
Jam menunjukan pukul 6 pagi, Alana sedang menyiapkan sarapan untuk Dava bekerja.
Dari tadi Alana membujuk Dava agar libur dulu sehari agar badannya kembali fit. Tapi, Dava menolak dengan alasan banyakjadwal hari ini.
"Sarapan dulu." ucap Alana sambil menarik kursi untuk Dava.
"Alana, mas minta tolong ambilin jas di kamar dong." ucap Dava sambil menuangkan air ke gelas.
Alana mengangguk dan berjalan ke kamar untuk mengambil jas putih milik Dava.
Tok tok tok
"Iya sebentar." ucap Dava lalu berjalan ke pintu.
Dava membuka pintu betapa terkejutnya saat Diana memeluknya. Alana kaget saat melihat adegan dibawah, refleks Alana menjatuhkan jas milik Dava.
"Pagi calon suami." ucap Diana.
"Lepas!"ucap Dava melepaskan pelukan Diana.
"Kasar banget sih. Padahal aku mau ngasih kamu kabar gembira." ucap Diana menarik Dava menuju sofa ruangtamu.
"Lepasin Diana. Ngapain kamu kesini." ucap Dava bediri menjauhi Diana.
"Aku sekarang tugas di rumah sakit kamu, kita berangkat bareng ya. Rumah aku sekarang sebrangan sama rumah kamu." ucap Diana membuat Dava kaget.
Alanaa datang menghampiri mereka, dan Dava langsung berdiri menghampiri Alana. Ia tak mau Alana salah paham, baru saja meraka berbaikan masa harus marahan lagi.
"Gak. Kamu naik taksi aja." ucap Dava ketus membuat Diana cemberut.
"Sekarang kamu kasar dan jahat ya. Pasti lo kan yang bikin Dava kayak gini?!" ucap Diana menunjuk wajah Alana.
"Apa sih, ngederama banget." balas Alana ketus membuat pipi Diana merah menahan marah.
"Diana udah! Kalo kamu cuma mau ngehancurin pagi aku mendingan pulang. Aku gak nyangka kamu sekarang seegois ini sekarang." ucap Dava menatap Diana kecewa.
Diana diam dan menangis saat Dava membentaknya membuat Alana tak tega melihat Diana.
"Jangan bentak dia mas." ucap Alana sambil mengusap lengan Dava.
"So baik lo. Bilang aja lo seneng kan liat gue di bentak? Dasar perebut." ucap Diana lalu pergi dari rumahDava.
__ADS_1
Alana menatap kepergian Diana, sedangkan Radit mengusap bahu Alana, berusaha menenagkannya.
"jangan di masukin hati ya." ucap Dava membuat Alana mengangguk.
"Di baikin kok malah ngelunjak. Kok Alana gemes pengen cakar ginnjalnya."-batin Aina berkecamuk.
"Yuk sarapan." ajak Alana kepada Dava.
Mereka menikmati sarapan dengan khidmat, pikiran Alana tak tenang saat Diana bilang ia akan bekerja dalam rumah sakit yang sama.
"Kenapa ngelamun?" tanya Dava menatap Alana yang hanya mengaduk makanannya.
"Eh enggak." ucap Alana.
"cerita aja kalo ada yang mau di omongin." ucap Dava berusaha menjadi pendengar yang baik.
"Aku cuma gak tenang kalo Diana satu kantor sama kamu mas." ucap Alana mengeluarkan uneg-uneg nya.
"Alana dengerin mas, apapun nanti kedepannya tolong janji sama aku buat terus disisi aku." ucap Dava menggenggam tangan Alana.
"lnsyaallah mas, tapi aku gak bisa bertahan kalau nanti kamu kecewain aku." ucap Alana sambil menyerahkan jas milik Dava.
"Mas janji gak akan kecewain kamu. Mas berangkat dulu ya." ucap Dava menyalimi Alana.
"aku mau ke rumah Bunda ah, bete." ucap Alana sambil membereskan meja makannya.
Setelah selesai mengerjakan semua pekerjaan rumah Alana bersiap untuk pergi ke rumah Sari, dan kebetulan Malvin sedang tak ada kelas hari ini.
Taksi yang dipesan Alana sudah datang. Alana mengunci pintu rumahnya dan pintu gerbangnya lalu segera berangkat menuju rumah Sari.
"Makasi ya bang." ucap Alana saat membayar taksi.
Alana berjalan memasuki perkarangan rumah bundanya, betapa kagetnya Alana saat Malvin joget-joget gakjelas.
Sia mah hirup teh culametan metmet. Begitulah lirik yang Alana dengar, rupanya Kevin sedang membuat tiktok.
"Astagfirullah udah bangkotan, umur udah gak lama lagi malah main tiktok." ucap Alana membuat Malvin menghentikan jogetnya.
"Ngomong aja lo sirik yekan. Kalo mau ikutan sini, tadi aja Abang bikin tiktok sama Bunda." ucap Malvin sambil mencari posisi yang pas untuk membuat tiktok.
"Jangan bilang abang meracuni pikiran bunda dengan tiktok." ucap Alana tak habis pikir dengan jalan pikir Malvin yang bloon.
__ADS_1
"Iya pas gue ajak bunda main tiktok malah kepala gue yang di getok gayung." curhat Malvin.
"Yajelas lah, bunda kan anti sama tiktok." ucap Alana.
"kemaren gua masukin tiktok ke instagram dan likenya tembus tigaratus ribu. Mantap kan." ucap Malvin sombong membuat Alana memutar bola matanya jengah.
"Gitu aja bangga, aku aja yang likenya satu juta biasa aja." ucap Alana tak mau kalah.
"Ya kan lo serin g musikalisasipuisi.” ucap Malvin sambil menghentikan aktivitasnya.
Alana ikut duduk di bangku taman rumahnya bersama Malvin yang masih asik bermain heandponenya.
"Bang belum punya calon?" pertanyaan Alana membuat Malvin beralih menatap Alana.
"plis jangan nanya pertanyaan sensitif itu." ucap Malvin.
Alana berteriak kencang saat kelinci datang menghampirinya membuat Alana naik ke atas kursi.
"Kelinci siapa itu bang?!"
Satu hal yang Alana takuti selain disuntik adalah hewan gembul berbulu halus kelinci. Alana memmbenci kelinci setelah Dery.
Alana sudah menangis histeris seperti orang kesurupan, dengan cepat Malvin mengangkat kelinci itu dan mengeluarkannya dari halaman rumahnnya.
"Gue denger tentangga kita si Bejo melihara kelinci sekarang." ucap Malvin setelah mengeluarkan kelinci.
Alana menghela nafas lega dan turun dari kursi, Sari keluar dan tersenyum melihat Alana di rumahnya.
"Alana." panggil Sari membuat Alana menengok ke arahnya.
"lya bunda?" ucap Alana.
Sari segera mengusir Malvin dari sisi Alana dan duduk di sebelah Alana.
"Tau gak, kemaren Bunda, Ayah, dan Malvin datang ke rumah pacarnya Malvin!" ucap Sari senang.
"Yang bener?!" pekik Alana kencang membuat Malvin menutup telinganya.
"Iya, ceweknya yang pernah dateng kesini itu lho." ucap Sari.
"Kak Lisa ?" tanya Alana dibalas acungan jempol oleh Sari.
__ADS_1
Alana menatap Malvin seperti orang yang menagih hutang. Malvin paham bahwa Alana memintanya untuk menceritakan semuanya.
’MasyaAllah, punya bunda bawel betul. Padahalkan gue pengen ngasih kejutan tau-tau gue nikah sama lisa'-batin Malvin dongkol.