
Kepergian Axel membuat suasana panti kembali tenang, tapi di media sosial saat ini sedang dihebohkan dengan video Bryan yang berhasil menghindari peluru yang di tembakkan dari jarak dekat.
Banyak yang beranggapan Bryan adalah manusia super, dan tak sedikit juga yang beranggapan Bryan adalah seorang ahli beladiri. Namun apa yang heboh di media sosial dan membuat sosok Bryan perlahan terkenal, semua itu tak diketahui oleh Bryan dan kedua wanitanya yang saat ini sedang menikmati suasana sore di tepian pantai bersama anak-anak panti.
Melihat anak-anak bermain dengan riang bersama kedua wanitanya di tepian pantai dengan berhiaskan cahaya matahari senja, membuat suasana sore Bryan sangatlah sempurna, dan mungkin dia akan lebih sering menikmati suasana sore seperti ini.
“Sebelum gelap mari kita kembali ke panti! Anak-anak sepertinya juga sudah lapar,” ucap Nayla yang ditanggapi anggukan kepala oleh Bryan, dan bersama-sama mereka semua berjalan kaki kembali ke panti.
Sampai di panti, sebelum menikmati makan malam, anak-anak lebih dulu mandi begitu juga dengan Bryan, Nayla, dan Eve. Bryan dan Nayla membawa pakaian ganti dari Mansion, dan tak lupa Nayla membawakan pakaian ganti untuk Eve.
Selesai mandi semua orang menikmati makan malam bersama, di iringi canda tawa anak-anak yang sulit duduk tenang saat makan. Tak ada yang marah, mereka masih anak-anak, dan apa yang mereka lakukan adalah sebuah kewajaran.
Malam ini Bryan, Nayla dan juga Eve, mereka berencana bermalam di panti, dan baru besok kembali untuk bekerja. Besok juga merupakan hari pertama Eve bekerja bersama dengan Nayla, dan juga besok adalah hari dimana Bryan akan menyelesaikan balas dendamnya.
Sementara itu, di sebuah kamar rumah sakit, Chris yang baru saja membuka kedua matanya setelah kehilangan kesadaran selama lebih dari sepuluh jam, hal yang pertama dilihatnya adalah beberapa Jean, yang menemaninya di rumah sakit.
Bukannya senang karena ada yang menemani, Chris justru menatap jijik keberadaan Jean.
Setelah apa yang semalam dia lihat dengan mata kepalanya sendiri, dia tak lagi memiliki perasaan apapun pada wanita yang telah memberikan kesuciannya padanya. Yang dirasakannya saat ini padanya hanyalah rasa jijik.
Jean yang semula diam, dia mulai membuka suara, “Aku tau kamu merasa jijik deng keberadaanku setelah apa yang semalam kamu lihat, tapi Chris, setidaknya dengarkan penjelasanku!” Jean memohon pada Chris untuk mendengar penjelasannya.
“Tidak ada yang perlu dijelaskan, aku sangat yakin dengan apa yang aku lihat, dan satu lagi yang harus kamu tahu Bryan masih hidup! Semua yang terjadi padaku adalah perbuatannya!” ungkap Chris membuat Jean sangat terkejut.
“Tidak, itu tidak mungkin! Dia sudah mati, dan aku yakin dengan itu karena aku sendiri yang memastikan kematiannya! Chris, kau tak perlu membuatku takut kalau kau memang tidak ingin lagi melanjutkan hidup bersamaku!” ucap Jean.
“Nyatanya dia masih hidup, dan dia telah mendapatkan bukti untuk menjebloskan kita ke dalam penjara atas tuduhan percobaan pembunuhan.” Chris memiliki keyakinan kalau tak lama lagi dirinya akan membusuk di dalam penjara.
