Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Kebenaran Tentang Ayah Elena


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Zanna Qirani, Ibunda Elena telah sampai dengan selamat di Mansion keluarga Laurens bersama dengan ketiga wanita Bryan. Tepat di belakang mereka berturut-turut sampai di Mansion mobil yang dikemudikan anak buah Hugo, dan terakhir ada mobil Bryan sebagai penutup rombongan.


Kedatangan mereka mendapat sambutan hangat dari kedua orangtua Bryan, dan ternyata kedua orangtua Nayla juga masih di Mansion keluarga Laurens. Mereka semua begitu hangat menyambut kedatangan Zanna, yang nyatanya dia, Ibu Bryan dan Ibu Nayla, mereka bertiga di masa lalu adalah teman kuliah.


Namun sayang Zanna tidak seberuntung kedua sahabatnya yang mendapatkan pria terbaik untuk hidup mereka, dia justru harus menikah karena perjodohan yang membuat hidupnya sengsara. Beruntung dia memiliki Elena sebagai penyemangat hidupnya, kalau saja tidak ada Elena sudah sejak lama dia memilih mengakhiri hidup menyusul kedua orangtuanya, yang mengalami kematian janggal di hari kelahiran Elena, dan disitulah awal suaminya mulai bersikap kasar padanya.


Dunia ini ternyata sangatlah sempit. Mereka yang dulunya berpisah kini dipertemukan kembali oleh anak-anak mereka. Setelah melepas pelukan hangat yang sedikit melepas rindu, dengan dipimpin Dylan mereka semua beranjak meninggalkan teras Mansion, bersama-sama menuju ruang keluarga.


Setelah semua berada di ruang keluarga dan terjadi obrolan singkat diantara wanita, pembicaraan serius segera terjadi, dan semua pembicaraan berhubungan dengan para pembunuh bayaran yang mencoba mencelakai semua orang di mobil, yang kebetulan saat itu dikemudikan Monica.


Monica menerangkan kalau dia tidak tahu siapa mereka, begitu juga dengan Elena maupun Eve, dan sekarang perhatian semua orang tertuju pada Zanna. Mereka semua penasaran dengan jawaban yang akan diberikan oleh wanita paruh baya, yang masih terlihat sangat cantik di usia tak lagi muda.


“Kemungkinan mereka adalah orang-orang suruhan Marcel, dan seharusnya kalian semua tahu siapa pria itu! Dia mantan suamiku, ayah dari Elena, dan dia meniru cara Elena saat membohonginya untuk memancing aku dan juga Elena kembali ke negeri ini.”


Zanna menjelaskan kematian Mancel yang selama ini dia percaya, itu hanyalah sebuah kebohongan, dan sialnya dia mengetahui semua itu hanya beberapa jam sebelum kepulangannya untuk menyaksikan pernikahan putrinya.


“Dia sengaja tidak mengganggu Elena karena aku belum pulang, dan sejak awal Elena kembali sepertinya dia tahu kalau putrinya belum mati.”


“Menggunakan cara yang sama dia menipuku dan juga Elena, dan dia baru bertindak ingin mencelakai kami begitu aku kembali. Tepatnya dia bukan ingin mencelakai Elena, tapi hanya ingin mencelakaiku. Begitu aku celaka atau bahkan sampai mati, dia pasti akan melakukan hal buruk pada Elena, dan kemungkinan besar Elena akan dia paksa menjadi penghasil uang untuk dirinya.”


Semua orang termasuk Bryan sekarang tahu apa tujuan pembunuh bayaran yang sebelumnya terus membuntuti mobil yang dikemudikan Monica.


“Orang itu terlalu bernyali karena berani ingin melakukan sesuatu yang buruk pada wanitaku. Aku mau lihat sejauh mana dia berani melanjutkan rencananya!” ucap Bryan tak sedikitpun takut dengan sosok pria yang seharusnya menjadi ayah mertuanya.


“Nak Bryan, sebaiknya Nak Bryan berhati-hati dengan Marcel! Dia bukan pria yang mudah disentuh, apalagi selama ini dia mendapatkan perlindungan dari dua pria yang merupakan orang berkuasa di dunia bawah. Aku tahu semua itu dari orang yang selama ini aku pekerjakan untuk melindungi keselamatanku dan juga Elena,” ucap Zanna.


“Ibu, siapa dua orang itu? Apa ibu bisa menunjukkan identitas mereka padaku?” Sejak dulu Bryan memanggil Zanna, Ibu. Jadi tak aneh jika pangilan itu sampai sekarang masih dia pertahankan.


Sedangkan Zanna yang mendapat panggilan Ibu dari Bryan, dia tersenyum tulus sembari mengeluarkan handphonenya.


