
"Aku gak nyangka kamu ninggalin aku secepat ini,"
"Kenangan yang kita lalui bersama, tetap aku jaga di dalam hati yang paling dalam,"
"ALAY BANGET PUNYA AYAH,"
"kamu tidak akan mengerti betapa berharganya Saskia dibanding kamu,"
"Astagfirullah Malvin nyebut napa nyebut," Sari naik haji mendengar perkataan Malvin.
Malvin tidakjadi berangkat kerja setelah mendengar kabar duka ini.
Malvin pake acara nangis. Terlalu DRAMATIS.
"Om yang sabar ya, ayam kate di dunia ini bukan dia doang," ucap Keano dengan wajah innocent.
"Ayam kate emang banyak, tapi gak ada yang kayak Saskia," ucap Malvin menatap kuburan Saskia yang dipenuhi bunga bank.
Ya Allah, apa bedanya Saskia sama kate yang lain. Sama-sama ayam, mukanya juga sama.
"Han, bunda turut prihatin ya sama kamu. Orang se normal kamu, dapetnya sama orang stres kayak Malvin," ucap Sari sambil mengusap bahu Lisa.
"Lambe mu Bun, minta di sikat," ucap Malvin tak terima
Malvin berjongkok di depan kuburan sambil mengusap gundukan tanah.
"SEMOGA AYAH NYUSUL SASKIA, AMIN!" teriak Kirana membuat Malvin ingin sekali membuangnya ke dalam toples nastar.
"Vin, udahan ya gilanya. Nanti nular sama anak kamu," ucap Lisa lembut tapi nusuk.
Malvin bangkit, ia berjalan meninggalkan kuburan. Tapi, ia berjalan mundur kayak undurundursambil menatap kuburan.
Malvin duduk termenung di pojok tembok sambil cakar-cakarin gorden.
"Gue gak punya seribu alasan buat mencintai Saskia, karena dia adalah ayam. bukan Saskia gotik." ucap Malvin galau.
Deruman suara mobil terdengar dari luar, Malvin mengintip dari balik gorden. Alana turun dari mobil bersama dengan gadis kecil yang seumuran dengan Keano.
Alana kaget saat melihat Malvin di pojokan kayak kuman. Alana menggelengkan kepala melihat tingkah Malvin yang kadang gak inget umur.
"Bang ngapain di pojokan? Cosplay jadi sampah ya?" tanya Alana terkekeh.
"Al, lo kapan beranaknya? Jangan bilang dia kembaran Keano yang selama ini lo sembunyikan dari seluruh dunia," ucap Malvin dengan tatapan mengintimidasi.
"Gak jelas," jawab Alana.
"Btw, cantik banget kamu. Siapa namanya?" tanya Malvin dengan wajah pedofilia.
"Dila," jawabnya.
Keano masuk ke dalam bersama Kirana. Keano langsung senyum semringah saat melihat Dila yang berdiri bersama Alana.
"Lala," ucap Keano langsung berlari menghampiri Dila.
Dila tersenyum menatap Keano, disisi lain, Kirana merasa cemburu dengan kedekatan Keano dan Dila.
"Iya," jawab Dila.
"Mama yang ajak Lala ke sini?" tanya Keano.
"Tadi Dila nyamper kamu pas mama mau ke sini. Yaudah, mama ajak aja," jawab Alana membuat Keano mengangguk.
__ADS_1
Kirana menghampiri Dila dan
menatapnya dari atas monas sampe bawah lautan.
"Bang ano, siapa ini?" tanya Kirana pada Keano.
"Tanya aja ke orangnya," jawab Keano.
"Aku Dila, temennya Keano," jawab Dila sambil mengulurkan tangannya.
Jika tadi Kirana menatap Dila sinis, tapi sekarang ia malah memasang wajah manis.
"Kakak cantik banget, skinker nya apa kak?" tanya Kirana.
Dila bingung, apa itu skincare. Ia baru mendengar kata itu.
"Hah aku gak ngerti," jawab Dila.
"Duh, kakak norak," ucap Kirana membuat Dila tersenyum.
"La, ke taman yuk. Kita liat kucing bareng Tiara juga," ajak Keano membuat keduanya mengangguk.
Alana menatap mereka terkekeh. Alana tau, Keano sangat menjaga wanita. Bahkan dulu Keano pernah babak belur hanya untuk menolong dila.
