Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Tidak Menjawab Pertanyaan Musuh


__ADS_3

Ketika Bryan melihat keberadaan orang-orang yang menghalangi jalan menuju ruangan tempat dua bom terakhir berada, dari lantai tiga datang lima orang yang membuat jumlah orang di lantai kedua semakin banyak, tapi jumlah mereka sama sekali tidak membuatnya gentar.


Bukannya gentar yang ada dia justru semakin bersemangat karena dapat bersenang-senang dengan banyak musuh. Dia sama sekali tidak melihat adanya tanda-tanda ada seseorang yang dapat membuat dirinya berada dalam situasi berbahaya. Semua musuh yang menantinya hanyalah orang biasa, dan baginya menyingkirkan mereka bukan sesuatu yang sampai membuatnya mengeluarkan keringat.


Bryan melirik kedua wanita di belakangnya memastikan mereka tidak membuat kesalahan, yakin keduanya tak melakukan kesalahan yang dapat memancing perhatian musuh, dia langsung saja bergerak musuh di tempat terdekat sambil berusaha tidak ketahuan oleh musuh di tempat lain.


“Slash... Slash... Slash...”


Dalam kesunyian belati di kedua tangan Bryan menjadi alat membunuh yang sangat efisien. Tanpa memancing keributan dan menarik perhatian musuh di tempat lain, tiga dari mereka mati di tangannya dan segera dia menyembunyikan di sebuah ruangan kosong ketiga mayat musuh yang baru saja mati di tangannya.


Musuh yang dihadapi Bryan sebenarnya bukanlah orang-orang tanpa keahlian. Mereka semua adalah orang-orang terlatih, tapi sayangnya kemampuan mereka masih jauh berada di bawah Bryan.


Jika ingin mengalahkan Bryan setidaknya diperlukan ratusan orang seperti mereka, tapi sayangnya jumlah mereka saat ini hanya puluhan, dan sekalipun mereka semua dibekali persenjataan lengkap tetap saja mustahil bagi mereka dapat mengalahkan Bryan yang senantiasa satu langkah lebih cepat dalam menghabisi musuh-musuhnya.


“Mereka bergerak saling menjaga jarak, apa yang mereka lakukan justru mempermudah apa yang ingin aku lakukan,” gumam Bryan melihat musuh-musuhnya sedikit menjaga jarak satu sama lainnya.


Tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada dia langsung saja menyerang musuh yang berada tak jauh darinya, dan kembali dia dapat membunuh semua musuh dalam kesunyian.


Dia bergerak sangat cepat, efisien, dan penuh dengan ketenangan seolah apa yang dia lakukan sudah sering dilakukan. Bahkan Mona dan Jeni dibuat terkejut dengan apa yang dilakukan Bryan. Bagi keduanya Bryan jauh lebih berbahaya dibandingkan pasukan paling elite di negeri mereka.


Keduanya pernah melihat aksi pasukan paling elite yang ditugaskan menjadi pelindung orang nomor satu di negeri mereka, tapi dari penilaian keduanya pasuka elite tak akan mampu melakukan seperti apa yang saat ini dilakukan Bryan.


“Ketua, sebenarnya siapa pria itu? Bagaimana dia bisa sehebat itu?” tanya Jeni pada Monica, dan dia sangat penasaran dengan siapa sebenarnya pria yang datang bersama ketuanya.

__ADS_1


“Dia hanya penduduk biasa, tapi selama ini aku tahu dia sangat kuat jauh melampaui kekuatanku,” ucap Monica yang sangat sulit untuk tidak mengakui kekuatan yang dimiliki Bryan.


“Aku tahu dia kuat dan memiliki banyak kelebihan, tapi aku tidak menyangka dia sekuat ini, bahkan menurutku dia jauh lebih kuat dibandingkan pasukan paling elite di negeri ini,” ungkap Monica mengakhiri ucapannya.


Ketika keduanya terus membicarakan kekuatan Bryan yang sangat luar biasa, di sisi lain Bryan hampir sepeda membereskan seluruh musuh yang ada di lantai kedua dan saat ini hanya tersisa dua orang yang berjaga di tangga menuju lantai kedua.


“Mau sampai kapan kalian terus membicarakanku? Lihat mereka semua sudah mati, dan aku rasa sudah saatnya kalian menyelesaikan apa yang sudah seharusnya kalian selesaikan!” ucap Bryan yang kedatangannya begitu tiba-tiba dan sedikit mengejutkan Monica dan Jeni.


