Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Mengambil Alih Kepemilikan Saham


__ADS_3

Makan siang bersama telah selesai, saat ini Bryan, Gerry, serta para wanita membawa anak-anak panti menuju taman bermain yang hanya berjarak lima ratus meter dari panti.


Kedua ibu panti, tiga wanita pekerja panti, serta tiga penjaga panti ikut serta bersama mereka. Sekarang banyak orang yang melindungi anak-anak panti jadi tak akan ada orang yang berani mengganggu mereka seperti sebelumnya.


Suara ramai anak-anak di sepanjang jalan membuat jauhnya perjalanan tidak terasa dan tahu-tahu mereka sudah sampai di taman bermain anak-anak, yang siang menjelang sore ini sangat ramai.


Banyak anak-anak yang sedang bermain didampingi keluarga mereka, tapi saat melihat kedatangan anak-anak panti mereka para orang tua segera menatap sinis keberadaan anak-anak panti.


Tak sedikit dari orang tua yang memasang badan mencoba menjauhkan anak-anak mereka dari anak-anak penghuni panti asuhan. Akan tetapi tak semua orangtua tidak menyukai keberadaan anak-anak panti, beberapa orangtua justru senang dengan kedatangan anak-anak panti.


Apalagi saat melihat anak-anak panti bertingkah lucu dan menggemaskan, tak sedikit orangtua anak-anak di taman bermain yang menyuruh anak-anak mereka bermain bersama anak-anak panti. Melihat itu membuat Bryan dan keempat wanitanya senang karena anak-anak panti bisa mendapatkan teman bermain selayaknya anak kecil pada umumnya.


“Pergi jauh-jauh, jangan dekati putiku!” Suara teriakan wanita membuat Bryan segera mengarahkan pandangan ke arah teriakan.


Semua orang yang mendengar juga melihat ke arah teriakan. Melihat ke arah itu, mereka semua dapat melihat salah satu anak panti yang sedang bermain pasir di dorong oleh wanita yang saat ini tengah memeluk putri kecilnya. Di dekat wanita itu berdiri pria berperut buncit yang mengarahkan sorot mata tajam pada anak panti yang bangkit berdiri setelah didorong jatuh.


Beruntung di jatuh di atas pasir yang lembut, jadi dia tidak mengalami luka dan hanya sedikit kotor di pakaiannya. Tak terima ada yang menyakiti anak panti, Bryan dan Eve menghampiri Elkan, bocah laki-laki yang usianya belum genap tujuh tahun.


Eve segera menunduk untuk membersihkan pakaian Elkan, sedangkan Bryan berdiri di sebelah mereka, berjaga-jaga jika ada yang kembali ingin menyakiti Elkan, yang begitu pakaiannya bersih dia segera berpindah ke gendongan Eve.


Elkan terlihat senang saat berada di gendong Eve, apalagi di dekatnya ada Bryan yang merupakan idolanya.


Ya, anak-anak panti sangat mengidolakan Bryan. Anak laki-laki sangat ingin menjadi sosok pria seperti Bryan, sedangkan anak perempuan di masa depan ingin memiliki teman seperti Bryan. Mereka anak perempuan tumbuh dalam pengawasan ketat, jadi mereka belum mengerti apa itu kekasih, apalagi pacaran. Jadi, mereka hanya menginginkan teman seperti Bryan yang selalu ada untuk melindungi kakak mereka, Eve.


Setelah menggendong Elkan, Eve ingin pergi dengan Bryan yang berada di belakangnya, tapi langkah mereka terhenti saat pria berperut buncit yang merupakan ayah dari anak perempuan di gendongan ibunya, berbicara dengan suara lantang.


“Lain kali jauhkan anak-anak panti dari putriku! Anak-anak kotor tanpa orangtua seperti mereka hanya akan membawa penyakit pada putriku!” Pria itu bicara dengan suara lantang dan banyak orang yang mendengarnya.


Para orangtua yang setuju dengannya, mereka tersenyum senang dan segera mengambil posisi di dekatnya. Sedangkan mereka yang tidak menyukai caranya bicara, mereka menghilangkan kepala pertanda tidak suka.


“Elkan tadi sudah mandi?” Mengabaikan ucapan pria perut buncit, Bryan justru bertanya pada Elkan.

