Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 69


__ADS_3

Di rumah Dava, Alana sedang memainkan heandponenya dan mencoba menanyakan Keano. Baru beberapa jam saja, Alana sudah rindu pada anak semata wayangnya itu.


**Abangke**.


*Bang


20.15


Berisik abang Iagi tahlilan


20.17


Hah? Dimana, siapa yang meninggal?


20.17


Di rumah spongebob


20.18


Ihh, gak lucu. Keano udah tidur belum bang? 20.18


Belom, anak lo lagi nonton dangdut bareng Ira.


20.18


Owh


20.19


Al, mau nasi kucing gak? Gua ada banyak, kalo mau gua bawain


20.19


Mana liat. Mauuu


20.20*


Tuh, ambil ahahahaha.



*20.20


Astagfirullah, untung abang:)


20.20


Al, main tebak gambar yu


20.21


Gambar apaan?


20.21


Tuh tebak gambar apa*



*20.21


Bebek Iah, gitu aja gak tau.


20.22


Salah. Ayo tebak Iagi


20.22


Angsa


20.23


Salah, nyerah gak?


20.23


lya nyerah

__ADS_1


20.23


Ya jawabannya koecheng


20.24


Abang buta? Jelas2 itu kaki bebek


20.24


Gak percaya? Nih gua kasih bukti*.



*20.25


Aku sungguh*....



*20.26


Keset woy itu. Btw,itu kan keset depan pintu kamar gue.


20.26


(Read*)


Alana menutup heandpone miliknya, biasa gila ia kalau terus chatan dengan Malvin.


"Kayaknya seru, ngapain sih?" tanya Dava ikut duduk di samping Alana.


"lni bang Malvin ngasih tebak tebakan yang gak jelas," ucap Alana.


Dava berbaring di samping Alana, lalu memeluk perut Alana. Alana mengusap rambut Dava.


"Keano sudah besar, tapi Allah belum kasih Keabo adik," ucap Dava sambil mengusap perut Alana.


"Maaf," ucap Alana merasa bersalah.


"Gapapa, aku bersyukur punya Keano dan kamu," Dava kembali duduk dan mencium kening Alana.


"Apa aku gak dengar?" Dava menggoda Alana.


"Apa sih," ucap Alana memalingkan wajahnya.


"Aku seneng kalo liat kamu malu malu gini," ucap Dava mengacak rambut Alana.


"Kebiasaan ish," ucap Alana kesal.


"Sarangheo," ucap Dava sambil mencubit dan mencium kening Alana.


®®®®


"Ra bobo dong," ucap Keano menatap Kirana yang masih anteng menonton televisi.


"Entar, Ira mau minta uang ke Ayah dulu," ucap Kirana sambil turun dari kasur dan berlari keluar.


"Ya ampun Ra," Keano terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


Duk duk duk.


"Ayah buka pintunya!" teriak Kirana mengetuk pintu kamar Malvin tidak santai.


Malvin membuka pintunya, menatap Kirana datar.


"Aya naon Ra," ucap Malvin duduk untuk mensejajarkan tubuhnya.


"Ira minta uang," ucap Kirana.


"Uang? Mau jajan kemana? Udah malem," ucap Malvin.


"Bukan buat jajan Yah," jawab Kirana.


"Lah terus buat apaan?" tanya Malvin heran.


"Ira takut mimpi naik angkot, terus bingung bayarnya pake apa," ucapan Kirana membuat Malvin terbelak.


"Astagfirullah, kamu hobi buat Ayah jatungan ya," ucap Malvin.

__ADS_1


"Ayah jangan mati dulu, kalo ayah mati nanti Saskia bebas makan wiskas punya Winwin," ucap Karina.


"Ya Allah, dosa apa gue," ucap Malvin frustrasi.


Lisa yang mendengar percakapan yang unfaedah itu segera menghampiri keduanya.


"Ada apa Ra?" tanya Lisa.


"Sa, kasih dia uang sepuluh ribu," ucap Malvin membuat Lisa heran.


"Hah bua--"


"Cepetan Sa, aku udah gak kuat menghadapi dirinya," ucap Malvin membuat Lisa langsung memberikan uang pada Kirana.


"Makasi Ayah, muach..." Ucap Kirana dan mencium pipi Malvin lalu kembali ke kamarnya.


Lisa hanya menggelengkan kepalanya, lalu mengusap bahu Malvin.


"Sabar ya, nikmati aja," ucap Lisa terkekeh.


Kiranan masuk kedalam kamar, Keano sudah tertidur. Kirana menyelipkan uang lima ribu ke tangan Keano.


"Tenang bang, kalo mimpi naik angkot abang bisa bayar," ucap Kirana lalu naik ke kasurnva Tak butuh waktu lama, Kirana sudah pergi ke alam mimpi.


07.00 am.


Keano bangun dari tidurnya, ia duduk untuk mengumpulkan nyawanya. Keano mengusap matanya pelan.


Keano menatap Karina yang masih tertidur. Keano keluar kamar dan berjalan menemui Sari.


"Pagi Bunda," sapa Keano.


"Pagi," Sari mencium pipi Keano.


"Mama kesini kan nanti?" tanya Keano.


"Iya, kamu sekarang mandi gih biar makin ganteng," ucap Sari membuat Keano mengangguk.


Keano berjalan menuju kamar mandi dengan membawa baju ganti.


Kirana bangun, celingak celinguk mencari keberadaan Keano yang sudah tidak ada di kasurnya.


"Huaa..."


Kirana kembali menangis, Malvin yang hendak berangkat kerja langsung menghampiri kamar putrinya.


"Ya ampun jelek banget," ucap Malvin menatap Kirana yang sedang menangis.


"Kenapa lagi si ananda Kirana?" tanya Malvin sambil mendekati Kirana.


"Bang Ano ilang," ucap Kirana sambil terisak.


"Keano gak akan kemana-mana, palingan juga mandi," ucap Malvin mengusap rambut Kirana.


"Jangan pegang Ira!" ucap Kirana menepis tangan Malvin.


"Dasar anak durhaka," ucap Malvin.


"Bang Ano...." ucap Kirana lirih.


"Iya apa?" ucap Keano sudah rapi sambil membawa cemilan. Keano berjalan menghampiri Kirana.


"Hehe, Ira kira abang ilang," ucap Kirana.


Malvin menatap Kirana malas, lalu segera keluar dari kamar Kirana untuk berangkat bekerja.


Lisa berjalan menghampiri Malvin dan memberikan tas pada Malvin.


"Aku berangkat dulu, jaga Kirana ya,’ ucap Malvin sambil mengecup pipi Lisa.


"lya," ucap Lisa mencium punggung tangan Malvin.


"Jangan lupa kasih makan Saskia ya," ucap Malvin mendapatkan anggukan dari Lisa.


"Malvin!" teriak Sari dari lantai bawah.


Malvin segera turun memghampiri Sari, takutnya ia kenapa-napa. Malvin cemas langsung mendekati Sari.


"Ada apa Bun?" tanya Malvin khawatir.

__ADS_1


”Saskia mati."


__ADS_2