Mendengar apa yang diucapkan Bryan pada mereka, keduanya segera mengarahkan pada orang-orang yang semula berada tak jauh dari mereka. Begitu melihat keadaan orang-orang itu, keduanya membuka lebar mata mereka melihat apa yang sebelumnya tak terlihat oleh mereka.


‘Dari semua orang kuat yang pernah aku temui, dia adalah yang terkuat diantara orang-orang itu,’ ucap Monica membandingkan kekuatan Bryan dengan orang-orang kuat yang pernah ditemuinya.


Keduanya yang sadar kalau harus segera menyelesaikan apa yang sudah seharusnya diselesaikan, mereka segera pergi ke ruangan tempat kedua bok terakhir yang harus segera dijinakkan. Sedangkan Bryan sendiri, dia sedang mengamati lantai ketiga yang menjadi tujuan selanjutnya.


Melihat keberadaan wanita penghibur yang berada di lantai ketiga Bryan hanya bisa menggelengkan pelan kepalanya. “Mereka masih sangat muda tapi sudah menjerumuskan diri ke dunia gelap, dan lagi terlihat mereka sangat menikmati apa yang mereka namakan sebagai pekerjaan paling cepat dalam mendapatkan pundi-pundi kekayaan.”


Bryan tak peduli dengan kehidupan kesepuluh wanita penghibur. Jika nantinya mereka menghalangi apa yang ingin dilakukannya, dia tak akan sungkan untuk menyingkirkan mereka, kalau perlu langsung dieksekusi di tempat. Namun jika mereka tak melakukan perlawanan, dia akan menyerahkan mereka untuk diadili secara hukum.


“Bagaimana, apa kalian sudah menyelesaikannya?” tanya Bryan pada Monica, saat wanita itu dan juga Jeni datang menghampirinya.


“Semua sudah kami selesaikan. Jika tak lagi ada bom di dalam bangunan, bukannya sudah saatnya kita menyuruh mereka yang berada di luar masuk dan meringkuk semua orang di dalam bangunan?” ujar Monica pada Bryan.


“Bagaimana kalau kita bertiga saja yang menyelesaika semuanya? Aku rasa kekuatan kita lebih dari cukup untuk melakukannya!” ungkap Bryan.

__ADS_1


Monica melirik Jeni, begitu juga sebaliknya. Yakin dengan kekuatan diri sendiri dan kekuatan yang dimiliki Bryan, keduanya akhirnya setuju dengan keinginan Bryan.


Bryan mengangguk puas dengan keputusan mereka, dan kali ini bersama Monica, Bryan langsung menyerang salah satu orang di tangga penghubung dengan lantai ketiga, sedangkan orang satunya menjadi tugas Monica untuk menyingkirkannya.


“Ada tiga puluh orang di lantai ketiga. Lima orang yang kalian cari, lima belas orang penjaga, sisanya adalah wanita penghibur yang datang untuk bersenang-senang,” ucap Bryan yang jelas didengar Monica maupun Jeni.


Keduanya menganggukkan kepala, lalu mereka pergi mengikuti Bryan, dan berjalan tepat di belakangnya. Tak lama mereka sudah dapat melihat keberadaan lantai tiga, dan segera mereka mengeluarkan senjata masing-masing.


“Monica, serang mereka yang berada di sisi kanan dan percayakan sisi kiri padaku! Jeni, langsung tembak jika kamu melihat keberadaan musuh!” ujar Bryan yang mudah dimengerti oleh Monica maupun Jeni.


Dengan kekuatan serta kemampuan yang dimiliki Monica, Bryan yakin musuh tak akan sanggup untuk melukainya. Sedangkan Jeni, Bryan memiliki kepercayaan wanita satu ini sanggup melindungi dirinya sendiri.


“Swush... Slash... Slash...”


Bergerak cepat dan secara tiba-tiba muncul di depan kedua musuhnya, Bryan dengan mudahnya membunuh dua musuh dari tiga musuh yang pertama kali terlihat olehnya.


“Siapa kamu, dan kenapa tiba-tiba menyerang kami?”tanya salah satu penjaga yang sebenarnya ingin berteriak, tapi karena belati Bryan menempel di lehernya, dia menunda keinginan berteriak.


Bukannya jawaban yang diberikan Bryan, melainkan dia langsung menentukan belati di tangan kanannya, dan hanya dalam sekejap pria itu mati mengenaskan di tangannya.


“Maaf saja, aku bukanlah orang yang akan menjawab pertanyaan musuh sendiri!”


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2