
Mendapatkan panggilan dari kedua orangtuanya yang memintanya dalam dua jam menjemput mereka di bandara, Bryan buru-buru menyiapkan diri untuk menjemput mereka di bandara. Di waktu yang sama, ternyata Nayla juga mendapat panggilan kedua orangtuanya yang hari ini pulang dari luar negeri.
Bryan memutuskan pergi bersama Eve, Elena dan Monica. Sedangkan Nayla, dia pergi bersama Leo, kakaknya dan Raya, kakak iparnya. Jam satu siang mereka berangkat bersama-sama dari Mansion Bryan, dan setidaknya membutuhkan waktu satu jam untuk sampai bandara.
Selain dua mobil yang dikemudikan Bryan dan Leo, ada tiga mobil lain yang mengikuti di belakang mereka, serta satu mobil berada di depan mobil Bryan. Satu mobil di depan mobil Bryan dikemudikan Hugo dan di dalamnya ada tiga anak buah Hugo.
Tiga mobil yang mengikuti di belakang, dua mobil yang nantinya akan membawa kedua orangtua Bryan maupun Nayla. Sedangkan satu mobil terakhir, di dalamnya terdapat enam prajurit super yang bertugas melakukan pengawalan.
“Entah kenapa aku merasa rombongan kita ini seperti rombongan orang penting dengan pengawalan ketat di depan dan belakang,” ungkap Monica melihat ketatnya penjagaan yang dipersiapkan Bryan.
“Sebenarnya ini belum seberapa, aku yakin bodyguard keluarga Laurens dan keluarga Warner saat ini juga sedang menuju bandara. Begitu mereka bergabung dengan kita, pengawalan pejabat sekalipun akan kalah dibandingkan rombongan kita.”
Bryan yakin jika bodyguard keluarga Laurens dan keluarga Warner saat ini juga sedang menuju bandara. Saat ini keadaan dunia bisnis sedang memanas, dan itu karena dominasi yang akhir-akhir ini ditunjukkan oleh Bryan. Oleh karena itu, keluarga Laurens dan keluarga Warner yang memiliki kedekatan hubungan, mereka telah mempersiapkan diri untuk melawan orang-orang yang berniat buruk pada mereka.
Meski tidak berkecimpung di dunia bawah seperti yang dilakukan Bryan, keluarga Laurens dan keluarga Warner tetap saja memiliki sistem pengamanan yang sangat ketat.
Selain itu ada seleksi ketat untuk menjadi anggota bodyguard kedua keluarga, selain memiki kemampuan selayaknya elite prajurit militer, kesetiaan adalah nomor satu. Mereka yang tidak setia, saat itu juga akan musnah bersama seluruh anggota keluarganya.
Satu jam berlalu dan akhirnya rombongan besar itu sampai di bandara. “Mereka sudah lebih dulu sampai, dan sudah melakukan pengamanan area sekitar,” ujar Bryan melihat keberadaan bodyguard keluarga Laurens dan keluarga Warner di bandara.
Memarkirkan mobil di tempat khusus, Bryan dan yang lainnya keluar dari mobil, sedangkan Hugo dan anak buahnya berjaga dari kejauhan. Orang-orang di bandara yang sejak pagi sudah mendengar kabar jika sore ini akan ada kedatangan sosok pembisnis besar, mereka sama sekali tidak terkejut dengan apa yang saat ini terlihat.
Sore ini hanya Gerry dan Gladia yang tidak ikut ke bandara karena mereka ditugaskan Bryan melihat kesiapa di Mansion keluarga Laurens. Keduanya pergi ke Mansion keluarga Laurens setelah rombongan Bryan pergi, dan sejak setengah jam yang lalu mereka telah berada di Mansion keluarga Laurens.
“Jumlah bodyguard yang sangat banyak, ini aku seperti melihat pengamanan kedatangan pemimpin sebuah negara,” ungkap Elena pertama kali melihat banyaknya bodyguard di sebuah bandara.
Bryan dan yang lainnya, mereka hanya tersenyun mendengarnya, lalu mereka segera fokus pada kedatangan pesawat pribadi milik keluarga Laurens. Kebetulan kedua orangtua Nayla dan Leon ikut bersama kedua orangtua Bryan.
Tak lama empat orang yang mereka semua orang tunggu akhirnya datang. Mereka adalah pasangan Dylan Laurens dan Zeline Lovata, serta pasangan Toni Warner dan Jovanka Gianina.
Melihat kedatangan kedua orangtuanya, Bryan membawa Eve, Monica, serta Elena pergi menemui mereka, sedangkan Nayla, Leo, serta Raya pergi menyambut orangtua mereka.
__ADS_1
“Jelaskan pada ibu bagaimana kamu bisa mendapatkan empat wanita yang begitu cantik, pintar, dan bisa hidup rukun!” ucap Zeline, Ibu Bryan.