__ADS_1


“Paman, tentu saja Elkan sudah mandi.” Sebenarnya Bryan sudah tahu kalau anak-anak panti sudah mandi karena di melihat saat mereka mandi, tapi pertanyaannya barusan adalah sebuah pembuka dari rencananya.


“Pantas saja tubuh Elka harum dan bersih, tidak seperti anak-anak lain yang masih ingusan.” Melirik anak pria berperut buncit yang masih ingusan, Bryan bermaksud mencibir kedua orangtuanya.


“Paman, aku sudah bisa membersihkan ingusku sendiri, jadi tidak mungkin aku ingusan. Ibu panti dan kakak-kakak cantik juga selalu memberi obat jika kami mulai ingusan, jadi tidak mungkin Elkan ingusan.”


Suara Elkan terdengar imut bagi mereka yang menyukainya, tapi bagi mereka yang tidak menyukai keberadaan anak-anak panti, terutama pria berperut buncit dan istrinya, mereka mendengus kesal karena jelas saat ini ada yang mencibir mereka.


Tak membiarkan ada yang mencibir keluarganya, pria berperut buncit ingin menggunakan kekuasaan untuk mengusir anak-anak panti selamanya dari taman bermain. “Pergi dari tempat ini! Keluarga Laurens tidak membangun tempat ini untuk dijadikan tempat bermain anak-anak hasil hubungan gelap seperti kalian!”


“Apa kamu yakin dengan ucapanmu?” ucap Bryan sambil melepaskan kaca mata hitamnya, tapi dia masih memunggungi pria berperut buncit.


Taman bermain memang masih bagian dari hotel dan restoran milik keluarga Laurens, tapi taman bermain bebas digunakan untuk umum asalkan tidak merusak dan senantiasa menjaga kebersihan. Juga keluarga Laurens tidak pernah melarang anak-anak panti bermain di taman bermain.


Mendengarnya pria berperut buncit tersenyum sinis dan kembali dia bicara, “Tentu saja aku sangat yakin, dan asal kau tahu aku adalah salah satu pemilik saham di hotel ini jadi aku berhak membuat peraturan yang bahkan tidak perlu mendapatkan persetujuan dari keluarga Laurens.”


Mengetahui pria berperut buncit ternyata memiliki saham di hotel milik keluarga Laurens, orang-orang yang berdiri di belakangnya merasa semakin berada di atas angin, dan mereka semakin sinis menatap anak-anak panti dan orang-orang yang mencoba melindunginya.


“Ya, tentu di tempat ini aku lebih berkuasa dibandingkan Keluarga Laurens, apalagi saham yang aku miliki tidak kecil.” Sebenarnya ada sedikit rasa khawatir yang melaporkan ucapannya pada Keluarga Laurens, tapi dia yakin tidak ada yang akan melakukan itu karena hotel yang sepuluh persen sahamnya adalah miliknya, hanya hotel kecil di tak jauh dari tepi pantai.


Sedangkan untuk hotel milik Keluarga Laurens yang sepenuhnya dikelola sendiri oleh Laurens Company, hotel itu berada tepat di tepi pantai, berjarak tiga kilometer dari hotel yang lima puluh lima persen sahamnya milik dimiliki oleh Keluarga Laurens.


“Kalau memang seperti itu, kami permisi dan maaf susah mengganggu ketenangan kalian!” Bryan berbalik arah menatap pria berperut buncit, tentunya dia tak lagi memakai kaca mata hitamnya.


Hanya sebentar dia menatap pria berperut buncit sebelum membalikkan badan, dan membawa Eve serta Elkan berkumpul dengan anak panti yang telah berkumpul di sudut taman bermain.


Meski sebentar melihat wajah Beyan, pria berperut buncit merasa tidak asing dengan wajah itu. Menggali ingatannya, tak lama tiba-tiba tubuhnya gemetaran dengan keringat dingin bercucuran. Dia ingat siapa pria itu, dan dia juga sangat ingat baru saja menyinggungnya.


“Tu-Tuan Muda Bryan, apa itu anda?” Pria itu tidak mengenal Bryan secara langsung, tapi dia pernah melihat wajahnya di TV maupun media elektronik lain.


