Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 55


__ADS_3

Keano sangat lincah, sampai Dava kualahan dengan tingkahnya. Langkah kaki Keano terhenti saat melihat seekor anak kucing yang menurutnya lucu.


"Papa, kucing na bagus. Ano mau bawa pulang buat nemenin Vina pa." ucap Keano membuat Dava tersenyum.


"Kucing Dila!"


Keano dan Dava menengok kepada anak kecil yang berlari ke arahnya, lebih tepatnya ke arah anak kucing.


Gadis kecil itu berjongkok mengusap anak kucingnya dan menggendongnya.


"ltu kucing kamu?" tanya Keano kepo.


Gadis itu hanya mengangguk lalu pergi dari hadapan Keano dan Dava. Dava ingat, perempuan itu yang Keano sapa saat pernihkahan Malvin kemarin.


"Papa itu kan yang kemalen itu kan ya?" tanya Keano membuat Dava mengangguk.


Mereka kembali berjalan berkeliling komplek. Keano masih berpikir, kenapa gadis itu sangat cuek kepadanya.


"Kita makan bubur dulu yu." ajak Dava pada Keano.


"Yuk pa."


Mereka berhenti di tukang bubur, tapi belum naik haji. Jadi ini cuma tukang bubur biasa, bukan tukang bubur naik haji.


"Bang bubur dua, yang satu jangan pake sambel sama kacang." ucap Dava dan diangguki oleh tukang bubur itu.


"Pa, yang kuning itu nama na apa?" 'tanya Keano kepada kaldu ayam.


"Kaldu ayam." jawab Dava.


"Hah? Ngadu ayam?" tanya Keano mendekati botol kaldu itu.


"Kaldu sayang bukan ngadu." jawab Dava membuat Keano beroh ria.


Bubur pesanan mereka sudah datang. Dava memakan buburnya lalu menyuapi Keano.


Butuh waktu satu jam untuk sarapan. Namanya anak kecil, setiap satu suapan pasti lama ditelannya.


Setelah membayar bubur mereka berjalan untuk pulang. Tadi Keano mengeluh capek, dan berakhir Dava yang mengendongnya.


"Papa kalo Ano uda besal, mau jadi doktel kayak papa." ucap Keano membuat Dava tersenyum.


"Kenapa?" tanya Dava.


"Selu, bisa oplasi olang." ucap Keano semangat.


"Susah tau masuk kedokteran." ucap Dava membuat Keno berfikir.


"ndak papa, nanti Ano coba duyu."

__ADS_1


Mereka sudah sampai di rumah, Dava menurunkan Keano. Keano langsung berlari kedalam rumah.


"Mama, Ano pulang." ucap Keano memeluk kaki Alana.


Alana berjongkok didepan Keano dan menciumnya.


"Ano udah makan ya?" tanya Alana membuat Keano mengangguk.


"'Yha, mama udah masak. Terus siapa yang makan? Masa mama sendirian." ucap Alana sedih membuat Keano tak tega melihatnya.


"Ano makan agi dech. Ano belum krnyang." ucap Keano membuat Alana tertawa.


Keano sangat menggemaskan saat ini, ia masih sempat-sempatnya perduli. Ia tak ingin Alana bersedih apapun caranya.


"Haha, yaudah kita siap-siap yuk. Bentar lagi mau berangkat." ajak Alana membuat Kenzo tersenyum senang.


Alana berjalan untuk mengambil baju ganti untuk Keano.


"Mama antik banget sich." puji Keano membuat Alana gemas.


"lya dong." ucap Alana sombong membuat Keano tertawa.


Alana mengganti pakaian Keano dan memberi minyak telon di perut Keano.


Dava yang sudah siap menghampiri Alana dan Keano. Alana mengambil barang milik Keano, takutnya ia bermain sampai kotor, Alana membawa pakaian ganti.


Alana meletakan tasnya di kursi belakang, Alana mengambil Keano dari Dava lalu naik ke mobil.


