
"Assalamualaikum, Lala.... Ayo berangkat sekolah,"
Keano mengetuk pintu rumah Dila dengan suara yang cukup keras. Namun, tak ada satu orang pun yang membukakan pintu.
"Kok gak ada orang?" Keano bertanya pada diri sendiri.
"Apa Lala udah herangkat? Eh, dia kan selalu berangkat bareng aku," Keano termenung cukup lama.
"Bisa jadi sih, mungkin aja dia udah berangkat,"
Akhirnya Keano memutuskan untuk segera berangkat sekolah. Tapi, Keano masih tak yakin bahwa Dila sudah berangkat.
Keano mengayuh sepedanya cepat, keringat menetes di dahinya. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke sekolah.
Keano memarkirkan sepedanya lalu berjalan menuju kelas. Sepanjang perjalanan Keano tak henti-hentinya di sapa oleh teman-temannya.
"lala"
Langkah Keano terhenti saat melihat Dila yang baru keluar dari ruang kepala sekolah. Tapi tunggu, mengapa Dila tak menggunakan baju seragam dan di belakang Dila ada mamanya.
"Eh Keano," ucap Arini menyapa Keano.
"Kok gak sekolah La?" tanya Keano heran.
__ADS_1
"Bu, Dila mau ngomong sama Keano dulu ya," ucap Dila dibalas anggukan oleh Arini.
Arini pergi meninggalkan Keano dan Dila. Kenano dan Dila memutuskan untuk berbicara berdua di taman.
"Ano, aku mau bilang makasi udah mau jadi sahabat aku," ucapan Dila membuat Keano langsung menatap wajah Dila.
"Kenapa emangnya?" tanya Keano.
"Aku pindah sekolah Ano, pindah rumah juga. Ibu bilang, semalam ayah aku ke rumah saat aku di rumah Kirana," ucap Dila menunduk.
"Aku seneng bisa ketemu Ayah, itu tandanya aku bukan anak haram, iya kan ano?"
Keano masih diam ingin tau apa yang akan di bicarakan Dila lagi.
"Aku akan pergi jauh gak tau kemana, dan mungkin aku gak akan kembali kesini dan gak akan ketemu kamu lagi Ano," ucap Dila menunduk.
"Susah Ano, ayah aku seorang dokter sama seperti ayah kamu. Katanya, dia gak bisa ninggalin pekerjaannya di luar negeri," ucap Dila membuat Keano diam tak berguming.
"Tapi La, aku gak mau kamu pergi La,"
"Aku juga gak mau ninggalin kamu Ano, aku gak bisa milih ak-"
"Dila ayo," Arini berjalan menghampiri Dila.
__ADS_1
"Ano ini gelangnya, nanti kalo kita ketemu lagi kamu kasih ini ke aku," ucap Dila seraya bengkit.
"Kenapa kamu gak pegang aja?" tanya Keano.
"Aku tau kamu itu orangnya rapuh, dan ngejaga banget sama barang. Aku titip ini ya, dadah." Dila pergi meninggalkan Keano yang masih terdiam sambil memegang gelang bahan berwarna merah.
Gelang biasa yang pernah di buat oleh Keano dan Dila. Keano mematung menatap punggung Dila yang semakin menjauh.
Keano berlari mengejar Dila yang sudah ingin masuk kedalam mobil. Namun sayang, langkahnya terlalu lambat untuk mengejar. Keano hanya diam sambil menatap kepergian Dila.
"Harus banget pergi ya La?"
11.25
Keano pulang sekolah dengan wajah ditekuk, Alana yang melihat itu merasa aneh dengan anaknya itu, biasanya Keano selalu pulang dengan wajah semangat.
"Keano pulang ma," Keano mencium punggung tangan Alana lalu langsung naik ke kamarnya.
"Ano ganti baju terus makan,"
"Iya ma," balas Keano lemas.
Entah apa yang terjadi dengan Keano, Alana tak tahu sama sekali. Setelah berganti pakaian, Keano turun untuk makan.
__ADS_1
"Kamu kenapa Ano? Ada masalah sama teman sekolah?" tanya Alana sambil mengusap bahu Keano.
"Enggak kok ma," ucap Keano sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.