Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
chapter 75


__ADS_3

"Romadon tiba, romadon tiba. Tiba-tiba romadon tib-"


"Salah lirik markonah, di marahin opik lu"


"Orang opik gak kenal sama aku kok. Ngapain takut wlee... "


Malvin menghela nafas menatap Kirana yang sedang mengusap bulu Winwin.


"Yah, Ira punya lagu buat Winwin tau," ucap Kirana sambil bedakin Winwin.


Winwin kabur sampe batuk-batuk kerena idungnya kemasukan bedak, my ****.


"Liat aja, nanti juga Winwin mati overdosis bedak," ucap Malvin menatap Winwin.


"Ayah mulutnya kayak gak di sekolahin," ucap Kirana.


Sekarang Malvin tau keterampilan anaknya adalah, bicaranya selalu menohok. Malvin takut, saat besar dan sekolah nanti Kirana galakin orang terus. Buktinya sekarang, sama ayahnya aja geregetan gimana sama orang lain.


Sekarang adalah hari libur. Kirana dari tadi menunggu Keano datang.


"Bang Ano kok belum datang sih, adeq lelah menunggu abang," ucap Kirama sambil garuk-garukin pinggir sofa sampe lecet.


"Sabar dong, bisa sabar gak," ucap Malvin emosi.


"Kok Ayah galak? Ngajak berantem hah?" Kirana siap naik ke atas sofa lalu menarik rambut Malvin brutal.


"Telepon Bang ano, sekarang!" ucap Kirana sambil memukul mukul bahu Malvin Kecil-kecil juga pukulannya nyelekit bro.


***AdikQuh***.


?4 | )1 |<€5.I/V! |<4/V |_0?


11.03


Ngetik apaan sih bang?


11.05


*jadi kesini kan? Kyboard gue rus4 | <


11.05


Iya, lagi otw nih


11.06


0| <€


11.06*


"Iya, mereka lagi di jalan," ucap Malvin membuat Kirana tersenyum senang.


"Oke Ayahku yang paling ganteng sekomplek," ucap Kirana membuat Malvin menoleh.


"Dapet semboyan itu dari mana?" tanya Malvin. Padahal ia tak lagi menggunakan kata itu.


"Rahasia," ucap Kirana sambil memakan kerupuk jablay.


Berdekatan dengan Kirana membuat siapapun ingin sekali menaboknya, tapi Kirana terlalu cute untuk dipukul.


Malvin pergi meninggalkan Kirana, ia menghampiri Lisa yang sedang memasak. Malvin memeluk Lisa dari belakang dan meletakan dagunya du bahu Lisa.


"Sa," panggil Malvin manja.

__ADS_1


"Hm?" ucap Lisa menoleh.


"Aku gaenak badan," ucap Malvin membuat Lisa membalikan tubuhnya.


"Sakit? Makannya kalo pagi itu sarapan, kamu selalu bilang sarapan di kantor. Tapi apa, kamu gak sarapan kan?" ucap Lisa mengomel.


"Aku males sar--"


"Sarapan aja kamu males. Gimana sekarang kerasa kan? Sarapan itu penting," ucap Lisa masih memarahi Malvin, bukan marah kok, Lisa hanya khawatir saja.


"Iya aku minta maaf," ucap Malvin lembut.


"Yaudah kamu istirahat. Nanti aku bawain makanan sama obat. Kamu pusing kan? Badan kamu juga panas," ucap Lisa sambil meletakan tangannya di kening Malvin.


Malvin menurut, ia langsung naik ke kamarnya untuk istirahat. Kirana yang melihat itu bersikap bodo amat. Astaglirullah, anak ini.


'Assalamualaikum,"


"Yey, pasti itu Bang Ano,"


Kirana berlari membuka pintu dengan semangat 45.


"Walaikumsalam," ucap Kirana.


"Halo Ira," sapa Alana sambil mencubit pipi Kirana.


"Halo. Hai kak Dila, bang Ano," sapa Kirana.


Mereka berempat masuk ke dalam rumah. Sari dan Zahran turun untuk menemui Alana.


"Ayah, bunda," Alana mencium. Kedua tangan orang tuanya, diikuti juga oleh Keano dan Dila.


"Kamu gemukan, lagi ngisi?" tanya Sari.


"Iya ma," ucap Alana membuat Sari dan Zahran tersenyum.


Kirana cengo, ia tidak paham dengan apa yang mereka bicarakan.


"Ngomongin apa si? Kok Ira gak ngerti," ucap Kirana heran.


