
"Bunda Malvin mau beli itu." Malvin berlari menghampiri Sari yang sedang duduk santai di ruangtamu.
"Ya beli lah. Ngapain bilang-bilang." ucap Sari tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.
"Minta duit. Malvin gak punya duit." ucap Malvin membuat Sari menoleh ke arahnya.
"MisQueen amat." ucap Sari sambil merongoh kantong celananya.
Sari memberikan uang duapuluh ribu pada Malvin dan diterima dengan senang hati olehnya. Malvin berlari mengambil mangkok di dapun
"Mang bakso tungguin." teriak Malvin.
Mengapa Malvin yang sudah berumur 25 tahun masih seperti anak kecil. Sari hanya menggelengkan kepalanya.
"Mang jangan pake baso, kuahnya di tusuk ya." ucap Malvin.
"lya dek, eh gimana gimana?" ucap mamang tukang bakso, mari-mari sini.
Malvin: Napa Io nyanyi thor?
Author: sorry, kebablasan.
Malvin tertawa melihat ekspresi tukang bakso yang sudah tua menatap Malvin bingung.
"Maaf bang saya bercanda. Jangan pake toge ya bang." ucap Mavin membuat tukang bakso itu menghela nafas lega.
Pembeli adalah raja, kalo Raja minta kuahnya di tusuk itu raja minta di guyur pake kuah bakso.
Setelah membayar bakso Malvin memasuki rumahnya. Menaruh bakso itu di meja dekat Sari.
"Duh tiba-tiba pengen boker." ucap Malvin sambil memegang perutnya.
"Kebiasaan kamu mah Vin. Mau makan kudu boker dulu." ucap Sari.
"Bun, aku serahkan bakso ini padamu. Tolong jaga baik-baik, jangan sampai ada yang makan." ucap Malvin dramatis lalu berlari ke arah kamar mandi.
Alana turun dari tangga, matanya berbinar saat melihat bakso di meja.
"lni punya siapa bun?" tanya Alana menghampiri bakso milik Malvin.
__ADS_1
"Punya Malvin. Makan aja kalo mau." ucap Sari.
Dasar bunda tidak bertanggung jawab-author.
Alana merasa senang, ia memang ingin makan yang pedas-pedas. Entah kebetulan atau memang jodoh, ada semangkuk bakso yang membuat Alana menelan ludah.
Alana memakan baksonya dengan lahap, hanya tersisa dua bakso kecil dan airnya saja. Alana sudah tak kuat untuk menghabiskannya.
"Duh leganya."
Alana melirik ke arah Malvin yang sedang mengusap perutnya lega. Malvin datang menghampiri Alana sambil tersenyum gaje dan dibalas senyuman pula oleh Alana.
"Astagfirullah, bakso jeletot siapa yang makan?!" ucap Malvin histeris membuat Alana menutup telinganya.
"ltu congor kalo ngomong kayak bebek." ucap Sari menampol bibir Malvin.
Malvin mengusap bibirnya dan menatap dua basko kecil itu nanar. Niatnya ingin menikmati siang hari dengan semangkok bakso ditemani es jeruk pasti mantap.
Tapi, sekarang katakan Rip pada baksonya. Malvin menatap pelakunya dengan tatapan sangar. Jika di sinetron pasti telinga Malvin sudah mengeluarkan asap.
"Lo kan yang makan bakso gue? Ngaku!" ucap Malvin.
Nyali Malvin yang ditatap seperti itu langsung ciut. Mengapa ibu hamil sangat menyeramkan dibanding thanos?
"Enggak kok. Abang gak marah, seriusan." ucap Malvin manis, saking manisnya sampe eneg.
"Bagus." ucap Alana sambil kembali menatap televisi.
"Kalo dia gak hamil pengen rasanya gue jambak sampe botak.'batin Malvin menggerutu sambil mengusap dadanya.
"Sabar-sabar. Orang sabar gantengnya nambah." lanjutnya dalam hati.
Alana berjalan ke taman untuk menemui Vina. Alana membuka kandang Vina dan meletakannya di paha lalu mengusap bulunya yang sangat halus.
"Vin temenin Alana sana. Takut kenapa-napa." titah Sari kepada Malvin yang sedang menghabiskan baksonya dengan setengah hati.
"lya bun." Malvin menaruh mangkok kotornya ke dapur.
Malvin melangkahkan kakinya ke taman untuk menyusul Alana. Malvin yakin Alana sedang bermain bersama Vina.
__ADS_1
Benar saja, Alana sedang bermain dengan Vina. Alana menggelitiki Vina hingga meraung.
"lh kok kamu lucu banget sih?" ucap Alana sambil mencium Vina.
Tiba-tiba Vina bersembunyi dipelukan Alana saat melihat Malvin.
"Pantesan dia takut, ada setan rupanya." ucap Alana menatap Kevin.
"****, enak aja lo." ucap Malvin sambil ikut duduk bersama Alana.
"Sini gue pengen megang Vina." Malvin hendak mengambil alih Vina, bukannya disambut baik tapi lengan Malvin malah di cakar.
Meong.
"*****, kenapa Vina bar-bar gini." ucap Malvin mengusap bekas cakaran Vina.
Alana malah tertawa geli melihat Malvin yang kesakitan. Dasar AlAna, bahagia di atas luka orang lain.
"Bagus kamu Vina. Kalo bang Malvin ngeselin atau ganggu kamu cakar aja mukanya." ucap Alana kepada Vina dan dibalas meong oleh Vina seolah menyetujui perkataan Alana.
Malvin berjalan memasuki rumah untuk mengambil obat merah dan mengobati lukanya.
Alana mengembalikan Vina ke kandangnya, Alana berjalan ke kolam ikan.
Alana terkejut melihat 2 ekor ikan mas koki mati dan mengambang di Air.
"Huaaa.... Mati." tanpa di duga Alana malah menangis menatap ikan itu.
Sari dan Malvin buru-buru berlari menghampiri Alana yang sedang menangis terisak.
"Kamu kenapa hei? Siapa yang mati?" tanya Sari mengusap bahu Alana.
"lya siapa yang mati?" tanya Malvin khawatir melihat raut wajah Alana yang ditekuk seperti karpet aladin.
"Itu hiks." tunjuk Alana kepada ikan yang mati tadi.
Sari menatap malas Alana dan berjalan meninggalkan Alana. Begitupun dengan Malvin. Acara mengobati lukannya harus ditunda karena mendengar Alana menangis dengan suara kencang.
Alana menatap Malvin dan Sari yang pergi begitu saja meninggalkan Alana yang semakin terisak.
__ADS_1
"Kok Alana di tinggal? Alana salah apa hiks?"