Stunning My Life

Stunning My Life
Surat dari Sophia


__ADS_3

Hai, para pembaca kisahku. Ini author disuruh buatin surat buat kalian sama Sophia. He he. Tolong disimak ya pidato kentang author ini. Thank you....


Sebelumnya terima kasih banyak sudah memberikan sedikit waktu atau justru banyak waktu untuk membaca karya remahan rempeyek ini. Tanpa kalian yang sudi membaca 'Stunning My Life', author tidak mungkin bisa meneruskan ceritanya sampai tamat.


Dan author minta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua reader kalau tulisan yang dimuat di novel ini tak sengaja menyinggung hati dan perasaan kalian. Juga author minta maaf atas alur cerita, gaya bahasa, setting, dan dialog tokoh yang kurang baik dan sempurna. Mohon untuk dimaafkan karena author juga masih belajar untuk membuat sebuah fiksi.


Pertama, author mau ucapin syukur banyak-banyak. Akhirnya 'Stunning My Life' bisa tamat walaupun author sempat melewati masa-masa suram seperti writer's block. Author pernah berada di situasi tak berselera meneruskan ceritanya, tak punya alur yang kuat untuk menarik minat pembaca, dan yang paling parahnya adalah kehabisan kata-kata.


Tapi gimana pendapat kalian tentang kisah ini? Apakah tokoh-tokohnya bisa bikin kalian jatuh cinta? Apa ceritanya udah gereget? Hm..., pasti belum. Author sendiri merasa kurang puas.


Sekarang author mau cerita dikit, nih. 'Stunning My Life' ini author buat berdasarkan imajinasi dan kehaluan yang tinggi. Awokkwk.... Ada beberapa cuil kisah yang author remake dari cerita nyata author, tapi tentu sudah author filter dan ubah sedikit. Dan sisanya, real hasil pemikiran konyol author!


Soal Sophia. Kalian tau nama Sophia itu terinspirasi dari apa??? Jawabannya adalah terispirasi dari..., sapu lidi. Kok bisa? Ya author nggak tau. Semingguan author mikir mau kasih nama tokoh utama yang kayak gimana, ya? Setidaknya tak terlalu pasaran. Namanya harus cantik. Namanya harus berkarakter dan bisa bikin readers hafal semudah mungkin.


And than, aku nggak sengaja see seikat sapu lidi di atas lemariku. Entah bagaimana kata sapu menjadi Sophia. Tak kusangka sapu memberiku inspirasi yang teramat hebat dan luar biasa. #colekhidung


Dan untuk nama Juna Raja Semesta, author dapat ide secara mendadak dan kebetulan. Juna Raja Semesta dan Bunga Ratu Semesta, kok author pengen ya nanti pas punya anak dinamain begitu. Wkwk.


Dan lagi, sebenernya author cuma pengen kasih nama tokoh yang mencolok dan mampu teringat terus di kepala para pembacanya.


So, gimana dengan tokoh Juna? Apa karakternya udah berhasil bikin readers baper nan kesengsem? Semoga ya, semoga.


Next, author mau ucapin banyak-banyak matur suwun kepada para tokoh pembantu yang tak kalah berperan penting. Bunda Aulia Mentari, Ayah Rei, Bunga Ratu Semesta (3 orang itu yang sangat author cintai dan segani), Mini Putri Seto, Bulik Susan (2 orang itu yang berpengaruh besar dalam hidup Sophia), Haris, Karina, Lusy Anggoro, Bimo Anggoro, Ayah Budi, Ibu Mira, Nenek, dan Tante Tari (mereka yang juga baik dengan Sophia). But, walaupun si nenek.... Hm, baik.


Juga untuk Rama, Mbak Kezi si penjaga meja kunjung perpus kota, Raya Saraswati (teman kantornya Sophia dulu), Nadia (pegawai Semesta Corp), Bara yang sempat dijodohkan dengan Sophia, Oma Laras beserta Leo, cucunya. Terima kasih sudah menjadi tokoh pembantu yang uwu.


Dan untuk Adi Bagaskara, Adinda Sonia, Yola nan Salsa. Terima kasih sudah mengingatkan akan situasi sosial yang sebenarnya. Tanpa kalian, cerita ini akan hambar.


Dan tokoh-tokoh lain yang tak sempat author ucapkan, terima kasih telah menorehkan cerita untuk mewarnai perjalanan hidup Sophia.


