Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Membalas Jasa Masa Lalu


__ADS_3

Melihat keempat wanita yang telah menerima pil pemberiannya keluar dari Mansion di waktu bersamaan, membuat pandangan Bryan tak bisa teralihkan dari mereka. Mereka terlalu cantik untuk diabaikan, jadi sebisa mungkin dia ingin menikmati saat-saat seperti ini.


Melihat mereka yang semakin mendekat Bryan menyapa mereka, “Entah kenapa pagi ini kalian terlihat sangat bersemangat, apa semalam telah terjadi sesuatu di antara kalian dan aku tidak mengetahuinya? Sepertinya memang terjadi sesuatu, tapi tidak ada yang ingin memberitahukan padaku, apa yang sudah terjadi.”


“Aku akan menceritakan apa yang terjadi, tapi kamu harus mengantarkan aku ke rumah sakit!” ucap Elena atas persetujuan tiga wanita lainnya.


Bryan melihat tiga wanita lainnya, dan terlihat mereka tak keberatan jika dia pergi bersamaku Elena. “Segera masuk mobil, aku akan mengantarkanmu sampai rumah sakit!”


Elena menganggukkan kepala lalu dengan patuh dia masuk ke dalam mobil Bryan.


Sementara itu, Nayla dan Eve, keduanya mengantre untuk mendapatkan ciuman di kening dari Bryan sebelum mereka masuk ke dalam mobil. Sedangkan Monica, dia hanya tersenyum dan pamit seperti biasa. Tidak ada acara cium kening seperti yang dilakukan Bryan pada Nayla dan Eve.


Setelah melihat mobil yang dikemudikan ketiga wanita itu pergi meninggalkan Mansion, barulah Bryan masuk kedalam mobilnya yang di dalam sudah ada Elena, yang dengan begitu setia menanti dia masuk.


“Elena, kamu bisa bercerita sambil aku mengemudikan mobil ke rumah sakit baru, yang ke depannya akan menjadi tempat kamu bekerja!” ucap Bryan.


“Uhm...” Elena mengangguk setuju, dan begitu mobil mulai berjalan saat itu juga dia mulai bercerita apa yang semalam terjadi antara dirinya dan tiga wanita lainnya.


Menceritakan semua yang terjadi semalam, Bryan tersenyum begitu Elena menyelesaikan ceritanya. Sekarang dia tahu apa alasan mereka berempat pagi ini terlihat lebih bersemangat dibandingkan hari-hari sebelumnya, selain itu mereka hari ini juga terlihat lebih bahagia.


“Aku tidak menyangka kalian begitu cepat sepakat menjadi wanitaku, menjadi bagian dariku, seorang pria yang tak hanya setia dengan satu wanita,” ucap Bryan yang mana sebenarnya dia sudah tahu jika mereka berempat tak akan keberatan saat harus saling berbagi suami.


“Kami memang bukan satu-satunya bagimu, tapi kami yakin kamu adalah satu-satunya untuk kami. Lagipula, aku dan mereka yakin kamu pasti bisa membuat kami senantiasa merasakan kebahagiaan!” ungkap Elena yang pagi ini terlalu sering menunjukkan senyuman di wajahnya.


Setelah mendapatkan manfaat dari pil pemberian Bryan, terlihat jelas perbedaan pada sikap dan perilaku Elena.


Dia tak lagi sepenakut biasanya, dan tak lagi hanya menundukkan kepala saat bersama Bryan. Yang paling penting, dia sepertinya sudah lupa dengan peristiwa buruk yang terjadi padanya beberapa hari yang lalu.


“Aku berjanji pada diriku sendiri, kalau aku akan membahagiakan kalian selama kalian berada di sisiku!” Bryan berbicara pada Elena dengan sangat jelas.


“Tanpa kamu berjanji, kami yakin kamu pasti bisa melakukannya. Kebahagiaan kami bukan sesuatu yang sulit diwujudkan. Asalkan selalu berada di dekatmu, itu cukup untuk membuat kami bahagia,” ucap Elena.


“Kalau begitu, aku akan sering menghabiskan waktu bersama kalian.” Bryan tidak merasa keberatan melakukan itu.