“Mereka adalah dua orang yang melindungi Marcel, mereka bernama Zein dan Zeis, dan selama ini mereka sangat ditakuti di dunia bawah bukan hanya di negeri ini, tapi sampai di beberapa negeri tetangga.” Zanna menunjukkan foto Marcel yang sedang tertawa bersama si kembar Zein dan Zeis.

__ADS_1


Tau siapa dua sosok pria yang selama ini melindungi Marcel, Bryan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, begitu juga dengan yang lainnya.


Zanna sendiri yang melihat yang lainnya tiba-tiba tersenyum sambil menggelengkan kepala, dia dibuat penasaran apa sebenarnya yang mereka semua pikirkan. “Apa kalian mengenali mereka? Sebagai pemilik Kerajaan bisnis, seharusnya kalian tak asing dengan dua orang ini!”


“Biar calon menantumu yang menjelaskan,” ucap Dylan masih mempertahankan senyuman tipis di bibirnya.


Bryan yang melihat Zanna mengarahkan pandangan padanya, dengan sopan dia memberi penjelasan. “Kedua orang ini sudah berubah menjadi abu bersama sebagian besar anak buah mereka, jadi bisa aku pastikan Marcel telah kehilangan pelindungnya.” Jelasnya singkat tapi sangat jelas.


Zanna yang baru mengetahui semua itu jelas terkejut karena orang yang memberinya informasi hanya mengatakan keduanya adalah penguasa dunia bawah, dan tak banyak orang yang berani berurusan dengan mereka termasuk orang-orang yang selama ini dia tugaskan menjaga dirinya dan Elena.


“Apa semua itu bisa aku percaya? Mereka semua sudah mati bahkan sudah menjadi abu bersama sebagian besar anak buahnya. Kalau itu benar adanya, seharusnya Marcel saat ini tak lagi memiliki pelindung,” ucap Zanna, yang segera mendapatkan balasan gelengan kepala Bryan.


“Ibu, aku merasa Zein dan Zeis bukan satu-satunya kelompok yang memberi perlindungan pada pria itu, entah kenapa aku merasa kalau pria itu sebenarnya juga memiliki kekuasaan di dunia bawah, tapi selama ini dia hanya menjadi sosok di balik layar.” Bryan mengutarakan semua isi pemikirannya tentang Marcel.


Semua orang termasuk Zanna setuju dengan itu karena dia sangat mengenal siapa Marcel setelah selama belasan tahun menjalin hubungan dengannya. “Sangat wajar kalau dia juga terlibat dalam kehidupan dunia bawah. Kalau dia tidak terlibat, untuk apa juga dua orang yang memiliki kekuasaan di dunia bawah rela menjadi pelindungnya?” pikir Zanna.


“Tepat apa yang ibu pikirkan. Aku rasa dia jauh lebih berbahaya dari Zein dan Zeis, tapi aku sama sekali tidak takut ataupun khawatir berhadapan dengannya. Aku justru tertantang membuatnya bertekuk lutut di hadapan kita semua!”


Suara Bryan begitu dingin, dan saat semua orang menatap matanya mereka merasakan kengerian. Hanya keempat wanitanya yang terlihat biasa saja saat mereka melihat sorot mata Bryan. Mereka justru merasa si bawah sorot mata itu, mereka akan mendapatkan apa yang dinamakan perlindungan seorang pria.


Para pria saat ini sedang berada di lantai dua membahas tentang Marcel dan kekuatan yang dimilikinya, sedangkan para wanita sedang menikmati waktu bersantai di pinggir kolam renang, bahkan ada yang sedang berenang di tengah cuaca sedikit dingin.


Setelah dua jam, para pria menyelesaikan pembicaraan mereka, dan rencana untuk menghadapi Marcel telah disepakati.


...----------------...


Dua hari berlalu dengan tenang di Mansion Keluarga Laurens yang sedikit sepi karena kedua orangtua Nayla telah pulang ke Mansion milik mereka.


Hari ini di saat para wanita menghabiskan waktu mempercantik diri di salon kecantikan yang dibawa ke Mansion, para pria tak terlihat di Mansion. Sejak pagi mereka telah pergi meninggalkan Mansion termasuk Dylan yang kali ini ingin sedikit merenggangkan otot tuanya, yang semakin hari semakin kaku karena kurangnya beraktivitas berat.


Dari rencana yang sudah disepakati dua hari yang lalu, hari ini mereka akan menjadi tamu Marcel, dan kebetulan mereka telah berhasil menemukan markas orang itu. Tugas mencari markah Marcel diserahkan pada Gerry, dan tak sampai dua jam berkutat dengan peralatannya dia sudah mengantongi seluruh lokasi markas Marcel, termasuk markas utamanya.

__ADS_1


Sejak pagi mereka telah mengawasi markas utama Marcel dari gedung yang bersebelahan dengan markas utama kelompok pria itu, dan pastinya Bryan sudah memastikan target mereka saat ini berada di markas yang sedang diawasi. Bahkan di tempat yang sama Bryan juga melihat Ken, pria yang sudah dua kali mencari gara-gara dengannya, dan sepertinya pria itu memiliki hubungan dengan Marcel.