Dan untuk si kecil tampan Zein Putra Juna Semesta. Aduh, gimana gemesnya itu anak, ya? Hahaha.... I love you Zein.


Hah..., menuntaskan 'Stunning My Life' rasanya utang author kayak lunas. Semoga pesan moral dan nilai-nilai kecil yang tertulis maupun tersirat di karya kentang boleng author ini bisa tersampaikan kepada reader semua. Udah kentang, boleng lagi. Sad.

__ADS_1


Sophia cuma mau bilang ke kalian. Jadilah perempuan yang hebat. Jadilah perempuan yang baik bukan hanya di luarnya saja, tapi di dalamnya juga.


Author membuat cerita ini bukan semata-mata untuk menghalu juga mengibur. Tapi juga untuk cerminan diri, pembelajaran, dan ambil amanatnya. Itu untuk author sendiri. Dan jika berkenan, silakan readers juga melakukannya.


Kita flashback sebentar, yuk.


Awal kisah di mana Sophia hidup sebagai gadis kecil yang suka dirundung dan sering kena body shamming. Namun selain itu, ternyata Sophia juga seorang anak yang pemalas.


Di bagian prolog author mengisahkan jika Karina memarahi Sophia yang tak mencuci muka dulu sebelum sarapan bareng keluarga. Selain itu, Sophia juga anak yang sedikit ketus walaupun pembicaraannya terdengar benar.


Sophia memarahi ibunya waktu si ibu memberikannya porsi makan siang terlalu banyak. Si ibu mengomel karena Sophia tak menghabiskannya. Sophia malah berkilah.


Namun dibalik semua itu, Sophia hanya merasakan kesal kepada orang-orang di sekitarnya. Sophia merasa kedua orang tuanya tak bisa memahaminya dengan baik, begitu juga kakaknya. Dia merasa tak dihargai dengan hinaan-hinaan orang.


Sophia pun akhirnya memilih tinggal bersama bulik dan sepupunya. Dan perlahan-lahan nan pasti, Sophia berubah menjadi gadis yang berprinsip, bertekad besar, berambisi kuat. Penampilannya yang buluk berubah menjadi apik. Sophia tinggal bersama orang yang tepat. Mini dan Bulik Susan bisa menyelamatkannya dari lingkungan yang toxic.


Sampai suatu hari Sophia dipertemukan dengan laki-laki tergombal di dunia. Laki-laki yang bisa dikatakan nyaris perfect. Dia, Juna Raja Semesta. Pertemuan Sophia dan Juna adalah salah satu part yang selalu author ingat dan sukai. Menyenangkan bisa menulis bagian itu.


Dari 'Stunning My Life' author sendiri bisa belajar banyak. Mulai dari aspek sosial sampai percintaan.


Jadi, cita-cita itu tak hanya satu dan harus itu. Sophia menunjukkan bawah cita-cita yang sebenarnya adalah memakmurkan diri sendiri, mensejahterakan keluarga, mengangkat martabat kedua orang tua.


Bekerja keras dan pantang menyerah. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Dan lagi, kita boleh bermimpi untuk menjadi orang yang kaya, orang yang berduit, tapi caranya harus bersih.


Jangan jadi kayak Adi, korupsi. Jangan jadi juga kayak nenek, gas keun nikah sama cowok tajir berpangkat tinggi supaya hidup enak. Kalau mau hidup serba berkecukupan ya harus usaha semampu yourself, lampaui batasan sampai sukses itu tercapai. Caranya harus jujur nan baik, yah....


Jadikan cemoohan orang-orang sebagai dorongan untuk kita. Sedih boleh, tapi tak usah terlalu dramatis. Tunjukkan jika kita bisa hidup makmur. Dan satu lagi yang tak boleh ketinggalan. Berdoalah!


Well, terus apa dong pesan percintaannya? Hehe....


Zaman sekarang siapa sih yang tak kenal sama namanya pelakor. Kalian tau kenapa banyak perceraian melanda rumah tangga seseorang? Kalian tau kenapa banyak orang yang pacaran putus nyambung putus nyambung kayak sinyal wifi di pos kampling? Ah, sebenarnya masalahnya hanya sederhana.


