Suami Ku Adalah Dokter

Suami Ku Adalah Dokter
chapter 52


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 3 sore. Clara dan Aldi sudah pulang satu jam yang lalu. Baru saja Alana ingin memejamkan matanya, pintu kamar dibuka oleh Malvin.


"Assalamualaikum ukhti." ucap Malvin dengan wajah menyebalkan.


"Waalaikumsalam." ucap Alana malas.


Lisa datang membawakan kado untuk Keano. Malvin naik ke atas kasur menghampiri Keano mencubitnya gemas.


"Sa nanti kita bikin yang kayak gini lima ya." ucap Malvin merajuk pada Lisa.


Lisa melotot pada Malvin, membuat lelaki itu menciut.


"Nikah makannya." ucap Alana meledek.


"Doain aja Al." ucap Lisa tersenyum malu.


"Sabar ya punya suami kayak bang Malvin." ucap Alana membuat Malvin menatapnya garang.


"Kenapa emang Al?" tanya Lisa kepo.


Mereka sudah saling akrab, bahkan Alana sudah tak malu-malu untuk curhat pada Lisa.


"Dia gak pernah mandi pagi." ucap Alana membuat Malvin menatapnya garang.


"Pantesan setiap jalan sama gue kayak bau bangke gitu." ucap Lisa membuat Alana tertawa.


"Enak aja. Gue mandi ya kalo jalan sama lo mah." ucap Malvin tak terima dibilang bau bangke.


"Kalo ada acara doang ya mandinya?" tanya Alana.


"Dia mah gak bakal mandi sebelum kena corona." ucap Lisa membuat Malvin mengusap dadanya sampe rata.


"ltu mulut pengen gue tabok. Untung sayang." ucap Malvin pelan.


Alana mah nyengir-nyengir aja liatnya. Alana membayangkan bagaimana nanti jika mereka menikah, apa Lisa akan tahan dengan sifatjahil Malvin.


Datang Malvin kesini membuat Alana ingin menendang. Gara-gara Malvin, Keano yang tadi adem ayem, sedang tidur santuy malah dicubit pipi anaknya kencang. Kadang Alana bingung, Malvin sebenarnya gemas atau ingin membunuh anaknya sih?


Malvin akhirnya pulang membuat Alana menghela nafas lega. Alana itu, seakan-akan Alana menganggap Malvin itu sebagai beban hidup.

__ADS_1


Dava masuk ke kamar untuk mandi. Tadi ada teman Dava yang datang kesini untuk sekedar menjenguk anaknya Dava.


Hanya butuh waktu 15 menit untuk mandi. Dava keluar hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya. Alana pura-pura tidak melihat (Abisnya Dava ganteng banget).


"Kamu mau mandi gak?" tanya Dava sambil memakai bajunya.


"Iya, tapi masih ngilu buat jalan." ucap Alana.


"Nanti mas bantuin mandi." ucap Dava membuat Alana membulatkan matanya.


"Hah mak--"


"Mas bantuin jalan ke kamar mandi maksudnya." ucap Dava membuat Alana beroh ria. Hampir saja Alana ambigu oleh perkataan Dava.


Sari datang untuk memandikan Keano. Alana hanya melihat Sari yang sudah terbiasa memandikan bayi.


Alana tak berani memandikan bayi, takut kenapa-napa. Keano sudah mandi, kini giliran Alana yang mandi.


Saba memapah Alana ke kamar mandi, Alana berjalan perlahanlahan. Setelah mengantarkan Alana ke kamar mandi, Dava menghampiri Keano yang sudah wangi.


"Halo anak papa." ucap Dava mengajak bicara Keano.


"Anak papa udah mandi ya?" ucap Dava mencium pipi Keano.


"Udah ganteng kaya papa ya." ucap Dava membuat Keano tertawa.


"Ya ampun kalo kamu ketawa mirip papa." ucap Dava narsis.


Dava mengangkat Keano ke pangkuannya. Dava benar-benar sangat gemas, berulang kali Dava mencium Keano hingga bedak yang digunakannya hilang.


"Mas~" Alana berdiri di depan pintu memanggil Dava.


Dava meletakan Keano ditengah kasur dan dibatasi guling disetiap sisinya.


Dava berjalan menghampiri Alana yang sudah bersih. Alana semakin cantik setelah melahirkan, pipinya semakin besar membuat Dava gemas.


Alana duduk di tepi ranjang, Dava mengangkat kaki Alana agar nyaman duduknya. Sungguh Dava memang suami idaman para wanita.


"Mas, aku masih gak nyangka kalo sekarang aku udah jadi seorang ibu." Alana meneteskan air matanya sambil menatap Keano yang tengah menatap keatas.

__ADS_1


"Aku juga. Maaf, aku terlalu sibuk kemarin-kemarin. Sampai aku gak punya waktu buat jagain kamu." ucap Dava memeluk Alana kedalam dekapannya.


"Gapapa. Aku seneng kamu ada waktu aku lahiran. Kalo misalnya hari itu aku--"


"Sttt, lupain hari itu ya. Jangan mengingat hal yang seharusnya gak diingat, kondisi kamu belum stabil." ucap Dava mengusap air mata


dipipi Aina.


"Iya mas." ucap Alana memeluk Dava lagi.


Dava terkekeh melihat Keano yang kembali tidur. Dasar bayi, kerjaannya cuma minum susu, nangis, dan tidur.


"Kok aku ngerasa Keano gak mirip aku ya." ucap Dava cemberut.


"Eh, liat matanya mirip kamu." ucap Alana membuat Dava tersenyum.


"Nanti kita bikin versi cewek ya." ucap Dava membuat Alana bingung.


"Maksudnya?" tanya Alana.


"Enggak kok." ucap Dava kikuk.


"Mas, keadaan Clara gimana?" tanya Alana membuat Dava terdiam.


"Dia semakin memburuk Al. Dia gak dapet dukungan sama sekali dari orang tuanya." ucap Dava sendu.


"Aku sedih liat dia. Aku pengen urus dia, aku sayang dia." ucap Alana menangis mengingat cerita Clara tadi.


"Kita berdoa ya, semoga Allah beri dia kesembuhan." ucap Dava menenangkan.


"Iya mas pasti."


Dava mencium kening Alana sayang, dia merasa beruntung memiliki istri seperti Alana, begitupun dengan Alana yang beruntung mendapatkan suami seperti Dava.


"Mas,jangan lupain aku lagi ya." ucap Alana.


"Tidak lagi, sayang."


“‘

__ADS_1


__ADS_2