Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 51


__ADS_3

Keano sudah terlelap. Alana menatapnya sambil tersenyum, tak menyangka ia akan menjadi seorang ibu diusianya ke 20 tahun.


Zahran dan Mahesa masuk ke dalam ruangan untuk melihat cucunya yang sangat lucu.


"Wajahnya mirip Dava waktu kecil dulu." ucap Mahesa mengusap pipi merah Keano.


"Gak nyangka ya, udah jadi kakek aja." ucap Zahran mencolek pipi cucunya.


Semuanya masuk kedalam, mereka saling bergantian untuk melihat. Dava dan Malvin ke masjid untuk sholat, begitupun dengan Zahran dan Mahesa.


Sari dan Jihan masuk kedalam,melihat Keano yang masih di gendongan Alana.


"Badannya gendut banget sih. Jadi gemes mama." ucap Jihan mencium ketek Keano.


Alana tersenyum melihat mertua dan ibunya sangat senang melihat cucunya.


Dava muncul di pintu, berjalan menghampiri Alana yang pucat. Dava sudah terlihat segar sekarang.


Alana baru sadar kalau Malvin dari tadi memakai kolor warna hijau.


"Bang lagi cosplay jadi kolor ijo ya?" ucap Alana membuat Malvin menatapnya garang.


"Enak aja lo." ucap Malvin sambil mencium Keano di kasurnya.


"Kapan Vin nyusul?" tanya Dava membuat Malvin menoleh padanya.


"Nanti, gue baru belajar bisnis. Kalo udah sukses baru nikahin Lisa." ucap Malvin santai.


Dava ber oh ria.


Jam menunjukan pukul 9 siang, Alana tengah makan makanannya dengan khidmat.


Pintu ruangannya terbuka menampakan Nadia, Rika, dan Raka. Alana tersenyum ke arahnya.


"Alana!" Rika berlari kearah Alana dan memeluknya.


Betapa rindunya Rika pada Alana. la memesan tiket dadakan untuk pulang ke Indonesia hanya untuk melihat anak Alana.


Nadia ikut memeluk Alana dan Rika. Sudah lama mereka tak berkumpul seperti ini. Nathan hanya tersenyum melihat mereka.


"Eh, Raka." ucap Alana tersenyum ke arah Raka.


"Selamat atas kelahiran anak kamu ya. Maaf waktu itu gak dateng pas nikahan kamu." ucap Raka membuat Alana tersenyum.


"Kalian kesini berdua?" tanya Alana kepada Rika dan Raka.


"lyalah, mereka kan udah pacaran." ucap Nadia membuat Rika melotot kearahnya.


"Wah, seriusan? Gak nyangka loh." ucap Alana tak menyangka.


Rika dan Raka hanya tersenyum membalas ucapan Alana.


Pintu terbuka, Dava datang dengan mendorong box bayi Keano yang sudah terbangun.

__ADS_1


Dava tersenyum kepada teman teman Alana yang datang kesini.


"Ya ampun lucu banget sih anaknya. Uh... Gemoy." ucap Nadia mencubit pipi Keano. .


"Siapa namanya Al?" tanya Rik.


"Keano." jawab Dava.


"Hai Keano." ucap Rika mengusap pipi Keano.


Semuanya merasa senang,Alana merasa utuh saat melihat sahabatnya. Nadia sangat antusias menceritakan kenapa Rika dan Raka bisa berpacaran.


"Pengen rasanya lama-lama di lndo, tapi sayangnya gak bisa." ucap Raka membuat Alana cemberut.


"Sibuk banget ya jadi mahasiswa." ucap Alana.


"Lebih sibukan ibu rumah tangga." ucap Rika.


Alana memakan kue yang dibawa Rik dan Raka. Alana Memakannya dengan lahap.


"Al, sakit gak pas lahiran?" tanya Nadia dengan wajah takut.


"Cobain aja sendiri. "


®®®®


Hanya butuh waktu 2 hari menginap di rumah sakit. Kini, Alana sudah diperbolehkan pulang ke rumah.


Sepanjang perjalanan Jihan dan Sari sibuk meributkan cucunya mirip dengan siapa. Sudah jelas mirip Dava dan Alana, masih saja diperbincangkan.


"Yaiyalah mirip. Kan dia anaknya, kalo mirip mang Ujang baru aneh." ucap Malvin menimpali.


’Kok kuping saya panas. '-Batin mang Ujang si penjual ketoprak yang tersakiti.


