Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Memberi Pukulan Telak


__ADS_3

Malam ini saat para wanita memilih bersantai di Mansion, Bryan dan Gerry mendatangi Kasino yang terletak di pinggiran kota.


“Kalau hanya datang dan tidak ikut melakukan permainan, mereka akan menaruh curiga pada kita. Sebaiknya kamu lakukan beberapa permainan, dan aku akan menonton permainanmu!” ucap Bryan pada Gerry.


Melakukan permainan Gerry tidak keberatan melakukan itu. Meski sudah lama tidak melakukan permainan di Kasino, dia masih memiliki cukup keyakinan dapat memenangkan beberapa permainan.


“Aku akan melakukan beberapa permainan dan mungkin akan banyak keuntungan yang bisa kita bawa pulang.” Gerry sangat yakin dapat melakukannya, sedangkan Bryan yang tidak terlalu mengerti permainan di Kasino, dia hanya menganggukkan kepala.


Masuk ke ruang Kasino dengan penerangan yang cukup redup, Gerry segera menukarkan sejumlah uang dengan koin berwarna-warni. Warna koin sengaja dibedakan untuk menunjukkan nilai setiap koin.


“Bryan, aku ingin melakukan beberapa permainan, untuk tugas mengamati sepenuhnya aku percayakan padamu!” ucap Gerry bersemangat.


Bryan sendiri hanya mengangguk lalu berjalan di belakang Gerry selayaknya seorang bodyguard. Saat Gerry mulai bermain, Bryan yang berdiri tepat di belakang Gerry, kedua matanya melihat sekeliling mencari keberadaan orang yang dia cari.


‘Tidak sulit menemukannya dan ternyata dia juga tidak menyembunyikan diri. Zeis, dia memang terlihat lebih berbahaya dari Antonio, tapi bagiku dia hanyalah manusia dengan kemampuan biasa-biasa saja.’ Bryan berbicara dalam hati saat kedua matanya menangkap keberadaan Zeis.


Malam ini dia dan Gerry sengaja datang ke Kasino memang untuk melihat sosok Zeis secara langsung, dan nyatanya melihat secara langsung atau hanya melihat dari foto, bagi Bryan tak ada sesuatu yang istimewa dari sosok Zeis.


Dia memiliki kekuatan sistem, oleh karena itu sosok Zeis yang ditakuti banyak orang hanya terlihat biasa-biasa saja baginya.


‘Ternyata dia juga ada di tempat ini.’ Bryan melihat Antonio yang baru saja datang bersama seorang wanita.


Sosok wanita yang datang bersama Antonio adalah sosok wanita yang sama, yang mana wanita itu adalah sosok yang di masa lalu telah merusak hidup Hugo.


Setengah jam melakukan permainan, Gerry telah memenangkan cukup banyak permainan dan modalnya telah berlipat ganda. Sedangkan Bryan, dia masih fokus pada tempat Zeis dan Antonio.


Sedikitpun Bryan tidak mengalihkan perhatiannya karena malam ini dia berencana menyerang Zeis secara diam-diam. Dia berencana melakukan serangan diam-diam saat pria itu tak berada dalam jangkauan para pengawalnya. Namun, sampai saat ini dia belum melihat adanya kesempatan untuk melakukannya.


‘Selama dia tidak pergi kemana-mana, sulit bagiku menyerangnya secara diam-diam.’


“Bagaimana, apa sudah melihat kesempatan?” tanya Gerry yang sudah menyelesaikan permainannya setelah membuat seluruh lawannya kehabisan modal.


Bryan menggelengkan kepalanya. “Dia masih berada di tempat yang sama, dan lagi ada teman lama Hugo di tempat itu.”


Hugo pernah bercerita kalau Antonio dulu adalah teman baiknya sebelum berbalik menjadi musuhnya. Jadi, saat Bryan mengatakan keberadaan teman lama Hugo, Gerry tahu siapa teman lama Hugo yang dimaksud Bryan.


Gerry melirik ke tempat Zeis, dan benar saja di tempat itu dia melihat keberadaan Antonio serta wanitanya.


“Gerry, bagaimana kalau nantinya kita membagi tugas?” ujar Bryan.


“Katakan saja apa rencanamu aku pasti setuju melakukannya!” ungkap Gerry.


“Urus Antonio dan wanitanya! untuk Zeis dan yang lainnya, serahkan mereka padaku, dan aku akan membuat mereka mengalami pukulan telak!” ucap Bryan berbisik di dekat telinga Gerry, dan dia memastikan tak ada orang lain yang mendengar bidikannya.

