Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 56


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 8 malam, mereka baru pulang. Keano sudah tertidur di gendongan Alana.


Alana berjalan ke kamar Keano untuk menidurkannya. Tadi mereka mampir ke rumah Sari dulu untuk mengambil mobilan Keano yang tertinggal disana.


Keano tidur terpisah dengan orang tuanya. Mereka memasang kamera dan menyambungkannya ke televisi kamar Alana. Sehingga mereka bisa melihat gerak gerik Keano saat tidur.


Alana duduk sambil memegang cemilan yang ia beli di supermarket tadi. Dava yang habis memasukam mobil ke garasi datang menghampiri Alana.


"Gimana seru gak?" tanya Dava membuat Alana cemberut.


Pasalanya tadi Dava memaksa Alana menaiki wahana kora-kora. Kora kora adalah hal yang paling Alana takuti.


Keano dititipkan ke tempat mandi bola, sedangkan Dava dan Alana naik kora-kora.


Alana menangis saat kora-kora mulai mengayun dengan kencang. Dava hanya tertawa melihat wajah Alana yang ketakutan. Saking takutnya, berakhirlah Alana yang muntah karena pusing.


"Gak tau." ucap Alana cuek.


Dava terkekeh dan memeluk pinggang Alana posessive membuat Alana melepaskan pelukan Dava dari pinggangnya.


"Maaf ya." ucap Dava lembut.


"Hm." jawab Alana seadanya.


"Dimaafin gak nih?" tanya Dava lagi.


"Hm."


"Jangan hm hm aja, kamu bukan Sabyan." ucap Dava.


"Berisik." jawab Alana sinis.


"Uh gemesnya.”ucap Dava sambil mencubit pipi Alana.


®®®®


07.00

__ADS_1


Dava sudah siap untuk berangkat bekerja. Hanya saja, dari tadi Keano menangis tak ingin ditinggal kerja oleh Dava.


"Huaaa... Papa angan pelgi." ucap Keano memeluk kaki Dava.


Alana bingung kalo Keano sudah menangis begini. Alana menarik Keano dan menggendongnya. Bukannya diam, Keano malah ngamuk dalam gendongan Alana.


"Keano diem! Papa mau kerja, banyak banget yang nunggu papa. Keano sama mama dulu ya, nanti pulang papa beliin Keano coklat yang banyak." Dava berusaha membujuk Keano.


Alana menurunkan Keano dari gendongannya karena terus mengamuk. Bukannya diam, Keano malah semakin kencang menangis.


"Keano diem,jangan manja. Papa harus kerja." ucap Alana sambil menaikan satu oktaf suaranya membuat Keano diam, tapi air matanya masih mengalir.


Dava menghampiri Keano dan mengusap air mata anaknya itu. Dava terkekeh melihat wajah anaknya yang sangat menggemaskan itu.


"Papa, mama na galak. Hu..." Keano mengadu kepada Dava.


"Makannya kamu jangan nakal, diem ya. Papa mau kerja dulu biar bisa sekolahin Keano sampai jadi kayak papa." ucapan Dava membuat Keano diam.


Setelah Keano tenang, Dava berangkat kerja. Namun, Keano masih mengeluarkan isakan kecil.


Alana tak tega melihat anaknya, Alana mendekatkan diri pada Keano. Bukannya disambut baik, Keano malah menjauh dari Alana.


"Ndak mau, mama jaat." ucap Keano sambil membuang muka.


Alana tertawa, anaknya tak akan mungkin memaafkan jika tidak dibujuk. Sama seperti Alana,jika ia sedang marah maka Dava yang akan mencari cara agar Alana mau memaafkannya.


"Nanti mama ajak kerumah Bunda terus beli eskrim yuk." ajak Alana membuat Keano luluh.


"Beli na dua ya." ucap Keano membuat jarinya huruf V.


"oke deh bos, sekarang kita mandi"ucap Alana


"Yuk!" Keano bangun langsung loncat ke gendongan Alana.


Alana menggendong Keano menuju kamar mandi. Alana membuka satu persatu baju Keano, dan memasukan Keano ke bak mandi.


Alana memutar keran agar Keano berendam. Keano tipe anak yang tidak betah jika tak mandi seharian, bahkan saat sakit pun ia pasti merengek ingin mandi.

__ADS_1


"Keano diem, mama nanti ikut basah." Alana memejamkan matanya saat Keano menyipratkan air ke wajahnya.


"Celu ma, yey." bukannya berhenti Keano malah makin menjadi-jadi.


"Diem dulu Ano, atau mama gak beliin kamu eskrim." ucap Alana galak.


Keano diam sambil memperlihatkan giginya dan menatap Alana.


"Maap ya, Ano gak sengaja." ucap Keano sambil tertawa.


Alana terkekeh sambil mencubit pipi anaknya itu. Selesai mandi Alana mengambilkan baju untuk Keano.


Hari ini mereka akan pergi kerumah Sari untuk main. Kebetulan Malvin juga akan pergi ke rumah Sari.


"Kamu tunggu di sini ya. Mama mau ganti baju dulu, anteng anteng nonton tipinya." ucap Alana memberikan remot televisi pada Keano.


Alana berjalan menaiki tangga. Sedangkan Keano sedang asik menonton dua anak kembar berkepala plontos itu.


Alana sudah berganti pakaian dan datang menghampiri Keano yang asik ngemil biskuat.


"Ken mama cantik gak?" tanya Alana pada anaknya.


"Betul betul betul." jawab Keano mengikuti gaya bicara si Upin.


"Yuk berangkat." ajak Alana.


Jam menunjukan pukul 8 pagi, ia sekarang tak harus repot mengurus rumah lagi, karena semuanya sudah dihandel oleh Mbak Mia.


"Mbak, aku mau kerumah bunda duly ya. Aku nitip rumah." ucap Alana di ambang pintu.


"Iya nya." jawab Mbak Mia dari arah dapur.


Mereka masuk ke dalam taksi yang Alana pesan. Keano ngambek pengen duduk di depan gak mau dibelakang.


Sekarang posisinya Keano berdua di depan sama supir, Alana di belakang sendirian.


"Mama, Ano angen Vina." ucap Keano.

__ADS_1


"Iya nanti main bareng Vina." jawab Alana.


__ADS_2