
20.00
Alana sudah bersiap-siap untuk melaksanakan rencananya. Lisa sedang menelpon Dava, dan Sari sedang menaruh cairan merah di kedua kaki Alana.
"Stt, di angkat," ucap Lisa semuanya terdiam.
"Halo Sa ada apa?"
"Dit, tolong Dav. Aina pendarahan, di sini gak ada mobil, Malvin belum pulang," ucap Lisa heboh.
"Hah?Astagfirullah, aku pulang sekarang. Tolong jagain dulu ya Sa, aku pulang. "
Dava mematikan sambungan teleponnya, dari suara Dava sangat jelas ia khawatir.
"Aduh, semoga gak marah deh," ucap Alana takut.
Sepuluh menit berlalu, terdengar suara mesin mobil. Semuanya berpencar
Sari mengumpat di kolong meja sambil memegang kue ulang tahunnya.
Pintu depan terbuka menampakan Dava dengan keringat yang bercucuran.
"Astaga Alana, ayo ke rumah sakit," Dava langsung menggendong tubuh mungil Alana, jas putihnya sudah banyak bercak darah.
Saat Dava hendak mengantar Alana, Kirana berlari menuju Dava.
"Om, Keano tenggelam," teriak Kirana dengan suara toa nya.
"Astagfirullah apalagi ini. Kamu tunggu di sini sebentar, aku tolongin Keano dulu. Bertahan," ucap Dava panik.
Dava berlari menuju kolam berenang, Alana terawa. Ia tak kuat melihat ekspresi Dava yang begitu panik.
__ADS_1
Dava langsung masuk ke kolam, mencari keberadaam Keano namun tak ada.
"Papa," panggil Keano di pinggiran kolam.
"Keano tadi kat-"
"Happy Birthday to you, happy birthday to you, "
Dava kaget saat melihat Alana yang baik-baik saja.
"Kalian semua ngerjain saya?" tanya Dava dingin.
"Mas, maafin aku. Aku cuma mau bikin kejutan aja kok," ucap Alna di pinggir kolam.
Dava bangun dan langsung menghampiri Alana.
"Keterlaluan, gimana kalo rencana kamu jadi doa hah? Prank kamu kelewatan," ucap Dava.
"Maaf," ucap Alana lirih.
"Jangan diulang," Ucap Dava langsung memeluk Alana.
"Ih basah," ucap Alana dengan suara serak.
"Haha," ucap Dava sambil mencubit hidung Alana.
"0m, ayo potong kue," ajak Kirana tak sabar.
Dava mengangguk lalu bangun dan memegang tangan Alana erat. Keano menghampiri Dava. Dava mengusap rambut Keano.
"Kamu duduk," ucap Alana sambil menarik kursi untuk Dava.
__ADS_1
"Berdoa," ucap Alana.
Dava memejamkan matanya dan berdoa.
Fyuh
Dava meniup lilinnya.
"Selamat ulang tahun papa, semoga panjang umur, makin sayang sama mama dan aku," ucap Keano.
Dava tersenyum lalu mencium pipi Keano. Banyak ucapan yang Dava dapatkan.
"Om, bilang makasinya nanti aja. Ira mau makan kuenya, " ucap Kirana membuat semuanya tertawa.
Dava mulai memotong kue.
"Suapan pertama buat siapa?" tanya Lisa.
"Yha, buat Alana lah siapa lagi," balas Malvin.
Dava berdiri dan mengarahkan sendoknya ke mulut Alana. Alana membuka mulutnya dan tersenyum.
"Selamat ulang tahun," ucap Alana, Dava mencium kening Alana.
"Bunda gak pernah nyesel jodohin kalian berdua," ucap Sari sambil terkekeh.
"Saya mencintaimu Alana," ucap Dava formal, namun berasa sekali dewasanya.
"Ira, kok kamu abisin kuenya?" tanya Lisa panik.
"lagian lama banget sih ngomong nya, Ira kan laper. "
__ADS_1
Hari dimana membuat Dava panik sekaligus bahagia karena kejutan yang di buat oleh Alana, membuat Dava merasa dunia nya tak dapat lagi di utarakan bagaimana bahagia nya dirinya bersama Alana dan Keano, serta anak kedua mereka yang akan lahir di muka bumi ini dan mengisi hari hari mereka yang baru nanti.