Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Menyelidiki Identitas


__ADS_3

“Apa kalian sudah siap?” tanya Bryant pada Nayla dan Eve yang baru keluar dari kamar, dengan memakai gaun malam yang indah dipandang mata.


Sore ini Bryan mendapatkan undangan makan malam dari Mark William, dan rencananya makan malam akan diadakan di salah satu restoran hotel bintang 5 yang merupakan salah satu aset keluarga William.


Tak ingin datang sendirian Bryan membawa serta dua wanitanya menghadiri undangan Mark William. Selain mereka, Bryan juga membawa Hugo yang malam ini akan menjadi supir pribadi sekaligus pengawal kedua wanitanya.


Mengendarai mobil Eve yang muat membawa empat orang, kedua wanita duduk di belakang, sedangkan Bryan duduk di depan menemani Hugo.


Tak terjadi banyak pembicaraan selama perjalanan, dan setelah hampir satu jam menghabiskan waktu di jalan mobil yang dikemudikan Hugo akhirnya sampai di tempat tujuan.


“Tuan Mark sudah menunggu di dalam,” ucap pelayan dengan sopan saat dia menyambut kedatangan Bryan dan yang lainnya, lalu dia mengantar mereka ke tempat Mark William.


Bryan berjalan dengan diapit dua wanita cantik, sedangkan Hugo berada tepat di belakangnya. Tiap kali bertemu orang di sepanjang jalan yang mereka miliki, banyak pasang mata yang mencuri pandangan ke arah Nayla dan Eve, terutama mereka para pria.


Namun keberadaan mereka diacuhkan oleh Bryan maupun kedua wanitanya karena memang mereka hanyalah orang-orang tidak penting, dan jelas Bryan maupun kedua wanitanya tak mengenali siapa mereka. Terus berjalan, pelayan mempersilahkan Bryan dan yang lainnya masuk ke dalam ruang pribadi terbaik milik restoran.


Masuk ke dalam ruangan, Bryan melihat keberadaan Mark William dan dua orang lainn yang diketahuinya mereka adalah Monica William dan Sean William, putra pertama dan putri satu-satunya Mark William, tepatnya mereka berdua adalah kakak Owen.


Mark dengan tenang menyambut kedatangan Bryan dan yang lainnya, dan dia mempersilahkan tamunya duduk di tempat yang telah dipersiapkan untuk mereka.


Bryan duduk di tempatnya dengan tenang, tapi kedua matanya tak lepas dari apa yang saat ini sedang dilakukan Sean. Pria itu sejak kedatangannya, dia terus saja mengarahkan pandangannya pada kedua wanitanya, persis seperti apa yang selalu dilakukan Owen ketika bertemu Nayla.


“Pandangan adalah awal dari sebuah masalah. Jadi alangkah baiknya jika kamu menjaga pandanganmu sebelum hal buruk terjadi padamu!” ucap Bryan dengan suara dingin, serta sorot mata tajam dia tujukan pada Sean.


Tak takut dengan tatapan mata Bryan, Sean menatap balik dengan mata tajamnya. “Aku bebas melihat apapun yang inginkan dan tak seorangpun bisa melarangku!”


Kesan arogan dan sombong segera terlihat pada diri Sean yang belum tahu menahu tentang siapa Bryan. Malam ini begitu sampai dari luar negeri, dia memaksa ikut ayahnya menghadiri makan malam, tanpa tahu siapa yang makan malam bersama ayahnya.


Sean yang memiliki perusahaan sendiri dan sekarang sedang mengembangkannya, dia juga tak tahu banyak apa yang terjadi pada beberapa perusahaan keluarga William, jadi dia tak tahu seberapa buruk keadaan keluarga William saat ini.


Mark sendiri hanya diam dan tidak ingin ikut campur karena dia yakin Sean mampu mengatasi orang seperti Bryan, dan lagi dia tahu kekuatan lain yang dimiliki putranya itu selain beberapa perusahaan yang sedang di kembangkan olehnya.


