Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Mengetahui Rencana Musuh


__ADS_3

Orang-orang datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dari luka atau penyakit, tapi sejak keberadaan Zeis dan Antonio di rumah sakit, banyak calon pasien rumah sakit yang mengurungkan niatnya saat melihat anak buah Zeis dan Antonio, yang mengepung kawasan rumah sakit.


Setelah anggota kepolisian mengusir anak buah Zeis dan Antonio dan menciptakan parimeter, aktivitas rumah sakit dapat berjalan seperti biasa, termasuk Elena yang dapat bekerja seperti hari sebelumnya.


Namun, dengan masih adanya Zeis dan Antonio di rumah sakit, Monica tetap berada di dekat Elena, sedangkan Bryan, dia hanya mengawasi keadaan rumah sakit dari ruangan pribadi miliknya. Rumah sakit merupakan aset keluarga Laurens, dan ada ruangan khusus di rumah sakit yang hanya dapat diakses Bryan dan kedua orangtuanya.


Anggota kepolisian masih berjaga di kawasan rumah sakit, termasuk di depan kamar rawat VVIP yang ditempati Zeis dan Antonio. Anak buah mereka dilarang berada di kawasan rumah sakit, dan penjagaan mereka digantikan oleh anggota kepolisian.


“Bagaimana bisa anggota kepolisian sekarang begitu berani bertindak seperti ini pada kita? Apa mereka sudah tidak membutuhkan uang tambahan?” Zeis tidak terima dengan keadaannya saat ini.


”Bos, kita tak lagi memiliki hubungan dengan anggota Departemen Kepolisian yang selama ini menerima uang suap dari kita, dari kabar terbaru mereka yang selama ini menerima suap telah diberhentikan secara tidak hormat!” ucap salah satu orang kepercayaan Zeis.


“Kalau mereka yang sebelumnya sudah diberhentikan, bukannya kalian bisa menyuap pengganti mereka! Lakukan itu segera, kalau perlu tambah jumlah uang untuk mereka!” ucap Zeis.


Dua orang kepercayaan Zeis menggelengkan kepala mendengar itu. “Bos, anggota kepolisian yang menggantikan mereka, tak satupun dari mereka bersedia menerima uang suap sekalipun jumlahnya kita tambah, bahkan dua orang yang kita tugaskan menyuap mereka, keduanya saat ini mendekam di penjara!”


“Kamu bilang apa? Mereka menolak uang suap, bahkan memenjarakan anggota kita?” tanya Zeis memastikan.


Mendengar itu, bersamaan keduanya menganggukkan kepala.


“Katakan padaku, siapa saat ini yang memegang otoritas tertinggi Departemen Kepolisian di kota ini?” tanya Zeis mulai termakan emosi.


Salah satu orang kepercayaannya menjelaskan kalau otoritas tertinggi Departemen Kepolisian di kota ini berada di tangan seorang wanita yang identitasnya sangat misterius, bahkan wajah wanita itu hanya orang kepercayaannya yang pernah melihatnya, tap dari kabar yang beredar wanita itu masih sangat muda dan cantik.


“Seorang wanita berani bermain api denganku? Kalian segera temukan wanita itu dan bawa kehadapanku! Kalau memang dia cantik, aku akan menikmatinya sampai bosan, tapi kalau biasa saja, aku akan menggantung tubuhnya di gerbang gedung Departemen Kepolisian!” ucap Zeis dengan keras.


Suara Zeis cukup keras untuk terdengar dua anggota kepolisian yang berjaga di luar kamarnya. Mendengar itu, segera mereka mengabari dua wanita kepercayaan Monica tentang rencana jahat yang ingin dilakukan Zeis.


Kedua wanita kepercay Monica yang mendapatkan kabar rencana Zeis, segera mereka memberitahu Monica yang. Semua yang mereka ketahui, mereka sampaikan pada Monica tanpa ada yang kurang. Sedangkan Monica, dia hanya tersenyum saat mendengar kabar dari dua orang kepercayaannya.


“Apa orang ini mengira aku wanita lemah yang mudah ditindas dengan kekuatannya yang biasa-biasa saja? Kalau dia mengira seperti itu, jelas dia salah besar.” Sebelum mengkonsumsi pil pemberian Bryan, Monica sudah menjadi wanita yang sulit ditaklukkan. Apalgi sekarang dia telah mengkonsumsi pil yang meningkatkan seluruh kemampuannya.

