Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 53


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya, Lisa Aurelia dengan mas ka lwin tersebut, tunai."


Akhirnya setelah dua setengah tahun berlalu, Malvin dan Lisa resmi menjadi suami istri.


Alana menangis haru dipelukan Dava. Alana masih tak menyangka, dulu ia masih bermain bersama Malvin, dulu Malvin masih item dekil, rambutnya bau matahari, tapi sekarang Malvin sudah menjadi lelaki dewasa dan tampan.


"Mama?" Keano berdiri mengusap air mata Alana.


"Makasih sayang." Alana mengecup pipi gembul Keano.


Keano tumbuh menjadi anak yang


menggemaskan. Kini usia Keano sudah menginjak usia dua setengah tahun.


Keano sudah lancar bicara, dan lancar berjalan.


Alana berjalan menghampiri Malvin dan memeluknya erat. Dava berjalan sambil menggendong Kenzo.


"Selamat atas pernikahannya ya Vin." Ucap Dava menjabat tangan Malvin.


"Om Malpin ganteng banet kayak Ano." ucap Keano membuat Malvin gemas.


"Makasih, Om kan emang ganteng." ucap Malvin masih sempatsempatnya bercanda.


"Minta uang dong om."


"Sudah ku dugong. lni anak mirip emaknya, doyan banget nguras duit gue." ucap Malvin mendapatkan pukulan pelan dari Lida.


"Papa, Ken pengen esklim papa." tunjuk Keano pada salah satu hidangan. Sebenernya itu bukan eskrim, tapi es doger.


"Gak. Kamu lagi pilek." ucap Dava membuat Keano merengut.


"Hua... Papa jaat!" ucap Keano.


Sikap Keano sangat mirip dengan Alana,jika ia menginginkan sesuatu pasti harus dituruti.


Dava dan Alana meninggalkan Malvin yang akan melakukan pemotretan.


"Kasih aja mas. Kasian tuh." ucap Alana.


Alana emang tipe orang yang gak tegaan,jangankan sama anak sendiri, sama orang yang tidak kenal pun begitu.


Dava memberikan es doger pada Keano. Mata anaknya itu langsung berbinar layaknya mendapatkan uang sepuluh juta.


"Hole, papa baik dech." ucap Keano sambil mencium pipi Dava.

__ADS_1


"Iya dong." ucap Dava mengusap rambut anaknya.


Alana gemas melihat tingkah Keano yang super aktif. Alana mengusap bibir Keano yang belepotan oleh es.


"Ano kenyang mama." ucap Keano sambil menepuk perutnya yang bunch.


Dava memakai pakaian formal, dengan pakaian serba hitam. ltu membuat Dava terlihat menawan.



Sedangkan Alana memakai dress berwarna pink membuat Alana terlihat sangat cantik dan imut.



"Ma, Ano mau ke om Malpin." ucap Keano menarik baju Alana.


"Jangan, om Malvin lagi sibuk." ucap Alana.


Mata Keano berkaca-kaca menandakan ia akan menangis. Kalau Keano sudah menangis Alana angkat tangan. Tangisan Keano mungkin akan terdengar seluruh tamu undangan.



"Yaudah sana." ucap Alana menurunkan Keano dari kursinya.


"Antelin." ucap Keano manja.


"Halo om." ucap Keano menatap Malvin yang lebih tinggi darinya.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Malvin galak.


"Mang napa cih, combong amat." ucap Keano memajukan bibirnya membuat Malvin gemas.


Malvin mengangkat Keano ke pangkuannya. Malvin mengunyelngunyel pipi Keano yang gembul.


"Kamu dikasih makan apa sih, kok pipinya gembul gini." ucap Malvin.


"Obat cacing om." jawab Keano sambil memeluk Malvin.


"Astagfirullah, kamu sering cemilin obat cacing?" tanya Malvin membuat Keano mengangguk saja.


"Aunty Lisa, antik banet cih." ucap Keano pindah tempat duduk ke pangkuan Lisa.


"Makasi Keano." ucap Lisa mencubit kedua pipi Keano.


"Halah bocil, tau aja lo sama cewek cantik mah." nyiyir Malvin.

__ADS_1


"Kamu tuh Vin, iri aja sama anak kecil." ucap Lisa membuat Malvin bungkam.


"Om, Ano minta dede emes dong om." ucap Keano membuat Malvin senyum.


"lya, mau berapa?" tanya Malvin.


"Lima om." Keano mengangkat tangannya membentuk angka dua.


"Siap. Bilang noh sama Aunty." ucap Malvin membuat pipi Lisa memerah.


"Aunty Ano minta na lima ya." ucap Keano membuat Lisa diam.


"Minta sama papa kamu sana." ucap Lisa berbisik membuat Keano tertawa geli.


"Ciap dech." ucap Keano langsung turun dari pangkuan Lisa dan berlari ke arah Alama dan Dava.


"Papa, Ano mau dede emes lima." ucap Keano berteriak, membuat sebagian tamu undangan melirik mereka sambil tertawa.


"Astagfirullah mas, anak kamu tuh." ucap Alana.


"Anak kamu juga kali." ucap Dava tak mau kalah.


Keano malah duduk di lantai sambil menatap orang tuanya yang memperdebatkan Keano anak siapa.


"Keano,jangan duduk di bawah! Kotor nanti." ucap Alana sambil menaikan Keano ke pangkuannya.


Keano menatap seorang anak kecil perempuan yang seumuran dengannya. Keano turun dan berlari mendekati gadis cilik itu.


"Halo." sapa Keano sok kenal.


Gadis kecil itu menatap Keano aneh, menatap Keano dari atas sampai bawah. Bukannya menyapa balik, gadis kecil itu malah pergi begitu saja.


Alana dan Dava tertawa melihat anaknya ditolak begitu saja oleh perempuan. Keano menghampiri Alana dengan wajah murung.


"Kenapa hm?" tanya Dava mengangkat wajah Keano.


"Dia combong sama Ano." ucap Keano merengut sambil menatap gadis itu yang sedang duduk bersama orang tuanya.


Dava tertawa melihat Keano yang gemoy dimatanya. Dava mencium seluruh wajah Keano dengan gemas.


"Diem. Jangan cium Ano." ucap Keano dongkol.


"Galak banget sih. Papa gak suka." ucap Dava merengut.


"Bialin, emangnya Ken pikilin wle." ucap Keano sambil mengulurkan lidahnya.

__ADS_1


Betapa sangat menggemaskannya mereka berdua. Alana merasa memiliki dua bayi di sini, bayi kecil dan bayi kingkong.


__ADS_2