
Mama, Ira pengen keliling dunia dong," ucap Kirana sambil duduk di pangkuan Lisa.
"Mahal lah Ra, kamu kalo minta sesuatu itu jangan nyusahin," ucap Lisa sambil menguncir rambut Kirana.
"Enggak mahal kok ma, kita kan kelilingnya pake gugel map," ucap Kirana membuat Lisa menggetok kepalanya dengan sisir.
"Sakit syekali ma," ucap Kirana sok dramatis.
"Jangan kayak papa kamu lah Ra," ucap Lisa jengkel.
"Mama mah emosian kayak Aceng," ucap Kirana. Aceng dunia terbalik itu ya.
"Yha lagian kamu ngeselin kayak ldoy," jawab Lisa.
Lisa selesai mengikat rambut Kirana memberi bedak ke wajah Kirana.
"Kita masak indomie yu," ajak Lisa membuat Kirana menggeleng.
"Lambung Ira gak welkom kalo makan makanan yang di bawah seratus ribu ma," ucap Kirana.
"Songong banget kamu, biasanya makan tempe oreg juga," balas Lisa sinis.
"Haha, mama cantik deh," ucap Kirana dengan wajah yang super duper ngeselin minta di tonjok, tapi dia lucu.
"Coba muka di kondisikan tolong," ucap Lisa lalu meninggalkan Kirana sendirian.
__ADS_1
"Dari pada gabut, mending Ira berenang bareng ikan ah," ucap Kirana sambil berjalan menuju kolam ikan.
Kirana membuka sendalnya lalu menenggelamkan kakinya ke kolam ikan seolah dia sedang terapi.
"lkan mas, aku mau minta duit dong," ucap Kirana sambil menatap ikan mas koki.
Lagian ya, minta uang itu harusnya ke bapaknya, ini malah minta uang ke ikan. Kebanyakan baca dongeng nih bocil.
"Kok gak ngomong sih? Kamu tenggelem ya? Aku akan menolongmu ikan," Kirana langsung nyemplung ke kolam ikan, padahal baru saja ia mandi.
Kalau Lisa liat ini pasti nangis darah liat tingkah anaknya yang begini. Kirana menangkap ikan satu persatu, lalu meletakannya di tanah.
"lkan bertahan ya, perut kamu gemuk kebanyakan minum air," Kirana panik saat melihat ikan itu naik turun nafasnya.
"Winwin kenapa makan ikan? Wiskas lebih enak daripada ini, nanti lambung kamu sakit makan ikan mentah," ucap Kirana.
Entahlah siapa yang mengajari Kirana bersifat riya begini. Intinya makin dewasa Kirana semakin bertingkah.
"Astagfirullah, Ira kamu apain ikannya?!" Zahran panik saat melihat ikan-ikanya sudah menghembuskan nafas terakhir.
"lkannya tenggelem Kek, makannya dengan hati yang baik aku tolongin," ucap Kirana santai sambil memegang jaring ikan.
"Astagfirullah, mana ada ikan yang tenggelam bujang. Semua ikan tinggalnya di air!" ucap Zahran emosi.
Lisa yang lewat sambil bawa ember bekas cucian segera berlari menuju keributan di kolam.
__ADS_1
"Ara, kenapa kamu nyemplung lagi? Astagfirullah, mandi sekarang!" ucap Lisa sambil menarik tangan Kirana.
"Apa sih? Ira salah apa?" ucap Kirana sambil menangis.
Lusa langsung menarik Kirana menuju kamar mandi belakang. Lida langsung membuka pakaian Karina dan memandikannya.
Selesai memakaikan baju Kirana masih menangis.
"Mama gak ngizinin kamu keluar rumah!" ucap Lisa membuat Kirana ngamuk.
"Gak mau! Ira mau main sama winwin-" ucan Kirana sambil memukulkan bantai ke kaki Lisa.
"Makannya kalo mamanya ngomong itu didenger!" ucap Lisa membuat Kirana semakin menangis.
"Mama jaat," ucap Karina masih terisak.
Sari yang mendengar perdebatan itu langsung masuk ke dalam kamar cucunya.
"Ya Allah, mirip banget sama Malvin pas kecil kalo ngamuk," ucap Sari di ambang pintu.
"Aduh Bun,Lisa gak kuat ngadepin bayi dugong ini," ucap Lisa sambil mengelus dadanya.
"Sabar Sa, dulu juga bunda gitu," ucap Sari curhat.
Lisa menutup kamar Kirana, setelah menangis Kirana langsung tertidur.
__ADS_1