__ADS_1


Jika dulu pria terlatih sekalipun akan kesulitan berhadapan dengannya, sekarang mustahil bagi seorang pria terlatih dapat bertahan dalam pertarungan satu lawan satu dengan Monica. Untuk mengalahkan pria terlatih, Monica hanya perlu melakukan dua sampai tiga kali serangan beruntun.


Namun, Monica akan sedikit mengalami kesulitan jika dikeroyok lebih dari sepuluh pria terlatih dan masing-masing dari mereka memegang senjata. Meski masih memiliki persentase lebih dari lima puluh persen memenangkan perkelahian, dia akan mendapatkan luka ringan sampai luka berat di akhir perkelahian.


Berpikir apa dia ingin memberitahu masalah ini pada Bryan atau tidak, untuk sementara waktu dia tidak ingin memberitahunya karena tidak ingin membuat pria itu repot karena dirinya, tapi tanpa sepengetahuannya Bryan telah mengetahui apa yang ingin dilakukan Zeis, bahkan dia jelas mendengarkan apa yang dikatakan Zeis di ruangannya.


Di ruangan yang ditempati Zeis maupun Antonio terdapat kamera cctv yang bukan hanya merekam gambar, tapi juga merekam pembicaraan. Dari situlah Bryan tahu apapun yang saat ini ingin dilakukan keduanya.


...----------------...


Saat Zeis dan Antonio dirawat di rumah sakit dan tidak terlalu memperhatikan pergerakan Hugo, memanfaatkan kelengahan keduanya Hugo hampir menyapu bersih seluruh wilayah kekuasaan Antonio. Hanya dalam waktu yang begitu singkat wilayah Antonio kini hanya tersisa wilayah tempat berdirinya markas utama mereka.


Apa yang dilakukan Hugo dengan cepat terdengar sampai di telinga Antonio, dan jelas dia sangat marah mengetahui wilayah kekuasaannya hampir jatuh semuanya ke tangan Hugo. Menyisakan markasnya, cepat atau lambat tempat itu pasti dapat dikuasai Hugo.


“Cepat urus kepulanganku dari rumah sakit! Hari ini juga aku akan menyelesaikan urusan lama dengan Hugo. Pria itu harus mati untuk membayar apa yang sudah dia lakukan!” Meski keadaannya masih belum sepenuhnya pulih Antonio memaksakan dirinya keluar dari rumah sakit untuk mencegah Hugo mengambi alih seluruh wilayah kekuasaannya.


Dua orang anak buah Antonio segera mengurus kepulangannya dari rumah sakit, meninggal Antonio berdua dengan wanita yang dimasa lalu di manfaatkan Antonio untuk menghancurkan Hugo, tapi untuk sekarang wanita itu sudah tidak bisa dimanfaatkan untuk menjebak Hugo.


Dia tahu Hugo bukan pria bodoh, jadi tidak mungkin dia terjebak hal yang sama untuk kedua kalinya. Sekarang dia hanya bisa menggunakan kekuatannya untuk berhadapan langsung dengan Hugo.


Mendapatkan bantuan Zeis adalah kabar baik untuk Antonio, setidaknya bantuan itu dapat meningkatkan kekuatannya. Akan tetapi, tidak ada yang tahu apa bantuan itu nantinya datang atau musnah diperjalanan.


“Maaf saja aku tidak akan mengizinkan bala bantuan datang untuk mempersulit balas dendam Hugo.” Bryan sudah mengetahui tentang bantuan Zeis untuk Antonio, dan dia segera menghubungi Gerry menyuruhnya menyiapkan perangkap untuk bala bantuan yang dikirim Zeis.


“Tenang saja, tak satupun dari mereka yang akan datang memberi bantuan,” bunyi balasan Gerry melalui pesan singkat.


Bryan tidak membalas, dia memilih keluar dari ruangan pribadi miliknya, dan berjalan di lorong rumah sakit menuju ruangan VVIP tempat Zeis di rawat.


“Antonio telah pergi, sudah saatnya aku melanjutkan permainan dengan Zeis!” Bryan menghubungi Monica, meminta Monica menyingkirkan dua polisi yang berjaga di depan ruang rawat Zeis. Mengerti keinginan Bryan, Monica segera menyuruh kedua polisi meninggalkan tempat mereka berjaga.


Tak lagi ada polisi yang berjaga, Bryan dengan leluasa bisa masuk ke ruang rawat Zeis dengan penampilan selayaknya saat malam dia menemui Zeis, dan memukulinya sampai babak belur.