__ADS_1


Gerry hanya menganggukkan kepala setuju dengan apa yang diinginkan Bryan darinya, dan karena sudah bosan bermain Gerry pergi ke Bar yang bersebelahan dengan Kasino, begitu juga dengan Bryan.


Meski ada tembok kokoh yang memisahkan Bar dan Kasino, tak sulit bagi Bryan untuk tetap melihat kegiatan Zeis dan juga Antonio. Dia menggunakan kekuatan mata tembus pandang, dan tak ada yang dapat disembunyikan darinya.


Setelah meneguk habis minuman yang dipesan, Bryan melihat adanya pergerakan di tempat Zeis dan Antonio. “Gerry mereka sepertinya mau pergi, bagaimana kalau kita menunggu mereka di parkiran? Kebetulan parkiran sedang sangat sepi.”


Gerry hanya mengangguk lalu keduanya segera pergi ke tempat parkir mobil, yang saat ini keadaannya benar-benar sepi.


Menggunakan topi dan masker yang sebelumnya telah mereka siapkan, Bryan dan Hugo terlihat begitu santai menunggu Zeis dan Antonio yang dalam perjalanan ke tempat parkir.


Selain dua orang yang menjadi target utama mereka, ada juga wanita Antonio, serta para bodyguard yang juga berjalan ke tempat parkir.


“Mereka datang.” Penuh dengan ketenangan Bryan berjalan mendekati Zeis dan Antonio yang sedang jalan beriringan.


Tepat di belakang Bryan ada Gerry, dan karena lampu parkiran yang lumayan reduk keberadaan mereka belum disadari oleh Zeis maupun Antonio.


Ketika keduanya hanya berjarak kurang dari lima puluh meter, barulah Zeis dan Antonio menyadari keberadaan mereka, tapi karena penampilan keduanya yang sangat misterius, tak satupun orang yang mengenali mereka, termasuk Zeis dan Antonio.


“Aku tidak menyangka dapat bertemu dengan Tuan Zeis dan Tuan Antonio di tempat ini! Sepertinya keberuntungan sedang memihak padaku karena aku dapat memukuk wajah kalian!” Awalnya Bryan terlihat ramah, tapi secara tiba-tiba dia bergerak maju dan memukul bergantian wajah Zeis dan Antonio.


“Bugh... Bugh...”


Pukulan Bryan sangat kuat, membuat keduanya segera tumbang, dan mengalami kesulitan saat ingin bangun.


“Kalian lawanku, jadi jangan mengganggu temanku yang sedang bersenang-senang!” Gerry muncul di depan para Bodyguard, dan dengan cepat dia memukuli mereka tanpa memberi mereka kesempatan melakukan serangan balik.


Satu persatu bodyguard bertubuh tinggi besar tumbang di tangan Gerry, dan tak sampai satu menit seluruh bodyguard tumbang hanya menyisakan wanita yang terlihat ketakutan. Melihat wanita itu ketakutan, Gerry mengangkat sebelah ujung bibirnya, sembari berjalan ke arah wanita yang perlahan bergerak mundur.


Ekspresi yang ditunjukkan Gerry sangat menyeramkan, membuat wanita itu ketakutan hanya dengan melihat ekpresi wajah Gerry. Dia terus saja bergerak mundur, sampai tubuhnya terbentur dinding kokoh sebagai batas tempat parkir mobil dan motor.


“Diam di situ, temani aku melihat apa yang akan dilakukan temanku pada Tuan Zeis dan Tuan Antonio!” ucap Gerry yang segera mendapatkan balasan anggukan kepala dari wanita yang wajahnya sudah memucat.


“Lihat! Bukannya temanku sangat keren? Dua orang yang mengaku sebagai penguasa dunia bawah dibuat tak berdaya olehnya.” Gerry tersenyum senang melihat apa yang dilakukan Bryan pada Zeis dan Antonio.


Bryan kembali memukul wajah Zeis dan Antonio secara bergantian, membuat wajah keduanya bengkak dan berdarah sampai-sampai sulit untuk dikenali.


“Malam ini cukup sampai disini, tapi aku berjanji di pertemuan selanjutnya setidaknya kalian akan kehilangan kedua tangan serta kedua kaki, dan tidak menutup kemungkinan aku akan mengakhiri hidup kalian!” Bryan begitu saja pergi meninggalkan keduanya setelah puas memukul telak wajah mereka.


Untuk malam ini memukuli wajah mereka sudah membuatnya merasakan kepuasan, tapi tidak untuk pertemuan selanjutnya. Di pertemuan selanjutnya, hal paling buruk bisa saja terjadi pada Zeis dan Antonio jika Bryan menginginkan nyawa mereka.