Setelah siap Dava menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.


"Papa, di cana banyak mainan ga?" tanya Keano.


"Banyak dong." ucap Dava sambil mengacak rambut Keano gemas.


’"Mama mau main itu." tunjuk Keano pada heandpone milik Radit.


"Gak boleh. Belum waktunya." ucap Alana.


Mereka memang sepakat tidak memberikan heandpone pada anaknya, karena menurutnya hal ini akan berbahaya dan membuat Keano kecanduan nantinya.


Dava akan memberikan Kenzo heandpone ketika ia kalas 1 SMP nanti. Bukannya Dava tak bisa membelikannya untuk Keano, Ia hanya khawatir dengan dampak yang akan didapatkan oleh Keano nanti


Bahkan Dava sering melihat di rumah sakit dibagian spesialis mata, yang sering berkunjung adalah anak kecil. Bahkan diumur lima tahun ’pun sudah menggunakan kacamata.


"Masi jauh ga pa?" tanya Keano yang mulai suntuk dengan perjalanannya.


"Sebentar lagi." ucap Dava membuat Kenzo mengangguk saja.


Mereka sampai di taman bermain yang cukup besar di kota Bandung. Keano tersenyum senang melihat banyak sekali permainan disini.

__ADS_1


"Papa Ano mau naik itu." tunjuk Keano pada permainan mobil mobilan.


"Iya, kita cari parkir dulu." ucap Dava.


Mereka memarkirkan mobilnya diparkiran. Alana dan Keano turun.


.Mereka mencari tempat pas untuk duduk, Dava berjalan untuk mengisi saldo agar mereka bermain sepuasnya.


Setelah membeli saldo, Keano berlari ke tempat mobil-mobilan. Dava mengambil mobil warna hitam dan manaikan Keano disana.


Mobil berjalan otomatis, Dava dan Alana duduk sambil mengawasi Keano dari luar area mobil.


Radit datang menghampiri Keano menyuruhnya untuk turun. Sekarang malah Dava yang menaiki mobilnya membuat Keano mengamuk.


"Mama, papa na." Keano berlari kearah Alana sambil menangis menatap Dava dipembatas.


Alana langsung berlari menghampiri Keano yang menangis. Alana menatap Dava garang.


"Mas, kamu kan udah tua. Ngalah sama anaknya kenapa sih." omel Alana membuat Dava turun sambil mendorong mobilnya kedepan Kenzo.


"Ayo naik nih." ucap Dava tertawa melihat anaknya yang habis menangis.


Keano langsung naik dan mobilnya berjalan meninggalkan mereka berdua. Alana pergi meninggalkan Dava, dengan cepat Dava menyamakan langkahnya dengan Alana.


Alana duduk di bangku taman, dan diikuti oleh Dava. Dava menyandarkan kepalanya dibahu Alana.


"Mas mau itu." tunjuk Alana ke arah penjual makanan ringan.


"Tunggu disini, aku beliin." Dava segera membelikan apa yang Alana inginkan.


Keano sudah selesai main mobil mobilan, ia berjalan menuju Alana. Alana tersenyum melihat anaknya yang semringah.


"Mama, selu." ucap Keano menghampiri Alna.


"May naik apa lagi hm?" tanya Alana.


"ltu." tunjuk Keano kearah bianglala.


Alana mengangguk, Dava datang dengan membawa kentang goreng dan minumannya.


"Papa ayo naik itu." tunjuk Keano ke bianglala yang tidak terlalu tinggi.


"Yuk, kita naik bertiga yuk." ucap Dava membuat Keano mengangguk antusias.


Mereka berjalan ke bianglala dan menaikinya bertiga. Jangan takut akan jatuh, disini sudah terjamin aman.


"Mama mau."


Alana memberikan kentang goreng pada Keano dan langsung dimakan dengan lahap.

__ADS_1


__ADS_2