Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 37


__ADS_3

Alana dan Malvin pergi kesebuah Mall di Bandung. Alana turun dari mobil dengan wajah ceria, sudah lama ia tak ke Mall terakhir ia bersama Dava saat mereka belum menikah dulu.


"Alana jangan lari!" teriak Malvin saat melihat Alana berlari begitu saja.


Alana dan Malvin terpukau melihat banyak sekali permainan. Alana berjalan ke mesin pencapit boneka.


"Bang dapetin boneka itu." ucap Alana yang baru selesai mengisi saldo.


"Halah kecil. Mau berapa?" tanya Malvin songong.


"Berapa aja deh."


Malvin fokus kepada mesin di depannya. Wajahnya berubah sangat serius. Alana ber inisiatif untuk memfoto Malvin.



"Gue tau, kalo gue ganteng. Gak usah foto diem-diem." ucap Malvin membuat Alana menyesal memfoto abangnya yang super narsis itu.


"Yey dapet." teriak Alana saat abangnya mendapatkan boneka teddy bear berwarna coklat.


Saat Alana ingin mengambil boneka itu, Malvin langsung menyembunyikan di balik


punggungnya.


"lni punya gue." ucap Malvin membuat Alana cemberut.


"Makan yuk." ajak Malvin dan diangguki oleh Alana.


Mereka duduk di sebuah restoran dan memilih tempat paling ujung.


"Mau mesen apa?" tanya Malvin.


Alana menunjuk ke beberapa makanan dan minuman.


Malvin melambaikan tangan ke pelayan dan memberikan pesanannya.


Suasana restoran cukup ramai. Banyak pemuda-pemudi yang datang. Alana merasa senang, ia merasa sangat bebas.


Alana melihat band yang sedang menyanyikan lagu Mahen-pura pura Iupa.


Tak menunggu waktu lama, pesanan mereka datang.


"Asik." Alana senang menatap makanan di depannya.


Mereka makan dengan hening sambil mendengarkan lagu yang mengalun dengan sangat merdu.


Malvin memgambil heandpone nya dan mengarahkan kameranya kepada Alana.



"Sumpah lo mirip nenek sihir." ucap Malvin cekikikan menatap hasil gambarnya.


"Mana Alana mau liat." ucap Alana kepo.


Malvin langsung mematikan heandpone dan memasukannya ke kantong celananya.


"Orang cantik gak takut komuk, wlee." ledek Alana membuat Mlvin ingin menggaruk wajah Alana.


"Wih kalung lo bagus juga Al." ucap Malvin menatap leher Alana yang dihiasi kalung pemberian Dava saat di Lombok.


"lya dong, Mas Dava yang beliin." ucap Alana sambil memegang kalungnya.


Malvin memgangguk lalu kembali fokus kepada makanannya.


Setelah makan Malvin dan Alana melangkahlan kaki menuju pusat perbelanjaan untuk membeli cemilan. Mallvin mengambil troli kosong.


"Bang Alana pengen naik troli dong." ucap Alana membuat Malvin melongo.


"Gak. Badan lo gede." ucap Malvin menolak permintaan Alana.


"Yha, ayolah bang." ucap Alana dengan pupy eyes nya, membuat siapapun enggan untuk menolak.


"Yaudah gece naik." ucap Malvin membuat Alana senang.



Banyak yang menatap Alana dan Malvin aneh. Seolah-olah mencibir mereka kesini hanya untuk bermain troli.


"Mau itu."


"ltu."


"Itu."


Alana hanya menunjuk apa yang ia inginkan, Malvin meringis uang bulanannya akan habis jika setiap hari Malvin mentraktir Alana begini.


"Jangan takut bang, kali ini Alana yang bayar." ucap Alana membuat Malvin menghela nafas lega.


Alana memilih banyak makanan ringan dan perlengkapan lainnya.


"Mbaknya mau di itung juga?" goda kasir yang sedang menghitung barang belanjaan tapi Alana belum turun.


"Sorry mas, adik saya udah sold out."ucap Malvin membuat sang kasir diam dan melanjutkan pekedaannya.


"Semuanya Tigaratus duapuluh delapan ribu." ucap Kasir.


Alana langsung memberikan kartu kreditnya kepada kasir. Setelah membayar Malvin kembali mendorong Alana sampai ke tempat troli.


Alana merasa sangat senang, terakhir ia seperti ini pada saat dirinya kelas 3 SMP, itu pun Alana harus membujuk Malvin.

__ADS_1


"Mau apa lagi?" tanya Malvin kepada Alana yang sedang sibuk memakan ekrim yang ia beli tadi.


"Udah, kita pulang." ajak Alana dan diangguki oleh Malvin.


Malvin menjalankan mobilnya dengan santai membuat


Alana mengantuk. Alana mulai memejamkan matanya,jam menunjukan pukul 3 sore. Mereka menghabiskan waktu 5 jam di Mal.


"Wey bangun!" teriak Malvin membuat Alana membuka matanya kaget.


Alana menepuk dadanya karena kaget, Malvin emang gak bisa nyelow orangnya. Dia bawaannya selalu sensi dan ngegas.


"Astagfirullah abang, kalo bangunin orang jangan kayak ngajak ribut. Alana kan jadi kaget." omel ALana, sedangkan Malvin hanya tertawa melihat wajah Alana.


"Nyengir. Bukannya mikir." ucap Alana langsung turun dari mobil.


"Nge-jleb ya." gumam Malvin sambil membuka pintu mobilnya.