"Diem kamu bujang lapuk." ucap Sari membuat Malvin diam. Sedangkan Dava dan Alana hanya tertawa.


"Tenang dulu aja. Nanti Malvin kasih lima anak sekali lahiran." ucap Malvin sambil melihat ekspresi Sari yang mendengar perkataan Malvin.


"Kamu kira Lisa kucing. Mending kamu nikah sama Aurora aja noh." ucap Sari.


"Ogah."


Aurora adalah kucing komplek, yang berangkat pagi pulang malem. Pas balik tau-tau hamil, emang dasar kucing Ionte. Mana abis lahiran langsung hamil lagi, anaknya mah ditelantarin.


0k, skip permasalahan hidup Aurora. Kita back to topic.


Mobil Malvin sudah terlarkir rapih di halaman rumah Alana. Mbak Mia langsung menghampiri dan mengambil barang-barang milik Alana.


Jihan menggendong Keano dan Dava menggendong Alana. Pipi Alana terlihat sangat besar setelah melahirkan.


Dava menurunkan Aina di kamarnya, Jihan menidurkan Keano di box bayi.


"Mas mau minum haus." ucap Alana membuat Dava langsung menuangkan air yang ada di kamar kedalam gelas.

__ADS_1


"Nih." Dava memberikan segelas air putih pada Alana.


Alana meneguknya hingga kandas.


Keano menangis karena haus, Jihan langsung mengangkat Keano memberikannya pada Alana. Dava dan Jihan langsung keluar.


Keano bisa menghabiskan waktu setengah jam untuk menyusui, lalu sisanya tidur sampai sore.


Selesai menyusui, Sari datang dengan memawakan sayur katuk. Yang katanya pelancar asi.


Alana menatap sayur dengan tatapan aneh. Sari terkekeh, putrinya memang tak suka sayur-sayuran hijau.


"Apaan itu bun?" tanya Alana.


"Sayur." ucap Sari lalu meletakan sayurnya di nakas.


"Bunda kan tau aku gak suka sayur."ucap Alana cemberut.


"Demi anak kamu. Makan, supaya asi kamu lancar jaya." ucap Sari.


"Bus kali ah lancar jaya." ucapan Alana membuat Sari terkekeh.


Alana menatap sayur lalu menatap anaknya. Mau, tak mau Alana harus memakannya demi Keano.


"Mama makan sayur nih demi kamu." ucap Alana sambil mencubit hidung Keano.


Sari mengambil Keano dari Alana, membiarkan Alana makan dulu.


Alana memakan dengan hati-hati. Alana tersenyum saat satu suapan berhasil ia telan. Ternyata sayuran tak seburuk yang ia kira.


"Enak kan." tanya Sari membuat Alana mengangguk.


Dava datang tapi tidak sendiri. Di belakang Dava ada Clara dan Aldi.


Alana langsung meletakan sayurtadi dan menerima pelukan dari Clara. Alana sedikit heran, mengapa Clara begitu kurus sekarang. Matanya terlihat sembab, dan pipinya memar. ltu menandakan bahwa Clara tidak baik-baik saja saat ini. Namun, Clara masih mampu menutupi kesedihannya dengan senyuman.


"Kamu habis nangis?" tanya Alana membuat Clara tersenyum lalu menggeleng.


"Aku kangen banget sama kakak." ucap Clara membuat Alana tak percaya.


"Aku sama Clara butuh waktu berdua." ucap Alana membuat semuanya mengangguk lalu meninggalkan kamar Alana.


Alana menatap Clara intens. Padahal Alana belum membuka percakapan sama sekali tapi, mata Clara sudah kembali menuangkan air mata. Ada apa dengan Clara?


Alana belum bisa bertanya kenapa kepada Clara. Alana paham, kalau Clara sekarang butuh pelukan. Alana menunggu Clara tenang.


Clara meluangkan semua keluh kesahnya pada Alana. Alana ikut menangis saat mendengar cerita Clara. Alana mungkin tak akan sekuat Clara jika ada di posisinya.


"Aku gak bisa ngomong apa-apa selain bilang sabar. Kamu rawat jalan aja ya?" tanya Alana membuat Clara menggeleng.


"Enggak kak, udah gak ada artinya." Clara kembali menangis, Alana langsung memeluknya.


Setelah Clara tenang, ia menatap Keano gemas.

__ADS_1


"Mirip kakak banget." ucap Clara sambil mencolek pipi Keano.


"Liat noh dek, pipi kamu dicolek cewek cantik." ucap Alana membuat Clara terkekeh.


__ADS_2