Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 74


__ADS_3

"Kita makan dulu ya," ucap Dava membuat semuanya mengangguk.


Mereka memasuki restoran, mereka mrmgambil tempat duduk di paling ujung.


"Lala mau makan apa?" tanya Dava perhatian.


"Gak tau Pa," ucap Dila tak enak.


"Samain kayak aku aja ya La?" tanya Keano membuat Dila mengangguk. Setelah memesan makanan, Keano asik mengajak ngobrol Dila.


"Liat deh yang keluarga di samping kita. Couple goals banget gak sih, "


"Lucu-lucu banget sih anak-anaknya, "


"Sepasang gitu, cantik sama cakep, "


"Wajar sih, orang tuanya aja cakepcakep gitu, apalagi suaminya pengen aku tikung, "


Banyak sekali yang memperbincangkan mereka, Alana hanya tersenyumn menanggapianya.


"Silahkan menikmati," ucap sang pelayan.


Makanan mereka sudah datang, Alana merasa gemas dengan Dila langsung membuka kamera heandponenya.


"dila," panggil Alana membuat Dila menoleh.


Ckrek.


"Lucu banget sih kamu," ucap Alana sambil mencubit pipi Dila gemas.

__ADS_1


"Makasi ma," jawab Dila sambil tersenyum.


Mereka makan dengan hening, Dava menyuapi makanan ke mulut Alana, itupun karena permintaannya. Melihat mereka, seakan dunia milik berdua.


®®®®


"Mau cimoy, pokoknya!"


Keano menoleh ke sumber suara tersebut dan ia menangkap makhluk astral. Ralat, Kirana maksudnya.


"Ira," panggil Keano membuat semuanya menoleh ke Kirana.


"Bang Ano," ucap Kirana langsung berlari menuju meja Keano.


Malvin dan Jihan hanya menggeleng, tadi Kirana mengajaknya ke mall untuk bermain, eh malah ia ingin makan cimol. Lagian, siapa yang menjual cimol di mall besar seperti ini.


Malvin dan Lisa menarik kursi saling berhadapan, pertemuannya ini tanpa janjian.


"Maksudnya?"


"Itu loh makanan yang di tarik kayak karet," ucap Kirana membuat Alana bingung.


"Corn dog maksud Ira," ucap Lisa memperjelas.


"Oh ada," ucap Dava.


Setelah pesanan corn dog mink Kirana datang, ia langsung menyambutnya dengan senang hati.


Kirana mulai menggigit dan kejunya meleber panjang.

__ADS_1


Semuanya terkekeh melihat wajah lucu Kirana, Malvin tak mau kehilangan momen langka seperti ini ia langsung memotret Kirana.


"Pa abis ini Ira mau mandi bola ya," pinta Kirana membuat Malvin mengangguk.


"Bang Ano, sama kak Dila harus ikut pokoknya!" ucap Kirana tegas.


"Iya Ra," balas Keano.


"Keano sama dia berduaan terus ya, awas nanti suka," ucap Malvin membuat pipi Keano memerah.


"Iwis ninti siki," ucap Kirana dengan nada menye-menye.


"Dasar," ucap Dava gemas mencubit pipi gembul Kirana.


"Ayah potoin Ira dong, udah cantik gini masa gada yang mau motoin," ucap Kirana narsis.


"Sifat narsis abang turun sama Kirana ya, " kekeh Alana sambil melihat Malvin yang sedang memotret Kirana.


"Ih gemayyy...." ucap Alana melihat betapa centilnya Kirana.


"Nanti masukin Ige ya pa," ucap Tiara lagi.


"Banyak maunya!" ucap Malvin melihat wajah Kirana yang dibuat seimut-imutnya.


"Iya dong, biar orang pada like foto Ira yang cantik itu, siapa tau nanti Ira terkenal kan ayah jadi senang." ucap Kirana dengan kenarsisannya.


"Dasar anak dugong banyak permintaan dengan seribu alasan setiap kali ku ajak jalan, lah napa jdi nyanyi gini sih," ucap Malvin dengan kebodohannya sendiri.


Jihan menatap malas interkasi anak dan bapak dugong yang tidak lain dan tidak bukan anak dan suaminya sendiri.

__ADS_1


Mereka akhirnya berkumpul bersama dan bercerita dengan ria dan dengan tingkah ke absurdan Kirana yang membuat mereia geleng-geleng kepala.


__ADS_2