Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 18


__ADS_3

Alana duduk dibelakang panggung bersama Alvano cs. Mereka menunggu giliran naik ke atas panggung membawakan musikalisasi puisi.


Jantung Alana berdegup kencang, ini pertama kalinya ia berdiri di antara ratusan orang.


Berulang kali ia menarik nafas dalam, tangannya dingin.


Alvano tersenyum simpul melihat tingkah Alana kala gugup. Tangan Alvano meraih tangan Alana, membekap tangan Alana dengan tangannya berusaha memberikan semangat.


"lo lucu kalo lagi gugup gini," kata Alvano sambil mengusap rambut Alana.


Dengan segera Alana menarik tangannya dari Alvano, dan menatap ke depan.


"Nah siapa yang nunggin Monster band? Ucap MC membuat Alana semakin down.


"Tapi tunggu, kali ini mereka bukan lagi ber tiga. Ada satu cewe yang bakal dampingin mereka dan buat kalian iri!" ucap sang MC.


"Langsung saja kita panggil Monster band dan Alana!"


Alana dan Alvani cs naik keatas panggung, banyak tepukan yang saling bersahutan. Banyak teriakan untuk Alvano cs.


Tapi tunggu! Mengapa Alana mendengar namanya di sebut.


"Alana adek gua yang paling cantik uwaw!" ucap Malvin berteriak membuat Alana ingin menaboknya.


"Selamat pagi semuanya," sapa Alvano kepada penonton.


"Pagi!" balas penonton.


"mungkin hari ini bakal jadi hari yang paling bersejarah buat kelas dua belas. Hari dimana kita harus melepaskan masa putih abu-abu, dan mecari kehidupan baru," ucap Alvano, dengan karisma yang membuat semuanya terpukau.


"Lagu ini dan puisi ini kita persembahkan untuk angkatan kita, SMA GARUDA SIAP?!ucap Alvano teriak.


SIAP!


Alvano mulai memetik gitarnya, Ali memukul drum, dan Dian memainkan piano dengan lihai.


Nada lagu Masa SMA-Angel 9 mengalun dengan sangat indah.


Tiga tahun telah kita bersama


Jalani kisah yang indah


Bersama t'lah lalui semua


Suka dia t'lah kita rasa..


Alvano membuka suaranya, nada suara indah membuat orang dapat menikmatinya.


Bagiku kau teman terbaikku

__ADS_1


Tempatku tuk berbagi luka


Walau kini kurasa aku resah


Kar'na kita akan berpisah...


Dibawah sana Alana melihat Rika dan Nadia yang saling merangkul melambaikan tangan pada Alana.


S'lamat tinggal teman-temanku


Kita berpisah untuk selamanya


Ingatlah pabila bertemu nanti


Mohon jangan lupakan aku


Semua bersuara, semua menahan tangis dan semua memeluk temannya. Sebulir air mata menetes di pipi Alana. Menarik nafas dalam untuk membaca puisi.


Tuhan, ku tak mengerti garis takdir


Tak mengerti arti akhir


Senyum memudar, air mata mengalir


Bertanda ini telah berakhir.


Ke buka lembaran putih bersama mereka


Memberi warna di setiap kenangannya


Kau beri kami waktu untuk bersama


Menjalankan kisah kasih penuh makna


Berjalan bersama dengan cinra


Menikmati indahnya masa SMA


Alana terisak pilu, menatap kedua sahabatnya sebentar. Mereka sama akan merasa kehilangan. Rasanya Alana tak kuat membacakan bait terakhir.


Terima kasih ku ucapkan


Dengan kebersamaan penuh kejutan


Tentang kebahagian yang tak terlupakan


Semoga kita sama-sama merindukan.


Alvano memetik gitar penuh emosi, penuh arti.

__ADS_1


Lirik lagu berakhir telah selesai, riuh tepukan di dapatkan oleh mereka. Alvano cs dan Alana menunduk salam.


Ketika turun panggung, Alana di kejutkan oleh Raka yang membawa kotak kado yang sangat indah.


Alana berjalan melewati Raka namun Alana ditahan olehnya.


"Al, ini kado buat kamu," ucap Raka membuat Alana mengerutkan alis.


Alana menunjuk dirinya sendiri.


"Aku?" tanya Alana memastikan, dan di balas anggukan oleh Raka.


"Tapi kan Alana ngga ulang tahun,"


"Emang ngasih hadiah pas ulang tahun doang? Ini kado sebenarnya sudah aku siapin buat kamu dari lama dan akan aku kasih saat pelulusan, aku udah mikir saat lulus kamu udah jadi milik aku," ucap Raja membuat Alana merasa bersalah.


"Maaf," lirih Alana.


"No problem, lusa aku ngelanjutin kuliah di Amerika,"


"Amerika?" tanya Alana memastikan.


Raka hanya mengangguk.


Raka memberikan kado itu dan diterima oleh Alana.


"Makasih ya," ucap Alana tak enak.


"Di pake yah, dan sekarang aku mau bilang kalo aku udah nyerah Al. Bukannya lemah tapi aku sadar sebentar lagi kamu akan menikah,"


Pengucapan Raka membuat Alana terkejut, bagaimana mungkin ia bisa tau bahwa Alana akan menikah?


"Jangan heran, aku sama calon suami kamu tetanggaan. Aku sempat dengar rumor kalo pak Dava akan menikah, dan kemarin aku liat kamu deket banget sama dia,"


"Ditambah lagi waktu itu kamu bilang, bagaiman mungkin aku bisa menggenggam dua hati dalam satu waktu," lanjutnya.


Alana mengangguk dan menerima hadiah dari Raka, tak lupa mengucapkan terima kasih.


Ini bukan tentang cinta yang terbalaskan, bukan tentang sayang yang saling merindukan.


Ini tentang perjuangan seorang Raka, yang setia mencintai Alana sendirian selama 3 tahun.


Raka selalu percaya cinta akan datang tanpa terduga, selalu optimis Alana akan membalas perasaanya.


Namun kali ini Raka akan benar-benar berhenti untuk memperjuangkan Alana, bukan kah cinta yang paling tulus adalah cinta kita yang saling mengikhlaskan?


Raka pergi dari hadapan Alana. Alana menatap punggung Raka yang seolah bertuliskan kata pamit.


"Maafin aku Raka, Alana ga bisa balas perasaan Raka. Terima kasih telah mencintai Alana dengan tulus, semoga kamu bertemu dengan seseorang yang mencintai Raka dengan tulus," gumam Alana.

__ADS_1


"Amin,"


__ADS_2