Elena langsung saja menghampiri wanita yang secara khusus mengundangnya untuk hadir di acara pesta ulang tahunnya.


Dari memeluk, kini Elena menggandeng tangan Bryan, dan dia menghampiri wanita yang terlihat terkejut saat melihatnya datang bersama pria lain. Wanita itu jelas ingin menanyakan siapa pria yang datang bersamanya, tapi Elena lebih dulu mengucapkan selamat dan memberikan hadiah padanya.


Saat Elena ingin pergi setelah mengucapkan selamat dan memberi hadiah, Jacob datang menghampirinya bersama teman-temannya. Jacob terlihat biasa saja melihat Elena bersama Bryan karena dia tahu seperti apa perasaan Elena pada Bryan, dan dia berpikir kebahagiaan Elena adalah segalanya.


Namun sayangnya teman-teman Jacob justru berpikiran lain, mereka menganggap Bryan adalah perusak hubungan antara teman mereka dan Elena, begitu juga dengan wanita yang berulang tahun.


“Maaf saja, aku tidak mengundang orang asing dalam pesta ulang tahunku, jadi sebaiknya kamu pergi dari tempat ini, dan tinggalkan Dokter Rosaline bersama kami!” ucap wanita yang sepertinya memiliki hubungan baik dengan Jacob.


“Kamu sebagai pria sungguh tidak tau malu, beraninya mengganggu hubungan orang lain, dan datang ke tempat yang tak menginginkan keberadaanmu!” ucap pria dari arah teman-teman Jacob.


“Sebaiknya kami segera pergi! Pria tak tahu malu sepertimu tak pantas berada di tempat ini!” teriak pria lain, yang juga merupakan teman Jacob.

__ADS_1


Sementara itu, Jacob jelas terkejut dengan apa yang dilakukan oleh teman-temanya. Saat dia ingin menghentikan apa yang mereka lakukan, semua itu sudah terlambat karena mereka terus saja menghina dan merendahkan Bryan, bahkan salah satu temannya saat ini dengan begitu berani mencengkram kerah baju Bryan.


Bryan masih bersikap tenang dan melihat situasi. Dia bisa mendengar bagaimana Elena membelanya, tapi tak ada yang menganggap pembelaan Elena untuknya. Sekalipun itu adalah kebenaran, apapun yang diucapkan Elena sama sekali tidak mereka anggap.


“Aku rasa sifat tidak tahu malu yang kamu miliki ini diturunkan langsung oleh kedua orangtuamu, yang mana mereka pasti lebih tidak tahu malu dari anaknya!” ucap pria yang mencengkram kerah baju Bryan.


Mendengar itu, seketika ekspresi tenang Bryan menghilang dan sorot mata yang begitu tajam terarah pada pria di hadapannya.


“Kalau mau menghina, hina saja aku, selama semua hinaan kamu tidak benar, aku hanya akan diam. Akan tetapi, kamu telah melakukan kesalahan dengan menghina orangtuaku, dan bersiaplah menerima akibatnya!”


Belum juga pria di hadapannya membalas ucapannya, dia lebih dulu bergerak memegang tangan yang sedang mencengkram kerah pakaiannya, dan dengan sedikit tenaga dia mencengkram erat tangan itu.


“Aargh... lepaskan, lepaskan tanganku!” teriak pria di hadapan Bryan meminta tangannya dilepaskan, dan dia harus bertahan dari rasa sakit.


Jacob yang melihat keadaan temannya, dia memohon pada Bryan untuk menghentikan apa yang dilakukannya. Namun, Bryan sama sekali tidak menganggap keberadaannya.


“Aku diam bukan berarti semua tuduhan kalian benar, aku diam karena malas mendebatkan sesuatu yang tidak penting dengan kalian, tapi karena kamu orang yang telah berani menghina kedua orangtuaku, jangan harap aku hanya diam setelah kamu menghina dua sosok yang sangat aku hormati!”


Bryan tak menyembunyikan identitas kedua orangtuanya di hadapan orang yang telah menghina mereka, dan dia juga tidak akan membiarkan orang yang telah menghina mereka pergi tanpa menerima pembalasan.


Menarik tangan pria yang sebelumnya mencengkram kerah bajunya, tanpa belas kasih dia mematahkan tangan pria itu lalu melayangkan pukulan yang seketika membuat pria itu kehilangan kesadaran.


