Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 67


__ADS_3

6 tahun berlalu, 6 tahun banyak sekali yang berubah. Keano tumbuh menjadi lelaki tampan dan menggemaskan.


"Ma, ano mau main ke rumah Bunda dong," ucap Keano sambil mendekati Alana yang sedang memasak.


"Iya, Mama selesain masak dulu," ucap Alana membuat Keano mengangguk.


Keano berjalan keluar rumah untuk bermain. Keano berjalan mengambil sepeda miliknya.


"Keano," teriak Alana membuat Keano menoleh.



"Iya ma?" tanya Keano menghampiri Alana.


"Beliin mama gula dong seperapat," ucap Alana.


"Asiyap," ucap Keano sambil menerima uang dari tangan Alana.


"Inget gula. Mama gak mau ya kamu balik bawa sabun colek lagi," ucap Alana membuat Keano tertawa.


Seminggu yang lalu, Alana pernah menyuruh Keano untuk beli gula.


Tapi saat pulang Keano malah membawa sabun colek.


"Iya ma," jawab Keano langsung menaiki sepedanya.


Keano mengayuh sepedanya pelanpelan. la sengaja ingin melihat Dila, gadis cuek yang ia kenal saat pernikahan Malvin dulu.


"Halo, Lala," ucap Keano sambil meng-rem sepedanya.


Dila sudah mau menerima Keano sebagai temannya, karena mereka satu kelas. Keano sudah duduk di kelas 3 SD.


"Mau kemana?" tanya Dila berjalan mendekati Keano.


"Mau beli gula. Mau ikut ga?" tanya Keano membuat Dila mengangguk.


Mereka memang sudah biasa berboncengan seperti ini, Dila naik dan memegang bahu Keano.


"Mama, Dila ikut Keano mau beli gula," teriak Dila.


Keano mengayuh sepedanya dengan cepat. Dila sudah terbiasa dibawa ngebut oleh Keano, bahkan mereka pernah jatoh bersama.


"La, jangan kangen ya," ucap Keano tiba-tiba.


"Ngangenin apa?" tanya Dila heran.


"Aku mau pergi ke rumah bunda," ucap Keano membuat Dila berdecak.


"Bodo amat," ucap Dila judes.


Mereka sampai di warung, Keano turun begitu pula dengan Dila.


"Bu beli gula seperapat," ucap Keano sambil memberikan uang.


"Makasi bu," ucap Keano saat menerima kembalian.


"Kamu pegangin ya," ucap Keano memberikan plastik pada Dila.


Dila naik di belakang dan memegang bahu Keano. Seperti tadi, Keano membawa sepedanya dengan cepat.

__ADS_1


Ngik...


"Makasi ya La, aku balik dulu," pamit Keano mengambil gula dan langsung pergi meninggalkan dila.


Keano menstandar sepedanya dan masuk kedalam rumahnya.


"Mama nih," ucap Keano sambil meletakan gula di meja.


"Oke," jawab Alana sambil mengambil gulanya.


Keano berjalan menuju ruangtamu dan menyalakan televisi. Keano duduk sambil ngemil.


"Dari Ano masih kecil sama udah gede, kenapa upin-ipin rambutnya selalu botak?" tanya Keano pada diri sendiri.


Alana merapihkan bekas memasak, ia memasukan makanan kedalam rantang untuk Bundanya.


"Yuk," ajak Alana membuat Keano mengangguk.


Mereka berjalan memasuki mobil, sekrang Alana sudah mempunyai supir pribadi.


"Kerumah bunda ya mang," ucap Alana kepada Mang Haris, supir keluarganya.


"Siap neng,"


Mereka berangkat menuju rumah Sari, umur Sari sudah semakin tua. Sekarang Alana sudah berumur 29, sedangkan Dava betumur 35.


"Jemput gak neng?" tanya Mang Haris saat sampai di depan rumah Sari.


"Gausah mang, nanti mas Dava jemput kok," ucap Alana mendapatkan anggukan dari Mang Haris.


"Bang ano," anak perempuan berlari memeluk Keano.


"Halo Ira," ucap Keano mencubit kedua pipi gadis itu.


"Bang Ano, Ira kangen," ucap Kirana sambil menggandeng tangan Keano masuk kedalam.


"Ira, kenapa ikan pada mati? Kamu apain?" tanya Malvin menghampiri Kirana.