Malvin mengambil koper milik Alana. Sedangkan Alana membawa belanjaannya.


"Assalamualaikum bunda." ucap Alana dan Malvin bersamaan tanpa janjian.


"Waalaikumsalam." ucap Sari sambil menuruni tangga.


Alama dan Malvin mencium punggung tangan Sari.


"Malvin taro koper Alana ke kamarnya!" ucap Sari membuat Malvin merengut dan mendorong koper milik Alana.


Rani ikut bergabung dengan Alana. Tiba-tiba saja Sari mengusap rambut Alana sayang.


"Kenapa bun?" ucap Alana heran melihat tingkah Sari.


"Alna mau janji gak sama bunda?" tanya Sari membuat Alana bingung.


"Janji apa?"


"Sesakit apapun nanti rumah tangga kamu,jangan pernah minta cerai ya." ucap Sari membuat Alana kaget.


"Maksud bunda?" tanya Alana heran dengan ucapan Sari.


"Semalam bunda mimpi, mimpiin kamu. Bunda yakin, akan ada badai yang menerpa rumah tangga kamu. Alana janji ya sama bunda." ucap Sari sambil mengacungkan kelingkingnya ke Alana.


"Tapi bu--"


"Bunda mohon." ucap Sari membuat Alana mengangguk.


Alana menautkan kelingkingnya dengan kelingking Sari. Sebenarnya Alana masih bingung, mengapa Sari begitu yakin dengan mimpinya.


Apa ini yang disebut ikatan batin seorang ibu?


Malvin datang dan duduk di samping Alana. Mengambil makanan milik Alana. Alana melotot ke arah Malvin.


Alana mengambil belanjaannya dan menatanya di dalam kulkas.


Alana sangat gerah dan memutuskan untuk mandi. Tiba-tiba ia kepikiran ucapan Rani dan kepikiran Dava.


Alana mengambil heandpone miliknya dan menekan nomor disana.


Pak dokter 🐼


Udah sampe belum mas?


15.12


Setelah mengirimkan pesan, Alana menutup heandpone dan berjalan ke kamar mandi. la mencoba merileks kan pikirannya.


Setelah mandi Alana melaksanakan shalat ashar. Saat sujud terakhir, air matanya mengalir begitu saja.


Setelah shalat Alana berjalan ke bawah, ia akan membantu Sari memasak.


"Dek." panggil Malvin membuat Alana menoleh.


"Apa?"


"Mau liat peliharaan gua gak?" tanya Malvin membuat Alana kepo,


"Wah apa tuh?" tanya Alana menghampiri Malvin ke atas.


"Tutup mata dulu dong." ucap Malvin membuat Alama mendecak.


"Ck, bukan kelinci kan tapi?" tanya Alana waspada.


"Bukan." Malvin menutup mata Alana dengan kedua tangannya.


Malvin membawa Alana ke taman belakang, dan terlihatlah sebuah kandang yang cukup besar.


"Siap?" tanya Malvin.


"Iya." ucap Alana antusias.


“Satu, dua, tiga. Suprise."ucap Malvin membuat Alana langsung tersenyum senang.


"Wah lucu banget bang kucingnya.‘ ucap Alana menatap kagum kucing jenis persia berwana abu-abu.



"Jadi tadi gua berinisiatif beliin lo kucing, supaya pas gua kuliah lo gak kesepian."


"Jadi tadi abang jemput Alana lama beli kucing dulu?" ucap Alana.

__ADS_1


"lya." ucap Malvin.


Alana langsung berlari memeluk Malvin erat. Baru kali ini Malvin memiliki sifat romantis.


"Ini kucing cewe apa cowo?" tanya Alana.


"Cewek." ucap Malvin.


"Enaknya dikasih nama apa nih bang?" tanya Alana.


"Terserah." ucap Malvin sambil membuka kandang dan meletakan kucingnya di paha Malvin.


Alana ikut duduk bersama Malvin sambil memikirkan nama yang pas untuk kucingnya.


"Gimana kalo nama kucingnya Vina." usul Alana.


"Apaan Vina?" tanya Malvin sambil mengusap kucing.


"Malvin, dan Alana." ucap Alana.


"Gue setuju. Hai Vina." ucap Malvin kepada kucing.


Ting.


Alana membuka notifikasi yang berhasil mengabil alih pikirannya. Alana tersenyum melihat siapa yang mengirimkannya pesan. .


Pak dokter 🐼


Udah. Kamu jangan Iupa jaga kesehatan ya. 16.01


Alana.


Siap pak dokter.


16.01


Pak dokter🐼


Udah makan?


16.02


Alana.


Belum, Alana Iagi main sama Vina.



02



Pak dokter🐼


Siapa Vina?


16.03


Alana.


Kucing baru aku.



03



Pak dokter🐼


Coba, mas mau liat.


16.03


Alana segera mengambil alih Vina dan berselfi dengannya.


Alana.



Vina dan Alana :)


16.04


Pak dokter🐼.


Muka kamu jangan galak-galak. Liat noh Vina jadi takut 😂


16.04


Pak dokter🐼.


Udah dulu ya, mas mau mandi. Bye nyonya Mahesa.


16.05


Alana.


Iya siap pak dokter. 16. 05

__ADS_1


Alana menutup heandpone dan kembali bermain bersama Vina. Alana tipe orang yang sangat gemas dengan kucing, dari tadi Alana tak henti-hentinya mencubit kedua pipi Vina.


__ADS_2