Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 54


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 10 malam, acara sudah mulai selesai. Bahkan pengantin pun sudah berganti pakaian.


Dari tadi Keano merengek ingin pulang karena mengantuk. Tadi Keano sudah tertidur, tapi bangun lagi saat Alana sedang mandi.


"Ayo pulang." ucap Keano menarik jas


Dava.


Dava menggendong Keano lalu turun ke bawah untuk menemui Alana. Alana sedang ikut mengobrol dengan keluarga Lisa.


Malvin sekarang menjadi seorang CEO dikantor milik Zahran cabang Bandung. Sedangkan Zahran memegang cabang di Surabaya.


"Al, pulang yuk. Keano udah ngantuk nih." ajak Dava.


"Yuk."


Setelah berpamitan dengan keluarganya dan keluarga Lisa, Alana dan Dava berjalan menuju mobilnya.


Alana mengambil Keano dari gendongan Dava lalu masuk kedalam mobil.


Di perjalanan mata Keano yang tadinya sayu menjadi segar kembali.


Mobil Dava terparkir di halaman rumahnya, Alana turun sambil menggendong Keano.


"Yey, Ano kangen lumah." ucap Keano langsung rebahan di sofa.


Dava berjalan ke kamar untuk mengganti pakaiannya. Keano turun dan berjalan ke arah kulkas.


Keano membukannya, matanya menatap roti tawar yang menarik perhatiannya.


"Mau apa Ano?" tanya Alana menghampiri Keano.


"ltu." tunjuk Keano ke roti tawar.


Alana memgambilkan satu untuk Keano, Alana yakin Keano tak akan memakannya. Biasa anak kecil mah, maunya doang.


Keano berjalan sambil menenteng roti tawarnya. Keano duduk di atas meja ruang keluarga.


"Mama pernah bilang apa hm?" mendengar perkataan itu membuat Keano langsung turun dari meja dan duduk di sofa.


Dava turun dengan pakaian tidurnya. Dava berjalan menghampiri Keano yang tengah asik memakan roti tawar dan menonton acara dangdut. Asal kalian tau, Keano sangat suka menonton dangdut di Chanel ikan terbang itu.


"Widih bos mantap." ucap Dava memggoda anaknya yang duduk layaknya preman.


Keano hanya melirik sinis lalu kembali menonton acara kesukaannya. Merasa tak enak dengan posisi duduknya, Keano berdiri untuk membenarkan posisi duduknya.


"Bagi dong." ucap Dava hendak mengambil roti tawarnya.


"No! "ucap Keano menyembunyikan rotinya di atas pundaknya.

__ADS_1


"Pelit banget sih, huhuhu." Dava


berpura-pura menangis membuat Keano memberikan rotinya pada Dava.


"Ni buat papa, Ano kenyang." Keano meletakan rotinya ditangan Dava agar ia berhenti menangis.


Dava bangga pada anaknnya, masih kecil sudah memiliki rasa empati yang besar.


Alana datang dan ikut bergabung bersama anak dan suaminya.


"Ano bobo yuk." ajak Alana membuat Keano menggeleng.


"Ntal, Ano mau iat tipi duyu." ucap Kenzo.


Alana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihay tingkah putranya itu.


"Keano besok kan papa libur tuh. Kita ke taman bermain yuk." ucap Dava berhasil membuat Keano menoleh ke arahnya.


"Benelan?" tanya Keano dibalas anggukan oleh Dava.


"Tapi Keano bobo dulu, nanti kesiangan loh." ucap Dava membuat Keano semangat.


"Yuk ma, bobo." Keano berjalan ke tubuh Alana dan memeluknya, membuat Alna gemas dan mencium leher Keano, membuat sang anak tertawa karena geli.


Tidak susah membuat Keano tertidur sebenarnya, hanya perlu digaru k-garuk punggungnya, Keano sudah masuk ke alam mimpi.


Keano berhenti minum asi saar umurnya dua tahun. Waktu itu Keano memiliki sariawan yang banyak dimulutnya.


Alana duduk di samping Dava lalu meletakan kepalanya di dada bidang Dava.


"Al, tadi kamu denger permintaan Keano gak?" tanya Dava membuat Alana menggeleng.


"masa kamu gak inget?" ucap Dava masam.


"Yang mana?" tanya Alana mengangkat kepalanya menatap Dava.


"Yang katanya dia minta dede gemes lima." ucapan Dava membuat Alana malu.


"Apaan sih." ucap Alana menyembunyikan wajahnya yang memerah saat ini.


"Ayok kita turuti." Dava langsung mengangkat tubuh Alana ke arah kamarnya.


Alana meronta digendongan Dava.


"Mas turunin!" ucap Alana.


"Gak mau wle.”


(Dan malam itu hanya Dava ,Alana, Tuhan, can Author yang tau hihihi)

__ADS_1


®®®®


Hari ini, Dava akan memenuhi janjinya kepada Keano untuk pergi ke taman bermain.


Keano sangat giat, bahkan ia sudah bangun sebelum Dava dan Alana bangun.


"Papa cepetan! Ano cudah ciap." teriak Keano dari bawah.


Bayangkan,jam baru menunjukan pukul 6 pagi, tapi Keano sudah siap dengan pakaiannya. Bahkan Keano sudah mandi satu jam yang lalu.


"Kita berangkatnya siang aja ya?" tanya Alana sambil menyisir rambut anaknya.


"Ndak mau. Ano mau cekalang." ucap Keano membuat Alana menghela nafas.


"Kalo jam segini belum buka. Masa kita nongkrong di depan gerbangnya sih." ucap Alana membuat Keano diam sesaat.


"Hm, yaudah dech. Ano mau nonton tipi dulu." ucap Keano sambil menyalakan televisi.


Alana terkekeh melihat putranya. Alana berjalan ke arah kamar untuk mandi.


Dava sudah siap dengan baju santainya, mereka akan berangkat pukul 10 siang.


"Mana Keano?" tanya Dava sambil menyisir rambutnya.


"Di bawah, temenin dia ya. Aku mau mandi dulu." ucap Alana sambil mengambil handuknya.


Dava memghampiri Keano yang asik menonton televisi. Keano menonton kartun si spon kotak berwarna kuning.


"Assalamualaikum pak haji." ucap Dava menghampiri Keano.


"Kumcalam."jawab Keano.


Dava duduk disamping Keano sambil mengusap rambut anaknya. Keano meletakan kepalanya di paha Dava.


"Papa, kok di dayem ail ada api si?" tanya Keano membuat Dava tertawa.


"Papa gak tau. Dari papa kecil itu api gak pernah padam." ucap Dava mencium rambut Keano.


"Tapi kata na mama, kalo api libut sama ail yang menang itu ail." ucap Keano sambil menatap Dava.


Dava sangat gemas dengan putranya ini. Keano berdiri dan menarik tangan Dava dengan semangat.


"Papa, olahlaga yu!" ajak Keano semangat.


Dava mengangguk lalu menuntun Keano keluar rumah. Mereka memang sering berolahraga berkeliling komplek.


"Bilang mama dulu sana." ucap Dava saat mereka diambang pintu.


"Mama, Ano cama Papa mau olahlaga." teriak Keano kencang.

__ADS_1


Setelah mendapatkan jawaban dari Alana mereka berdua segera pergi .


__ADS_2