Pemilik Royal Company sekaligus pewaris tunggal seluruh kekayaan Keluarga Laurens. Siapa yang tidak mengenali Bryan, begitu dia membuka kaca mata hitam miliknya. Orang-orang yang membela anak-anak panti, sedari awal Bryan membuka kaca mata mereka tahu nasib pria berperut buncit tak akan baik-baik saja.

__ADS_1


Sekarang pria berperut buncit sadar jika yang sejak tadi bicara dengannya adalah sosok penting di Keluarga Laurens, dan dia baru saja menyinggungnya.


“Oh, aku tidak menyangka kamu mengenalku, tapi aku tidak mengenal siapa kamu dan aku tidak ingin mengenalmu!”


“Akan tetapi, untuk sepuluh persen saham yang kamu miliki di hotel ini, besok semua tak lagi ada di tanganmu, dan mulai hari ini taman bermain ini hanya boleh digunakan anak-anak panti dan mereka yang peduli dengan keberadaan mereka!”


“Sedangkan untuk kalian semua, jangan pernah menunjukkan barang hidung kalian di tempat ini kalau tidak ingin berurusan dengan pihak keamanan hotel dan restoran!” Tegas Bryan dengan ucapannya, lalu dia begitu saja pergi bersama semua orang yang sebelumnya datang bersama dengan dirinya.


Pria berperut buncit mencoba mengejar Bryan untuk meminta maaf, tapi dia sama sekali tidak memiliki kesempatan mendekati Bryan karena tiga pria segera menghalanginya. “Orang bodoh, kau sudah menyinggung orang yang salah! Sekalipun kau bersujud di hadapan Tuan Muda, kau tidak akan mendapatkan maaf darinya!” ucap salah satu pria yang menahan pergerakan pria berperut buncit.


Mendengar itu seketika tubuh pria berperut buncit lemas, dan tubuhnya jatuh berlutut di tengah jalan. Sepuluh persen sahamnya di hotel selama ini adalah satu-satunya sumber pemasukannya, kalau dia kehilangan semua itu, tentu dia akan mengalami keterpurukan ekonomi, dan itu bukanlah sesuatu yang dia inginkan.


Namun nasi sudah menjadi bubur, dan dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk merubah apa yang telah terjadi. Sekarang dia hanya bisa menyesal, begitu juga dengan istrinya, dan orang-orang yang sebelumnya kekeuh berdiri memberi dukungan padanya.


Mengabaikan apa yang sedang terjadi di taman bermain, Bryan dan semua orang saat ini sedang menikmati jalan-jalan sore yang menyenangkan. Anak-anak panti terlihat tak berpengaruh dengan apa yang terjadi di taman bermain. Mereka saat ini terlihat asik bermain dengan berlarian di sepanjang trotoar.


Melihatnya Bryan tersenyum, dan dia berpikir untuk membawa mereka liburan ke tempat yang jauh lebih menarik, tapi sebelumnya dia akan menyewa tempat itu supaya tak lagi ada kejadian seperti di pantai dan taman bermain.


‘Mungkin aku bisa melakukan itu nanti di awal musim panas.’ Bryan berbicara dalam hati, dan tanpa terasa dia serta yang lainnya telah sampai di panti.


Anak-anak yang sepertinya belum puas bermain, mereka masih enggan untuk kembali, tapi melihat sebentar lagi malam, akhirnya mereka kembali ke panti.


Melihat hari sudah sore dan takut kemalaman saat sampai Mansion. Setelah makan malam bersama anak-anak panti, ibu panti dan semua pekerja panti, Bryan dan yang lainnya pamit pulang, dan berjanji akan sering-sering bermain ke panti.


Sebelum pergi Bryan berkenan pada kedua ibu panti untuk sering-sering membawa anak-anak bermain di taman bermain karena mulai sekarang taman itu menjadi milik anak-anak panti.


Untuk uang bulanan panti asuhan, Bryan selalu mentransfer ke rekening panti asuhan setiap awal bulan, dan jumlahnya jauh lebih cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan panti asuhan.


Begitu semua urusan selesai, mobil yang dikemudikan Bryan pergi meninggalkan panti, begitu juga dengan mobil Gerry. Beriringan kedua mobil melaju kencang menuju Mansion yang berada jauh di pusat kota.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2