Sophia dan Juna mengajarkan akan hubungan cinta yang sehat. Selalu mempercayai satu sama lain. Jujur, dan curhat bila perlu. Jaga hati dan perasaan untuk diri sendiri dan pasangan.

__ADS_1


Yang terpenting adalah kepribadian. Kita nggak disuruh buat merasa cukup akan berkah berupa materi seperti harta benda dan uang saja. Tapi kita seharusnya juga merasa cukup akan seseorang yang sudah kita dapatkan.


Jangan cuma kelebihannya yang diterima, tapi juga kekurangannya. Saling melengkapi. Contoh kecilnya saja seperti Juna nggak bisa masak, tapi Sophia bisa. Sophia kurang pede, tapi Juna selalu bisa mengembalikan kepercayaan dirinya. Begitulah cara mencintai. #menurutauthor


Tutup mata tutup telinga tutup hati katakan tidak pada pelakor dan pebinor!


Hindari sarkasme juga kritik berlebih. Kalau bisa sering puji dan gombalin pasangan. Eit jangan salah, itu justru bisa bikin hubungan awet, loh. Hindari rasa cemburu berlebih. Buang sifat egois masing-masing.


Adegan terrr so sweet yang paling membuat author terenyuh adalah saat Juna menyeburkan diri ke sungai untuk menolong Sophia. Juna bahkan tak berpikir akan keselamatannya sendiri. Egonya sudah benar-benar hilang. #nggaktakutdeaddemilove #authoralay


Jika dilihat dari segi pandang novel ini, Sophia itu hanya gadis biasa tak terlalu spesial atau bahkan sangat istimewa. Juna mengajarkan kita akan rasa cukup dengan 1 orang wanita. Begitu juga sebaliknya, Sophia juga merasa cukup akan memiliki Juna.


Setiap individu bisa menghargai masing-masing. Juna menghargai keberadaan Sophia di hidupnya. Sophia juga menghargai keberadaan Juna di hidupnya.


Nah, dengan membentengi diri melalui rasa cukup dan menghargai pasangan, insya'allah nggak ada tuh yang namanya pelakor masuk dan merusak segalanya. Paling rawan sih laki-laki. Ayo para reader galakkan partner cowokmu untuk membaca 'Stunning My Life', hehehe.... #biarviewauthornambah


Bahkan nggak cuma Juna yang bisa jadi panutan cowok-cowok. Tapi Ayah Rei juga. Melalui bab yang ada Bu Clara nya, Ayah Rei terkesan begitu setia dengan Bunda Aulia.


Dan satu lagi. 'Stunning My Life' juga mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam bergaul. Sebisa mungkin jalinlah pertemanan dengan orang-orang yang baik, khususnya baik hatinya juga kepribadiannya. Readers udah tau dong siapa aja tokoh-tokoh protagonis di cerita ini?


Hah..., sampai di sini aja ya episode spesial yang author beri judul 'Surat dari Sophia'. Author yakin reader semua pandai menyimpulkan pesan moral dari novel ini.


Sekali lagi author mau ucapin banyak kata terima kasih atas semua dukungan readers. Mulai dari like, vote, rate, udah favoritkan cerita ini, dan yang aktif komen, aku cinta kamu!!!


Maaf ya tidak ada bonus visual dan semacamnya. Sophia dan Juna, juga orang-orang di 'Stunning My Life' adalah mereka sendiri, asli dari buah pengkarakteran ide author. Tiada yang bisa mewakilkan mereka di mata hati author. Ciaelah...!


Terima kasih semua sudah menyukai cerita serba-serbi kurang milik author ini. Menunggu laptop yang masih di bengkel belum selesai servis, author bakalan hiatus dulu mencari ide-ide baru untuk berkarya lagi. Hik hik, udah sebulan lebih tak bisa mengetik leluasa. Modal HP lemot dengan aplikasi memo bawaannya. Menyedihkan.


Nanti setelah 'Stunning My Life' dan 'Heartbeat' selesai author revisi, author bakalan bikin novel lagi untuk menghibur reader semua. Jadi jangan lupa buat follow akun author supaya nanti langsung dapat notif kalau ada karya baru. Pokoknya yang belum follow akun ini follow dulu, yuk.... Sekarang ya, jangan nanti-nanti. #xoxo


See you di early ramadhan.... #muahhh


Salam hangat, Author Lia.

__ADS_1


__ADS_2