
Alana tidak menyukai. Berbeda dengan Rika yang nampak antusias saat soal matematika, yang membuat Alana dan Nadia mual.
Memang tuhan itu maha mengetahui, mereka bertiga di persatukan dalam kelas yang sama, namun jarak tempat duduk mereka berjauhan.
"Lah lu mah enak paham, lah gua kagak sama sekali," sebal Nadia.
"Pengen deh Alana pas lagi ngisi soal kerasukan arwah Albert Enstein," ucap Alana polos.
"Ya mana bisa bujang!" teriak Nadia, membuat Alana menutup telinga.
"Di dunia ini gak ada yang gak mungkin, ikan di laut sayuran di darat aja bisa ketemu di warteg," ucap Alana menimpali.
"hoohken!" balas Rika dan Nadia bersamaan.
Mereka berjalan ke arah parkiran, tanpa di sengaja manik mata Alana bertemu dengan tatapan tajam Raka.
Tatapan yang ia lemparkan kepada semuan wanita yang menyukainya, kecuali Alana. Raka selalu menatap Alana dengan tatapan penuh harapan dan teedapat kasih sayang di dalamnya.
Raka hanya melengos dan mengabaikan Alana, membuat kedua sahabatnya Alana heran.
"lah kok tumben dia gak nyapa lu Al?" tanya Nadia.
"Biasanya dia gak pernah kayak gitu, apa dia ada masalah?" tanya Rika, Alana menggeleng.
"Alana yang minta dia jauhin Alana kok," ucapan Alana membuat Nadia melotot tak percaya.
"Biasa aja dong, awas keluar tuh mata," balas Alana.
"Tapi kenapa? Kok lu jauhin dia Al?" tanya Rika.
"Aku kan sebentar lagi akan menikah, aku gak mau ngasih harapan," jawab Alana.
'Dan aku tau, Rika suka sama Raka,' bisik Alana di telinga Rika.
Rika terkejut, tetapi langsung pergi ke arah jemputannya.
®®®®
Dava akhir-akhir ini sangat sibuk, ia bekerja tanpa jeda. Sehari bisa saja ia melakukan operasi selama 3 kali.
Jam menunjukan pukul 7 malam tetapi Dava masih harus melakukan operasi jam 8 malam nanti.
Pintu ruangan Dava di ketuk dari luar, Dava yang sedang memejamkan mata langsung berjalan untuk membukakan pintu.
Dava tersenyum lebar saat mengetahui bahwa yang mengetuknya adalah Alana.
"Assalamuallaikum. Malam kak," sapa Alana di depan pintu.
"Waalaikumsalam, ayo masuk," ajak Dava.
Alana masuk kedalam ruangan Dava, meletakan rantang di atas meja kerja Dava.
"Tumben kamu kesini, ada apa?" tanya Dava duduk di depan Alana.
"Alana mau ngasih makanan buat kakak, tadi Alana sempet kerumah, tapi kakak gak ada. Kata mama, kakak masih di rumah sakit, makanya Alana kesini," jawab Alana panjang lebar.
"Kok kamu gak ngabarin aku?" tanya Dava.
__ADS_1
"Udah kok, tapi kakak gak aktif," jawab Alana.
Dava mengambil heandphone disakunya.
"Hp kakak mati, lupa kakak carger saking sibuknya,"
"Kakak keganggu ya Alana kesini?"
Dengan cepat Dava menggeleng.
"Enggak kok, tadi kakak cape banget. Pas kamu kesini mata kakak jadi seger lagi," ucap Dava membuat Alana ingin terbang.
"Ah kakak bisa aja, ayo kak makan dulu,"
Alana membuka rantang, dan mengambilkannya untuk Dava.
Dava terus menatap Alana, membuat Alana menjadi gerogi sendiri.
"Kakak janagn natap aku terus dong, jadi malu. Nih di makan,"
Ucapan Alana membuat Dava tersadar, dan segera mengambilnya. Setelah berdoa, Dava langsung memakannya.
Sebenarnya Dava sudah makan, tapi untuk menghargai Alana, Dava mencoba makan kembali.
"ini kamu yang masak?" tanya Dava, di sela-sela makannya.
"Bukan. Maaf ya kak, Alana gak bisa masak. Tapi lagi belajar kok, biar nanti Alana bisa masakin kakak tiap hari,"
Dava tersenyum mendengar perkataan Alana, gadis yang unik.
"Kamu mau pulang? Kakak pesenin taxi, soalnya bentar lagi kakak ada jadwal operasi," tanya Dava.
"Memangnya kamu gak bosen? Pasti lumayan lama kakak operasinya,"
"Gapapa kok kak, Alana mau nunggu kakak aja," jawab Alana.
"Yaudah, kamu kabarin Bunda dulu atau Malvin. Oh iya, emang kamu udah belajar buat UN besok?" tanya Dava sambul menggunakan maskernya.
"Pas siang udah, tapi tenang Alana bawa buku pelajaran nya kok. Sambil nunggu kakak, Alana belajar,"
Dava gemas dan mengusap rambut Alana, membuat Alana terpejam beberapa detik.
"Yaudah ya kakak tinggal dulu, kalo mau bikin kopi atau apa kamu ke dapur aja oke,"
"Iyahh kak,"
Dava meninggalkan ruangannya, Alana menatap punggungnya.
Alana membuka aplikasi hijaunya, untuk memberikan kabar kepada Malvin.
Abang lakhant 🌟
Alana
Bang, Alana pulang malem. Mau nunggu kak Dava dulu.
Abang lakhnat🌟
__ADS_1
Bdmt!.
Alana mendecak kesal dengan jawab abangnya. Dan ia memutuskan membuka group chat dengan sahabatnya.
Perkumpulan Curut🦄
Ninda galak😈
Assalamuallaikum ukhty.
Rika semok💖
Waalaikumsalam
Nadia galak😈
Kamu udah belajar belum bep?
Rika semok💖
Jijik, udah lah. Emang nya lu.
Nadia galak😈
Maap maap aje ni ye, gua udah belajar keles.
Alana.
Sombong amat.
Nadia galak 😈
Kemana ae lu, baru nongol.
Alana
Kenapa emangnya?
Nadia galak😈
Gapapa si hehe, lu lagi apa Al?
Alana
Lagi nunggu kak Dava, ngeoprasi orang.
Rika semok💖
Hm, calon manten mah sabeb.
Nadia galak 😈
Ciee, bentar lagi sahabat kita married.
Alana
Jangan berisik Alana mau belajar, byeee.
__ADS_1
Alana menatap aplikasi hijaunya, dan memfokuskan untuk belajar.