
Di tempat kerjanya siang ini Jean melakukan rutinitas hariannya, bekerja menggantikan apa yang dulu dilakukan Bryan. Dengan dua asisten pribadi yang membantu pekerjaannya, dia terlihat tak melakukan kerja keras seperti apa yang dulu dilakukan Bryan.
“Penghasilanku memang tak sebesar penghasilan dia yang melakukan semua pekerjaan tanpa adanya asisten, tapi setidaknya semua uang ini adalah milikku, dan aku bisa memanfaatkan keberadaan salah satu asistenku.”
Asisten yang dimaksud adalah James, dan sudah berkali-kali dia merasa puas dengan kinerja asistennya baik di kantor maupun di atas ranjang.
Dia bahkan semalam melakukan hubungan panas dengan James di kantor dengan alasan kerja lembur pada Chris.
Yang awalnya karena tidak merasa puas dengan perlakuan Chris, akhirnya dia justru ketagihan memburu kenikmatan dengan James.
Namun untuk hari ini dan beberapa hari ke depan dia tidak bisa melakukan semua itu bersama Chris maupun bersama James karena ada tamu bulanan yang malam ini datang.
“Ting...” Suara terdengar dari handphonenya.
Segera Jean melihat layar handphonenya dan dia melihat sebuah pesan video dengan ukuran yang lumayan besar. Dia menekan pesan video dan dengan kedua matanya dia melihat isi dari video itu.
Kedua bola mata Jean terbuka dan membulat sempurna melihat isi dari video yang masih belum berakhir. Jelas video itu menunjukkan apa yang dia lakukan di kamar hotel bersama dengan James beberapa hari yang lalu.
Kualitas video dan pengambil gambar sangat baik, membuat wajahnya dan wajah James terlihat jelas dalam video itu. Semua adegan dari awal sampai dia mengerang puas terekam jelas, termasuk adegan saat dia membersihkan milik James dengan mulutnya.
Tubuh Jean tiba-tiba saja gemetaran karena ketakutan, dia takut video yang sama dikirim ke Chris, dan tentu itu akan menghancurkan hubungannya dengan pria itu. Kemungkinan setelah itu terjadi, dia juga tak lagi bisa memburu kenikmatan bersama James.
“Ting...” kembali handphone Jean berbunyi, dan kali ini dia menerima pesan foto serta pesan tulisan.
Membuka pesan foto, dia melihat foto kemesraannya bersama James di tepian pantai dua hari yang lalu, dan lagi-lagi kualitas foto tak kalah baik dengan kualitas video.
Beralih ke pesan tulisan, dia segera membaca pesan, “Jika tidak ingin semua itu menghancurkan hidupmu, berikan aku imbalan yang sepadan!”
Wajah Jean yang terbalut make-up tebal terlihat sangat jelek setelah membaca pesan yang merupakan pesan ancaman. Jelas pengirim video dan foto ingin memerasnya, dan tidak mungkin baginya lapor ke pihak kepolisian. Melapor pada pihak kepolisian sama saja dengan mengungkap kebenaran perselingkuhannya dengan James.
Bukannya menyelesaikan masalah, melapor pada pihak kepolisian justru akan semakin memperkeruh masalahnya. Untuk ementara waktu dia akan mengikuti keinginan pengirim video dan foto, sampai dia menemukan jalan keluar terbaik untuk masalah ini.
__ADS_1
Jean segera mengetik pesan balasan. “Imbalan apa yang ingin aku berikan padamu? Uang? Jika kamu menginginkan uang, katakan berapa yang kamu inginkan?” Cepat dia mengirim pesan balasan.
“Ting...” Tak sampai satu menit dia sudah menerima pesan balasan, dan segera dia membacanya.
“Uang? Aku memiliki banyak uang dan sama sekali tidak menginginkan uangmu. Aku menginginkan tubuhmu, dan bukan hanya aku, tapi teman-temanku juga menginginkannya.”
“Biarkan aku dan teman-temanku menikmati tubuhmu sampai puas, baru aku akan menghapus video dan semua foto-foto kamu! Kalau kamu menolak, dalam dua puluh empat jam kekasihmu akan tahu semua yang kamu lakukan di belakangnya!”
Bibir Jean bergetar setelah dia selesai membaca pesan. Jika itu hanya satu pria, dia pasti tidak keberatan memberikan tubuhnya padanya, tapi jika itu pada banyak pria, dia ragu untuk melakukannya karena dia belum pernah membiarkan tubuhnya dinikmati lebih dari satu pria disaat bersamaan.
James memang sedang menikmati setiap kenikmatan yang ada di tubuhnya, begitu juga dengan Chris. Kalau kedua pria itu bersama-sama ingin menikmati tubuhnya, dia jelas tidak menolak, tapi ini adalah sosok asing yang tidak dia kenal.
“Ting...” Satu lagi pesan dia terima dan langsung dibaca.
“Nona cantik, kamu tidak perlu buru-buru memberi jawaban, setidaknya masih ada waktu satu hari untuk memikirkan semua itu, dan setelahnya berikan jawaban yang membuatku puas!” Kali ini bukan pesan ancaman, tapi tubuh Jean sudah panas dingin membaca pesan barusan.