Bagaimanapun juga mereka adalah bagian dari hidupnya, dan lagi siapa pria normal yang tidak rela menghabiskan lebih banyak waktu bersama empat keindahan? Jelas hanya pria tidak normal yang tidak ingin melakukan semua itu.

__ADS_1


Mengemudikan mobil menuju parkiran rumah sakit, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. “Apa perlu aku mengantarkan kamu sampai dalam?” Bryan bertanya pada Elena.


Hari ini adalah kali pertama Elena bekerja di rumah sakit milik keluarga Laurens. Dia sudah tidak lagi bekerja di rumah sakit milik Jacob, dan lebih memilih melanjutkan karier dengan bekerja di rumah sakit milik keluarga Laurens.


“Aku rasa akan terjadi kehebohan jika mengantarkan aku sampai ke dalam, jadi lebih baik sampai di sini!” ucap ElenaElena memberi jawaban.


“Baik, kalau begitu setelah ini aku langsung pergi ke kantor,” balas Bryan, dan begitu Elena keluar dari mobil dia segera tancap gas pergi ke kantor untuk bekerja.


Sedangkan Elena yang melihat mobil Bryan menjauh dan menghilang, dia tersenyum senang. Inilah yang benar-benar dia inginkan, berangkat bekerja bersama pria yang dia cintai.


Sebelumnya dia memang sering berangkat kerja bersama seorang pria, tapi pria itu bukanlah sosok yang dia cintai, melainkan sosok pria yang saat ini paling dia benci hampir menyamai kebenciannya pada mendiang ayahnya.


...----------------...


Bryan telah berada di ruang kerjanya, membaca laporan tentang perkembangan kerajaan bisnis miliknya, yang tak berkaitan dengan keluarga Laurens.


Melihat beberapa laporan, dia tersenyum puas dengan kinerja orang-orangnya. Jika semua ini terus berkembang ke titik yang lebih baik, cepat atau lambat Kerajaan bisnisnya dapat melampaui Kerajaan bisnis keluarga Laurens.


Namun, semua ini terlalu lambat jika dia ingin segera menyelesaikan misi yang diberikan sistem padanya. Masih ada dua misi yang belum diselesaikannya, dan dia berharap dapat menyelesaikan keduanya kurang dari satu bulan ke depan.


“Menarik, sepertinya ada yang ingin ikut bergabung dalam permainanku, tapi sayangnya dia memilih berada di pihak yang sudah pasti akan kalah dalam permainan!” gumamnya, lalu dia memanggil Gerry untuk segera datang ke ruangannya.


Kurang dari satu menit Gerry telah berada di ruangannya, dan dia mulai membaca laporan Hugo.


Selesai membaca, terlihat dia mengangguk kecil sebelum akhirnya bicara pada Bryan, “Kita sebentar lagi akan berurusan dengan penguasa sebenarnya dunia bawah, dan dia berkali-kali lebih kuat dari Antonio.”


Gerry mengeluarkan handphonenya, lalu dia menunjukkan foto seorang pria pada Bryan. “Namanya Zeis, dia orang yang hanya fokus pada kekuasaan dunia bawah, berbeda dengan kita ataupun Antonio yang juga fokus di dunia bisnis.”


"Apa hal menarik darinya? Apa dia memiliki kekuatan super?” Bryan ingin tahu lebih banyak tentang pria bernama Zeis.


“Dia pria yang sulit dihadapi dan tak ada yang tahu pasti seperti apa kekuatannya, tapi yang aku tahu dia dikelilingi sepuluh orang bawahan terpercaya dengan kekuatan luar biasa. Selain pintar, sepuluh orang itu konon katanya memiliki kekuatan fisik luar biasa kuat!” ungkap Gerry.


“Kuat? Sekuat apa mereka? Apa kekuatan fisik mereka cukup untuk menghancurkan sebuah mobil dengan sekali pukul? Kalau memang bisa, aku baru mau mengakui mereka sebagai sosok kuat!” ucap Bryan.


Definisi kuat bagi Bryan berbeda dengan orang lain. Dia baru akan menganggap seseorang kuat jika telah memenuhi kriteria nya, seperti yang baru dia sebutkan. Namun, jika kriteria itu belum terpenuhi, sekuat apapun orang itu di mata orang lain, dia hanyalah sosok lemah di matanya.

