Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
Chapter 58


__ADS_3

Hari ini Dava tidak bekerja,jadwal operasi kosong. Setelah shalat subuh Dava kembali tidur bersama Keano.


Jam sudah menunjukan pukul setengah sembilan, tapi kedua bayi itu belum bangun juga.


"Mas bangun. Ken bangun." Alana menepuk pipi Dava dan Keano.


Bukannya bangun Dava malah mempererat pelukannya ke tubuh Keano.


Semalam Keano mengamuk ingin minum susu, karena sudah hampir setahun Alana tak memberikan Keano susu. Alana kelimpungan karena tak punya stok susu, akhirnya Alana memberikan Keano dot.


Alana pasrah membangunkan mereka berdua,jika tidur sudah seperti kerbau. Alana memutuskan turun ke bawah, masakan yang Alana masak untuk sarapan kini sudah mendingin.


"Mbak, belanja bulanan udah habis ya?" tanya Alana melihat isi kulkas.


"lya." jawab Mbak Mia sambil mengelap dapur.


Belanja bulanan sudah habis, itu berarti mereka akan berbelanja. Keano sangat suka jika diajak belanja.


Biasanya laki-laki paling malasjika diajak belanja untuk waktu yang lama. Tapi tidak dengan Keano dan Dava, mereka tetap antengjika diajak belanja.


Alana kemball berjalan ke kamar Keano. Alana berdecak menatap anak dan ayah itu.


"Ano bangun yuk. Mama mau belanja lho." ucapan Alana membuat Keano bangun.


Keano membuang dot nya asal lalu mengerjapkan matanya. Keano melepaskan pelukan Dava dari tubuhnya.


"Papa belat." ucap Keano lirih, ia tak kuat mengangkat tangan kekar Dava.


"Umm, bobo lagi aja." ucap Dava sambil memeluk Keano lagi.


Alana menatap sebal Dava, dengan cepat Alana menarik tangan Dava dan membuat suaminya itu langsung duduk.


"Astagfirullah, kaget hamba." ucap Dava sambil menepuk dadanya.


"Disuruh bangunnya lagian susah." ucap Alana sambil membuka baju Keano.


"Ngantuk tau." ucap Dava cemberut.

__ADS_1


"Temenin aku belanja ya, sama cukur rambut Keano yang udah panjang ini." ucap Alana sambil mengusap rambut Keano.


"Ano ndak mau dicukul ma." ucap Keano melas.


"Rambut udah panjang dan nusuk mata." ucap Alana sambil membuka popok Keano.


Keano hanya diam sambil menatap Dava seolah meminta pertolongan agar ia tak dicukur.


"papa gak ikut-ikutan ya Keano." ucap Dava terkekeh.


"Aku mandi dulu ya." ucap Dava sambil bangkit meninggalkan Alana dan Keano.


Cup.


Sebelum pergi Dava mencium pipi kanan Alana, membuat Alana kaget sesaat.


"Mas!" ucap Alana malu, Keano yang melihat itu hanya tertawa seolah ia mengerti.


Alana berjalan untuk memandikan Keano. Keano senang bukan main saat ia akan mandi.


Apa kalian segiat Keano buat mandi Atau kallan team mandi sehari sekali? Wkwk.


Alana mengelap tubuh Keano dengan handuk. Alana menggendong Keano ke kasur untuk memakaikan bajunya.


Setelah beres memandikan Keano, Alana berjalan menuruni tangga menuju Dava yang sedang duduk sambi menonton televisi.


"Papa, Ano udah wani tau." ucap Keano berlari kearah Dava.


"Coba sini papa cium, bener gak udah mandi." Dava mengangkat tubuh mungil Keano dan mencium seluruh badannya.


"Nitip dulu ya, aku mau siapsiap dulu." ucap Alana dan dibalas anggukan oleh Dava.


Alana berjalan ke kamarnya untuk mengganti pakaian. Sedangan Keano sedang asik menonton televisinya.


Sedari tadi Keano terus menepikan rambutnya yang menusuk matanya. Dava bangkit mencari karet dan mengambil makanan.


"Nih makan." Dava memberikan pop cron untuk Keano.

__ADS_1


"Maaci." ucap Keano langsung memakannya.


Dava mengambil separuh rambut Keano dan mengikatnya ke atas dengan karet yang ia ambil tadi.


"Nah kan adem." ucap Dava menatap kunciran di kepala Keano.



Keano meraba-raba sesuatu di atas kepalanya. Lalu kembali menonton televisi.


Alana turun dengan membawa tas selempangnva. Alana hanya memakai kaos biasa dan celana jeans.


Alana terkekeh melihat Keano yang dikuncir keatas membuatnya sangat menggemaskan.


"Yuk berangkat." ajak Aina.


"Yuk." jawab Keano sambil berdiri dengan semangat 45.



Dava melepaskan ikatan rambut di kepala Keano. Mereka berjalan menuju mobil.


Alana menuntun Keano dan menaikan Keano bersamanya. Keano terlihat sangat riang.


"Sudah siap?" tanya Dava.


"Ciap pa!" ucap Keano mengangkat tangannya ke atas.


Dava segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.


"Mama itu namana apa?" tunjuk Keano kepada ondel-ondel yang berada di lampu merah.


"Ondel-ondel." ucap Alana membuat Keano bertepuk tangan senang.


Alana memberikan uang sepuluh ribu kepada Keano dan membuka kaca mobilnya.


"Nih kasih." ucap Alana.

__ADS_1


Keano tersenyum dan berdiri memberikan uangnya kepada ondel-ondel. Keano bertepuk tangan senang.


__ADS_2