Melihat Mark yang hanya diam tak mencoba menegur putranya, Bryan hanya tersenyum tipis. Dia mulai bisa menebak pola pikir Mark William, dan dia datang malam ini tentunya bukan tanpa persiapan.

__ADS_1


Sore ini Bryan telah memberi tugas pada Gerry untuk menyelidiki identitas seluruh keluarga William, dan setengah jam sebelum keberangkatannya Gerry telah menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik.


Selain pengusaha dengan mendirikan beberapa perusahaan, ternyata salah satu anggota keluarga William yang tak lain adalah Sean, dia adalah salah satu wakil pemimpin kelompok dunia bawah yang kekuatannya cuku disegani.


Bryan mengambil pisau potong daging di atas mejanya, dan begitu saja melemparkan pisau itu ke arah Sean yang sama sekali tidak menyangka Bryan akan melakukan itu padanya.


“Swush...” Pisau itu melesat persis di sampin wajah Sean, dan tertancap di dinding yang ada di belakang pria itu. Setengah pisau itu tertancap pada dinding ruangan, menunjukkan seberapa besar kekuatan yang dimiliki si pelempar pisau.


Sean menggertakkan giginya marah dengan apa yang dilakukan Bryan. Dia mengambil pistol dari balik punggungnya, dan mengarahkan pistol di tangannya ke arah kepala Bryan. Membuka pengaman pistol di tangannya, kapanpun dia bisa menembakkan peluru ke arah Bryan.


Mark menyeringai melihat apa yang dilakukan Sean dan dia tak salah mengajak putra pertamanya itu ikut makan malam bersamanya. Sebelumnya malam ini dia ingin memohon pada Bryan untuk mengembalikan beberapa saham milik perusahaannya, tapi kepulangan Sean membuatnya merubah rencana.


Dari yang sebelumnya ingin memohon, sekarang dia ingin mengancam Bryan. Bukan hanya mengancam Bryan untuk mengembalikan saham perusahaannya, dia juga ingin membuat kedua putranya senang dengan dua wanita milik Bryan.


“Sialan! Beraninya kau melempi pisau ke arahku, aku pasti membunuhmu kalau kau tidak menuruti semua keinginanku!” teriak Sean dan dia kembali melirik kedua wanita di sisi kanan dan kiri Bryan.


“Kalian berdua kemarilah jika tidak ingin pria sampah ini mati di tanganku!” ucapnya pada Nayla dan Eve yang disertai ancaman.


“Aaargh...” teriak kesakitan Sean setelah sebuah garpu menancap dalam di tangannya. Semua terjadi hanya dalam satu kedipan mata, dan semua orang kecuali Nayla dan Eve, mereka tidak tahu bagaimana garpu itu bisa tertancap di tangan Sean.


Namun dari semua orang di dalam ruangan, satu orang yang mereka curigai telah melakukan itu, dan saat sadar tentang sosok Bryan, pandangan mereka segera tertuju pada sosok Bryan yang entah sejak kapan dia sudah berada di dekat Sean, dan memungut pistol milik Sean yang terjatuh.


“Hanya dengan mainan seperti ini kami ingin mengancamku? Bagiku, mainan seperti ini sama sekali tidak menakutkan.” Bryan mengarahkan pistol ke kepalanya, dan begitu saja dia menembak kepalanya sendiri.


“Door...” Peluru tajam melesat ke arah kepala Bryan, tapi tak lama terdengar suara nyaring peluru jatuh setelah menghantam kepala Bryan.


“Tak ada rasa sakit, dan tak ada luka,” ucap Bryan sembari meremaa hancur pistol milik Sean, membuat tubuh semua orang kecuali kedua wanitanya gemetar ketakutan.