"Oh iya, kenalin nama aku Ira," ucap Kirana dengan senyumannya.
"Hai," jawab Dila.
Keano datang dengan membawa Winwin, Kirana segera memangkunya dan mengusap bulunya.
"lh lucu banget," ucap Dila sambil ikut mengelus badan Winwin.
"Bukan kamu," jawab Dila.
Keano meletakan dagunya di bahu Dila, ini bukan hal biasa bagi mereka.
"Cie pacaran, ehem, keselek biji duku," ucap Kirana merusak suasana yang aduhai ini.
"Apaan si Ra," ucap Keano sambil mencubit pipi Kirana gemas.
"Sakit Bang," jawab Kirana.
"Maaf, hehe," ucap Keano.
Mereka bermain bersama, mereka tertawa melihat tingkah random Kirana yang sangat menggemaskan.
"Oh jadi Saskia mati? Alhamdulillah dong," ucap Alana pada Malvin yang sedang minum kopi.
"Sialan, abangnya lagi berduka juga, bukannya dihibur malah diledekin," ucap Malvin menatap Alana kesal.
"Nonton dangdut aja kalo lagi sedih," jawab Alana.
"Gue bukan Keano yang demen nonton begituan," ucap Malvin.
"Ayah, Saskia bangkit dari kubur," teriak Kirana membuat Malvin langsung berlari menghampiri Kirana.
"Mana? Mana Saskia?" tanya Malvin bertibi-tubi.
"Tapi boong," jawab Kirana dengan wajah ngeselin.
"Astagfirullah, untung anak," Malvin mengusap dada nya.
__ADS_1
"Yah minta duit dong," ucap Kirana sambil memeluk kaki Malvin.
"Buat apa? Naik angkot lagi?" tanya Malvin judes.
"Bukan, buat Saskia takutnya haus tinggal beli aqua di sana," ucapan Kirana membuat Malvin mendengus.
"Sabodo teuing," ucap Malvin sambil meninggalkan Kirana.
Malvin berjalan dengan wajah ditekuk, seperti bungkus gorengan.
"Vin, gausah kayak gitu lah. Jelek banget," ucap Lisa yang baru turun dari tangga.
"Hm," jawab Malvin sekenannya.
"Aku sedih, kamu cintanya sama Saskia bukan sama aku," ucap Lisa membuat Malvin menoleh.
"Kok ngomongnya gitu?" tanya Malvin sambil memegang tangan Lisa.
"Yha, abisnya kamu sedih banget kehilangan Saskia. Kalo nanti kamu kehilangan aku, bakal sesedih ini gak ya?" tanya Lisa sambil berjalan menghampiri Alana.
"Han, ngomongnya dijaga. Jangan sembarangan, aku bakal gila kalo kamu gak ada," ucap Malvin sambil dudukdi samping Lisa.
Alaba yang mendengarnya, kura-kura dalam perahu, pura-pura gak tau.
"Bisa gila aku kalo ngerawat Kirana sendirian," ucap Malvin membuat Lisa memutar bola matanya malas.
"Al bikin dalgona yuk," ajak Lisa membuat Alana mengangguk.
"Bahan-bahannya ada?" tanya Alana.
"Ada, udah aku beli," ucap Lisa.
Alana dan Lisa berjalan menuju dapur, sedangkan Malvin bermain game di heandpone miliknya.
"Ka Dila udah sekolah?"
"Udah,"
"Ira mah belum sekolah tapi udah pernah dapet juara," ucap Kirana sombong.
"Wah, juara apa?" tanya Dila antusias.
"Makan kerupuk," jawab Kirana santai.
"Terserah kamu Ra," ucap Keano sambil terkekeh.
"Anak-anak mau gak," Alana datang dengan membawa dalgona buatannya dengan Lida.
"Ira mau, tapi pake nasi ya," jawab Kirana membuat Alana melongo.
"Jangan didengerin, dia mah gitu orangnya," ucap Lisa.
Alana memberikan mereka satu-satu, Keano mulai meminumnya.
"Enak ma," ucap Keano sambil mengangkat jempolnya.
"Hm kok rasanya kayak kopi sih?" tanya Kirana sambil menatap dalgona nya.
"itu kan emang kopi," jawab Dila.
Mereka menikmati minumannya, sambil bercanda ria.
__ADS_1