"Keano akan punya adik," ucap Dila membuat Kirana terbelak.


"Ira juga mau. Belinya dimana? Kalo murah Ira mesen ya yang cowok," ucap Kirana dengan gampangnya, dikira beli pop ice kali ya bisa reeques.


"Minta bapak kamu sana," ucap Sari sambil mengusap pipi cucu perempuannya itu.


"Oke," ucap Kirana singkat dan langsung berlari menuju kamar.


"Ayah, Ira mau adik dong. Yang cowok ya tapi," ucapnya sambil ikut duduk di samping Lisa yang sedang menyuapi Malvin.


"Kamu kira punya adik segampang panasin air apa? Punya satu aja Ayah udah kelenger, apalagi dua," ucap Malvin.


"Bodo. Ira gak mau tau, Ira mau adik pokoknya!" ucap Kirana tegas lalu pergi meninggalkan kamar.


"Sa, gimana?" tanya Malvin bingung.


"Gak tau," ucap Lisa acuh.


Di ruang keluarga semuanya sedangmembahas ulang tahun Dava. Yha, hari ini adalah ulang tahun Dava yang ke 35 tahun.


"Iadi mau gimana?" tanya Sari.


"Aku sih niatnya pengen buat dia panik," ucap Alana.

__ADS_1


"Caranya?" tanya Zahran.


"Aku mau pura-pura kontraksi. Nah nanti kalian hubungi dia bilang kalo disini gada mobil, nanti pasti dia langsung pulang. Pas dia udah panik, Keano pura-pura tenggelam di kolam renang, pasti kalo orang panik gak akan ngeh kalo kamu pernah juara renang Ano," ucap Alana panjang lebar membuat Sari mengangguk.


"Bunda mah terserah aja," jawab Sari.


"Nanti pas Mas Dava udah turun ke kolam Keano langsung bilang selamat ulang tahun. Nanti bunda, ayah, dan Dila yang bawain kue ya," ucap Alana memberi tugas.


"siap. Kamu udah beli kue?" tanya Zahran.


"Aku mau bikin bareng kak Lisa," ucap Alana membuat Zahran mengangguk.


"La, kita main yuk," ajak Keano membuat Dila mengangguk.


Keano dan Dila pergi ke taman belakang, di sana ada lapangan luas tempat bermain basket.


"Wah basket," ucap Dila girang.


"Kamu bisa main basket?" tanya Keano.


"Banget. Ini hobi aku, tapi kalo mama tau aku bisa kena marah," ucap Dila sendu.


"Kenapa harus marah?" tanya Keano heran.


"Nggak tau deh," jawab Dila.


"Mumpung gak ada mama kamu, gimana kalo kita main?" tanya Keano.


"Yang kalah traktir aku capcin ya besok," ucap Dila.


Dila mulai mendribbel bola basketnya, ia terlihat sangat lincah, bahkan Keano sampai terpukau melihatnya.


“Ayo bang Ano, Ira mendukungmu,"


Keano menoleh pada Kirana yang sedang duduk sambio minum susunya. Keano hanya tersenyum membalas lalu kembali bermain.


Keano kalah banyak ole Dila. Dila sangat hebat, namun Keano heran mengapa ibunya marah saat Dila bermain basket.


"Yey aku menang," ucap Dila girang, Keano ikut tersenyum. Ini pertama kalinya Keano melihat Dila sebahagia ini.


"kak Dila hebat banget!" ucap Kirana sambil memeluk Dila.


"Makasi," ucap Dila sambil ikut duduk di samping Kirana.


"Kalian mau liat hasil karya terindah aku ga?" tanya Kirana membuat Keano menatap penasaran.


"Wah, apaan tuh?" tanya Keano kepo.


Irana mengambil buku yang tadi ia duduki, Kirana bangun dan membalikan kertas itu.


"Tada.... Gimana bagus gak lukisan Ira?" tanya Tiara membuat Keano dan Dila saling bertatapan.


"Itu gambar apa Ra?" tanya Dila aneh.


"Ini gambar winwin. Aku punya lagu buat winwin, mau denger ga?" tanya Kirana, Keano mah ngangguk aja biar Kirana bahagia.


"Ekhem, Hayang kawin win win win, hayang kawin," Kirana bernyanyi dengan penuh penghayatan.


"Ra, itu kan lagu orang mau nikah," jawab Dila.


"Biarin, yang penting ada winwin nya," ucap Kirana tak mau kalah.


Iyain aja udah, iyain

__ADS_1


__ADS_2