Jean tidak membalas pesan, dan setelah beberapa menit berlalu dia tak mendapatkan kiriman pesan selanjutnya. Tak lagi mendapatkan kiriman pesan, dia yakin orang itu sedang menunggu balasannya, dan dia benar-benar bingung harus memberi jawaban apa.
“James, ya dia seharusnya bisa membantuku mencari jalan keluar terbaik untuk masalah ini karena bagaimanapun juga secara tak langsung dia ikut terlibat dalam masalah ini.” Jean memutuskan membicarakan semua masalahnya dengan James, tapi dia akan melakukan semua itu setelah jam kerja berakhir.
...----------------...
“Chris, pada saatnya kamu akan melihat tontonan menarik saat wanita yang kamu cintai sedang memberikan kenikmatan pada pria lain, dan itu bukan hanya satu pria. Mungkin empat pria cukup untuk menunjukkan padamu, seliar apa wanita itu,” ucapnya pelan.
Selain senang karena rencananya berjalan lancar, Bryan juga senang karena kedua orangtuanya yang selama ini tinggal di luar negeri memutuskan pulang. Sesaat yang lalu dia telah menjelaskan situasinya dengan Jean, dan kenapa dia dikabarkan menghilang.
Dia juga sempat videocall dengan mereka. Jelas mereka terkejut dengan perubahan wajahnya, yang menurut mereka perubahannya membuatnya jauh lebih sempurna dari apa yang terakhir kali mereka lihat.
Rencananya mereka akan tinggal di mansion nya begitu kembali, dan untuk Eve dan Nayla yang tinggal bersamanya, mereka tak keberatan dan justru memberi dukungan padanya untuk segera meresmikan hubungan dengan Eve dan Nayla.
“Begitu mudahnya mereka merestui hubungan putranya dengan dua wanita, bukan hanya mereka, tapi sebuah kemudahan bagiku saat orangtua Nayla tak keberatan putrinya bukan satu-satunya wanita yang akan menjadi istriku,” gumamnya.
__ADS_1
Merasa bosan di mansion meski kabar baik mendatanginya secara bertubi-tubi, Bryan memutuskan untuk melihat mobil barunya yang ada di parkiran apartemen. Sistem mengirim mobil itu ke parkiran khusus apartemen miliknya, bersebelahan dengan motor sport yang belum dia bawa ke mansion.
Turun dari lantai dua, Bryan menghampiri Hugo yang sedang bersantai di pos jaga bersama dua orang rekannya.
“Hugo, apa kamu bisa mengendarai motor?” tanya Bryan begitu berhadap-hadapan dengan Hugo.
“Tuan Muda, motor atau mobil saya bisa mengemudikannya,” jawabnya.
“Bagus, kalau begitu kamu ikut aku ke apartemen, dan nanti kamu bawa kembali ke tempat ini motorku yang ada di apartemen!” ucap Bryan, dan bersama Hugo dia menunggu taksi online yang sudah dia pesan sambil jalan ke pos jaga.
Tak lama taksi datang, dan butuh sekitar tiga puluh menit untuk Bryan dan Hugo sampai di tujuan. Begitu sampai di tujuan dengan lancar, Bryan menyerahkan kunci motornya pada Hugo, sedangkan Hugo dia terpana dengan mobil sport mewah milik tuan mudanya.
“Kamu bisa mengendarai mobil ini setelah aku membawanya ke mansion, tapi untuk hari ini aku ingin berkeliling dengannya, sekalian menguji kenyamanan mobil ini,” ucap Bryan membuat Hugo salah tingkah karena ketahuan begitu ingin mengemudikan mobil sport mewah milik tuan mudanya.
“Tuan Muda, aku tidak akan berani mengemudikan mobil ini. Mobil ini terlalu berharga untuk aku kemudikan,” ungkapny yang ditanggapi Bryan dengan senyuman.
Setelahnya, Bryan pergi menuju unit apartemennya, sedangkan Hugo memilih kembali ke apartemen dengan mengendarai motor sport Bryan.
Berada di unit apartment miliknya, Bryan membawa barang-barang berharga seperti surat-surat penting, dan semuanya dia masukkan ke dalam tas ransel kecil yang memang tersedia di apartemen miliknya.
Tak langsung pergi meninggalkan apartemennya setelah semua urusannya selesai, Bryan memutuskan membuat makan siang sederhana dengan bahan melimpah yang ada di kulkas. Sebelumnya dia dan Nayla belanja sangat banyak, dan bahan-bahan itu masih memenuhi kulkas karena mereka memutuskan tinggal di mansion.
Baru juga mengeluarkan daging beku dari freezer, terdengar suara sistem menggema di kepalanya.
[Ding... misi sampingan > tuan rumah harus mengusir Mark William dari perusahaan milik Nona Nayla]
[Mark William adalah ayah Owen Josh William, dan dia datang menemui Nona Nayla untuk menjodohkan Nona dengan putranya]
[Hadiah misi > kekuatan memahami seluruh bahasa yang ada di dunia]
“Keluarga William sepertinya datang mencari masalah denganku! Berani mengusik wanitaku, aku pasti menendang pantatnya di hadapan banyak orang!...”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.