Jean terus menggelengkan kepalanya. “Itu tidak benar, dia sudah mati dan membusuk, kau pasti sedang membohingiku!” Jean begitu saja keluar dari kamar Chris, tapi saat berada di luar dimana banyak orang melihat ke arahnya, Jean merasa orang-orang memandangnya dengan pandangan merendahkan.
Bahkan saat Jean masuk ke lift yang penuh sesak orang, tiba-tiba saja orang-orang di dalam lift keluar sambil menjaga jarak darinya, seolah dirinya adalah kotoran yang perlu dihindari.
Belum sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi, Jean mengabaikan orang-orang di rumah sakit, dan dia segera pergi ke salah satu restoran untuk menikmati makan malam bersama James.
Namun, ditengah jalan James tiba-tiba saja membatalkan janji makan malam dengannya karena pria itu ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama kekasihnya. Di titik ini Jean merasa orang-orang seperti sedang menghindarinya. “Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa aku merasa orang-orang menghindariku?”
__ADS_1
Tak jadi makan malam di luar, Jean memutuskan makan malam dirumah. Menikmati makan malam seorang diri, Jean melihat layar handphonenya, dan melihat apa yang sedang trending akhir-akhir ini. Terus menggeser layar handphonenya, Jean menemukan video yang sedang trending, dan dia tak percaya video ini tersebar luas.
“Mereka benar-benar membohingiku, aku harus melaporkan perbuatan mereka!” Jean ingin melaporkan sosok yang menyebarluaskan video saat dia menikmati kehangatan dari empat orang pria.
Akan tetapi sebuah pesan menghentikan tindakannya yang ingin melapor. “Silahkan melapor jika ingin statusmu sebagai seseorang yang pernah melakukan tindakan percobaan pembunuhan diketahui oleh pihak kepolisian!”
Pesan yang baru selesai dibaca benar-benar membuat nyali Jean ciut. Dia merasa mendekam di dalam dinginnya penjara jauh lebih buruk dibandingkan menanggung malu dari tersebarnya video yang seharusnya hanya menjadi tontonan pribadi.
“Disaat seperti ini aku benar-benar tidak memiliki seseorang yang bisa aku mintai pertolongan. Chris, pria itu bahkan sudah sangat jijik denganku, padahal awalnya aku melakukan semua itu untuk mempertahankan hubunganku dengannya,” gumamnya.
Malam ini Eve seorang diri di rumah. Bukan di rumah Bryan, tapi dia berada di rumahnya sendiri yang menjadi saksi bisu berbuatannya pada Bryan.
Baru menyadari kalau dirinya hanya seorang diri di rumah sama persis seperti malam kejadian dia memukul Bryan, Jean merasa ada yang sedang mengawasi dirinya dari lantai dua, lantai tempat kamarnya, kamar yang menjadi tempat pembunuhan.
Melihat di lantai dua, Jean yang sudah dilanda ketakutan, dia memberanikan diri melirik kearah lantai dua yang gelap karena memang dia tidak menyalakan lampu di tempat itu.
Tiba-tiba saja angin malam yang begitu dingin berhembus dari lantai dua, dan menerpa wajahnya.
Entah sedang berhalusinasi atau kenyataan, setelah angin berhembus dia melihat sosok yang dikenalinya berjalan menurunu tangga.
Tak lagi sanggup menahan rasa takut, Jean mengambil tas kecilnya lalu berlari keluar rumah, dan langsung masuk kedalam mobil. “Aku harus pergi dari tempat ini!”
Memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, Jean bermaksud pergi ke salah satu hotel untuk bermalam, tapi karena tak berhati-hati dan mengabaikan lampu lalu lintas, tepat di sebuah perempatan saat mobilnya melaju lurus dengan kecepatan tinggi, dari arah berlawanan muncul truk tronton dengan kecepatan tinggi.
Cepatnya laju kedua kendaraan, kecelakaan mematikan tak bisa dihindari. Mobil Jean terpental dengan keadaan terpotong menjadi dua bagian akibat benturan keras dengan truk tronton.