__ADS_1


Masker, kaca mata hitam, serta topi membuat siapapun sulit mengenalinya, dan begitu masuk ruang VVIP tempat Zeis dirawat, orang-orang di dalam ruangan segera menegang. “Kalian jangan mengganggu apa yang ingin aku lakukan dengan pria lemah itu!” Bryan menunjuk Zeis di atas tempat tidur.


Melihat arah yang ditunjuk Bryant, dua orang kepercayaannya Zeis segera berdiri menghadang tepat di depan Bryan. Dari ciri-ciri yang terlihat, keduanya merasa sosok di depan mereka adalah sosok yang sejak semalam mereka cari.


Menatap Bryan dengan niat membunuh, keduanya belum melakukan pergerakan apapun karena mereka tidak ingin membuat keributan di dalam kamar. Bagaimanapun juga, mereka tidak ingin memancing perhatian dua polisi yang berjaga diluar.


“Kalau kalian ingin menyerangku, sebaiknya segera lakukan sekarang juga, sebelum aku yang lebih dulu menyerang kalian! Ngomong-ngomong kalian tidak perlu memikirkan dua polisi di luar, kebetulan aku telah menyingkirkan mereka secara baik-baik!” Bryan tidak menutup-nutupi jika dua polisi di luar telah meninggalkan tempat mereka berjaga.


“Cepat serang dan patahkan tangannya dan kakinya untukku!” teriak Zeis memberi perintah.


Keduanya mengangguk dan maju bersamaan menyerang Bryan. Tendangan dan pukulan mereka arahkan ke arah tubuh Bryan yang masih saja berdiri tenang di tempatnya.


“Berikan aku serangan terbaik yang bisa kalian lakukan!” ucap Bryan sembari menyunggingkan senyuman di wajahnya.


Dua orang yang menyerang acuh dengan ucapan Bryan, mereka terus saja bergerak dan berkonsentrasi melakukan serangan.


Pukulan mendarat di wajah Bryan, sedangkan tendangan mendarat di tubuhnya. Pukulan dan tendangan telak mengenai sasaran, tapi bukannya melukai lawan, keduanya justru merintih kesakitan sambil memegang anggota tubuh yang mereka gunakan untuk menyerang Bryan.


Dia yang memukul wajah Bryan, rasanya dia seperti baru saja memukul batangan besi yang sangat keras. Sedangkan dia yang menendang tubuh Bryan, dia merasa seolah-olah menendang karang pantai yang begitu kokoh, dan tak mungkin roboh oleh tendangannya.


Keduanya segera mengambil jarak aman sambil mencoba memulihkan diri dari rasa sakit. Sambil memulihkan diri dari rasa sakit, keduanya menatap Bryan, mencoba memastikan lawan mereka benar-benar manusia. Dari apa yang mereka lihat, lawan mereka dari luar memang terlihat selayaknya manusia biasa, tapi setelah memukul dan menendang, mereka tahu jika lawan kali ini sangat kuat.


“Apa yang barusan itu serangan terbaik kalian? Kalau iya, kekuatan kalian sangat lemah, jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan para wanitaku!” Bryan menghina kekuatan dua orang kepercayaan Zeis.


Ketika keduanya memaham amarah akibat hinaan Bryan, pria itu yang menjadi lawan mereka bergerak maju. Gerakannya sangat cepat dan sulit diikuti gerakan mata, keduanya baru jelas melihat keberadaan Bryan daat pria itu berdiri tepat di hadapan mereka.


Akan tetapi tak lama pandangan keduanya menjadi kabur dan selanjutnya semua terasa gelap bagi mereka, bersamaan dengan tubuh mereka yang jatuh lemas menghantam lantai kamar.


“Sangat lemah, tapi sudah cukup untuk pemanasan!” Sembari tersenyum lebar, Bryan berjalan mendekati Zeis, setelah sebelumnya dia membuat pingsan dua orang kepercayaan Zeis. Keduanya bisa pingsan itu karena pukulan keras Bryan di kepala mereka.


Melihat Bryan mendekat, Zeis mulai berteriak histeris. “Kau jangan kemari! Pergi dari tempat ini sebelum anak buahku datang ke tempat ini!” Tatapan Zeis dipenuhi ketakutan pada sosok Bryan, dan terus berusaha mengusir Bryan dari ruangannya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2