“Ibu, penjelasannya sangat panjang, jadi lebih baik kita bicarakan itu setelah sampai di Mansion,” balas Bryan sembari menunjukkan senyuman tulus pada ibu dan ayahnya.
Orangtua Bryan dan orangtua Nayla sudah tahu jika Bryan memiliki empat wanita. Awalnya mereka terkejut, tapi setelah beberapa kali melakukan panggilan video dan melihat interaksi keempatnya, mereka bisa melihat kalau mereka berempat saling melengkapi dan rasanya akan terlihat aneh jika ada yang tidak ada diantara mereka berempat.
Ibu Elena sendiri dua hari lagi akan datang setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya, dan wanita itu sudah tahu kalau putrinya adalah salah satu wanita pemuda yang dulu sering memberi bantuan padanya.
Merasa lebih baik melanjutkan semua urusan di Mansion sekalian menikmati makan malam bersama. Mereka semua memutuskan pergi ke Mansion keluarga Laurens, termasuk kedua orangtuan Nayla, kakaknya, serta kakak iparnya.
...----------------...
Makan malam di Mansion keluarga Laurens berlangsung meriah dengan terisinya seluruh kursi di ruang makan. Saat makan semua fokus dengan makanan masing-masing dan susana benar-benar hening. Hanya terdengar suara garpu yang berbenturan dengan piring.
Barulah suara mulai terdengar saat semua orang sudah selesai makan, tapi masih belum beranjak pergi dari ruang makan. Menikmati waktu bersantai, semua orang mendengar cerita Bryan tentang bagaimana dia bisa memiliki empat wanita yang begitu sempurna luar dalam.
Bryan yang dituntut bercerita, dia hanya menceritakan awal dia menjalin hubungan dengan Nayla, lanjut bagaimana dia akhirnya juga terlibat hubungan dengan Eve yang nyatanya kedua wanita itu tidak keberatan berbagi suami. Lanjut, dia menceritakan tentang cinta lama yang bersemi kembali, tentu Elena adalah tokoh utama cerita itu, dan terakhir tentang kisahnya dengan Monica. Diawali dengan permasalahan antara dirinya dengan keluarga William, sampai akhirnya dia menjalin hubungan baik dengan Monica.
“Hubungan kalian sudah jelas, sepertinya kita orangtua tinggal menentukan hari baik untuk menikahkan mereka!” ucap Jovanka, Ibu Nayla yang sangat antusias dengan pernikahan Bryan dan keempat wanitanya.
Kedua orangtua Bryan dan ayah Nayla setuju dengan itu. Mereka bisa melihat keseriusan dalam hubungan Bryan dan keempat wanitanya, dan sebagai orangtua adalah tugas mereka menyiapkan pesta pernikahan untuk anak-anak yang mereka cintai. Namun, untuk menentukan tanggal pernikahan, mereka masih harus menunggu kedatangan Ibu Elena.
“Hari pernikahan akan ditentukan begitu Ibu Elena datang, untuk sekarang sebaiknya kita nikmati waktu bersantai!” Zeline membawa para wanita pergi bersantai, termasuk Jovanka yang sudah menjadi sahabatnya sejak di bangku sekolah menengah.
Saat para wanita pergi bersantai, dengan dipimpin Dylan, ayah Bryan, semua pria termasuk Hugo yang sudah dianggap anggota keluarga oleh Bryan dan Gerry, mereka bersama-sama pergi menuju lantai dua Mansion.
Berada di ruangan yang terlihat mirip dengan ruang rapat, Dylan mempersilahkan semua orang duduk. Dia sendiri memilih duduk di dekat Toni yang memiliki status orangtua sama sepertinya.
“Jelaskan, apa saja yang sudah kamu lakukan selama kepergian Ayah melakukan pekerjaan di luar Negeri? Dari kabar yang Ayah dengar, kamu telah berhasil membuat Royal Company berdiri setara dengan Laurens Company dan Warner Company.” Dylan mengarahkan pandangan pada Bryan.
Bryan yang sudah menyiapkan jawaban jika sewaktu-waktu ayahnya pulang dan menanyakan hal itu padanya, dengan tenang dia menjawab, “Ayah, selama ini aku bermain di pasar saham, dan kamu tahu seberapa pintar aku dalam permainan saham. Dari situ aku mendapatkan banyak modal, dan akhirnya aku mengakuisisi banyak perusahaan. Yah, meski ada beberapa perusahaan yang terpaksa tunduk pada Royal Company.”
__ADS_1
Bryan sempat mengira kalau akhir dari jawabannya akan membuat ayahnya marah, tapi nyatanya ayahnya justru tersentuh senang begitu juga dengan calon mertuanya. “Dunia bisnis itu sangat kejam, yang lemah selalu di tindas yang kuat, sedangkan mereka yang memiliki kekuatan, mereka akan mencoba saling menjatuhkan dengan berbagai cara. Cara halus dan cara kasar sangat wajar digunakan, termasuk menggunakan kekerasan,” ungkap Dylan.