"Ira tolongin, tadi ikannya tenggelem, Yah," ucap Kirana membuat Malvin frustrasi mendengarnya.


"Gak ada yang namanya ikan tenggelem Ira, semua ikan hidupnya di air," ucap Malvin gemas.


"Waktu itu Ira liat di piring kok’" ucap Ira membuat Malvin menghela nafas kesal.


Keano tertawa melihat Malvin yang menanggapi Kirana. Dulu ia pernah berdoa agar anaknya tidak seperti Keano, saat Kirana besar justru anaknya lebih menjengkelkan dari Keano.


"Terserah kamu lah Ra, Ayah pusing sama kamu," ucap Malvin pergi meninggalkan Kirana.


Sedangkan Kirana hanya menatap ayahnya bingung.


"Ayah kenapa sih Bang?" tanya Kirana membuat Keano menggeleng.


"Main yu bang, kita main dokterdokteran. Abang jadi dokter," ajak Kirana.


Keano tak mau menolak, Keano sangat menyayangi Kirana. Apapun yang Kirana mau Keano selalu menurutinya.


"Yuk," Ajak Keano.


Mereka berjalan menaiki tangga dan berjalan memasuki kamar Kirana.

__ADS_1


"Jadi keluhannya apa?" tanya Keano berlaga seolah dokter.


"Kepala mual, perut pusing," ucap Kirana membuat Keano terbelak. 13


"Hah? Gak kebalik?" tanya Keano.


"Aduh pak, kepala saya berkuang kunang," ucap Kirana alay.


"Sini saya periksa," ucap Keano menyuruh Kirana tiduran.


Keano memeriksa seolah dokter, dari mulai mengecek suhu badan dan memukul perut seolah kembung.


"Wah ini harus dirawat, sini saya pakaikan selang oksigen," ucap Keano mengambil heandset dan menggulungkan ke belakang kepala.


Lisa jalan melewati kamar putrinya, ia kaget saat melihat Kirana menggunakan kabel di hidungnya.



"Astagfirullah, kamu ngapain sih?" tanya Lisa melihat tingkah putrinya.


"Bunda ceritanya Ira lagi pingsan kayak di tv itu lho," ucap Kirana menjelaskan.


"Haduh, nanti Mama marahin papa kamu, kalo magrib jangan suka nonton suara hati istri, bikin kamu makin gak jelas," omel Lisa, namun tak dihiraukan oleh Kirana.


Lisa hanya menggelengkan kepala, melihat tingkah anaknya yang super gaje.


"Bang Ano, kita kasih makan Winwin yuk," ajak Kirana.


"Yuk," Keano berjalan mengikuti Kirana di belakang.


Kirana menatap nanar Whiskas milik Winwin yang habis dkmakan Saskia.


"Hua ..... Wiskasnya abis," Kirana ngamuk sambil mengacak-ngacak rumah Saskia.


Malvin yang hendak memberi makan Saskia kaget saat melihat kandangnya acak-acakan oleh ulah Kirana.


"Ano, ini kenapa kayak abis di tinju Thanos?” tanya Malvin kepada Keano.


"Mana ano tau, saya kan ikan," ucap Keano membuat Malvin kalang kabut.


"Wiskas Winwin abis, hua.... Akan aku bunuh kamu Saskia!"


Mendengar suara itu Malvin langsung berlari ke halaman belakang, Ia melihat Kirana sedang berusaha menangkap Saskia.


"Ira, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Malvin dramatis.


"Dia telah menghabiskan wiskas milik Winwin ayahanda,"jawab Kirana dengan nada dramatis pula.


Kirana berhasil menangkap Saskia, Malvin langsung berlari untuk mengambil Saskia dari tangan Kirana.


"Aduh Iraa jangan diketekin Saskianya kasian, nanti mati!" ucap Malvin frustrasi melihat Kirana.


"Berikan aku wiskas!" ucap Kirana masih meletakan Saskia diketeknya.


"Astagfirullah, ada badai dari mana ini?" tanya Lisa heboh saat melihat taman.


"Nih ulah anak kamu," ucap Malvin.


"Anak kamu juga," ucap Lisa tak mau kalah.

__ADS_1


Malvin menghampiri Kirana dan menggendongnya seperti membawa pelastik belanjaan.


"Ayah lepasin!" ucap Kirana menangis.


__ADS_2