Tubuh Jean tak lagi berada di dalam mobil setelah terjadinya kecelakaan. Tubuhnya terpental keluar dari mobil, dan mengalami luka parah. Darah mengalir keluar dari sekujur tubuhnya.
Saat supir truk tronton yang sedikit terluka keluar dari truk untuk memastikan keadaan Jean, dia mendapati wanita itu tak lagi bernapas, yang artinya dia telah mati.
Melihat keadaan jalanan sangat sepi dan tak ada kamera cctv di sepanjang jalan, mengetahui korban kecelakaan mati di tempat, supir truk tronton memilih pergi melarikan diri meninggalkan Jean yang telah mati mengenaskan di tengah jalan.
...----------------...
Pagi harinya berita menghebohkan membuat gempar seluruh kota. Wanita yang dua hari ini membuat heboh dengan video panasnya bersama empat pria, pagi ini dia ditemukan mati di tengah jalan, dan diduga wanita itu mati sebagai korban tabrak lari.
__ADS_1
Pihak kepolisian telah memastikan wanita dalam video dan wanita korban tabrak lari adalah orang yang sama, dan saat ini mayatnya berada di rumah sakit.
“Aku tidak menyangka dia justru mengalami kematian yang sangat tragis,” ucap Bryan melihat kematian Jean yang menjadi headline news.
Dia sebenarnya tak menginginkan nyawa wanita itu dalam balas dendamnya, tapi nyatanya wanita itu justru mati dalam keadaan tragis, bahkan kematiannya tak melibatkan dirinya secara langsung.
Meski Jean telah mati, sistem belum mengonfirmasi selesainya misi, yang artinya misi balas dendam belum selesai. Jelas misi belum selesai karena masih ada Chris yang belum mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.
Tapi dia tak akan buru-buru mengeksekusi Chris. Setidaknya dia akan melakukan itu setelah Jean dikubur.
Semua rencana sudah dipersiapkan dengan matang, dan dia tinggal mengeksekusinya.
Menyelesaikan sarapan bersama anak-anak panti, Bryan pagi ini berencana melihat-lihat perusahaan lamanya, yang merupakan hasil kerja kerasnya.
Setelah peristiwa malam itu, praktisi perusahaannya dikuasai Jean, tapi setelah kematian wanita itu, dia berencana mengambil alih kembali apa yang sedari awal memang miliknya.
“Halo Nona Gladis, sudah saatnya kita bergerak! Setengah jam lagi aku sampai di perusahaan!” ucapnya setelah terhubung dengan seseorang yang dihubunginya lewat panggilan telepon.
“Baik Tuan, saya dan yang lainnya sangat senang dengan kembalinya Tuan,” balas wanita yang dihubungi Bryan.
Setelah mendapat balasan dari wanita yang dipanggilnya Gladis, Bryan segera masuk ke dalam mobilnya, dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan miliknya.
Dia tidak pergi bersama Nayla dan Eve, dikarenakan mereka telah lebih dulu pergi meninggalkan panti asuhan. “Akhirnya aku kembali ke pekerjaan semula,” gumamnya pelan sembari tersenyum.
Mobil Lamborghini Bryan membelah ramainya jalanan kota, dan tiga puluh menit kemudian dia telah sampai di perusahaan miliknya.
Selain Gladis, ada juga Gerry yang menyambut kedatangannya begitu sampai. Gerry sudah menjelaskan perubahan Bryan pada karyawan yang bekerja di perusahaannya, membuat seluruh karyawan segera mengenali sosok Bryan.
‘Tampan, Tuan terlihat semakin tampan dari sebelumnya,’ ucap Gladis dalam hati, setelah dia melihat langsung perubahan Bryan.
“Tuan, selamat datang kembali,” ucap semua orang, yang dibalas Bryan dengan menyunggingkan senyuman di wajahnya.
‘Akhirnya aku kembali!...”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.