“Sejujurnya dunia bisnis di masa lalu dibandingkan saat ini jauh lebih kejam apa yang terjadi di masa lalu. Di masa lalu, sedikit saja menyinggung orang yang lebih berkuasa, selain bisnis hancur, kehidupan juga akan berakhir,” kali ini giliran Toni yang berbicara.
“Nak, tangan ayahnmu ini tak sebersih yang terlihat. Meski tidak pernah menjajaki dunia bawah, tapi sudah tak terhitung berapa banyak nyawa yang mati di tangan ini, dan semua itu harus dilakukan untuk mempertahankan Laurens Company, sekaligus mempertahankan kehidupan seluruh anggota keluarga Laurens.”
Bryan, Leo, Gerry, serta Hugo cukup terkejut mendengarnya, lalu Leo yang penasaran dengan kehidupan ayahnya di masa lalu, dia langsung saja mengarahkan pandangannya pada ayahnya.
Toni yang tahu apa yang diinginkan ayahnya, dia sejenak tersenyum lalu mulai berbicara, “Ayahmu ini sejak dulu berhubungan baik dengan keluarga Laurens, dan kamu sendiri tahu Om Dylan adalah sahabat baik ayahmu ini. Kedua tangan Ayahmu ini sama kotornya dengan tangan Om Dylan, entah sudah berapa nyawa yang mati dengan tangan ini, tapi kalau itu tidak ayah lakukan, kita mungkin tak hidup untuk hari ini!”
Leo mengangguk mengerti dengan itu, bagaimanapun juga apa yang dilakukan ayahnya adalah demi kebaikan keluarganya. Sedangkan Bryan, dia hanya sesaat terkejut dan setelahnya dia bersikap biasa-biasa saja.
“Bryan, Leo dan kalian berdua, apa kalian pikir mata orangtua ini bisa kalian bodohi? Terutama kalian bertiga, yang masih tercium jelas aroma amis darah dari tubuh kalian! Leo, meski bau itu sangat tipis, tapi aku masih bisa menciumnya! Sekarang jelaskan pada kami apa saja yang sudah kalian lakukan, dan jangan ada yang coba kalian tutupi dari kami!” Dylan menatap tajam pada Bryan, Leo, Gerry, dan Hugo.
Leo menjadi pertama yang membuka suara dan menceritakan apa saja yang selama ini dia lakukan untuk melindungi kelangsungan bisnisnya. Dia memiliki sedikit kekuatan serta kekuasaan di dunia bawah untuk melindungi bisnisnya, dan dia sendiri mengakui telah beberapa kali terlibat pembunuhan. Namun, kekuatan dunia bawah miliknya tak banyak berkembang karena ada kekuatan besar yang akhir-akhir ini menjadi penguasa mutlak kehidupan dunia bawah.
Saat menceritakan keberadaan kekuatan besar dunia bawah yang saat ini sangat mendominasi, kedua mata Leo tertuju pada Hugo, sedangkan Hugo yang tahu sedang ditatap Leo, dia hanya tersenyum.
Dylan dan Toni yang mengikuti arah tatapan mata Leo, Dylan memutuskan bertanya pada Hugo. “Apa kamu tahu siapa kekuatan besar yang saat ini mendominasi kekuatan dan kekuasaan dunia bawah?”
Hugo ingin menjawab, tapi Bryan lebih dulu memberi jawaban, “Ayah, Om dan juga Kak Leo, Hugo hanyalah tangan kanan dari sosok sebenarnya yang saat ini memiliki kendali penuh atas dunia bawah, dan jika kalian ingin tahu siapa sosok itu, seharusnya kalian sudah mengetahuinya! Untuk Gerry, statusnya sama seperti Hugo.”
Tak perlu bertanya, jelas mereka sudah tahu kalau sosok yang dimaksud Bryan adalah dirinya sendiri. “Ternyata kemampuan ayahnya menurun langsung pada anaknya, bahkan dia lebih mengerikan dibandingkan ayahnya! Nak, asal kamu tahu, ayahmu itu dulu juga mendominasi dunia bawah, tapi itu terjadi sebelum kamu lahir, dan begitu kamu lahir dia tak lagi berkecimpung di dunia bawah. Dia hanya fokus dengan dunia bisnis tapi kekuatan dunia bawah miliknya digunakan untuk melindungi kerajaan bisnisnya.”
Toni adalah sosok yang berbicara, dan dia mengungkap sebuah fakta tentang Dylan, yang selama ini tidak diketahui oleh Bryan.
Sedangkan Gerry dan Hugo yang sejak awal hanya menjadi pendengar, mereka tetap menjadi pendengar yang baik. Namun dalam diam keduanya mengagumi dua sosok orang tua di hadapan mereka. Dua orangtua yang rela melakukan apapun demi melindungi keluarganya.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1