“Apa kamu ingin membawa wanita ini?” tanya Bryan pada Gerry yang masih berdiri di depan wanita Antonio.


“Calon istriku jauh lebih baik dari wanita itu, jadi kenapa juga aku harus membawa pulang barang bekas?” Gerry menatap jijik keberadaan wanita yang wajahnya memang terlihat cantik, tapi jelas itu karena make-up.

__ADS_1


Tubuh wanita itu memang indah, tapi sayangnya Gerry tak memiliki ketertarikan pada tubuh wanita bekas banyak pria, lagipula dia hanya tertarik pada keindahan tubuh Gladis.


“Kalau begitu segera tinggalkan wanita itu! Terlalu lama berada di dekatnya, aku takut wanita itu akan menjadi tempat penampung benih keturunanmu,” ujar Bryan.


Gerry langsung saja pergi menjauhi wanita, dan menatap sinis keberadaan wanita yang masih saja takut pada dirinya. Terus berjalan mengikuti Bryan, keduanya akhirnya sampai di parkiran gedung tak jauh dari parkiran Kasino maupun Bar.


“Dengan begini mereka akan mewaspadai musuh lain selain Hugo!” ucap Gerry.


“Aku yakin tak lama lagi mereka akan mengerahkan kekuatan untuk mencari keberadaan kelompok lain, selain keberadaan kelompok Hugo! Jika itu semua terjadi sesuai prediksiku, tentu ini adalah kesempatan Hugo bergerak lebih cepat, untuk menguasai seluruh wilayah kekuasaan Antonio!” ungkap Bryan.


“Apa aku harus memberitahu Hugo tentang apa yang baru kita lakukan?” tanya Gerry pada Bryan.


“Tak ada salahnya memberitahu dia, dan aku yakin dia senang dengan kabar yang kita berikan padanya!” ucap Bryan menjawab pertanyaan Gerry.


Mendengarnya, Gerry langsung saja menghubungi Hugo dan begitu panggilan telepon terhubung, dia segera menceritakan apa yang baru saja dilakukannya bersama Bryan. Di seberang sana Hugo terlihat senang dan tahu apa yang harus dia lakukan.


Mengakhiri panggilan telepon, pandangan Gerry segera tertuju pada jalanan di depan gedung tempat Bryan memarkirkan mobilnya. “Anak buah Zeis dan Antonio sepertinya berdatangan setelah mendengar kabar apa yang terjadi pada bos-bos mereka,” ucapnya.


“Sayangnya mereka datang hanya untuk melihat wajah babak belur keduanya, dan jelas mereka tidak akan mengira kita berada di tempat ini.”


Selain mobil milik Bryan, banyak mobil lainnya yang terparkir di parkiran gedung, dan lagi keberadaan keduanya di dalam mobil tak mungkin terlihat oleh mereka yang berada di luar.


Bryan memang sengaja tidak langsung pergi karena bisa saja kepergiannya justru akan memancing kecurigaan musuh. Oleh karena itu, dia hanya diam di dalam mobil menunggu keadaan tenang.


Tak lama setelah jalanan dipenuhi mobil, beberapa pria berpakaian hitam mulai memasuki area parkir gedung. Mereka terlihat mencari sesuatu diantara celah parkiran mobil, bahkan dua dari mereka saat ini memeriksa tepat di sebelah mobil Bryan.


Sementara itu, Bryan dan Gerry yang berada di dalam mobil, keduanya hanya tersenyum melihat sekelompok orang bodoh yang mencari keberadaan mereka.


Setelah beberapa waktu mencari dan tidak menemukan apa yang mereka cari, orang-orang itu pergi meninggalkan area parkir gedung, berpindah ke tempat lainnya.


Meski melihat orang-orang itu pergi, Bryan tak buru-buru pergi meninggalkan parkiran gedung karena di depan gedung masih ada beberapa orang yang melakukan penyisiran.


“Hah, mereka mencari sesuatu yang tidak mungkin ditemukan!” ucap Gerry yang begitu santai memainkan handphone di tangannya.


Waktu terus berlalu dan anak buah Zeis maupun Antonio mulai pergi meninggalkan lokasi Kasino. Pengunjung Kasino dan Bar juga telah pergi setelah melewati pemeriksaan ketat.


Sementara itu di dalam mobil, Bryan sedang asik berkirim pesan dengan keempat wanitanya, sedangkan Gerry, pria itu sesaat yang lalu telah tertidur.


Nanggung karena sebentar lagi juga pagi, Bryan berencana meninggalkan parkiran gedung saat pagi datang sehingga dia tidak akan memancing kecurigaan sisa anak buah Zeis dan Antonio.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2