Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 71


__ADS_3

17.00


Pintu rumah diketuk, Alana menghampiri pintu dan membukanya. Alana tersenyum menatap orang di depannya.


"Assalamualaikum Alana," ucap Dava dengan senyuman manisnya.


"Waalaikumsalam mas," Alana meraih tangan Dava dan menciumnya.


Alana mengambil jas milik Dava, dan menyuruhnya masuk.


"Mau mandi?" tanya Alana.


"Di rumah aja, pulang sekarang yuk. Aku lagi gak enak badan," ucap Dava membuat Alana khawatir.


"Tuh kan, kamu dokter tapi gak bisa rawat diri sendiri," ucap Alana mengomeli Dava.


"Haha," jawab Dava tertawa melihat wajah Alana yang menatap kesal dirinya.


"Aku panggil Keano dulu," ucap Alana bangkit untuk menghampiri Keano dan Dila.


"Dila, Ano, kita pulang yuk," ajak Alana membuat keduanya mengangguk.


"Bang Ano jangan pulang," ucap Kirana sambil menggendong Winwin.


"Besok Keano sekolah, nanti minggu lagi dia nginep disini," ucap Alana.


"Janji ya bang, nanti main kesini bareng kak Dila juga, " ucap Kirana sambil mengangkat kelingkingnya.


"lya," jawab Keano sambil menautkan kelingkingnya juga.


Alana, Keano, dan Dila datang menghampiri Dava.


"Lho, ada Dila juga," ucap Dava saat melihat Dila.


"Iya Pa," jawab Dila.


Dila memang memanggil Dava dengan sebutan Papa, itu Dava yang menyuruhnya. Karena Dila adalah anak tanpa Ayah. Dila bukan anak haram, anak tanpa ayah itu bukan berarti anak yang tidak baik. Dila tidak pernah membedakan Keano dan Dila, karena Dava sudah menganggap Dila seperti anaknya sendiri.


"Udah mau pulang?" tanya Zahran yang baru turun dari tangga.


"Iya Yah," ucap Alana.


Zahran sudah pensiun dari pekerjaannya, dan semuanya di handel oleh Malvin.


Setelah berpamitan, mereka segera bergegas pulang. Sepanjangjalan Keano terus bercerita dengan Dila. Alana tersenyum menatap keduanya.


"Mas kalo mereka sudah besar gimana kalo kita jodohin?" tanya Alana membuat Dava menoleh.


"Enggak. Aku tau Keano sama Dila itu sahabat baik, kita sebagai orang tua cukup mendukung jangan sampe kita yang ngatur. Terserah Keano kedepannya gimana. Gak semua perjodohan itu semulus kisah kita," ucapan Dava membuat Alana berfikir.


Mobil Dava berhenti di depan rumah Dila.


"Makasih ya Pa, Mama. Ano aku pulang," pamit Dila pada mereka bertiga.


Dava memutar arah menuju rumahnya, memarkirkan mobilnya di grasi.

__ADS_1


Mereka turun dan masuk kedalam ke dalam rumahnya. Alana mendudukan diri di sofa keluarga.


"Duh cape," keluh Dava sambil duduk di samping Alana.


"Mandi gih," ucap Alana kepada Dava


"Gak mau," ucap Dava manja.


"Papa mandi dong, kalah ni sama Keano yang udah wangi," ucap Keano sombong.


"Gapapa, yang penting papa ganteng," ucap Dava narsis.


"Pret, kamu jelek," ucap Alana.


"Hah ngomong apa tadi?" tanya Dava.


"Gak,"jawab Alana.


"Ngomong apa hayo," Tanya Dava sambil mengelitiki perut Alana, Keano yang melihatnya ikutan menggelitiki.


"Ih... Ge... Geli. Nan..nti dedek bayinya marah," ucapan Alana membuat Dava dan keano diam sesaat.


"Kamu hamil?" tanya Dava dengan senyuman senang.


"Yey, Ano punya adik," ucap Keano gembira. '


"Ya keceplosan, padahal buat kejutan,” ucap Alana.


®®®®


"Iya,"


"Sering-sering minum air putih,"


"Iya,"


"Pokoknya kalo ada masalah apapun itu wajib kasih tau aku,"


"Iya,"


"Satu lagi--" "Iya sayang, bawel banget,"


Alana gemas sendiri melihat Dava yang possesive seperti ini. Alana senang, saat kehamilannya yang kedua ini bukan dirinya yang mengidam, tapi Dava.


Pagi ini, Dava menyiapkan apa apa sendiri, padahal Alana ingin membantu, tapi dilarang oleh Dava.


"Keano udah bangun belum?" tanya Alana.


"Udah, dia lagi siap-siap. Ayo turun, kita sarapan," Dava menggandeng tangan Alana menuju meja makan. Keano sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


"Pagi ma," Keano mencium pipi Alana lalu duduk di sebelah Alana.


"Kamu mau apa biar mama siapin,"


"Kamu diem aja, Keano sudah besar. Ayo Ano, siapin sendiri," ucap Dava sambil menahan tangan Alana yang hendak mengambil piring.

__ADS_1


"lya pa," jawab Keano.


Alana memutar bola matanya malas, ia merasa perlakuan Dava terlalu berlebihan. Alana tidak boleh ini, tidak boleh itu, sangat berlebihan.


"Berangkat bareng papa?" tanya Dava pada Keano yang sedang memakan sarapanya.


"Aku mau naik sepeda aja bareng Lala," jawab Keano.


"Hati-hati ya, jangan ngebut-ngebut nanti jatoh lagi," ucap Alana.


"lya ma," jawab Keano sambil menyelesaikan makannya.


"Aku berangkat ya, kamu hati-hati sama dede bayinya," ucap Dava sambil mengusap perut Alana yang masih rata.


"lya," ucap Alana sambil mencium punggung tangan Dava.


"Ma Ano berangkat ya, halo dede, kakak berangkat dulu ya, muah," ucap Keano sambil mencium perut Alana.


"lya kaka," ucap Alana meniru suara anak kecil.


Setelah Dava dan Kenzo berangkat Alana duduk sebentar sambil memainkan heandpone nya.


Ada notifikasi dari Malvin, sebenarnya Alana malas membukanya karena semua chat dari Malvin berisi hal yang, unfaedah semua.


***Abangke***


Assalamualaikum ya ahli kubur.


06.30


Waalaikumsalam, penghuni neraka.


06.30


*ltu mulut, astagfirullah.


06.31


Ada apaan bang?


06 31


Manggil doang.


HAHAHAHHAHAHAHAHHAHAH AAHAHAHHA HAHAHHAHAHAHAHHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAH HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHHAHAHAHHAHAHAH HAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAH HAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAH HAHAHHAHAHAHHAHAHAH HAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAH AHHAHAHHAHAHAHHAHAHAH HAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHHAHAHAHHAHAHAH HAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAH AHHAHAHHAHAHAHHAHAHAH HAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAH


06.32


Tolong kembalikan detik-detik berharga saya .....


06.32*


Tuh kan sudah Alana duga, isinya hal-hal berbau gabut. Kenapa Malvin menjadi lebih gila setelah kehilangan Saskia.


"Bodo amat lah," ucap Alana sambil menaruh kembali heandponenya.

__ADS_1


__ADS_2