Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 10


__ADS_3

Ucapan Dava membuat Alana tidak tidur semalaman, dari tadi Alana berguling-guling di atas kasur. Perasaan aneh menjalar di hatinya, kupu-kupu berterbangan di perutnya.


Heandphone Alana berdering beberapa kali, menandakan ada beberapa pesan.


Pak dokter🐼


Kamu sudah tidur?


21.13


Jangan lupa baca doa ya


23.13


Semangat unutk Nanti UN nya


21.14


Alana.


Belum kak, iya kak, siap terima kasih:)


21.15


Alana tersenyum dan memeluk Heandphone nya, ini pertama kalinya Alana seperti ini.


"Aku kenapa sih? Aneh banget,"


"Pipi aku panas,"


"Kok aku kepikiran kak Dava terus yah,"


Alana menyembunyikan wajahnya dengan bantal. Menyembunyikan senyuman juga.


Pintu kamar Alana ada yang mengetuk, Alana yakin itu Abangnya. Alana sangat malas bertemu dengan Abangnya ada sedikit rencana bahwa Alana akan pura-pura tertidur.


Cklek!


Pintu kamar Alana terbuka, Malvin menatap Alana sebal. Baru saja pulang kuliah ia harus membuatkan susu buat Alana.


"Woy bangun gak lu! Minum susu lu nih. Lagian ngapain si bunda ngasih lu susu, mau abis se truk pun gak bakalan tinggi,"


Ucapan Malvin membuat Alana marah, namun ia mencoba untuk tidak mencakar wajah Abangnya. Ia sangat sensitif jika ada yang menyinggungnya tentang tinggi badan.


"Pantesan di kira anak SD sama tukang es cendol, lu si pendek,"


Alana teringat kejadian itu, dimana ia dikira anak SD padahal sudah jelas ia memakai baju seragam SMA. Alana tak habis pikir abang-abang itu buta.


Setelah kejadian itu Alana tak ingin lagi memakan es cendol, hanya masalah sepele itu. Sangat kekanakan.


Malvin tau jika Alana belum tidur, karena Alana tidak pernah menutup wajahnya dengan bantal saat tidur. Malvin mulai melancarkan aksinya.


"Waw buku diary lu bagus juga, jadi penasaran deh sama isinya," Malvin pura-pura meraih buku diary Alana. Matanya melirik ke arah Alana yang sedang mengintip di balik bantal.


"Baca ah, mumpung orangnya tidur,"


Saat Malvin ingin mengambil bukunya Alana langsung melemparkan bantal ke arah Malvin.


"Buset kaget gue," ucap Malvin terkekeh.


"Jangan sentuh barang Alana, kalo mau liat Dara baik-baik aja," Alana melotot dan mengancam Malvin.


Ucapan Alana membuat Malvin panik, dia tidak akan bisa tidur tenang kalo Dara kenapa-napa.


"Eh! Jangan berani nyentuh Dara ya!"


Jika kalian berfikir bahwa Dara adalah seorang wanita cantik, normal, body goals, muka glowing, rambut halus lembut seperti kambing. Kalian salah besar!

__ADS_1


Dara adalah boneka teddy bear milik Malvin. Dara adalah titik lemah Malvin.


Awalnya Alana tak menyangka bahwa Abangnya sangat merawat Dara yang bukan manusia dibandingkan dirinya, adiknya.


"Halah boneka buluk gitu, ternyata abang muka Ultramen hati hello kitty," Alana meledek Malvin, dan tertawa puas.


Malvin menatap Alana sebal, ingin rasanya ia melempar Alana ke samudra. Namun ia masih sayang wajahnya yang tampan, takut di gaplok bundanya dan di hapus dari keluarga.


"Sono keluar," Alana mendorong Malvin, sampai ke pintu.


"Minum susunya ya bogel," setelah mengucapkan itu Malvin langsung berdiri.


"Dasar Abangke," teriak Alana.


Sungguh Abang yang jahil.


Alana masuk ke kamarnya, merebahkan diri di kasur. Rebahan memang posisi paling di sukai.


Tak lama heandpone Alana berdering, menandakan bahwa ada telepon yang masuk.


Alana meraihnya, betapa terkejutnya ketika Dava melakukan panggilan video. Alana salah tingkah, ia bingung angkat atau tidak.


Dengan hati yang berdebar Alana menekan tombol hijau.


"Assalamuallaikum, Alana,"


Terlihat wajah tampan Dava disebrang sana, membuat Alana berteriak.


"Waalaikumsalam, kak,"


Alana sangat gugup, dadanya semakin berdebar saat Dava merapihkan rambutnya kebelakang.