__ADS_1


“Kemungkinan mereka tidak bisa melakukan itu, tapi aku kebetulan bisa melakukannya jika kamu ingin menghancurkan sebuah mobil dengan sekali pukul!” Gerry percaya diri dapat melakukannya.


Tentunya Bryan tahu kekuatan Gerry memang bisa membuat pria itu dapat menghancurkan sebuah mobil dengan sekali pukul, asalkan dia mengerahkan seluruh kekuatannya. Akan tetapi karena orang-orang Zeis tidak bisa melakukannya, artinya mereka hanyalah sekumpulan orang-orang lemah.


“Zeis ini, apa dia memiliki hubungan tertentu dengan Antonio? Entah kenapa aku merasa keduanya saling mendukung melakukan serangan balik pada Hugo,” ujar Bryan.


Gerry tersenyum mendengarnya karena dia tahu cukup banyak tentang hubungan Zeis dan Antonio. “Bisa dikatakan Zeis adalah kakak ipar Antonio karena wanita yang menjadi istri Zeis adalah kakak Antonio, meski mereka terlahir dari dua wanita yang berbeda.”


Bryan mengangguk mendengarnya dan sekarang dia tahu kalau ada hubungan keluarga antara Zeis dan Antonio, tapi dia yakin bukan hanya itu alasan Zeis bersedia datang memberi bantuan.


Seperti tahu apa yang sedang dipikirkan Bryan, Gerry memberitahu sesuatu yang kemungkinan besar bisa membuat Zeis dengan sukarela membantu Antonio.


“Di masa lalu Antonio pernah menyelamatkan nyawa Zeis, dan mungkin apa yang dilakukannya saat ini adalah untuk membalas jasa Antonio padanya,” ucap Gerry.


Balas jasa, sungguh alasan klasik, tapi bagi pria yang memegang prinsip kuat, tentu dia akan membalas jasa itu, apalagi jasa itu berkaitan erat dengan keselamatannya di masa lalu.


“Hubungan keluarga tidak mungkin membuatnya mau membantu Antonio, tapi kalau sudah berhubungan dengan balas jasa, itu terdengar lebih masuk akal.” Bryan lebih percaya kalau Zeis sedang membalas jasa dibandingkan membantu karena hubungan keluarga.


Gerry juga setuju dengan pendapat Bryan, apalagi jika dia menghubungkan pendapat Bryan dengan kehidupan dunia bawah yang tak mengenal hubungan persaudaraan. Sekalipun memiliki hubungan darah, saling membunuh dan menghancurkan, semua itu sudah biasa terjadi di dunia bawah. Bahkan ada seorang anak yang rela membunuh ayahnya sendiri untuk meningkatkan pencapaiannya.


“Gerry, seberapa kuat kekuatan yang dimiliki Zeis? Apa dengan kekuatan kita saat ini, kita dapat melawan mereka?” Bryan bertanya sekaligus meminta pendapat Gerry, yang tahu lebih banyak tentang persebaran kekuatan dunia bawah.


Tak berpikir lama, Gerry segera memberi jawaban, “Kalau kita turun tangan langsung membantu Hugo, besar kemungkinan kita dapat mengalahkan Zeis dan Antonio, tapi jika hanya mengandalkan kekuatan Hugo, cepat atau lambat kita akan mulai terpukul mundur!”


“Kalau keadaannya seperti itu, sudah seharusnya kita turun tangan membantu Hugo!” ucap Bryan.


“Kita memang sudah seharusnya membantu Hugo karena lawannya sekarang bukanlah sesuatu yang dapat dia lawan seorang diri, jelas dia membutuhkan bantuan kita,” ungkap Gerry.


Dia tahu sebesar apa kekuatan Hugo karena bisa dikatakan kekuatannya saat ini setara dengannya, yang membedakan diantara keduanya hanyalah kecerdasan.


Hugo memiliki kecerdasan lebih dalam mengolah kekuasaan dunia bawah, sedangkan Gerry sangat cerdas dalam mengumpulkan informasi dan menemukan kelemahan musuh.


Kolaborasi keduanya sangar luar bisa, dan apa yang keduanya lakukan telah memberi banyak keuntungan pada Bryan baik keuntungan di Kerajaan bisnisnya, maupun keuntungan kekuasaannya atas dunia bawah.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2