“Seluruh sniper sudah berada di tempat strategis. Mau dia keluar atau tetap berada di dalam markas, kapanpun kita bisa mengakhiri hidupnya!” ucap Bryan pada semua orang yang berada dalam satu ruangan dengannya, termasuk Toni dan Leo yang belum lama ini datang.


“Anak buahku juga telah mengepung markas mereka, dan tinggal menunggu perintah penyerangan!” ucap Hugo yang sekarang dia telah menjadi bagian keluarga Laurens, setelah Dylan mengangkatnya menjadi kakak Bryan.


Hugo tentu saja senang karena ada yang mengakui keberadaannya, bahkan orang yang selama ini sangat dia hormati dan selalu dia panggil Tuan, orang itu sama sekali tidak keberatan saat memanggik dirinya Kakak.


“Jangan dulu menyerang! Kita lihat saja apa yang hari ini ingin dia lakukan, dan sepertinya tak lama lagi dia akan keluar dari markas mengikuti pria yang baru saja bertemu dengannya!” ucap Dylan menatap tajam dua pria dikejauhan yang terlihat jelas dari teropong di tangannya.


“Tunggu dulu, bukannya pria yang sedang bersama Marcel itu adalah Ken, Tuan Muda keluarga Oliver? Sepertinya keluarga Oliver memiliki kerjasama dengannya, dan mungkin itu alasan peningkatan pesat kekayaan keluarga Oliver selama tiga bukan terakhir.” Leo jelas mengenali siapa Ken, yang pernah beberapa kali berkunjung ke Mansion keluarganya untuk menemui Nayla yang selalu menolak bertemu dengannya.


“Kakak ipar tidak salah, dia memang Ken, dan nyatanya keluarga Oliver memang memiliki hubungan erat dengan Marcel. Satu yang mungkin belum kalian ketahui, Marcel adalah seorang Oliver, jadi wajar jika dia memiliki hubungan dengan keluarga Oliver.”


Dengan bantuan Gerry dan kekuatan keberuntungan super miliknya, tak sulit baginya mendapatkan identitas tersembunyi milik Marcel Oliver, yang ternyata dia adalah Kakak dari Mike Oliver, pemimpin keluarga Oliver saat ini.


Identitas Marcel sebagai keluarga Oliver sangat di tutup rapat karena dia adalah keturunan hasil hubungan gelap pemimpin keluarga Oliver sebelumnya dengan wanita malam. Meski tidak mendapat pengakuan resmi sebagai bagian dari keluarga Oliver, dia tetap mendapatkan fasilitas dari mendiang ayahnya, dan hubungannya dengan keluarga Oliver sangat baik.


“Aku tidak menyangka jika dia bagian dari keluarga licik itu. Kalau saja sejak awal tahu kalau dia bagian dari keluarga Oliver, aku pasti sudah membunuhnya sejak dia berani mendekati Zanna!” Toni cukup lama mengenal Marcel, dan dia tidak menyangka pria itu masih bagian dari keluarga Oliver.


“Kalau Ayah mertua melakukan itu, tak mungkin ada Elena di dunia ini.Kalau tidak ada Elena, bagaimana aku bisa memiliki empat istri? Tiga istri itu cukup, baru sempurna kalau ada empat istri.” Bryan bicara sambil cengengesan.


Sedangkan yang lainnya, mereka hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Bryan. Toni sendiri sebenarnya merasa aneh kenapa dia memberi restu pada pernikahan Bryan dan Nayla, meski tahu putrinya bukan satu-satunya wanita Bryan. Namun setelah melihat tiga wanita yang juga merupakan calon istri Bryan, dia merasa tak salah membeli restu, dan pagi saat melihat keempat wanita itu berkumpul dia merasa mereka keempat wanita menjadi satu kesatuan yang mustahil untuk dipisahkan.


“Jangan lagi bahas masa lalu atau anak kurang ajar ini yang begitu berani mengambil empat istri! Lihat mereka benar-benar mau pergi!”


Dylan menyuruh memperhatikan pergerakan Marcel dan Ken yang ingin pergi dari tempat, yang selam ini dijadikan markas utama kelompok mereka.


Tentu saja Bryan dan yang lainnya tidak mengizinkan kedua orang itu pergi, dan baru saja Bryan mengirim Hugo untuk membereskan keluarga Oliver. Membereskan bukan dalam artian membunuh, melainkan menangkap mereka.


“Sudah saatnya bergerak! Mari kita bereskan musuh terakhir sebelum menikmati kesenangan pesta pernikahan!” ucap Dylan dan semua orang segera bersiap di posisi masing-masing.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2