'Aku tadinya mau test kamu udah tidur apa belum, eh ternyata belum,'


Alana tersenyum "hehe, iya tadinya mau tidur tapi anak dugong itu jailin aku,"


Alis Dava bertautan.


"Tuh bang Malvin," Alana memajukan bibirnya, sebal. Membuat Dava tertawa.


'Kamu gak boleh gitu, dia kakak kamu,'


Alana mengangguk, lalu tersenyum.


'Kamu gak boleh senyum gitu,'


Alana melotot.


"Hah, kenapa?"


'Aku takut gak bisa tidur karena senyuman kamu,'


Blush. Pipi Alana memerah, lalu mengalihkan kameranya ke arah lain.


Setelah cukup lama, Alana kembali menghadapkan kameranya ke arag wajahnya.


'Kamu tidur gih, udah malem.'


"Iya kak, aku juga udah ngantuk,"


'Yaudah, selamat tidur calon istri,'


Betapa bahagianya Alana. Ucapan itu membuat kupu-kupu berterbangan.


Alana mematikan panggilan, dan mematikan lampunya.


"Good sleep too kak,"

__ADS_1


®®®®


Hari ini Alana sangat malas, sebal dan marag kepada Abangnya. Setelah sarapan tadi Alana mencari keberadaan Malvin namun tak ada. Ayahnya sudah berangkat subuh tadi Karena ia harus melakukan penerbangan ke Kuala Lumpur.


Alana berjalan di koridor, dan dari ujung sana banyak segerombolan laki-laki yang terkenal 'Most Wanted' yang menjadi pujaan para perempuan.


Bahkan Nadia sangat menyenangi mereka. Wajah memang tampab tapi sikap yang tidak Alana sukai, sering melawan guru.


"Eh ada Alana,"ucap salah satu dari mereka, Alana memutar bola mata malas, dan mengabaikannya.


"Cantik banget sih, bikin gue penasaran sama sifat lo yang pendiem galak dan gemesin," ucap lelaki yang ber nametag 'Alvano Mahendra' ketua dari genk nya.


Alvano mencekal tangan Alana yang hendak meninggalkannya.


"Lepasin!"


"Gak mau, sebelum lu jadi pacar gue,"


Alana sudah tau Alcano dia sangat playboy, mantannya sudah dimana-mana. Alvano tipe orang yang cepat bosan bahkan lama pacaranya hanya 5 hari.


"Lepasin aku!"


"Jadi pacar gue dulu, gue janji kalo dapetin lu gue berhenti mainin cewe,"


'Bulshit!' Alana menatap Alvano sinis. Alana tersenyum devil dan menatap Alvano.


Alana menggigit tangan Alvano keras, sehingga berbekas. Dan pelakunya melarikan diri.


'Shit, cewek unik'-batin Alvano.


XII IPA I


Alana berjalan terengah-engah ke kursinya. Rika langsung mengalihkan perhatian dari heandpone nya yang sedang menonton video biasnya. Rika termasuk K-popers bucin.


"Napa lu, kek dikejar dog aja,"


"Bahkan ini lebih serem dari dog," ucap Alana sambil mengambil air minum di tasnya.


"Maksud lu? Siapa?"


"Alvano,"


"Hah My baby Honey Alvano!" sungut Nadia yang tak tau kapan datangnya.


"Berisik! Inget pacar yang jauh di sana," ucap Rika.


"Ah nyebelin! Pacar gue ternyata gak kecelakaan gue cuma di prank!" Nadia memukul meja, melampiaskan kekesalannya.


"Gak Lucu banget pranknya," kata Alana.


"Al, lu udah ngerjain Fisika?" Tanya Nadia.


Alana mengangguk, ia selalu mengerjakan PR di sekolah setelah pelajaran nya selesai.


"Nyontek dong, gue 2 nomor lagi," pinta Nadia dengan wajah yang dibuat memelas.


"Kebiasaan," ucap Alana sambil mengambil bukunya di tas, dan memberikannya kepada Nadia.


"Ah, lu emang sahabat terbaik gue. Gak kaya yang disamping lu," ucap Nadia menyindir.


"Giliran butuh ngaku temen, pas susah ngilang," sungut Rika.


"Gue gak gitu ya," sinis Nadia.


"Iyahin biar seneng," ucap Rika.


Alana menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabatnya, pertengkaran seperti ini yang membuat persahabatannya semakin kuat.

__ADS_1


Kringg!


Bel masuk berbunyi menandakan pelajaran akan di mulai.


__ADS_2