Selesai dengan satu orang, dia mengarahkan pandangan ke orang-orang di sekelilingnya, lalu pandangannya tertuju pada Jacob. “Jelaskan kebenarannya pada mereka! Kalau kau tidak bisa menjelaskan semua kebenaran pada mereka, aku punya cara sendiri untuk menjelaskan padamu dan pada mereka semua,” ucapnya pada Jacob lalu dia mengangkat salah satu sudut bibirnya.


Melihat itu Jacob secara kasar menelan ludahnya. Dia telah lama mengenal siapa Bryan, tapi ini kali pertama dia merasakan sesuatu yang sangat buruk akan terjadi pada dirinya dan teman-temannya jika dia tak menuruti apa yang diinginkan Bryan.


“A-aku akan menjelaskan kebenaran pada mereka,” balas Jacob.


Mengangguk puas mendengar balasan Jacob, kembali Bryan memandang pria yang telah menghina kedua orangtuanya. “Sebentar lagi dia dan keluarganya akan hancur. Jika diantara kalian tidak ingin hancur seperti dia, segera putuskan hubungan kalian dengan dia!” ucap Bryan.

__ADS_1


Menggandeng tangan Elena, Bryan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kerumunan yang masih mengarahkan pandangan kearahnya. Meski banyak orang yang memandang ke arahnya, Bryan benar-benar tak peduli dengan mereka.


Setelah sosok Bryan dan Elena menghilang, dua orang segera membawa pria yang telah menghina orangtua Bryan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sedangkan mereka yang masih berada di restoran, mereka sedang menunggu penjelasan Jacob.


Tau apa yang diinginkan semua orang, Jacob segera menceritakan kebenaran tentang hubungannya dengan Elena, dan siapa Bryan bagi Elena. Semua dia ceritakan secara lengkap tanpa menempatkan secuil kebohongan dalam ceritanya.


“Akulah sebenarnya yang pantas disebut pria hina,” ucap Jacob di akhir ceritanya.


Mendengar semua itu mereka akhirnya mengerti jika tak seharusnya menghina Bryan yang datang bersama Elena, tapi sekarang yang menjadi masalah untuk mereka bukan tentang menghina Bryan, tapi tentang siapa Bryan yang sebenarnya, dan lagi Jacob harus bercerita tentang identitas yang dimiliki Bryan.


“Dia adalah Bryan Laurens, putra tunggal pemimpin keluarga Laurens saat ini, dan dia adalah satu-satunya calon penerus keluarga Laurens.”


Mendengar nama keluarga Laurens dan Bryan Laurens, beberapa dari mereka segera teringat tentang sosok yang akhir-akhir ini telah menggemparkan dunia bisnis. Sosok yang masih begitu muda, tapi sudah membuktikan diri sebagai salah satu penguasa dunia bisnis.


“Pantas saja aku sejak awal merasa tidak asing dengan penampilannya, ternyata dia sosok yang pagi ini aku lihat di berita panas dunia bisnis. Beruntung aku tadi tidak ikut mencari masalah dengannya, dan hanya diam mengamati situasi.


Mereka yang tidak menyinggung Bryan, mereka merasakan kelegaan, tapi bagi mereka yang sebelumnya menghina Bryan, seketika mereka teringat apa yang terjadi pada keluarga William dan keluarga Mallory.


Kedua keluarga itu hancur di tangan Bryan, dan mereka merasa akan memiliki nasib tak jauh berbeda dengan kedua keluarga itu setelah apa yang baru saja mereka lakukan.


“Sebelumnya aku sudah berusaha menghentikan kalian, tapi kalian sama sekali tidak menganggap apa yang aku lakukan,” ucap Jacob sembari menghela napas panjang.


Sekarang keadaan mereka seketika menjadi negitu menyedihkan. Keluarga mereka jelas tak sebanding dengan keluarga Laurens, sekalipun mereka menyatukan seluruh harta kekayaan setiap keluarga, tetap saja mereka tak sepadan dengan keluarga Laurens.


Jacob yang melihat keadaan mereka hanya bisa menggelengkan kepala, tapi dia segera teringat ucapan terakhir Bryan sebelum pergi. “Sepertinya dia tak akan berbuat macam-macam pada kalian dan keluarga kalian asalkan kita semua memutuskan hubungan dengan dia yang berani menghina kedua orangtuanya,” ucapnya membuat semua orang teringat ucapan terakhir Bryan.


Segera Jacob dan semua orang memutuskan hubungan dengan pria yang telah diantarkan ke rumah sakit, bahkan dua orang yang mengantar pria itu segera pergi dari rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari teman-teman mereka di restoran.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2