Bahkan Hugo merasakan rasa takut pada Bryan, tapi dia beruntung karena saat ini dia berada di sisi orang yang kebal terhadap peluru tajam.


“Ka-kau, sekalipun kau kuat, berani melukaiku kau hanya akan menyesal!” ucap Sean memberanikan diri bicara dengan Bryan.


“Sean, wakil pemimpin salah satu kelompok dunia bawah, yang kekuatannya cukup dikagumi oleh mereka yang hidup di dunia bawah. Kamu ingin mengancamku dengan itu?” tanya Bryan sembari mencengkram leher Sean yang dalam keadaan terkejut karena Bryan tahu tentang identitasnya yang tersembunyi.

__ADS_1


Sekarang dia merasa kalau sosok di depannya bukanlah sosok sederhana. Mengetahui identitasnya sebagai salah satu pemimpin kelompok dunia bawah, hanya mereka yang berkecimpung di dunia parah yang mengetahui semuai itu.


“Ba-bagaima ka-kau tahu kalau aku salah satu wakil kelompok dunia bawah?” tanya Sean dengan suara lirih.


“Ya, aku mengetahuinya, dan kau tidak perlu tahu bagaimana aku bisa mengetahuinya. Yang perlu kamu tahu adalah aku sama sekali tidak takut dengan kekuatan yang ada di belakangmu, dan karena kamu berani menginginkan wanitaku jangan salahkan aku dengan apa yang akan aku lakukan.”


“Brak...” Bryan membanting tubuh Sean ke atas meja makan, membuat meja terbelah menjadi dua bagian.


Tak cukup hanya sampai di situ, Bryan menarik tangan Sean, dan tak mempedulikan teriakan kesakitan Sean dia langsung saja mematahkan lengan pria itu di hadapan ayah dan adik wanitanya.


“Ka-kau, beraninya kau mematahkan lengan putraku!” teriak Mark William, dan dia mencoba memukul Bryan yang berada tak jauh darinya.


Namun bukannya berhasil memukul Bryan, tangan Mark justru berakhir dalam cengkraman Bryan dan sangat erat Bryam mencengkram tangan pria itu.


“Argh, lepaskan tanganku!” ucap Mark saat merasakan rasa sakit di tangannya.


“Crack.. Aargh...” Mark mengerang kesakitan saat Bryan menguatkan cengkraman tangannya, sebelum dia melepaskan tangan pria itu.


Menatap Mark yang jatuh berlutut sambil memegangi tangannya, Bryan tersenyum tipis. “Aku kira kamu mengundangku untuk membicarakan beberapa hal tentang hubungan bisnis, tapi ternyata kamu ingin menggunakan kekuatan dunia bawah untuk mengancamku. Mark William, aku pastikan keluarga William hancur di tanganku!”


Selesai bicara, Bryan membawa Nayla dan Eve keluar dari ruangan, sementara Hugo mengikuti di belakang mereka.


Sementara itu di dalam ruangan setelah kepergian Bryan dan yang lainnya, Monica yang merupakan putri Mark William, dia menatap sinis keberadaan ayah dan juga kakaknya.


“Kalian manusia kotor sepertinya telah menemukan lawan sepadan, dan aku turut senang dengan apa yang terjadi pada kalian,” ucap Monica lalu dia pergi meninggalkan ayah dan kakaknya yang sama-sama sedang menahan rasa sakit, terlebih untuk kakaknya.


Keluar dari ruangan, Monica melihat Bryan dan kedua wanitanya yang sudah berada di kejauhan. “Pria yang sangat kuat dan aku sama sekali tidak bisa menemukan identitas tersembunyi miliknya, selain identitas pemilik Royal Company, dan putra tinggal keluarga Laurens,” ucapnya pelan, dan dia sangat penasaran dengan identitas tersembunyi Bryan karena pria itu tahu cukup benyak tentang identitas asli kakaknya.


“Aku harus menyelidiki seluruh identitasnya!...”


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2