Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 57


__ADS_3

Apaan dan Keano sampai di rumah Sari. Alana turun tapi Keano udah ngacir aja masuk kedalam.


"Mikum Buna." ucap Keano berteriak.


Alana masuk ke dalam rumah menghampiri Keano.


"Waalaikumsalam bocil." Malvin datang dari halaman belakang dengan tangan kotor. Entahlah Malvin habis mengerjakan apa.


"Jangan pegang Keano!" ucap Alana saat Malvin ingin mencubit pipi Keano dengan tangannya.


"Pelit banget." ucap malvin sinis.


"Tangan abang kotor." ucap Alana menarik Keano dari jangkauan Malvin.


Malvin berjalan untuk mencuci tangannya. Keano sudah berlari kearah kandang Vina.


"Bunda mana bang?" tanya Alana.


"Noh di taman, gue sama mereka abis nanem bunga." ucap Malvin.


"Bunga apa bang?"


"Bunga bank."


"Gak lucu." jawab Alana langsung pergi ke taman.


Alana menghampiri Keano yang asik mengusap bulu Vina. Vina sekarang sudah mempunyai anak tiga.


Setahun yang lalu Malvin membeli kucing laki-laki dan disatukan dalam kandang yang sama.


"Ano, kucingnya jangan kamu kekepin di ketek!" ucap Alana khawatir dengan kucingnya, Keano menjepit kepala anak kucingnya dengan ketek.


"Gemes banet ma." ucap Keano sambil meletakan anak kucing itu pada Vina.


"Liat Bunda yuk, mereka lagi nanam bunga lho." ajak Alana membuat mata Keano berbinar.


Mereka berjalan menghampiri Sari dan Lisa yang sedang menanam kaktus.


"Buna..." Keano memeluk Sari dari belakang.


"Halo cucu Bunda." ucap Sari.


"Kapan datengnya Al?" tanya Lisa sambil melepaskan sarung tangannya.


"Barusan." jawab Alana sambil melihat Sari yang tengah asik menumpuk pupuk dalam pot.


"Ken mau ikutan." ucap Keano.

__ADS_1


Alana tak akan melarang, biar saja Keano aktif di lingkungan luar.


"Sayang...." Malvin berlari ala film India, hal itu membuat Lisa memutar bola matajengah.


"Hm."jawab lisa cuek.


"Enggak ngetes telinga kamu aja, masih berfungsi apa gak, hehe." jawab Malvin sambil ketawa gaje.


"Ck." ucap Lisa berdecak.


"Woy bro, makin gede aja tuh pipi. Gimana udah minum obat cacing belum?" tanya Malvin sambi berjongkok di depan Keano.


"Ndak la." ucap Keano tanpa menatap Malvin.


Malvin tak henti-hentinya mengganggu Keano yang lagi anteng.


"Lis, cinta kamu ke aku itu gimana?" tanya Malvin tiba-tiba membuat Lisa menoleh bingung.


"Jawab." ucap Malvin.


"Kayak ngitung pasir di pantai." ucap Lisa tak menatap Malvin.


"Wah tak terhingga ya?" tanya Malvin antusias.


"Buang-buang waktu aja." jawab Lisa membuat Alana dan Sari tertawa.


"Geleh." ucap Sari sinis.


"Ma, cinta Ano ke mama sebesal ini tau." ucap Keano sambil memebentuk lingkaran besar dengantangannya.


"Kalo kamu segitu, mama lebih dari itu." ucap Alana sambil mencium pipi Keano.


Selesai menanam mereka pergi untuk makan. Keano sudah siap dengan sup dan nasi.


"Mama mau makan sendili." ucap Keano sambil menarik piring dari hadapan Alana.


Aina tersenyum lalu mengangguk. Keano melahap nasinya dengan lahap.



"Enyak ma." ucap Keano sambil mengacungkan jarinya.


"Iya dong." jawab Sari sambil mencium Keano gemas.


Mereka makan dengan hening, Keano makan sangat berantakan. Alana masih mendiamkannya, biar saja dia makan sendiri.


"Makannya kayak bebek, ish ish tak patut." ucap Malvin sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Bialin." ucap Keano dengan wajah santuy.


"Han, kalo kita punya anak cewek aja ya. Model kayak Keano gini ngeselin." ucap Malvin membuat Lisa memukul tangan Malvin.


"Yang ngeselin itu kamu Vin." ucap Sari sambil menuangkan air putih.


"Buna, kake mana?" tanya Keano celingak celinguk mencari keberadaan Zahran.


"Kerja sayang." jawab Sari.


Selesai makan Alana mengambil baju Keano. Karena bajunya basah setelah makan tadi.


Keano duduk bersama Malvin sambil menonton televisi. Keano berjoget ria saat mendengar lagu hey tayo.


"Film apaan sih, gak ngerti." ucap Malvin hendak mengambil remot dari tangan Keano. Dengan cepat Keano menduduki remotnya, anak pintar.


Alana datang membawakan cemilan permen kenyal untuk Keano.


"Maaci ma." ucap Keano sambil memakan cemilan.


Mereka kembali menonton, berulang kali malvin mencubit pipi Keano namun tak dihiraukan. Keano tetap asik makan dan menonton.


"0m nih buat om." ucap Keano sambil menyodorkan cemilannya kepada Malvin.


Malvin tersenyum senang, dan ingin mengambil cemilan yang tinggal tiga buah itu.



"Tapi boong." ucap Keano sambil menarik cemilannya lagi.



"Sue banget dikibulin bocah." ucap Malvin bemonolog.


Alana datang untuk mengajak Keano tidur siang,jam sudah menunjukan pukul 2 siang, itu tandanyajam tidur siangnya Keano.


"Yuk bobo." ajak Alana membuat Keano mengangguk.


Alana menuntun Keano saat menaiki tangga menuju kamarnya. Keano sangat suka tidur di kamar Alana yang dulu, karena Keano juga sangat menyukai wangi kamar itu.


"Mama, galuk-galuk." Keano membalikan badannya.


Alana mengangkat baju bagian belakang punggung Keano dan mengusap-usapnya.


Dalam waktu lima menit Keano sudah terlelap. Alana tersenyum lalu mencium pipi Keano gemas.


Alana mengusap rambut anaknya yang sudah mulai panjang. Alana bingung jika mengajak Keano menyukur rambut. Karena Keano takut dicukur rambutnya.

__ADS_1


”Uh gemasnya anak mama.”


__ADS_2