Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 61


__ADS_3

Flashback.


Seorang anak lelaki sedang berkeliling komplek sambil menaiki sepedanya. Dia Dava. la memang sering berkeliling menaiki sepeda BMX nya.


Waktu itu umur Dava masih menginjak usia 8 tahun. Saat Dava sedang asik mengayuh sepedanya tiba-tiba tatapan matanya melihat seorang gadis yang menatap dirinya dibalik pohon mangga.


Dava menghentikan sepedanya dan melihat anak usia 6 tahun itu. Dava menstandar sepedanya dan menghampiri gadis itu.


"Hei, ngapain kamu disana?" tanya Dava membuat gadis itu menaruh tekunjuknya di bibir mungilnya.


"Jangan belisik, nanti mama Diana bisa tau." ucap gadis yang menyebutkan nama Diana itu.


"Kenapa harus sembunyi? Mama kamu kan gak akan ngapa-ngapain kamu. " ucap Dava sambil duduk dipinggir got kering.


"Kamu gak ngelti. " ucap gadis itu.


"Ngomong er dulu yang bener. " ucap Dava membuat gadis itu menatapnya tajam.


”Nama kamu siapa?” tanya Dava membuat gadis itu menoleh kearahnya.


"Diana. "jawabnya singkat.


"oh, bagus ya namanya." ucap Dava mengangguk.


"Mau tau nama aku gak?” tanya Dava menarik ujung baju Diana.


”Gak. "jawabnya singkat.


"Yakin?"


"Ya!"


”Gak nyesel ?" ucap Dava membuat Diana jengkel.


"Telselah." ucap Diana berjalan menjauhi Dava.


Dava mengejar dan mengambil sepedanya. Dava mendorong seperanya sambil menyamakan langkahnya dengan Diana.

__ADS_1


"Nama aku Dava." ucap Dava namun gadis itu tetap menatap kedepan.


”Kamu dengerin aku gak sih?" tanya Dava sebal dan memegang tangan Diana membuatnya berhenti melangkah.


”Hm. "jawab Diana singkat.


"Coba siapa nama aku?" tanya Dava lagi.


"Dava.” ucap Diana dengan nada bicara cadel.


"0k, Diana panggil kamu Davdav aja." putus Diana lalu masuk kedalam rumahnya.


Dava hanya terkekeh melihat wajah Diana yang menatapnya garang. Dava baru menyadari bahwa rumah ia dan Diana tak terlalu jauh, tapi Dava jarang melihat Diana.


"Besok kita ketemu Iagi oke. ”


Setelah kejadian itu mereka menjadi dua sahabat. Dava sering memba wa Diana bermain ke rumahnya, tapi Diana tak pernah mengajak Dava kerumahnya.


Flashback off


"Mas ngelamunin apa sih?" tanya Alana menepuk bahu Dava.


"Gapapa kok, ngeliat anak itu bikin aku inget pertama kali aku ketemu Diana." ucap Dava membuat Alana merasakan sakit di ulu hatinya.


"Aku paham perasaan kamu." ucap Alana sambil mengusap bahu Dava.


Dava menatap Keano yang menghampiri gadis itu. Keano mencoba mengajak bicara gadis itu.


Bukannya mendapatkan sambutan baik, tapi gadis itu malah pergi menjauhi Keano dan masuk ke dalam rumahnya.


Pfttt.


"Haha." Alana dan Dava tertawa menatap wajah Keano yang cemberut menghampiri mereka berdua.


”Astagfirullah. emak bapak gada akhlak. ”


®®®

__ADS_1


Jam menunjukan pukul 10 malam, Keano sudah tertidur setengah jam yang lalu. Kini, Dava dan Alana sudah merebahkan diri di kasurnya.


Dava menatap wajah Alana dalam dan memeluknya. Dava mengecup jidat Alana membuat istrinya memjamkan matanya.


"Besok Diana diesekusi mati." ucap Dava lirih.


Alana menatap kesedihan di wajah Dava. Seburuk apapun Diana, dia tetap sahabat yang pernah mengisi hari-harinya.


"Aku emang gak diposisi kamu, tapi aku sedih liat kamu kavak gini." ucap Alana sambil mengusap rahang Dava.


Dava mengenggam tangan Alana yang berada di pipinya. Dava tersenyum menatap Alana.


"Makasih ya, kamu udah mau bertahan. Kamu udah mau ngertiin dan rangkul aku." ucap Dava sambil meneteskan air matanya.


Alana mengangguk dan tersenyum. Alana sangat bersyukur memdapatkan suami sebaik dan sempurna seperti Dava.


Alana dan Dava tidak menyesal dengan perjodohan ini,justru cinta datang tanpa disuruh. Mereka saling mencintai, Dava merasa bahagia memiliki Alana, begitupun sebaliknya.


Dava memeluk Alana erat, seolah ia tak ingin kehilangannya. Cukup sekali saja kebodohannya, ia tak ingin membuat Alana terluka.


Cup.


"Aku gak akan buat mata ini mengeluarkan air mata kesedihan lagi." ucap Dava sambil mencium kedua mata Alana.


Cup.


"Pipi ini yang selalu buat aku gemas." ucap Dava sambil mencium kedua pipi Alana.


Cup.


"Jidat ini adalah kali pertama aku mencium kamu di depan penghulu dan orangtua kamu." ucap Dava sambil mencium jidat Alana.


Cup.


Dava mencium bibir mungil Alana, hanya sebuah kecupan tidak lebih.


"Bibir ini yang bua---"

__ADS_1


"Papa, Ano mau bobo disini! "


Pertanyaannya, sejak kapan Kenzo berdiri disana?


__ADS_2